Assalamualaikum Wr. Wb.
Sanak Rantaunet dimano sajo barado,
Akhirnya Penerima Bung Hatta Anti Corruption Award Gamawan Fauzi resmi
mencalonkan diri menjadi Cagub Sumbar, mudah-mudah ini bisa terwujud, saya
akan mendo'akan mu Mr. Clean semoga bisa memberi kecerahan dan perubahan
untuk ranah minang...

Oleh Redaksi
Jumat, 18-Maret-2005, 04:47:47  380 klik
Padang, Padek�Sempat tertunda sekitar satu setengah jam dari jadwal yang
direncanakan, akhirnya deklarasi pasangan Cagub-Cawagub, H Gamawan
Fauzi-Prof Dr H Marlis Rahman MSc yang diusung PBB dan PDIP dapat terlaksana
dengan lancar, kemarin.

Deklarasi ini nyaris batal lantaran adanya riak-riak yang terjadi di tubuh
PDIP, bahkan adanya isu akan terjadinya demo. Namun isu tersebut tak
mempengaruhi ratusan undangan yang hadir untuk tetap bertahan hingga
dimulainya acara pukul 14.00 WIB. Acara yang diadakan di Gedung Abdullah
Kamil dihadiri sejumlah udangan, antara lain dari tokoh masyarakat, LSM,
kalangan praktisi yang selama ini dikenal kritis, dan sesepuh masyarakat
Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut ada pernyataan yang cukup menggelitik dilontarkan
salah seorang tokoh masyarakat Sumbar, H Rani Ismail ketika memberikan
sambutan pada acara pendeklarasian. �Memasangkan Gamawan dan Marlis, ibarat
memasak sambal rabuang�.

Pernyataan spontan Rani kontan membuat suasana menjadi riuh, tepuk tangan
dan tawa bersahutan, mengobati kejenuhan mereka yang sedikit bosan dengan
terundurnya acara yang seyogiyanya dimulai pukul 14.30 WIB. Deklarasi
pasangan Gamawan-Marlis terundur satu setengah jam, lantaran adanya
persoalan internal di tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan,
yang mengusung Marlis Rahman sebagai Cawagub.

Lantas apa alasan Rani mengatakan pasangan yang diusung PDIP dan Partai
Bulan Bintang (PBB) ini ibarat memasak gulai rabuang?. �Gamawan ibarat
rabuangnya, Marlis sebagai kelapa.

Kalau rabuangnya lunak (muda) dan kelapanya tua, maka gulai rabuang itu akan
enak. Tetapi bila kelapanya muda dan rabuangnnya tua maka itu namanya gulai
batuang.

Begitu juga kalau rabuangnya muda dan kelapanya juga muda maka gulai itu
tidak akan enak dan tak kental,� ulas sesepuh PKDP ini.

Meski berasal dari Pariaman, Rani mengatakan, dalam pemilihan kepala daerah,
masyarakat jangan terjebak faktor daerah asal calon, tetapi harus dilihat
kapasitas, kapabilitas dan pengalamannya selama ini. �Saya sudah lama kenal
Gamwan dan Marlis, saya pikir mereka salah satu pasangan yang ideal untuk
memimpin daerah ini ke depan,� ujar Rani seraya mengakui, bila dilihat dari
sisi kemampuan finansial, pasangan calon tersebut sangat terbatas dananya.
Hal ini menurutnya, karena Gamawan dikenalnya sebagai tokoh yang cukup
tegas, dan jauh dari tindakan KKN, demikian juga Marlis Raham.

Galang Dana Rakyat

Gamawan dan Marlis mengakui, mereka bukanlah orang yang memiliki dana besar
untuk ikut dalam proses Pilkadal. Akan tetapi tekad untuk membawa perubahan
ke arah yang lebih baik di Sumbar pada masa mendatang, mendorongnya tampil
sebagai pasangan yang akan bertarung pada 27 Juni mendatang.

Lantas bagaimana dengan biaya promosi dan sosialisasi seperti panplet dan
tanda gambar? �Insya Allah tanda-tanda itu telah melekat di hati masyarakat
Sumbar. Secara teori, 90 persen jumlah penduduk merupakan orang-orang yang
tak terlibat dalam urusan pemerintahan, sementara sisanya 10 persen
orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan dan urusan politik. Kita berada
di dalam kelompok yang 90 persen, mudah-mudahan mereka memberikan dukungan,�
ujar penerima Bung Hatta Anti Corruption Award (BACHA) ini.
Meski demikian, baik Gamawan maupun Marlis tetap melihat sosialisasi sebagai
hal yang diperlukan.

Sebagai orang yang �marasmus� lantaran tak punya dana yang besar, maka akan
dibuka rekening untuk menampung dana dari masyarakat dalam proses Pilkadal
nanti.
�Pola membuka rekening dan mengumpulkan dana seperti ini sekaligus sebagai
uji coba tentang keterlibatan masyarakat dalam pemilihan kepala daerah.
Logikanya, bila calon yang mendanai dengan anggaran besar maka ada
konsekuensi untuk mengembalikan dana tersebut. Sebaliknya, bila dana ada
yang dikumpulkan dari rakyat maka ada konsekuensi moralnya untuk
mempertanggungjawabkannya. Sebelum rencana ini dimulai, Alhamdulillah sudah
banyak yang menghubungi untuk ikut berpartisipasi,� ujar Gamawan.

Pasangan Ideal

Sebelum deklarasi dibacakan, Ketua DPW PBB dr H Saidal Bahauddin SKM dan
Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Drs H Syamsi Hasan menegaskan, Gamawan dan
Marlis merupakan pasangan satu paket, tanpa membedakan calon yang diusulkan,
dan tanpa membedakan partainya.
�Mereka pasangan yang ideal yang kami anggap bisa membawa perubahan di
daerah ini. Tetapi keinginana kami hanya sampai menghantarkannya, selebihnya
tergantung dukungan masyarakat,� ujar Saidal.

Suasana khidmat terasa ketika deklarasi yang berisikan tiga butir
kesepakatan dibacakan Syamsi Hasan yang didampingi Saidal dan pasangan
Cagub-Cawagub. Adapun inti dari butir deklarasi tersebut, PDIP dan PBB
sepakat mengusulkan pasangan Cagub-Cawagub dalam satu paket, yakni H Gamawan
Fauzi SH MM-Prof Dr H Marlis Rahaman MSc dan mendaftarkannya ke KPU sesuai
jadwal yang ditetapkan. Usai deklarasi, LSM GARIS memberikan dukungannya
kepada pasangan tersebut.
Sesalkan DPD
Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumbar, Kamis
(17/3) pagi kemarin, sempat memprotes keputusan yang diambil Dewan Pimpinan
Daerah (DPD) Sumbar dibawah pimpinan Syamsi Hasan SH, untuk mendeklarasikan
pasangan H Gamawan Fauzi SH MM dengan Prof Dr H Marlis Rahman MSc, karena
dinilai tanpa keputusan rapat terlebih dahulu.

�Kita bukannya tidak setuju dengan pasangan Gamawan Fauzi-Marlis Rahman.
Kita sangat setuju dengan Gamawan duet dengan Marlis pada Pilkadal ini.
Karena, figur Gamawan-Marlis juga diharapkan masyarakat untuk memimpin lima
tahun ke depan. Kita hanya tidak setuju dengan mekanisme yang diambil DPD
PDIP Sumbar,�tegas mantan Wakil Ketua DPD PDIP Sumbar Hidayat, kepada koran
ini, dalam aksi damai mereka ke sekretariat PDI-P Sumbar, menjelang
pendeklarasian pasangan Gamawan Fauzi-Marlis Rahman, Kamis pagi kemarin.

Dikatakannya, DPD PDIP Sumbar sebelum menetapkan dan mendeklarasikan
pasangan Gamawan-Marlis, seharusnya diadakan rapat pleno dengan DPD PDIP
kabupaten/kota terlebih dahulu. Karena yang mendaftar ke PDIP sebagai
Balonwagub sangat banyak.

Menanggapi aksi damai tersebut, Plt Ketua DPD PDIP Sumbar, Syamsi Hasan
didampingi Plt Sekretaris Yenny S Tandjung mengungkapkan, aksi damai yang
dilakukan kadernya merupakan hal biasa dalam era demokrasi sekarang.

�Ini suatu bukti, bahwa PDIP Sumbar sangat menjunjung tinggi demokrasi yang
ditegakkan di negara Indonesia sekarang. Bagi kita, aksi damai ini tidak
dipersoalkan,� tegas Syamsi yang ketika itu juga berada di sekretariat DPD
PDIP Sumbar menunggu kedatangkan H Gamawan Fauzi, yang akan berkunjung,
sebelum acara pendeklarasian.

Setelah Gamawan datang dilaksanakan rapat. Gamawan dalam kesempatan itu,
akhirnya mampu meyakinkan kader-kader PDIP, bahwa pasangannya Marlis Rahman
merupakan figur pemimpin yang juga diharapkan masyarakat. Akhirnya, seluruh
kader PDIP yang melaksanakan aksi bisa menerima untuk mendeklarasikan
Gamawan Fauzi-Marlis Rahman.

�Setelah kami mendengar keterangan Gamawan, akhirnya kami dapat menerima dan
sepakat seluruhnya untuk mendukung dan mensukseskan Pilkadal ini dengan
mengantarkan Gamawan-Marlis ke rumah bagonjong,�tegas Hidayat. (suk/amr/slr)
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke