Ass,wr,wb.

Iko ado postingan dari milis tetanggo subalah, kok alun pernah baco
silahkan baco, kok alah ditarimo, apuih sajo.

Apo sudah separah itukah pelayanan rumah sakik di Indonesia ko ?, mungkin
rumput nan bergoyang sajo nan bisa manjaweknyo.

Wassalam,
HM Dt.Marah Bangso (48 th - 46 hari)

---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: [bqpusri8385] Study the meaning of this story
From:    "Novi Leigh" <[EMAIL PROTECTED]>
Date:    Fri, February 11, 2005 1:41 am
To:      [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------------------------------


Waktu Tuhan menciptakan alam semesta, dipenuhiNya bumi dg bayam, kangkung,
 sayur2an segar aneka macam., sehingga manusia sehat & hidup lebih lama.
Kemudian setan menciptakan es krim & donat. Setan berkata, mau pakai
coklat  di atasnya? Di jawab manusia, Ya!. Maka mulailah manusia
merenggangkan  sabuknya.

Tuhan berkata: cobalah sayur2an lalap segar ini. Kemudian setan
memperkenalkan sup berlemak.   Maka wanitapun berubah ukuran pinggangnya 
dari 6 menjadi 14.

Tuhan kemudian berkata: Aku telah berikan sayur2an segar supaya engkau 
memakannya.  Dan setan memperkenalkan steak, ayam goreng, burger.  Maka 
kolesterol manusiapun menjulang ke langit.

Tuhan menciptakan sepatu olah raga supaya makhluknya beraktivitas fisik 
supaya tetap sehat.  Setan menciptakan remote control TV.  Manusia tidak 
perlu beranjak ke depan TV untuk mengganti channel.   Maka kursipun tidak 
mampu menampung lebarnya pantat manusia lagi.

Tuhan menciptakan kentang yg penuh gizi & rendah kandungan lemaknya. Setan
memperkenalkan teknik memasak kentang yg mutakhir, yaitu mengupas
kulitnya, mengirisnya tipis2 & menggorengnya secara deep fried. Maka berat
badan manusia bertambah.

Tuhan mengenalkan lean beef supaya manusia makan dengan kalori yg lebih 
rendah, tetapi tetap memuaskan selera.   Dan setan mengenalkan McDonalds� 
dengan double cheese burger-nya.  Setan berkata: mau pakai fries?  Manusia
 menjawab: Ya. Ukuran supersize!  Setan tersenyum: bagus.  Maka manusiapun
 mengalami cardiac arrest!

Tuhan mendesah, lalu diciptakanNya quadruple bypass surgery.

Setan kemudian membisniskan pelayanan kesehatan, mengesampingkan
kemanusiaan.

----------------

If you don't know the meaning of the story, read this from Kompas:

PASIEN Indonesia, Antara Rumah Sakit �Setan� & Rumah Sakit �Malaikat�

Jakarta, KCM
Hingga tahun 2003 berakhir, kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia masih
 jauh dari harapan.
Saat ini, seperti yang umum dikeluhkan masyarakat, biaya kesehatan
sangatlah  mahal. Tidak adanya aturan perundang-undangan, Standar Profesi,
dan Standar  Pelayanan Medis yang jelas bagi pemberi jasa pelayanan
kesehatan
(paramedis), semakin menambah runyam persoalan pelayanan kesehatan. Lalu,
apa yang terjadi kalau orang Indonesia sakit dan membutuhkan  perawatan?
Pilihannya tinggal dua: ketemu rumah sakit �malaikat� atau rumah  sakit
�setan�. Begitulah suara sumbang yang muncul dalam pembicaraan 
sehari-hari.
Kalau pasien ketemu rumah sakit atau dokter �malaikat�, beruntunglah
mereka,  karena  akan ditangani dengan baik sesuai penyakitnya.
Sialnya, jika ketemu rumah sakit �setan�. Pasien akan dirawat
berlama-lama,  meski sudah sembuh. Tetapi, trik ini sudah kuno. Yang
sekarang terjadi,  begitu pasien masuk, langsung dilakukan pemeriksaan
lengkap, memakai  peralatan canggih seperti magnetic resonance imaging
(MRI), USG
(Ultrasonograf) tiga dimensi, computerized tomographic scanner (CT
Scanner)  dan lain-lain, meski tidak diperlukan.
Benarkah rumor seperti itu?
�Oh iya, hal-hal seperti itu memang terjadi,� kata Dr. Marius Widjajarta
SE,  Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI).
�Bahkan pernah terjadi pasien yang mengeluh batuk pilek langsung masuk
Unit  Gawat Darurat dan di-scanning. Kalau sudah begitu biayanya bisa
mencapai 2-3  juta rupiah.�
�Nanti, kalau koceknya sudah �diperas� habis-habisan tinggal �tulang�-nya 
dilempar ke rumah sakit lain,� lanjut dokter Marius.
Ada pula pasien yang didiagnosis keroyokan. Istilahnya �paket lima�.
Begitu  pasien  masuk rumah sakit langsung diperiksa lima dokter spesialis
 sekaligus. Akibatnya, biaya yang harus dikeluarkan pasien jadi
membengkak.  Sedihnya lagi, ibu hamil pun �dikerjai�. Dengan berbagai
dalih mereka  diharuskan melahirkan melalui operasi cesar. Bahkan ada
rumah sakit bersalin  yang 60 persen pasiennya melahirkan dengan cara
operasi.
Nah, trik operasi cesar pun ternyata sudah ketinggalan zaman. Yang terbaru
 adalah paket operasi cesar plus ambil usus buntu. Rupanya, tidak hanya 
restoran fried chicken yang mengeluarkan PAHE -- paket hemat tapi tidak 
hemat-- dokter pun demikian.
Mengapa dokter tega berbuat begitu? Seorang dokter mengaku ditekan oleh 
rumah sakit tempatnya bekerja. �Saya mendapat laporan dari salah satu
rekan  sejawat kalau dia tidak mau melakukan yang mereka inginkan, dia
akan  dipecat,� kata dokter Marius.
Tipu-tipu rumah sakit macam ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, hanya
saja  kalau dulu masih malu-malu, sekarang ini makin menggila karena
persaingan  semakin ketat.
Kalau sudah begitu keadaannya, Anda jangan heran bila periksa ke rumah
sakit  A dikatakan gagal ginjal, sementara rumah sakit B mengatakan Anda
sakit  kanker. Padahal mungkin penyakit Anda mungkin tidaklah seseram itu.
Bagi  yang punya uang berlebih, bisa pergi ke Singapura, untuk mendapatkan
 diagnosis bandingan. Nah, yang koceknya pas-pasan tinggallah dilempar
kiri  kanan sampai uangnya ludes.
Menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan Indonesia memang seperti masuk 
hutan belantara. Tak ada rambu-rambunya. Orang berlalu lintas saja diatur 
dengan rambu lalu lintas, sementara yang menyangkut kesehatan dan nyawa 
manusia sama sekali tak ada aturan dan standar yang jelas. Misalnya,
aturan  perundang-undangan, Standar Profesi atau Standar Pelayanan Tenaga
Kesehatan. Akibatnya, pelayanan kesehatan tidak lagi berdasarkan
kemanusiaan, tetapi  bisnis. Siapa yang mampu membayar, dialah yang berhak
menikmati pelayanan  maksimal. Sering kali, begitu pasien datang untuk
mendapatkan pertolongan,  yang pertama ditanya petugas rumah sakit bukan
apa penyakitnya. Mereka lebih  dulu ditanya mengenai pembiayaan dan siapa
penanggung jawabnya.
Meskipun masyarakat ekonomi lemah berhak mendapatkan pelayanan kesehatan 
secara cuma-cuma, hal itu masih sebatas wacana alias lips service saja.
�Kalau orang miskin sakit, ibaratnya tinggal menunggu mati saja,� kata Dr.
 Marius.



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke