Assalamulaikum WW Ma Pito Sutan. Sungguahpun pito sutan nan disambah, ujuikno kasadoan awak nan duduak dipalantako
Sabalun masuak ka pembicaraan sacaro matematis logis, sarancakno iyo awak ciekan istilah nan dipakai dulu, sbb: Semua perhitungan adalah secara kasar atau mendekati angka sesungguhnya (dibelakang koma diabaikan) ++ Cakrawala (C = bidang), adolah bidang data nan manyingguang bola bumi dititik pengamat barado di permukaan bumi. ++ Cakrawala Maya (Cm) adalah bidang yang melalui mata penilik (5 m dpl), titik singgung dengan permukaan bumi dan Benda Angkasa (BA), bertitik putar dimata penilik (pengamat) ++ Cakrawala sejati (Cs) adolah bidang sajajar C nan malalui pusat bumi ++ Tinggi mato pengamat dianggap nol meter (dalam perhitungan dan tabel biasa diambiak 5 meter). ++ Tinggi Ukur ( Tu, Tinggi Maya) adolah tonggi Benda Angkasa setempat (ditempat pengamat). ++ Tinggi Sejati (Ts) adalah tinggi dihitung di pusat bumi. Tinggi ini adalah sudut yang dibentuk antara C dan bidang yang melaui Benda Angkasa (BA) dan pusat bumi dimana garis potong bidang ini melalui pusat bumi dan tegak lurus C bila BA berada di titik Nadir (N) atau Zenit (Z). BA terbit atau terbenam ialah saat BA tsb berada di bidang Cm (atau Ts adalah - 6 derajat (d)). Mata hari beredar maya (dari terbit sampai terbenam) diambil 12 jam pas. Bulan mati adalah saat bidang bulan berimpit dengan bidang matahari dan diarah yang bersamaan dari pengamat. Bulan purnama adalah saat bidang matahari dan bidang bulan berimpit tapi diarah 180 derajat bagi pengamat. Jika diperhatikan bulan pada saat tanggal 1 bulan H terbit jam 18:00 (jam matahari tadi). Bila bulan Purnama (penuh) terbit jam 06:00. Jarak antara tanggal 1 sampai bulan purnama adalah 14.5 hari (bulan Hijriah berumur 29 atau 30 hari), angka 14.5 dibulatkan jadi 15. Jadi bulan mempunyai percepatan 180 d dalam 15 hari, atau 12 d/hari atau 0.5 d/jam. Karena daya lihat mata sangat terbatas (apa lagi disaat matahari terbenam) maka menurut matematis BA baru dapat dilihat dengan mata telanjang pada Ts 6 d. Sekarang baru masuk ke perbedaan penanggalan Hijriah di Arab Saudi dan Indonesia. Waktu Arab Saudi dan WIB berbeda (lebih lambat 4 jam. Jadi jarak antara bulan dan bumi di Arab Saudi bertambah 4 x 0.5 d = 2 derajat. Dasumsikan pada hari X bulan di Indonesia (WIB) belum kelihatan karena Ts belum mencapai 6 d, ambillah Ts baru 4.5 d. Tapi 4 jam kemudian, saat matahari terbenam di Arab Saudi Ts telah mencapai 6 d atau sanggup dilihat mata telanjang. Hadis Nabi yang kira-kira berbunyi sbb: Jika engkau melihat bulan maka berpuasalah (atau telah tanggal 1 bulan Ramadhan) dan bila tidak melihat bulan maka berpuasalah dihari berikutnya. (Saya lupa ini untuk tanggal 1 Ramadhan atau 1 Syawal). Tolongin ya Rahima. Jadi sekarang pada hari X tersebut di Indonesia belum masuk tanggal 1 bulan H, jadi tanggal 1 adalah hari X + 1, tapi di Arab Saudi hari X telah masuk di tanggal 1. Sayang ya pergantian hari atau date line international berada di Pacific. Jika garis date line melalui Mekah, tentu hari X di Arab Saudi tadi adalah sama dengan hari X juga di Indonesia. Dan sebaliknya dengan date line di Pacific (180 Bujur), di Hari X di Indonesia belum masuk bulan tapi hari X di Arab Saudi telah masuk tanggal 1. Hari Raya Haji adalah tanggal 10 Zulhijjah. Di Arab Saudi tanggal 10 tsb adalah hari Khamis, sedang di Indonesia hari Jumat. Maaf kalau susah dimengerti. Pintu terbuka untuk memperdebatkan atau menanyakannya, InsyaAllah dapat dijawab. Wass. WW St. Capitano ----- Original Message ----- From: "Pito Sutan" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Palanta RantauNet" <[email protected]> > Ass.wr.wb. ; > > Dinagari awak hari rayo haji, diumumkan Muhamadiyah, > Pemerintah, dan NU, jatuh hari Jumat 21 Januari 2005, > tapi di Makkah katanyo hari rayo haji jatuh > hari Kamis, tanggal 20 Januari 2005, > > Ba-a jadi baitu ?, > bukankah waktu dinagari awak labiah capek ampek jam > dari waktu Makkah ?, > > Wassalam, > Pito Sutan > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

