konon juga, sebenarnya ada 2 kelompok masyarakat nomaden yg pergi
jauh mencari tempat suci ( pariangan/parahyangan = tempat bersemayam
nya hyang widi ( simbol sembahan masyarakat primitif ), yang mana
salah satu ciri tempat tsb ialah dataran tinggi( plateu)
satu kelompok sampai di dataran tinggi sumatera , yg kita kenal sbg
pariangan di daerah tanah datar ( namanya saja sudah tanah
datar /plateu )
sedangkan kelompok yang lain ( yg tak terceritakan di tambo
minang ) , menemukan dataran tinggi pula di tanah jawa , yang dikenal
sebagai Parahyangan ( Priangan ) , dataran tinggi di daerah jawa
barat sekitar Bandung sekarang
namun komunitas yg sampai di dataran tinggi parahyangan , peradaban
nya tak berkembang dg baik, sebagaimana halnya komunitas di pulau
sumatera , salah satunya karena mereka musnah terkena bencana alam
besar, meletusnya gunung berapi besar di selatan bandung ( saat ini
gunung tsb telah iada dan tergantikan oleh beberapa gunung berapi
kecil di daerah antara bandung selatan dan garut )
------------
Konon, asal muasal masyarakat Minang berasal dari keturunan dari
masyarakat yang berasal dari Pariangan (kaki gunung Merapi). Dari
kaki gunung ini, menurut Tambo Luhak nan Tigo, turun ke Padang
Panjang kemudian menyebar ke Luhak Tanah Datar membentuk Taratak dan
menyebar lebih luas di wilayah Luhak 50 Koto Dan Akhirnya meluas ke
wilayah yang disebut wilayah rantau (di luar Luhak nan Tigo = Padang
PanjangTanah Datar dan 50 Koto) sampai seluruh dunia.
--- In [EMAIL PROTECTED], "RaNK MaRoLa" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Perlu Telaah Tambo Soal Fungsionalisasi Tanah Masyarakat Minang
> Senin, 15 November 2004
>
> Buana Katulistiwa- Tambo, hikayat yang menceritakan adat istiadat
> Minangkabau, yang aslinya ditulis dengan huruf Arab Pegon berbahasa
> Melayu, disamping kaya dengan nuansa sastra, sebenarnya juga
merupakan
> sumber pemahaman pola fungsionalisasi tanah masyarakat Minang, yang
> berguna bagi pengetahuan pola penggunaan tanah masa kini.
>
> Konon, asal muasal masyarakat Minang berasal dari keturunan dari
> masyarakat yang berasal dari Pariangan (kaki gunung Merapi). Dari
kaki
> gunung ini, menurut Tambo Luhak nan Tigo, turun ke Padang Panjang
> kemudian menyebar ke Luhak Tanah Datar membentuk Taratak dan
menyebar
> lebih luas di wilayah Luhak 50 Koto Dan Akhirnya meluas ke wilayah
yang
> disebut wilayah rantau (di luar Luhak nan Tigo = Padang PanjangTanah
> Datar dan 50 Koto) sampai seluruh dunia.
>
> Luhak secara harfiah berarti sumur, Luak secara harfiah berarti
sumur
> dangkal keyataan geografis menurut interpretasi pengertian Luhak
berarti
> lembah yang luas atau secara geomorfologi graben semangko di bagian
> tengah sumatera (sekarang wilayah graben yang terdapat gunung
Merapi,
> gunung Melintang, gunung Sago. Wilayah ini merupakan asal muasal
anak
> pianaknya masyarakat Minang (yang asli). Diluar ini dikatakan Minang
> Rantau.
>
> Di Luhak nan Tigo inilah masih kental adat istiadat Minang dengan
hukum
> adatnya, peruntukan lahannya, keistimewaan rumah gadangnya dan
sistim
> kekerabatannya yang materialkhal (berorientasi ke Ibu). Keterkaitan
> dengan penelitian terakhir kalau dicarikan pembenarannya mengapa
keibuan
> ternyata pemberi gen kekal adalah dari gen Ibu (Sangkot Marjuki,
2002).
>
> Taratak merupakan penyebutan komunitas masyarakat Minang tahap awal
dan
> hanya terdapat satu suku di bagian Luhak nan tigo. Jika Taratak
> berkembang maka dia akan menjadi sebuah jorong. Jorong merupakan
> perkembangan dari Taratak dan terdapat beberapa suku. Jika makin
> berkembang lagi, maka akan menjadi sebuah Nagari yang lengkap dengan
> lembaga yang dipimpin oleh Wali Nagari yang mengatur adat istiadat
> Minang.
>
> Ada sumber lain yang menyebutkan bahwa suatu komunitas masih dalam
level
> Jorong jika rumah gadangnya terbatas dan belum masih menginduk di
dalam
> Nagari di dekatnya. Nagari boleh dikatakan terdiri dari beberapa
> Jorong.Dan kelengkapan sebuah Nagari secara kebudayaan materi
terdapat
> Rumah Gadang Wali Nagari, ada Medan nan Bapaneh (tempat pertemuan
wali
> nagari beserta perangkatnya dalam memerintah masyarakatnya).
>
> Masing-masing Jorong memiliki wilayah Pandam (kuburan resmi menurut
adat
> setiap suku di jorong tersebut). Batas wilayah nagari bisa menyusut
jika
> jorong anggotanya sudah memenuhi syarat sebagai Nagari. Di sini
tersirat
> tatabatas kanagarian boleh dikatakan dinamis secara keruangan.
>
> Ada yang Unik terjadi di Nagarinagari tersebut mereka tidak mau
> dikatakan termasuk di dalam kewenangan kerajaan Pagarruyung. Mereka
> mengatakan nagari mereka berdiri sendiri (otonomi) tidak ada campur
> tangan dalam pelaksanaan adat nagari.
>
> Hanya setiap nagari mengakui keberadaan Pagarruyung hanya membayar
upeti
> saja sebagai kewajiban, seperti sistim federasi menurut peneliti
Jepang.
> Telaah Tambo jika kita dipahami dapat diketahui mengenai peruntukan
> atau fungsional setiap jengkal tanah yang sudah diatur
kesesuaiannya.
> Interpretasi kasar : tanah berlereng untuk bambu, tanah berair untuk
> sawah padi, tanah keras dan padat untuk perumahan, tanah luas
berumput
> untuk pengembalaan, tanah becek untuk beternak itik, tanah tinggi
untuk
> pandam, tanah gunung untuk hutan, dan seterusnya.
>
> Perlu dilakukan Bedah Tambo atau diusulkan Kaji Tambo yang
melibatkan
> Geografer dan ahliahli lain, dimana selama ini selalu oleh para
> sastrawan sehingga ketajaman istilah yang digunakan pada saat tambo
> ditulis yang notabene yang sangat lekat dengan tandatanda ("teks")
alam
> kurang mendapatkan penekanan interpretasi. (tq)
>
>
http://www.bk.or.id/nasional/budaya/tambo_fungsionalisasi_tanah_minang
_1
>
>
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________