Tulisan di bawah ini menjelaskan kenapa nama bandara baru di nagari Ketaping
menjadi Minangkabau International Airport (MIA).
Dengan telah ditetapkannya nama tersebut sebaiknya tidak ada polemik lagi
mengenai penamaan bandara tersebut, termasuk diri saya sendiri.

Regards,
HRM. Jambak

-----Original Message-----
From: okta veri [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, February 07, 2005 7:01 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: FW: [umi_syamsiah] Re: FW: [Nagari] MIA Siap Dioperasikan

Donald Menangkan Lomba Penamaan Bandara Ketaping
Jumat, 07-Januari-2005, 08:28:42 538 klik

Padang, PadekDonald Games, warga Kabupaten Tanahdatar
berhasil memenangkan lomba sayembara pemberian nama
bandara udara di Ketaping Sumatera Barat, dengan nama
Minangkabau Internasional Airport (MIA).

Atas kemenangannya itu, ia mendapatkan bonus uang
tunai sebesar Rp5 juta plus tiket pesawat Garuda
Padang-Jakarta pulang pergi.

Sedangkan juara II dan III, jatuh pada Heri
Yudiansyah, warga Kabupaten Solok dan Ir Anwar Dalid
BE, asal Kota Padang. Masing-masing mendapat bonus Rp4
juta dan Rp3 juta plus tiket pesawat Merpati
Padang-Batam pulang pergi untuk juara II dan tiket
pesawat Jatayu Padang-Medan pulang pergi untuk juara
III.

Hasil penilaian dewan Juri ini dikuatkan dengan
Keputusan Gubernur Sumbar No 120-539-2004 tanggal 2
November 2004 tentang Penetapan Pemenang Sayembara
Pemberian Nama Bandara di Ketaping Sumbar. Penyerahan
hadiah kepada ketiga pemenang itu diserahkan Sekdaprov
Sumbar, Rusdi Lubis di ruang sidang Kantor Gubernur
Sumbar, kemarin.

Rusdi Lubis mengatakan, penetapan ketiga pemenang ini
merupakan hasil seleksi dari 152 peserta yang
mengikuti sayembara tersebut pada tanggal 6-20 Juni
2004. Dari hasil seleksi Dewan Juri, ditetapkan tiga
nominasi nama bandara, yakni Ketaping Minang
International Airport (Bandara Ketaping), Minangkabau
International Airport (Bandara Minangkabau) dan Ranah
Bundo International Airport (Bandara Ranah Bundo).

Dari ketiga nominasi itu, Pemprov Sumbar menetapkan
satu nama, yaitu Minangkabau International Airport.
Bandara Minangkabau ini juga sudah mendapat
persetujuan dari DPRD Sumbar tanggal 9 Oktober 2004
lalu. Selanjutnya Bandara Minangkabau ini diajukan ke
Menteri Perhubungan untuk ditetapkan sebagai bandara
baru di Ketaping tersebut. Karena ada 21 orang dengan
nama Minangkabau International Airport, maka panitia
mengundang Dewan Juri untuk menetapkan pemenangnga
menjadi tiga orang, ungkap Rusdi.

Adapun 152 orang ini meliputi 11 orang peserta luar
daerah/perguruan tinggi dari berbagai daerah di
Indonesia. Bahkan, satu di antaranya berasal dari
konsultan Jerman. 102 peserta dari kota dan 39
kabupaten di Sumbar. (nsr)






Re: [EMAIL PROTECTED] Usulan nama Bandara baru " Ketaping"
Mochtar Naim
Sat, 03 Apr 2004 15:39:19 -0800

Salam barewai, Assalamu'alaikum w.w.,

  Saya setuju kalau nama Bandara Katapiang diberi nama
"Bandara Minangkabau". Masalahnya kita perlu promosi.
Dengan tiap kali menyebut nama Minangkabau, maka nama
M itu akan mancanegara. Dan orang akan segera tahu di
mana M itu. Bandara tak lepas kaitannya dengan turisme
dan kebudayaan.
  Mengambil salah satu nama orang besar atau pahlawan
nasional yang berasal dari Sumbar oke-oke saja. Tetapi
kalau yang satu diambil tentu yang lain tidak
kebagian. Dan apa lalu kategorinya?
  Nah, mari kita pagatok dan inap-inapkan bersama
tentang nama bandara internasional ini. Bagus kalau
melalui website RN kita persamakan. Coba nanti
disayembarakan mana yang mendapat nilai dukungan
tertinggi.
  Wassalam, MN
  Bagi sanak yang dari Sumbar, jangan lupa memilih di
hari H nanti, 5 April, Mochtar Naim, Calon DPD nomor
20.


--- zul amri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Assalamualaikum wr.wb
> Propinsi Sumbar didalam melakukan upaya pergantian
> nama Bandar Udara termasuk kalah cepat dibandingkan
> propinsi lainnya di Indonesia . Ambil contoh Bali
> umpamanya , masyarakat Bali sudah lama mengenal nama
> Bandara didaerahnya dengan nama Ngurah Rai yang
> diambil dari nama tokoh pejuang daerah setempat ,
> guna mengantikan nama Bandara lama Tuban .
> Demikian pula dengan daerah   lainya seperti
> Pekanbaru , Jambi , Batam , Palembang , Banjarmasin
> , Ujung Pandang , Manado , Ambon , Biak , telah
> banyak yang mengganti nama Bandaranya dengan nama
> tokoh  tokoh setempat seperti Hang Nadim , Sulthan
> Mahmud Badaruddin , Sultan Thaha , Syamsuddin Noor ,
> Hasanudin , Walter Mongonsidi , Pattimura , Frans
> Kasiepo dll .
>
> Namun Propinsi Sumbar dari dulu sampai sekarang dan
> kebetulan hanya punya Bandara satu satunya tetap
> saja mengunakan nama Tabing ( Tebing ? ).
>
> Apakah tidak ada atau belum ada upaya serta usulan
> dari masyarakat Minang atau DPRD serta Pemda
> setempat untuk pergantian nama tersebut ?
>
> Mumpung Bandar Udara  baru di nagari Ketaping
> masih dalam tahap pembangunan dan nantinya akan
> merupakan pintu gerbang utama memasuki Sumbar
> melalui udara , alangkah baiknya kalau mulai
> sekarang sudah ada wacana atau  aspirasi dari
> masyarakat Minang baik yang dikampung maupun di
> rantau untuk memberikan nama Bandara baru tersebut
> dengan nama tokoh pejuang maupun tokoh legendarais
> masyarakat Minang   Sumatera Barat misalnya :
>
>  -Bandar Udara :  Imam Bonjol
>
> - Bandar Udara : H . Agus Salim
>
> -Bandar Udara  : Sutan Sjahrir
>
> -Bandar Udara : Moch . Yamin
>
> -Bandar Udara : Moch Syafe'i ( Pendiri INS Kayu
> Tanam )
>
> -Bandara Udara: Dang Tuanku
>
> -Bandar Udara : Minagkabau
>
> -Bandar Udara......................( siapa menyusul
> ) ?
>
> Wacana ini bisa kita diskusikan dipalanta ini dan
> nantinya akan diteruskan ( di paroweikkan istilah
> Mak Ban ) sebagai bahan masukan untuk DPD dan Pemda
> Sumbar hasil pemilu 5 April 2004  untuk
> diperjuangkan . Mohon maaf nama Bung Hatta tidak
> saya sebutkan karena sudah diabadikan sebagai nama
> Bandar Udara di Tangerang Banten berdampingan dengan
> nama tokoh proklamator Ir . Soekarno
> Wassalam : zul amry piliang   ( mantan pegawai
> Bandara Ngurah Rai )








--- "HRM.Jambak" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, February 06, 2005 4:41 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [email protected];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [umi_syamsiah] Re: FW: [Nagari] MIA Siap
> Dioperasikan
>
>
>
>
> Saya setuju dengan pendapat penamaan bandara
> menggunakan nama pahlawan yang
> mempunyai kaitan dengan nilai historis dan
> pengaruhnya terhadap budaya
> masyarakat Minang.
>
> Yang jadi pertanyaan bagi saya, apakah sebelumnya
> penamaan ini tidak
> melalui "Musyawarah dan Mufakat dengan Niniak Mamak
> Minang?".  Apa masih
> mungkin merevisi nama bandara kampung kita ini?.
> Mengutip pernyataan Bp.
> Herry Zulman dibawah ini, jangan sampai pada saat
> bandara siap full
> dioperasikan muncul selisih pendapat mengenai
> masalah nama. Jadi jika kita
> berniat untuk mengusulkan mengubah MIA dengan nama "
> Tuanku Imam Bonjol
> atau Puti Bungsu" maupun lainnya perlu
> menyampaikannya ke jalur yang tepat
> (Dinas perhubungan, DPRD mungkin atau ada ide untuk
> wadah lainnya?).
>
> Mudah-mudahan saudara-saudara yang bekerja di media
> massa maupun yang
> bekerja dimaskapai penerbangan bisa menyalurkan
> aspirasi ini.
>
> Best regards,
>
>
> Irhasni Yunus
>
>
>
>
> |---------+---------------------------------->
> |         |           [EMAIL PROTECTED]|
> |         |           donesia.com            |
> |         |                                  |
> |         |           05-02-05 07:24 AM      |
> |         |           Please respond to      |
> |         |           herman_jambak          |
> |         |                                  |
> |         |                                  |
> |         |                                  |
> |---------+---------------------------------->
>
>
>---------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------|
>   |
>
>        |
>   |        To:      [EMAIL PROTECTED]
>
>        |
>   |        Subject: FW: [Nagari] MIA Siap
> Dioperasikan
>                   |
>
>
>---------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------|
>
>
>
>
> Apa  tidak  sebaiknya nama bandar udara tersebut
> diambil dari nama pahlawan
> yang  juga  peletak  dasar  adat  Minangkabau  "Adat
> Basandi Syarak, Syarak
> Basandi  Kitabullah",  yaitu  Tuanku  Imam  Bonjol.
> Juga  tidak lazim nama
> bandara  diambil  dari nama suku atau bangsa. Tidak
> ada nama bandara Englad
> International Airport atau lainnya.
>
>
> "Kita  baru saja mendarat di bandar udara Tuank Imam
> Bonjol, Selamat Datang
> di  Ranah  Minang".  Begitu kira-kira kalimat yang
> akan diucapkan oleh awak
> kabin pada saat pesawat mendarat. Enak didengarnya.
>
>
>
>
>
> Regards,
>
>
> HRM. Jambak
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: HRM.Jambak
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, February 04, 2005 3:52 PM
> To: Milis AirTransportation
> Subject: [Nagari] MIA Siap Dioperasikan
>
>
>
>
>
> MIA Siap Dioperasikan
> * Herry: Instansi Terkait Segera Persiapkan Diri
>
>
> Oleh Redaksi
>
>
> Kamis, 03-Februari-2005, 19:41:08
>
>
>
>
>
> Padang,  Padek-Keinginan  masyarakat Sumbar untuk
> memiliki Bandara berskala
> internasional  tidak berapa lama lagi akan terwujud,
> tepatnya Mei 2005 akan
> menjadi  kenyataan.  Sehubungan dengan telah
> selesainya pembangunan Bandara
> Minangkabau Internasional Air Port dan akan
> dioperasikan Mei mendatang.
>
>
>
>
>
> Bahkan, Dinas Perhubungan Sumbar telah mempersiapkan
> segala sesuatunya.
> Termasuk membicarakannya dengan Angkasa Pura II
> Padang (groun handling),
> maskapai penerbangan, bea cukai, imigrasi, dan
> seluruh pihak terkait
> lainnya yang akan mendukung proses pengoperasian
> Bandara berskala
> internasional tersebut.
>
> (Embedded image moved to file: pic13480.jpg)
> (Embedded image moved to file:
> pic17842.jpg)Mengingat waktu beroperasinya
> sudah diambang pintu. Maka instansi yang akan berada
> di Bandara tersebut
> diminta sudah harus mempersiapkan diri dari saat ini
> termasuk untuk
> peninjauan lokasi agar jangan sampai Bandara
> beroperasi nantinya masih ada
> yang tidak tahu atau hal lainnya, ujar Kasi
> Perhubungan Udara Dinas
> Perhubungan Sumbar Drs H Herry Zulman MSTr Akt
> kepada koran ini di ruang
> kerjanya, kemarin.
>
> Dikatakannya, saat ini telah dibuka kran
> selebar-lebarnya untuk melihat
> kondisi di Bandara MIA. Namun, harus melalui
> prosedur yang berlaku. Hal ini
> dilakukan, agar tidak ada alasan nantinya tidak siap
> ketika Bandara sudah
> beroperasi. Dan jangan sampai pula saling salah
> menyalahkan nantinya.
>
> Ia juga mengatakan, instansi-instansi yang
> melaksanakan hearing atau
> rapat-rapat dengan Dishub Sumbar agar jangan sampai
> menukar orang-orangnya.
> Artinya, bila yang mengikuti rapat pertama si-A,
> maka sampai hadir juga
> harus si-A. Jadi, akan lebih mengerti dan mudah
> dipahami nantinya.
>
>
=== message truncated ===

> ATTACHMENT part 2 image/jpeg name=pic13480.jpg


> ATTACHMENT part 3 image/jpeg name=pic17842.jpg





__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke