Rasanya untuk SD-SMP-SMA yang diajarkan teori dasar yang pada umumnya sudah
baku (established) sehingga kalau ada perkembangan mungkin bisa diberikan
sebagai ilustrasi oleh para guru. Jadi guru memang harus dituntut untuk
"care" terhadap perkembangan mata pelajaran yang dipegangnya.

Sedangkan untuk tingkat mahasiswa, buku referensi yang dianjurkan oleh dosen
juga sangat tergantung oleh kemauan dan kemampuan para dosen dalam mengikuti
perkembangan disiplin ilmu yang diajarkannya. Terutama dari artikel-artikel
ataupun paper yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal bidang keilmuannya.

Kalau saya amati, penerbit dan penulis hanya mengambil kesempatan keuntungan
bisnisnya saja tanpa ada tanggungjawab keilmuannya. Misalnya si penerbit
berhasil melobi suatu sekolah untuk ganti buku pada tahun ajaran baru, maka
dia cari penulis yang akan menyusun buku tersebut walaupun sebenarnya
materinya sama karena harus sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan
menteri. Paling ilustrasi dan redaksionalnya yang dilainkan dan juga mungkin
angka-angka pada soal latihan.

Ada lagi yang lebih parah yaitu bukunya persis sama dengan tahun2
sebelumnya, hanya karena uang buku satu paket dengan pembayaran lainnya di
awal tahun maka mau nggak mau orangtua harus membayar walaupun sebenarnya
buku sang kakak masih sangat layak pakai. Dan itu adalah simbiose mutualisme
antara penerbit/penulis dengan guru/sekolah.

Kalau menurut saya seharusnya fleksibel saja, tidak harus ganti setiap tahun
dan tidak juga sekali lima tahun. Bila si guru mendapatkan ada buku yang
lebih baik atau lebih sistematis dalam penyajiannya sehingga menurutnya akan
lebih memudahkan sang murid untuk menyerap mata pelajaran tersebut ya untuk
tahun ajaran baru diusulkan untuk memakai buku tersebut dan terangkan juga
kepada orangtua murid alasannya.

salam - tg

# -----Original Message-----
# From: Zulfikri
# 
# Kalulah buku di sekolah Indonesia boleh dignti selama 5 tahun, berarti
Indonesia
# akan ketinggal 5 tahun dari negara-negara tetangga yang dapat
# mengganti buku atau memperbaharui buku setiap tahunnya.
# 
# Tidakkah terbayangkan setiap tahunnya sain dan teknologi berkembang 
# pesat ?, contohkan saja teknologi komputer baik software maupun 
# hardware-nya. Kita masih belajar komputer berbasiskan DOS selama 5 tahun ?

# semantara di negara tetangga sudah mempelajari komputer berbasis window,
# linux dsb nya ?
# Kalaulah bigini caranya pemerintah menolong atau mengatasi orang tua
# dikarenakan tidak sanggup membeli buku, maka buku sekolah boleh diganti
# sekali 5 tahun ?
# 
# Tidakkah pemerintah ingat bahwa hal seperti ini akan mengakibatkan
penulis,
# ilmuwan, penerbit kehilangan kegairahan ?
# 
# Baca kebijakkan pemerintah berikut :
# 
# OPINI
# http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005013101262911
# Senin, 31 Januari 2005
# 
# Kebijakan Buku Pelajaran Lima Tahunan
# Ki Supriyoko, Guru besar pada Universitas Tamansiswa, Yogyakarta
# 
# ''TIDAK ilmu suluh padam'', demikianlah bunyi pepatah lama bangsa
Indonesia
# yang kira-kira artinya ialah, orang yang tidak memiliki ilmu atau
kepandaian
# yang cukup maka kehormatannya di mata masyarakat akan sirna. 
# Dengan kalimat pendek: tidak berilmu, kehormatan diabaikan orang.
# 
# Pepatah ..... <cut>....
# 
# Substansi permasalahan yang ada sekarang ini sesungguhnya bukanlah pada
# masa pakai tetapi lebih pada pembelian buku pelajaran itu sendiri.
Kebanyakan
# orang tua merasa berat bila setiap tahun harus mengeluarkan ratusan ribu
# rupiah untuk membeli buku pelajaran. Seandainya buku itu dapat diakses
# dengan mudah dan terjangkau, apalagi bisa gratis, kiranya para orang tua
# tidak akan menolak meskipun setiap tahun buku pelajaran itu berganti.
# Apalagi dapat diperoleh dengan gratis tanpa harus membayar, maka buku
# pelajaran akan berganti (bertambah) setiap tahun pun tidak akan
menimbulkan
# masalah yang besar.
# 
# Karena substansi permasalahannya pada pembelian buku pelajaran yang
berkait
# dengan pengeluaran finansial orang tua, dan bukan pada pengadaan buku
# pelajaran itu sendiri, maka seyogianya substansi kebijakan pemerintah pun
# adalah bagaimana membantu orang tua, utamanya orang tua yang status
# ekonominya rendah, supaya anaknya bisa mengakses buku secara mudah.
# 
# Kebijakan pemerintah tentang pemberian kemudahan bagi anak-anak sekolah
# untuk mengakses buku pelajaran tanpa menimbulkan beban yang berat bagi 
# orang tuanya jauh lebih bermakna dan bermanfaat daripada kebijakan 
# tentang masa pakai buku pelajaran. Kebijakan tentang pemberian kemudahan 
# secara langsung akan membantu anak-anak sekolah dengan orang tuanya; 
# sebaliknya kebijakan tentang pembatasan masa pakai buku pelajaran hanya 
# akan membatasi anak-anak sekolah dalam mengakses informasi dari dunia luar
!!!
# 
# ____________________________________________________
# 
# 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke