dunsanak sadonyo , ttg kaitan Iskandar zulkarnaen ( alexander the great ) dan etnis minang , telah menjadi perbincangan yg berpilin antara dongeng dan kenyataan sejarah , antah iyo antah indak, atau bisa jadi sebuah bentuk rasa ingin dianggap besar dari suatu kelompok yg minder ( rendah diri ) ( istilah populer ge-er )
tapi mari awak sedikit mahota secara ilmiah, Iskandar zulkarnain, ( Alexander the great ) yg diperkirakan hidup sekitar 500 tahun sebelum masehi , adalah legenda yg penuh misteri. Pengembaraan dan penaklukan ke berbagai penjuru dunia, membuat nya di puja di beberapa tempat , spt Mesir, India , persia dan babilonia , serta daerah asalnya sendiri yunani. Dalam perjalanan penaklukan tsb , Iskandar membawa pasukan yg banyak dan berjalan bersama selama bertahun tahun lamanya sebelum pulang ke negeri asalnya . di beberapa tempat yg ditaklukan nya dimana Iskandar diangkat jadi pemimpin setempat , Iskandar meninggalkan sebagian prajuritnya di sana dan memberikan kembali kekuasaan pada raja setempat dg tetap menghormati Iskandar sbg raja besarnya , begitulah hal yg terjadi di Mesir, India dan Persia. jadi tak hanya di minang cerita tsb, tap di berbagai tempat tsb ( India, Mesir, persia dll ) , Iskandar dianggap sebagai legenda leluhur setempat juga. tentang kemungkinan ada sebagian bala tentara nya yg melanjutkan perjalanan terus ke timur sampai di tanah sumatera , bisa saja terjadi, karena pasukan Iskandar ada sampai di India , sampai di India sebenarnya Iskandar ingin terus ke timur sampai ke tepi laut ( samudra pasifik ) china / indochina atau bahkan nusantara. Tapi pasukan nya telah merasa keletihan yg sangat karena perjalanan panjang tsb, sehingga akhirnya dari India Iskandar berbalik arah ke barat menelusuri kashmir , Urdu ( pakistan sekarang) , Persia , syria kemudian terus kembali ke Yunani , negara asalnya . Tapi di Babilonia, Iskandar meninggal karena suatu penyakit yg cukup misterius , ia tak sampai ke negeri asalnya. Setelah meninggal pun , mayat Iskandar diperebutkan berbagai bangsa yg ingin daerahnya menjadi pemakaman Iskandar , karena itulah dimana sebenarnya Iskandar dimakamkan tetap menjadi misteri besar sampai saat ini. sebagian menyatakan di Iskandariyah , mesir , sebagian di Persia, sebagian lagi di negeri asalnya macedonia/yunani. Bisa jadi ketika sampai di India, dimana sebagian prajuritnya terbelah, antara terus berjalan ke timur atau kembali ke barat ( kembali ke macedonia ) , ada sebagian prajuritnya yg memang terus berjalan ke arah timur , dan bisa jadi sampai pula ke pulau sumatera , di dataran tinggi bukit barisan dekat gunung merapi. Bisa pula sebenarnya para kaum nomaden tsb , bukanlah sebenar prajurit Iskandar, tapi orang2 dari India yg sangat memuja Iskandar zulkarnaen dan menisbatkan diri mereka sebagian bagian dari prajurit / pengikut Iskandar zulkarnaen. Masih terbuka banyak kemungkinan , ttg teori sejarah , tapi apa yg diceritakan dalam tambo2 minang, bukan lah pula suatu hal yg mustahil , bisa saja terjadi spt itu. saya pribadi berpendapat , walau dari manapun asalnya , para perintis awal etnis minang yg datang ke dataran tinggi gunung merapi dulu itu, adalah kaum yg telah lebih beradab ( berasal dari daerah yg memiliki peradaban tinggi ) , dibanding etnis2 di sekitarnya ( batak, kubu, mentawai, nias dll ) , mereka telah internazionalized sejak dulu . baintun kiro2 pendapat ambo ttg tambo tsb. ado tambahan dongeng yg masih misterius bagi ambo , yaitu bahwa bisa jadi sebenarnya ada 2 kelompok orang2 yg mengembara tsb, menuju tempat yg sama, plateu ( dataran tinggi ) tempat bersemayam nya para dewa ( priangan = parahyangan ), satu sampai di dataran tinggi Agam ( gn merapi sumatera ) satu lagi sampai di dataran tinggi sunda - ( gunung tangkuban perahu dan sekitarnya ) karena kedua tempat tsb, memiliki nama yg sangat mirip, periangan di tanah datar sumatera dan parahyangan di tanah pasundan jawa. sakian pendapat dari ambo , setelah sempat menyimak kisah Alexander the great di Discovery chanel. salam HM Malin sinaro --- In [EMAIL PROTECTED], "RaNK MaRoLa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Siti Zainon Ismail > > Seloka Bunda Kandung > > > Sejarah - legenda > > > Kalau begini titih sejarah > mengungkap legenda dan bunga si tangkai hati > sejak bahtera Iskandar terdampar di puncak Merapi > bagai sebutir telur di tanduk > sebelum gelombang besar surut > demikian kaba diwariskan > pesan nenek moyang dari desa Periangan ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

