Assalamualaikum Wr. Wb. 

Pertanyaan tersebut di atas, bersama-sama dengan
pertanyaan mengenai takdir dulu sering mengganggu
pikiran saya, pertanyaan yang tidak pernah bisa saya
jawab secara memuaskan. Perjalanan waktu dan usia
akhirnya menyadarkan saya bahwa fikiran manusia yang
terbatas ini tidak akan sepenuhnya mampu mencerna
pikiran dan kehendak Allah yang Maha Sempurna, Maha
Adil dan Maha Penyayang. Karena itu pertanyaannya
tidak lagi apa dan mengapa, tetapi bagaimana supaya
kita selalu mendapat hidayah, yaitu dengan berusaha
untuk selalu menjalankan suruhan-suruhanNya dan
meninggalkan larangan-larangannya.

Di bawah ini ada sebuah tulisan menarik mengenai
bagaimana hidayah datang, dalam sebuah tulisan
berbentuk Autobiografi singkat yang ditulis oleh
saudara Wolikertajiwa di Milis �Apa Kabar� yang saya
kopikan ke milis ini atas persetujuan penulisnya.

Wassalam, Bandaro Kayo        


RENUNGAN PASCA 11 SEPTEMBER 2001

(Autobiografi, disusun pada Minggu I oktober 2002)

I
PM Malaysia Dr. M. menuduh Amerika serikat terjangkit
histeria anti- Muslim. Tuduhan ini dilansir bersamaan
dengan pemberlakuan  peraturan keimigrasian baru di
AS, yang menerapkan pemeriksaan ekstra ketat bagi para
warga negara sejumlah negara Islam, termasuk malaysia.
"Ini sudah merupakan histeria anti Muslim yang
bersifat umum. Hanya karena tindakan segelintir orang,
kini seolah-olah seluruh kaum Muslim dicap sama, yang
membuat mereka harus diperiksa untuk membuktikan
mereka bukan teroris".   (Kompas, 2 Oktober 2002)

II
Saya termasuk orang yang mempunyai perasaan campur
baur sewaktu terjadi peristiwa 11 September 2001. Ada
rasa galau. Ada juga rasa `senang'. Dan rupanya
perasaan ini  tidak hanya miliksaya yang notebene
orang Islam. Teman saya yang Katolik juga senang,
dengan ungkapannya kira-kira "hebat, jenius, Amerika
yang angkuh dibuat tak berdaya". Di sisi lain, kalau
direnungkan, betapa kasihannya keluarga yang
ditinggalkan dari 3 ribuan orang di WTC itu. 

Dalam analisa saya, kesenangan saya dan teman saya
itu, tidak ada kaitannya dengan Agama apa yang saya
anut dan agama apa yang dianut si teroris itu.
Kesenangan itu hanya semacam ekspresi sentimen dunia
ketiga terhadap super power atau kekesalan
kijang/kambing terhadap singa raja hutan.

III
Apakah yang melakukan penyerangan 11 Sept 2001 itu
Usamah bin Ladin atau bukan, apakah orang Islam atau
bukan, saya nggak tahu. Tapi, yang pasti, kesenangan
saya mulai surut, bahkan hilang, dimulai dari
penyerangan Sekutu ke Afghan, dicurigainya orang-orang
Islam di Amerika, dicurigainya dan diburunya
orang-orang Islam garis keras di seluruh dunia. Dan
kebencian orang non-islam (baik dari agama lain,
atheis maupun eks-islam) terhadap Islam menjadi sangat
meningkat. Anda dapat melihat ini di situs-situs
internet yang relatif baru (ada  satu yang berbahasa
Indonesia  dan saya mencatat ada 46 situs berbahasa
Inggris, baik situs baru maupun lama). Ada satu situs
terlepas anda percaya atau tidak, banyak tanda-tanda
dia tahu Islam dari sisi "orang dalam". 
Serangan-serangannya begitu luar biasa --- dengan
thesis utamanya adalah "Islam adalah agama penuh
kebencian & kekejaman" . di situ juga ada debat dengan
 beberapa Muslim. Bukan ini yang  ingin saya soroti.
Bagi saya, tambahan-tambahan situs seperti itu, hanya
menambah kebencian yang sebenarnya sudah tinggi.
Tetapi. Tetapi, situs-situs rupanya juga membawa
hikmah bagi saya. Mungkin juga bagi orang Islam
lainnya. Saya tidak menyarankan siapapun membaca
situs-situs itu. Hikmah yang saya dapat akan saya
uraikan di nomor romawi V.


IV

Biografi ringkas saya  :
*Ayah saya hindu (India, bukan Bali) yang cenderung
kurang taat, bahkan agak atheis. Ketika menikahi ibu
saya, dia masuk Islam. Setelah menikah tidak ada
tanda-tanda dia beragama Islam. Sholat tidak,
minum-minuman keras, bahkan belakangan makin
terang-terangan mengejek Rasulullah dan mengejek Islam
sebagai agama. Tiap hari saya menghadapi itu, bahkan
setelah saya menjalani agama Islam. Kuping saya
menjadi tidak mudah merah, saya tidak `kaget'
mendengar makian serupa itu. Saya selalu berusaha
menjawab dengan singkat, tanpa marah-marah. (catatan:
mohon dimengerti saya tidak sedang menilai atau
membahas agama Hindu. Saya menghormati agama Hindu dan
para penganutnya. Ini semata hanya biografi pribadi
saya untuk berbagi pengalaman).

*Saya sendiri sejak SMP awal tahun 70an suka baca Kho
Ping Hoo. Saya suka filsafat hidup dalam buku-buku
karangannya.  Suatu saat saya akhirnya tahu bahwa
filsafatnya bukan berasal dari Tao atau LaoTse atau
Budha, tapi dari J. Krishnamurti (1895 � 1986).

Akhirnya sejak lulus SMA saya melahap buku-buku
rekaman ceramah atau catatan harian Krishnamurti
sekitar 20 buku. Saya mulai meragukan agama apapun.
Kuliah saya, di Jakarta, selain ilmu sosial  saya
senang sekali dengan filsafat. Bahkan saya pernah
mengambil mata kuliah tamu di salah satu sekolah
tinggi filsafat mengenai topik atheisme. Dari sejak
lulus SMA s/d 9 tahun kemudian saya on/off dalam
keyakinan beragama. Sholat hampir tidak pernah, puasa
juga seringkali tidak. Saya pernah suatu saat
bergantian memasuki 6 rumah ibadah di TMII. 

Saya banyak kawan dari kalangan katolik. 

*Suatu saat pada umur 28 tahun saya mengalami
pencerahan yang luar biasa (saya tidak bisa
menceritakan hal itu). Saya beragama Islam kembali.
Mudah-mudahan sampai mati. Amin.

*Mungkin dari latar belakang seperti itu, walaupun
saya sudah beragama Islam dengan keyakinan penuh, saya
hampir tidak pernah `fanatik'. Saya hampir tidak punya
kecenderungan curiga pada agama lain, tidak punya
kebencian terhadap agama lain. Karena saya pernah
tidak percaya agama, bahkan tidak suka agama Islam,
saya bisa memahami sikap-sikap negatif non-muslim.
Bagi saya saling menghormati dan menghargai antar
agama / pemeluk agama merupakan keharusan. Lebih dari
itu, ada kualitas kasih sayang yang meliputinya. 

*Sewaktu kasus tabloid monitor - Arswendo � merebak
sekitar tahun 1989 � 90 , dan kasus Salman Rushdie
yang menulis novel "Satanic Verse" merebak ramai di
seluruh dunia saya hampir tidak merasa terusik sama
sekali :
        
- Tabloid Monitor melakukan survai mengenai tokoh
idola. Hasilnya  Arswendo urutan ke-9 dan Nabi
Muhammad SAW no. 10. Bagi saya orang boleh saja protes
atau mengkritik, tapi apa perlu merusak kantor tabloid
tersebut ?

- Kasus Salman Rushdie. Coba dipikir, apa anehnya
seorang yang tidak percaya agama Islam membuat suatu
novel yang merendahkan / menghina Rasulullah ? Bagi
saya , secara logik, hal itu tidak ada anehnya.
Mungkin-mungkin saja. Walaupun dosanya sangat besar !
Menurut saya, kalaupun mau bereaksi tulis saja buku
atau artikel yang membantah novel tersebut.

*Sayapun tidak pusing untuk mengucapkan selamat natal
pada alm. mertua pria saya, teman-teman saya, dan
bos-bos saya yang merayakan natalan.

*For sure, saya tidak berpandangan semua agama benar.
Saya pun bukan penganut Islam inklusif, apalagi Islam
liberal.  Saya berpandangan kita bisa bergaul dengan
penganut agama lain dengan sebaik-baiknya, boleh juga
mencari titik temu antar agama, dan berusaha memahami
agama orang lain dari sisi mereka. 

*Dengan  mudah saya mengajak / mengantarkan ayah saya
ke kuil Hindu (dia sangat jarang ke kuil) karena saya
menghormati kepercayaannya.  Saya menghormati
kepercayaannya, sementara dia tidak menghormati
kepercayaan saya. Sampai�suatu saat di tahun 1995
(ketika saya sudah berumur 37 tahun) 35 hari sebelum
beliau meninggal, beliau masuk Islam. 

Alhamdulillah.

*Saya menemukan keindahan, saya menemukan kedalaman,
saya menemukan cinta, saya menemukan kemuliaan, saya
menemukan "misterium tremendum" dan "misterium
fascinosum" � dalam Islam. 

*Bagi saya, Islam tidak ada hubungan dengan terorisme,
kebuasan, kepicikan, kesempitan. Bagi saya Islam
adalah agama besar, yang merangkum seluruh keindahan
agama-agama.

*Mengikuti ulama saya berpandangan bahwa Rasululah
Muhammad saw adalah nabi yang paling mulia. Saya
mengikuti Syekh Abdul Qadir Jailani ketika beliau
mengatakan + Nabi Isa as tidak menikah dan Nabi
Muhammad saw menikah, tapi tetap yang lebih zuhud
(menjauhi dunia) adalah Rasulullah Muhammad saw. Tapi
tetap Nabi Isa as bukan manusia biasa, bukan pula
sekedar nabi --- beliau nabi yang tergolong ulul azmi
--- yang dalam buku-buku tasawuf sering dicuatkan
sebagai panutan sufi.     

*Bagi saya seluruh kesempurnaan ada dalam Islam. Ada
kasih sayang, ada  keberanian, ada harga diri, ada
kekuatan, ada  kelembutan.  Ada kehalusan yang sangat
tinggi yang tidak mudah dimengerti (bahkan juga oleh
orang Islam pada umumnya) kecuali oleh orang-orang
khusus yang hatinya cemerlang. Ada yang karena
kebersihan hatinya, maka dibukakan sebagian rahasia
langit. Kalau sudah seperti itu, mana mungkin hati ini
ada keraguan dan menoleh pada yang lain ?

*Kalau ada yang menduga apa Islam saya, maka saya
beritahu saya penganut ahlus sunah wal jama'ah. 
Hampir sedikit sekali buku-buku Islam  yang
diterbitkan baru sejak abad 20, yang menarik hati
saya. Ulama TV dan radio tak yang menarik hati saya
secara sungguh-sungguh. Kuno dan taqlid ? nggak juga.
*Kesemua uraian biografi saya tidak menunjukkan saya
sudah benar. Banyak sekali kelakuan saya yang masih
saja salah.

V

Hikmah membaca situs-situs di atas adalah :

*Saya jadi tahu begitu besarnya kebencian orang non
muslim terhadap Islam dan Muslim, betapa besarnya
kecurigaan mereka � sehingga apapun yang kita lakukan,
yang kita omongkan, mereka tetap tidak suka. Tetapi,
perlu dicamkan, tidak semua non-muslim penuh kebencian
terhadap Islam /Muslim � banyak juga yang berpikir
positif seperti Esposito, Michael Sells  (lihat saja
di internet, cukup menarik kasus Sells ini) dan
teman-teman yang saya kenal.

*Kita harus membenahi diri kita sendiri ditengah dunia
luas ini (termasuk dunia cyber-virtual yang hampir tak
terbatas) untuk berperilaku cerdas, bijak, benar dan
tepat.

*Gaya-gayaan  harus berhadapan dengan
kenyataan-kenyataan pahit. Bersikap `belagu' terhadap
minoritas (agama B) di negara mayoritas agama A, bisa
berakibat merugikan bagi agama A di negara mayoritas
agama B. *Bagaimana mewujudkan Islam sebagai agama
yang besar dan benar dan bagaimana memuliakan
Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta ?
Itu suatu pertanyaan besar yang tidak boleh dijawab
sembarangan.

Wolikertajiwa

(dikopi dari postingan yang bersangkutan di Milis �Apa
Kabar� Rabu 19 Jan 2005 10:14:04) 



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Meet the all-new My Yahoo! - Try it today! 
http://my.yahoo.com 
 


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke