Untuak dunsanak nan ndak bisa masuak ka web : -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of HM Dt.Marah Bangso
Halo Bundo Kanduang RN: Rekan Anda, HM Dt.Marah Bangso , menganggap tulisan yang satu ini menarik Rubrik: Rakyat Sumbar URL: http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid= 5682 Jelang Kongres Perempuan Minang: * Perempuan Minang Mesti Direposisi Oleh Redaksi Minggu, 23-Januari-2005, 05:49:28 202 klik Perempuan Minangkabau mesti menggalang solidaritas sesama, baik yang ada di perantauan maupun yang ada di Ranahminang. Selama ini, peran perempuan minangkabau masih belum optimal di semua lini. Apalagi dalam politik, perempuan masih menjadi pelengkap semata. Maka, reinterpretasi, redefenisi dan reposisi arti dan fungsi perempuan Minangkabau mulai dari suku sampai nagari sangat diperlukan. Laporan Abdullah Khusairi, Padang Demikian berkembang dalam jumpa pers yang digelar Koordinator Badan Pekerja Kongres Perempuan Minang di Pangeran Hotel Jalan Dobi Padang, Kamis (20/1). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bundo Kandung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Hj Nur Ainas Abizar, Aktivis Perempuan Minang yang sudah lama di rantau, Upi Tuti Sundari Usman, Ketua Komnas HAM Sumbar, Baharuddin, Kepala Museum Aditiawarman, Usria Dhavida, Koordinator Badan Pekerja KPM, Dra Sri Setyawati MA dan aktivis-aktivis Perempuan Minang lainnya. �Latar belakang Kongres Perempuan Minang ini adalah, realisasi Rumusan Seminar Internasional Kebudayaan Minangkabau yang digelar 22-23 November 2004 lalu,� ungkap Sri Setyawati MA yang tampil sebagai moderator dalam jumpa pers. Di samping itu, hasil Musyawarah Adat Minangkabau yang digelar di Kabupaten Solok, 18-19 Januari 2005 oleh Solok Saiyo Sakato (S3). �Yang lebih penting adalah, adanya upaya kesetaraan jender dalam bernagari terutama terhadap pemangku adat dan pemakai adat. Perempuan dimana berada,� ujar Upi Tuti Sundari Usman. Menata sistem ini diperlukan kongres yang diharapkan menghasilkan rekomendasi terhadap tata kehidupan di Ranahminang. �Tujuannya mengkaji, menganalisis partisipasi aktif kaum perempuan minangkabau dalam proses dan mekanisme pengambilan keputusan serta pelaksanaan kehidupan bernagari,� tambah Upi, penulis buku-buku pendidikan ini. Bentuk kegiatan kongres ini diskusi interaktif bulanan di bulan Februari 2005, Pra Kongres sekitar bulan Mei, Kongres Perempuan di bulan Juli dan Agustus 2005. Peserta yang diharapkan aktif, Bundo Kandung & LKAAM mulai dari nagari-nagari sampai tingkat provinsi Sumbar, Pemangku Adat, Urang Ampek Jinih, Tigo Tungku Sajarangan di Nagari seluruh Sumbar, KAN & BPAN di se-Sumbar, Organisasi Massa, LSM, institusi perempuan di level Sumbar, Eksektif & Legislatif, Perantau, Akadamisi Perempuan, Pemerhati masalah Perempuan. Badan kongres ini telah terbentuk di antara pengurusnya adalah, Hj Nur Ainas Abizar, Upi Tuti Sundari Usman, Baharuddin, Usria Dhavida, Dra Sri Setyawati MA. Bundo Kandung LKAAM Sumbar, Hj Nur Ainas Abizar mengatakan, banyak hal yang dibicarakan nanti. �Mulai dari masalah eksistensi perempuan, peran politik, hingga tingkah laku perempuan Minangkabau. Ini mesti dimunculkan untuk dikaji dan mencari solusi bagaimana sebenarnya seorang perempuan minangkabau tersebut,� ujar Nur Ainas. (hry) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

