Kabupaten/kota Terkorup versi Transparency Internasional Indonesia (TII) menempatkan Wonosobo sebagai kabupaten/kota tidak terkorup. Saya tidak meragukan validitas penilaian TII tersebut. Yang saya sayangkan adalah terlewatnya Kabupaten Solok di Sumatra Barat , yang Bupatinya Gamawan Fauzi memperoleh Bung Hatta Anti Corruption Award dalam tahun 2004 yang lalu.

Saya pikir metode sampling yang digunakan Tim Penilai menyebabkan Kabupaten Solok tidak tersamplel. Tetapi ini adalah konsekwensi dari penelitian sample, sevalid apapun metodologinya. Namun tidak tertutup juga kemunginan bahwa Tim penilai merancukan Kabupaten Solok dengan Kota Solok yang juga dapat peringkat tidak terlalu buruk: rangking 13.

Tetapi apapun, penelitian TII sebuah cermin yang bagus buat berkaca. Menyadari kekurangan adalah langkah awal dari usaha perbaikan.

Jangan sampai terjadi, buruk muka cermin dibelah.

Wassalam, Darwin




===================================================================



Bupati Solok Terima Bung Hatta Anti Corruption Award

Reporter: Suwarjono



detikcom - Jakarta, Bupati Solok Damawan Fauzi dan Koordinator Forum Peduli Sumatera Barat Saldi Isra, menerima anugerah Bung Hatta Anti Corruption Award tahun 2004. Kedua orang ini merupakan tokoh dalam pemberantasan korupsi di Sumatera Barat.

Penyerahan award tersebut dilakukan di Wisma Serba Guna Senayan, Selasa (28/9/2004) pukul 20.00 WIB. Tampak hadir Pengacara Todung Mulya Lubis, Kordinator ICW Teten Masduki, Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas dan Hakim Agung Benjamin Mangkoedilaga.

Menurut Ketua Dewan Juri Betti Alisjahbana, Bung Hatta Award diberikan kepada mereka yang telah berjasa dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi dan mendorong keterlibatan masyarakat untuk memberikan dukungan pemberdayaan dan perlindungan bagi mereka yang berjuang melawan koruspi.

"Damawan Fauzi dianggap layak menerima penghargaan karena dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tidak pernah terlibat korupsi dan tidak pandang bulu dalam menindak aparatnya yang indisipliner. bahkan salah satu yang ditindak adalah sahabatnya sendiri," kata Betti.

Selama Damawan memerintah, ia telah memberhentikan 10 orang karyawannya, menurunkan pangkat 23 orang stafnya, menunda kenaikan pangkat sembilan orang, menunda kenaikan gaji berkala sembilan orang dan pembebasan dari jabatan 10 orang. Damawan juga menerbitkan Perda tentang transparansi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Saldi Isra, banyak dikenal sebagai dosen dan aktifis. Dia terpilih karena berhasil membongkar praktik korupsi yang diduga sudah sangat mengakar di DPRD Sumbar.

"Saldi melakukan gerakan dengan membongkar perilaku anggota DPRD Sumbar sampai akhirnya para anggota dewan dibawa ke pengadilan dan diputuskan bersalah. Selain itu ia juga aktif dalam kampanye anti koruspi melalui beberapa buku, seminar dan lainnya," demikian Betti Alisjahbana.(fab)


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke