Waalaikumsalam.Wr.Wb.

Kalau soal melahirkan ini ,.jangan tanya lelaki,.tanya
saja pada wanita yang sudah melahirkan, gimana rasanya
sakit melahirkan itu.

Saya ingat. 

Dulu sewaktu baru menikah, bulan depannya langsung
hamil. Duh..perasaan berubah, semua serba ngak enak,
karena ada yang mengganggu diperut, bahkan semua bau
bawang, putih merah rasa bau apa gitu,.mana kalau
suami goreng telor mata sapi,.rasa mau muntah terus,
saya kesal, bilang tutup itu dapurrrrrrrr...!!

Itu pertama sekali hamil,.ampun saya mengandung selama
9 bulan lamanya. Apalagi tiba dimelahirkan. Saya
bilang ke suami saat kesakitan dekat melahirkan itu :
" Uda...sakit...cukup satu anak kita yah,.walaupun
perempuan nantik yang akan lahir, jangan minta lagi
anak lelaki !,..sakit uda,.ini akibat perbuatan
uda,..ampun ima ".

Suami jawab : " Iyah sayang,..uda ngak minta anak lagi
sama ima,.cukuplah satu saja anak kita,..tapi jangan
bilang itu atas perbuatan uda sendiri,..ingat donk
sama rasakan enaknya kan saat buatnya..?" (
huahaha..saya yang kesakitan jadi ketawa bercampur
sakit luar biasa).

" Iyah...tapi janji yah,..jangan kasih ima anak
lagi,..sakit uda..?".

" Iyah..iyah sayang,.sabar aja ima,.banyak do'a dan
mengucap, ima kan hapal Al Quran hafallah AlQuran itu,
walau dalam hati ima "

Akhirnya benar2 saya sampai hafalkan saja beberapa juz
dalam masa dua jam menjelang melahirkan itu, sementara
suami di tangannya AlQuran dan membacakan sutar yasin
didepan saya. Dan mengatakan pada susternya :
"Sus,..sudahlah,..jangan disuntik penenang melulu
istri saya,.kasihan ia,.lihat ia sudah kesakitan
begitu,.kamu suntik terus,..lihat tangannya bengkak
akibat suntikan "

Susternya jawab : Kamu diam saja,.kalau ngak mau diam
silahkan diluar saja,.ini tangannya membengkak karena
urat nadinya sangat kecil sekali, ngak kuat menerima
infus dan banyak suntikan,.susah keluar anaknya karena
jalan keluarnya sangat kecil sekali,.sepertinya akan
dicaesar "

Suami saya bilang : " Iyah,..cepat caesar
saja,.kasihan ia,..saya ngak kuat melihatnya kesakitan
begitu ".

Dokter dan susternya bilang,. : "Kita usahakan normal
aja dulu dan sudah kepalang tanggung sudah dua jam ia
menahan sakit ".

" Tolong uda..pegang ima,.sakit..uda jangan
kemana-mana,.dekat ima aja,.susternya galak ! " saya
memelas.

Akhirnya anak perempuan pertama keluar juga, betapa
senangnya hati saya, hilang semua rasa sakit tadi.
Namun masih saja tetap ngak mau melahirkan lagi.

Eh..kagak tahunya anak baru berumur dua bulan, tanpa
disangka-sangka haid saya terlambat 5 hr.
Wah,.gila..saya pikir padahal rasanya kita sudah
menjaga sekali.

"Uda,.ima terlambat haid !". 

"Tunggu aja dulu",.kata suami lagi.

Tujuh hari ditunggu ngak juga ada haid. Kita periksa
kedokter ternyata hasilnya positif saya hamil.

Saya menangis menjerit-jerit. saya bilang : " Uda
bohongi ima,katanya uda begini..begitu..dst ".

Suami jawab : " Ima,.sudahlah terima aja,.itu sudah
rezeki Allah, sudah takdir, mana tahu dikasih yang
terbaik "

Saya jalani hamil kedua kalinya. Saat itu saya bukan
tak ingin melahirkan, tapi masih trauma kejadian yang
lalu.

Bulan demi bulan berlalu. Ibu saya dan suami
mendampingi saya dikamar persalinan,.sakit melahirkan
kedua luar biasa lagi,..sampai-sampai dokternya bilang
setelah anak keluar, Sulit, sangat kecil jalan
keluarnya sementara kepala anak kamu besar,".

Suami sudah berapa kali bilang dioperasi saja,.karena
saat lima bulan kandungan sudah ketahuan anak didalam
rahim kemungkinan besar lelaki.

Saya bilang pada suami : " Sudah yah uda,.kan sudah
lengkap,apa lagi kurang ima,.sudah kasihkan uda anak
lelaki dan perempuan," Suami bilang : " Yang kasihkan
anak siapa,.uda atau ima..?". 

Setiap habis melahirkan suami selalu kecup kening saya
mengucapkan : " Terimakasih yah sayang anak kita
cakep, normal, ngak ada cacatnya,.uda takut aja kalau
anak lahir cacat ".

"Iyah,.saya bilang,.tapi janji jangan kasih ima anak
lagi yah..sakit lho uda melahirkan itu "

" Iyah,.suami bilang ".
 Tiga hari melahirkan anak pertama saya harus
kekuliyah untuk ujian penerimaan siswa baru ambil
magister,.suami temani saya dan bimbing saya sambil
bawa bantal buat alas duduk saya karena baru tiga hr
melahirkan, jahitannya masih sakit".

Baru anak umur 1 thn,..saya hamil lagi,..tapi
keguguran. Wah,.saat keguguran itu saya sangat sedih,
meski kehamilan itu ngak direncanakan juga sih,.tapi
lihat anak meninggal baru kandungan 3 bulan saya
menangis sesedih2nya, sampai saya yang balik bilang :
" Uda..nantik gantikan anak yang gugur itu yah,..tapi
ngak sekarang,.nantik aja ".

" Iyah..?" Suami jawab lagi.

Dua bulan selesai darah bekas keguguran bulan depannya
saya langsung hamil, tapi saya benar2 malas makan,
sehingga kondisi ketika melahirkan sangat lemah, darah
rendah dan mulai sesak nafas timbul, karena saya
mengidap penyakit anemia dan asma kala itu dan sampai
saat ini, dan terpaksa ketika itu melahirkan anak
ketiga secara dioperasi.

Habis operasi dua minggu jahitan di perut nya hampir
terbuka dan benar-benar sakit luar biasa, diobati dan
sembuh tapi berbulan lamanya saya menanggung sakitnya,
makanya saya tahu sesakit-sakit melahirkan secara
normal, masih bendingan ketimbang caesar, ternyata
lebih parah dan efeknya juga berbahaya bagi diri saya.

Saya pasang spiral selama 4 thn lamanya. Ketika
dibuka, belum sempat pasang lagi, sudah hamil langsung
anak kelima, namun keguguran setelah kandungan 4
bulan, cukup sedih sekali.

Habis dua bulan nifas melahirkan anak yang meninggal,
belum sempat juga kedokter untuk pasang spiral lagi,
padahal niat pasang spiral itu ada, tapi karena suami
sibuk dikantor ngak sempat aja kedokter, kita sangat
jarang melakukan hub intim, demi untuk menjaga agar
jangan hamil, itu,.eh..kagak tahnya kecolongan
lagi,..hamil lagi anak yang keenam pada dasarnya, tapi
ini yang hidup jadi anak keempat. 

Terpaksa dioperasi sudah sakit sejak usia kandungan 6
bulan, mana timbul penyakit asma dan anemia saya luar
biasa kala itu, dimana jahitan di rahim menurut dokter
sangat berbahaya, harus di beri obat, agar jangan
sampai terbuka lebar, dan bahaya buat saya juga janin,
makanya saya berada diatas kasur berbulan-bulan
lamanya, sampai melahirkan.

Syukur Allah masih memberikan nyawa. Sampai 5 bulan
atau lebih kali setelah melahirkan kita ngak berani
melakukan hubungan intim, selain setelah dipasang
spiral itu, baru berani.

Begitulah suka duka saya
melahirkan,.pahit,.sakit,.tapi bahagia bila melihat
bayi dan anak-anak tumbuh berkembang dengan lincah,
baik pada ortu dan manis-manis. Saya bersyukur pada
Allah. 

Terakhir saya bilang : " Uda,.kalau uda kasih lagi ima
anak,.cemplongi atau ceburkan saja ima kesungai Nil
itu "

 Suami saya jawab : " Okay deh sayang,..uda ngak kasih
ima anak lagi,.takut ima menjebur disungai Nil,.karena
uda ngak mau kehilangan ima,.tapi kalau kita sudah di
Indonesia,.sungai Nil kan ngak ada,.gimana ima
menyelam kesungai Nil itu,..jauh kan,..pakai ongkos
lagi".

" Eh..dasar lelaki ", saya pikir,..ngak mikir
apa,.sakit melahirkan itu..?

" Tahu-tahu!,..kan uda saksikan sendiri anak keluar
dan ima kesakitan setiap kali ima melahirkan,..uda
juga ngak tega koq sayang,.tapi Allah kasih mo
diapakan,.berarti kita dikasih amanah dan kepercayaan
untuk itu, dan ima ibu yang baik untuk anak-anak "

Duh,..dasar lelaki rayuan gombal dan
mautnya,.mematikan jantung iman didadaku (heheheh).

Wassalam. Rahima.

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Assalamualaikum wr.wb.,
> Turuik prihatin awak Mak, tapi Mak Ngah juo alah
> mangecekkan Cuma
> mamakan ciek duo incek sajo alah cukuik dan carito
> baliau wakatu kawan
> dikabek jariang.
> Ilustrasi pak Zul, mungkin samo sakiknyo jo urang
> basunek mungkin, indak
> ado juo yang namuah dipotong 2x, he he, capek cegak
> baliak pak yo.
> Wass, syb.
> 
> -----Original Message-----
> From: zul amri [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: 10 March 2005 10:44
> To: [email protected]
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Dipantak Patai
> 
> Assalamualaikum wr.wb :
> 
> 
> Sabagai ilustrasi ambo cubo mambayangkan kasanak
> sadonyo  sarupo apo bana sakiknyo, pokoknyo labiah 
> sakik dari urang malahiekan , baa kok baitu ? sacaro
> logika sajo urang nan malahiekan bia dikatokan sakik
> macam apo tapi masih namuah juo malahiekan ciek lai
> ,
> tapi kalau nan iko iyo ampun ambo dibueknyo ,
> kapoook
> !
> 
> Wassalam : zul amry piliang di jimbaran bali
> 
> 
> 
>               
> 
> ____________________________________________________
> 
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
>
------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke