--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Jadi, Rangkayo Rahima, baa mamanggiakan Doktor baru
> ko dalam Caro Arab? Ad 
> Dukturah Elywarti Maliki? 

Tepat sekali mak Ngah. Di Mesir ini, jangankan yang
sudah doktoral, yang baru akan magister aja sering
dipanggil addukturah. Kenapa begitu..? itulah
basa-basinya orang Mesir terhadap sesama dan do'a
mereka sesama muslim, senang lihat orang berhasil,
bukan kayak SEBAHAGIAN orang kita, malah banyak yang
iri dalam artian iri mengarah pada hal-hal yang
negatif. Makanya bangsa kita sulit sekali untuk maju. 

Melihat orang maju, jarang untuk didukung. Padahal
kalau orang maju, yang beruntung juga kita-kitanya
sebagai sesama Islam dan sebangsa, apalagi sedaerah.
Itulah sebabnya didalam do'a kita selalu disuruh untuk
mengatakan do'a : " Ya Allah hilangkanlah perasaan
dengki, hasad dan iri terhadap sesama muslim dalam
diriku.

Ada seorang sahabat yang dijamin oleh Rasulullah SAW
Di mana beliau mengatakan sampai beberapa kali akan
datang nantik ke mesjid ini salah seorang sahabat ahli
syorga. Setelah datang seorang sabahat, yang datang
itu keitu juga. Sampai sahabat yang lain. Kalau saya
tak salah namanya Abdullah bin Umar, atau umair(saya
ragu), heran kenapa sampai sahabat ini dijamin masuk
syorga. Apa amalan yang telah dilakukannya?

Akhirnya sahabat ibnu Umarpun mendatangan lelakin itu
dan ingin menginap bersamanya selama tiga malam.
Selama tiga malam itu, tak ada yang istimewa
dilihatnya dari amalan sahabat tadi, shalatnya biasa
saja, ngak tiap hari shalat tahadjud. 

Akhirnya beliau menanyakan, kenapa sampai rasulullah
menjamin ia masuk syorga, sedangkan amalannya
biasa-biasa saja. Apakah yang telah dilakukannya..?

Pada akhirnya, lelaki tersebut mengatakan bahwa, : "
Saya setiap hari sebelum tidur, tidak pernah
meninggalkan, atau mempunyai  sekelumitpun rasa dengki
atau iri dihati saya terhadap sesama muslim ".

MasyaAllah, bukankah hal ini amalan yang mudah, bagi
mereka yang punya hati bersih, dan sangat berat bagi
hati yang kotor. Ngak usah tunggang tangging shalat
1000 rakaat setiap hari, puasa sunnah sepanjang tahun,
semua itu sia-sia, kalau dihati kita punya rasa
dengki, iri, dendam, benci dan sejenisnya pada sesama
ummat islam.

Betapa ringannya kalau begitu masuk syorga, hanya
dengan menghilangkan rasa iri dan berbuat baik pada
sesama makhluk Allah.( ingat lagi kisah orang masuk
neraka karena menyiksa binatang(kucing), semoga kita
termasuk manusia yang penyayang sama kucing dan juga
masuk syorga karena memberi makan binatang.

 Ini mah cuman binatang apalagi berbuat baik pada
manusia saya pikir. Begitulah kasih dan rahmat Allah
pada ummat Islam, ngak usah repot-repot, kerjakan aja
yang wajib-wajib, (apalagi dibarengi dengan yang
sunnat-sunnat, tentu syorganyapun yang lebih mulia
lagi,) sucikan saja hati dari berbagai macam penyakit
hati, dan sering aja berbuat baik. InsyaAllah masuk
syorga deh.

 Kata orang awam, segala amalan sepertinya dinilai
dengan hitungan dan materi pahala, syorga neraka, lain
lagi dengan kata orang sufi yang tingkatan imannya
lebih tinggi lagi, : " Ya Ilaahii, anta rabbi,.wa
ridhaaka maqsuudi ". (Ya Allah engkau adalah Tuhanku,
keridhaanMu adalah segala tujuanku).

Wah..koq jadi ceramah lagi nih..!


> Minangkabau? Buliah nak 
> samo kito imbaukan lewakan pulo ka Rang Kampuang.
> 
> Kok pulang ka Interrnational Airport Padang tantu
> disambuik jo Pesta Rabano 
> sarato Siriah jo Carano. 

hehehe..mak ngah,.nan periang dan cerdas, ambo lupo
dari maa kampuan kak Ely ko. Nan jaleh beliau tingga
dan dibesarkan di Jakarta, serta kuliyah ke Al Azhar
basuo jodoh di jeddah da Fuad. H. member RN juo, tapi
member pasif. Alah baranak pinak lo di jeddah dan
Mesir ( 3 orang anak mereka, dan sudah besar-besar,
yang tua ada di Marokko(pr) sedang lagi mau selesai
kuliyah s1nyo, dan kadua sedang baru masuk dikuliyah
bagian kedokteran(pr) di Mesir ini, satunya lagi yang
paling kecil satu-satunya cowok, masih SD di Jeddah).

Anak beliau lahir di Mesir dan Jeddah. Saya masih
ingat dua anak beliau yang sekarang sudah pada
besar-besar, dulunya masih kecil-kecil pertama saya
datang ke Kairo, dan pernah mengajari mereka mengaji
dan bercerita dongeng menjelang tidur pada
mereka.(hehehehe..skrg sdh gede, ngak bisa digendong
dan dimainkan lagi).

Eh, apokoh siriah adat awak
> ko mukaruah pulo di 
> Nagari Arab?

Hmm,.indak mak Ngah,.di Mesir kalau wisuda itu
bersamaan denga ujiannya. Desertasi kita di uji
didepan puluhan bahkan ratusan orang baik para dosen,
mahasiswa/i asing dan Mesir itu sendiri. Kita sendiri
bersama penguji dan pembimbing yang terkadang sering
dihantam habis-habisan oleh penguji dikhalayak ramai
atas kesalahan desertasi kita. dan hasilnya saat itu
juga diumumkan, serta langsung diwisuda sekalian. 



Ngak seperti di Indonesia, ujian rame-rame, wisuda
juga rame-rame(heheheh), makanya terkadang banyak
skripsi contek sana-sini, copot sana-sini, dan kalau
bisa main mata dengan dosen, langsung wisuda aja. Di
Al Azhar hal semacam ini ngak bakalan ada. 

Skripsi benar-benar hasil jerih payah kita yang
bertahun-tahun, bisa sampai 5-8 thn(kak Ely ini kalau
ngak salah 4-5 thn untuk doktoral saja, magister
beliau lebih lama lagi dari doktoralnya suami saya
bilang itu).

 Begitulah sulitnya mencapai gelar di Al Azhar ini mak
Ngah, tunggang tanggik kita dibuatnya, empotan
jantung. Ngak ada istilah beli ijazah. Ijazah itu asli
hasil karya usaha kita sendiri. Mudah-mudahan PT
Indonesia bisa mencapai dan mengeluarkan mahasiswa/i
yang berkompoten dibidangnya, sebagaimana PT di LN,
seperti Jepang, German, Mesir dllnya itu.

Bangsa kita pada hakikatnya berotak cerdas, pintar. IQ
nya tinggi. Ini sering saya perhatikan kalau saya
dikuliyah bergaul dengan berbagai negara lain, ngak
Saudi, China, Irak, Malaysia, Brunai, Jepang,
Singapore,Thailand, Philiphina, dan negara lainnya
diberbagai pejuru dunia. Indonesia ngak kalah koq dari
sisi kecerdasan. Mungkin mental, akhlak atau tingkat
EQ kita yang masih perlu ditingkatkan lagi,bukan
sekedar IQ saja.

Dari Minang saja sudah tiga orang yang meraih doktoral
di Mesir ini, untuk wanita. Prof .Dr. Dzakiyah
derajat, tammatan "ainusSyam Mesir, Uni Zulfa, yang
sekarang dosen di IAIN Padang( kedua beliau ini
almamater diniyyah puteri padang panjang), sekarang
kak Elywarti Maliki ini. Jadi pada hakikatnya orang
Minang cerdas-cerdas. 

Untuk meraih doktoral di Al Azhar, atau Mesir justru
banyak dari bangsa Indonesia, ketimbang dari negara
Asia lainnya. Ini suatu bukti kita bangsa yang cerdas,
hanya saja kalau dihitung dari jumlah penduduk
Indonesia yang sebanyak itu, tentu sangat sedikit
jebolan doktoralnya dari berbagai negara. Saya kira
pejabat Indonesia perlu memikirkan dan mendukung
bangsa Indonesia untuk membiayai kuliyah sampai
doktoral ini baik di DN, apalagi di LN. 

Mesir banyak doktoralnya, sehingga tak heran
karya-karya ilmiyah dan tulisan-tulisanpun sangat
banyak bermunculan di Mesir ini. Dan itu yang banyak
diterjemahkan kita bangsa Indonesia. hasil karya ulama
Mesir diterjemahkan oleh kita. Kita tentu ingin sekali
alangkah bahagianya kalau banyak buku-buku terbit
setiap saatnya di Indonesia itu karangan bangsa kita
sendiri.

Wah..keluarin uneg-uneg lagi nih

> 
> Mancaliak last namenyo Maliki, apokoh itu unsur nan
> mabuek baliau basikareh 
> jo perdebatan Hanafi jo Syafei tu? Mungkinkah karano
> Hanafi jo Maliki tu 
> agaak dakek pulo? Mungkin baliau lah bangga dibari
> namo sajak ketek sabagai 
> kaluarga Maliki?

Maliki itu lanjutan nama mak Ngah( ayah kak Ely kali),
bukan madzab beliau. Saya juga dulu mengiranya begitu,
kak Ely ini bermadzhab Maliki. Eh..kagak tahunya
bukan.

> 
> Dari Jauah di Subarang Lauiktan Basa, di Tapi Riak
> nan Badabua, MakNgah 
> mangucapkan salamat berhasilnyo Ad Dukturah Elywarti
> Maliki. Samoga sukes 
> dalam maamakan ilimu nan ditarukonyo di Al Azhar,
> Nagari Masia tu.

Aamin,..yrbl.

Wassalam. Rahima.

> 
> Salam,
> -- Mak Ngah
> X___________________________________________Sjamsir
> Sjarif
> Indonesian Translator, Interpreter, and Cultural
> Consultant
>          335 Gault St. #1, Santa Cruz, CA 95062, USA
> Email: [EMAIL PROTECTED]     Tel. (831)-426-1333 Fax
> 


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke