Wa'alaikum salam wr wb., Sanak Ronal, Djambak dan sidang RN Yth.
Maaf lai talambek sangenek manjawek issue ko. Benar sekali dengan statement: "jangan asal swasta". Alangkah baiknya dikatakan jangan asal swastanisasi, tetapi swastanisasi yang akan atau harus mendapatkan hasil yang lebih baik bagi banyak orang. Saya sebutkan disini adalah lebih baik, karena hidup adalah proses. Bukankan yang diajarkan kepada kita adalah selalu lebih baik? Swastanisasi yang akan menjadikan BUMN dari rugi menjadi untung adalah baik bagi pemegang saham. Swastanisasi yang akan mengurangi beban pemerintah (subsidi ) adalah baik bagi rakyat banyak. Swastanisasi yang akan mengurangi beban pemerintah - karena pemerintah terus-terusan dipojokan atas kelakuan "oknum" yang bermain sebagai penguasa BUMN untuk kepentingan sendiri atau golongan, adalah baik bagi rakyat. Swastanisasi yang mempermudah urusan dalam bisnis sehingga Perusahaan (BUMN) bisa lebih cepat mengambil keputusan adalah baik bagi Perusahaan untuk bisa bekerja lebih baik. BUMN adalah perusahaan milik negara. Negara adalah milik Rakyat. Jadi BUMN adalah milik Rakyat. Pemerintah sebagai Pengelola membentuk Mentri BUMN, DPR sebagai wakil Rakyat memanggil Rapat dan melakukan "fit and proper test" untuk menunjuk Direksi dan Komisaris. Media yang mencium adanya ketidak beresan mengungkap dengan tulisan yang besar di halaman pertama. Rakyat yang membaca adanya "permainan" demo dan menuntut "turun" banyak pihak. Anggota DPR yang tidak ikutan bermain, tersingung dan membalas demo. Jadinya kan Repot. Dalam manajemen prinsip dasarnya adalah penyederhanaan proses. Proses yang tidak berguna sebaiknya dipangkas. Cerita sangenek tentang management, untuk melihat bisnis proses yang tidak perlu, biasanya para manager perlu menggambarkan proses bisnis dalam dalam sebuah chart agar bisa kelihatan alurnya serta proses apa saja yang terjadi. Di perusahaan Indonesia, karena bisnis proses sering panjang dan berbelit, maka perlu dibuatkan dalam kertas yang besar dan ditempelkan didinding. Kertas ini oleh Konsultan disebut "brown paper" - konsultannya orang asing, maklum orang kita kan nggak percaya sama orang Indonesia sendiri jadi harus bule. Kemudian setelah dimengerti alur proses dan proses yang terjadi disetiap meja, maka dilihat kemungkinan untuk memangkas menjadi lebih simple. Pesannya adalah keep it simple (KIS), ada yang menambahkan satu S lagi agar lebih pas jadi KISS. Sehingga keep it simple, stupid! Wah sudah melantur kemana-mana. Kembali ke komentar Ronal, sebanarnya ada dua step yang terjadi dalam swastanisasi ini. Pertama adalah proses menjual atau mengalihkan saham Pemerintah ke Swasta sebahagian atau semuanya. Kedua adalah mengelola perusahaan yang telah diperbaharui sahamnya dari rugi menjadi untung. Kedua proses ini terpisah dan harus dilakukan dengan baik agar hasilnya bisa lebih baik. Kita sudah coba dengan "menjual" Indosat ke Swasta Singapore. Coba kita bahas mana yang salah, kalau memang ada yang kurang pas. Apakah distep pertama atau distep kedua, atau kedua-duanya? Kemudian kita lakukan perbaikan disetiap step yang salah. Sehingga proses berikutnya bisa "menjadi lebih baik" Dengan cara itu sudah kita lakukan ajaran yang kita anut dan pahami. Mudah-mudahan dapat diterima. Wassalam, R Sampono Sutan (56-) From: "Ronal Chandra RR" <[EMAIL PROTECTED]> cut > Jangan asal swasta pak, beberapa hari yang lalu saya > membaca harian ibukota yang menentang asing masuk ke > aceh, dikatakan bahwa swasta indonesia sanggup untuk > membangun aceh. > cut > Akhirnya yang terjadi, kapling - kapling swasta > terjadi diaceh, meoulabueh ( Artha Graha ), aceh besar > (bukaka), aceh ... (bakri), kalou swasta indonesia > model begini, namanya bagi - bagi kapling dan tidak > menyelesaikan masalah. > > Wassalam > Ronal Chandra > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

