Ass,wr,wb,

Dunsanak di palanta kasadonyo, iko ambo forwaik kan sesuatu nan paralu kito
cermati dalam kehidupan kito.
Judulnyo alah ambo tuka dari Watch out .....!!!!! menjadi Info nan paralu
kito cermati
Semoga iko jadi ladang amal bagi nan mabueknyo pertamo sakali.

Wassalam,
 HM Dt.MB

----- Original Message -----
From: "Rully" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>;
Sent: Monday, February 14, 2005 2:34 PM
Subject: [SulitaNet] Fwd: [friendster-CLUB] Watch out.......!!!!!!!!>

> >1.BOTOL PLASTIK
> >  Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
ulang
> > botol plastik  (Aqua, VIT etc) dan menaruhnya di mobil atau dikantor.
> > Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga
> > sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di  botol2 ini,
> > mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2
> > kali saja,jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari
> > seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan
> > mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu
> > bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang
> > memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol
> > plastik.<?xml:namespace prefix = o ns =
> > "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />
> >
> >   2.PENGGEMAR SATE
> >  Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena
ketika
> > kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang
> > yang dapat menyebabkan kanker.  Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun
> > yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai
> > zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti
> > Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
> >
> >3.UDANG DAN VITAMIN C
> >  Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan
> > menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses
> > reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan
> > yang fatal dalam hitungan jam.
> >
> >  4.MIE INSTAN
> >  Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak
> > 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda  akan
> > mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata tedapat lilin
> > yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak  lengket
> > satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan
> > meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena
> > begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk
> > memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap
hari.
> > Akhirnya dia menderita kanker.  Dokternya mengatakan bahwa hal ini
> > disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut
> > mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari
> > untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore
> > Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah
tangga,
> > tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali
> > dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.
> > Jika kita perhatikan Mie China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan
> > di pasar, dari
> > > hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti
> > berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut
> > satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan
> > tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi,
> > dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan
> > dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan
> > meniriskan dengan
> >  cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama
> > lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar
> > tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
> > Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy), akan dibutuhkan minyak
> > dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti
> > untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
> >
> >  5.BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
> >  Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
> > konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
> > bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan.
> > Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan
> >  kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.
> > Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan,
> > penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang
> > digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang
> > bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman
> > bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan
> > makanan yang perlu Anda waspadai.
> >
> >  A.KERTAS
> >  Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas Koran dan majalah) yang
> > sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal
> > (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal
masuk
> > melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem Peredaran darah
> > dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati,
> > otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai
> > dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis
> > (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut.
> > Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasilogam berat timbal,
> > memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang
goreng,
> > tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena
> > pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan
> > berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha
> > pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
> >
> >   B.STYROFOAM
> >  Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
> > pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
> > membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat
> > dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu
> > mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang.
> > Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin
> > tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan
bahan
> > yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001,
> > Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu
> > styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan
> > endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat
> > adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
> > bahan kimia karsinogen dalam makanan.
> >
> >Disunting dari beberapa sumber.



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke