sANAK2 sEMUA, aSSwRwB,
SUDAH DUA PASANG CALON2 GUB  SB, ini sangat menarik
pengambungan Birokrat dgn Bung Hatta Award plus
Akedemisi/idealisme kampus. saya forwardkan berita
Padang Ekpres. Mau kemanakah SB maau dibawa?
Mari kita monitor beliau2 yg menerima mandat kita ini.
Wass. Muzirman
========================

Gamawan-Marlis Resmi Maju
* Libatkan Rakyat Sebagai Pendana 
Oleh Redaksi 
Jumat, 18-Maret-2005, 04:47:47 2397 klik   
 
 
Padang, Padek�Sempat tertunda sekitar satu setengah
jam dari jadwal yang direncanakan, akhirnya deklarasi
pasangan Cagub-Cawagub, H Gamawan Fauzi-Prof Dr H
Marlis Rahman MSc yang diusung PBB dan PDIP dapat
terlaksana dengan lancar, kemarin.  
 
 Deklarasi ini nyaris batal lantaran adanya riak-riak
yang terjadi di tubuh PDIP, bahkan adanya isu akan
terjadinya demo. Namun isu tersebut tak mempengaruhi
ratusan undangan yang hadir untuk tetap bertahan
hingga dimulainya acara pukul 14.00 WIB. Acara yang
diadakan di Gedung Abdullah Kamil dihadiri sejumlah
udangan, antara lain dari tokoh masyarakat, LSM,
kalangan praktisi yang selama ini dikenal kritis, dan
sesepuh masyarakat Sumatera Barat. 

Dalam kesempatan tersebut ada pernyataan yang cukup
menggelitik dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat
Sumbar, H Rani Ismail ketika memberikan sambutan pada
acara pendeklarasian. �Memasangkan Gamawan dan Marlis,
ibarat memasak sambal rabuang�. 

Pernyataan spontan Rani kontan membuat suasana menjadi
riuh, tepuk tangan dan tawa bersahutan, mengobati
kejenuhan mereka yang sedikit bosan dengan terundurnya
acara yang seyogiyanya dimulai pukul 14.30 WIB.
Deklarasi pasangan Gamawan-Marlis terundur satu
setengah jam, lantaran adanya persoalan internal di
tubuh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan,
yang mengusung Marlis Rahman sebagai Cawagub. 

Lantas apa alasan Rani mengatakan pasangan yang
diusung PDIP dan Partai Bulan Bintang (PBB) ini ibarat
memasak gulai rabuang?. �Gamawan ibarat rabuangnya,
Marlis sebagai kelapa. 

Kalau rabuangnya lunak (muda) dan kelapanya tua, maka
gulai rabuang itu akan enak. Tetapi bila kelapanya
muda dan rabuangnnya tua maka itu namanya gulai
batuang. 

Begitu juga kalau rabuangnya muda dan kelapanya juga
muda maka gulai itu tidak akan enak dan tak kental,�
ulas sesepuh PKDP ini. 

Meski berasal dari Pariaman, Rani mengatakan, dalam
pemilihan kepala daerah, masyarakat jangan terjebak
faktor daerah asal calon, tetapi harus dilihat
kapasitas, kapabilitas dan pengalamannya selama ini.
�Saya sudah lama kenal Gamwan dan Marlis, saya pikir
mereka salah satu pasangan yang ideal untuk memimpin
daerah ini ke depan,� ujar Rani seraya mengakui, bila
dilihat dari sisi kemampuan finansial, pasangan calon
tersebut sangat terbatas dananya. Hal ini menurutnya,
karena Gamawan dikenalnya sebagai tokoh yang cukup
tegas, dan jauh dari tindakan KKN, demikian juga
Marlis Raham. 

Galang Dana Rakyat 

Gamawan dan Marlis mengakui, mereka bukanlah orang
yang memiliki dana besar untuk ikut dalam proses
Pilkadal. Akan tetapi tekad untuk membawa perubahan ke
arah yang lebih baik di Sumbar pada masa mendatang,
mendorongnya tampil sebagai pasangan yang akan
bertarung pada 27 Juni mendatang. 

Lantas bagaimana dengan biaya promosi dan sosialisasi
seperti panplet dan tanda gambar? �Insya Allah
tanda-tanda itu telah melekat di hati masyarakat
Sumbar. Secara teori, 90 persen jumlah penduduk
merupakan orang-orang yang tak terlibat dalam urusan
pemerintahan, sementara sisanya 10 persen orang-orang
yang terlibat dalam pemerintahan dan urusan politik.
Kita berada di dalam kelompok yang 90 persen,
mudah-mudahan mereka memberikan dukungan,� ujar
penerima Bung Hatta Anti Corruption Award (BACHA) ini.

Meski demikian, baik Gamawan maupun Marlis tetap
melihat sosialisasi sebagai hal yang diperlukan. 

Sebagai orang yang �marasmus� lantaran tak punya dana
yang besar, maka akan dibuka rekening untuk menampung
dana dari masyarakat dalam proses Pilkadal nanti. 
�Pola membuka rekening dan mengumpulkan dana seperti
ini sekaligus sebagai uji coba tentang keterlibatan
masyarakat dalam pemilihan kepala daerah. Logikanya,
bila calon yang mendanai dengan anggaran besar maka
ada konsekuensi untuk mengembalikan dana tersebut.
Sebaliknya, bila dana ada yang dikumpulkan dari rakyat
maka ada konsekuensi moralnya untuk
mempertanggungjawabkannya. Sebelum rencana ini
dimulai, Alhamdulillah sudah banyak yang menghubungi
untuk ikut berpartisipasi,� ujar Gamawan. 

Pasangan Ideal 

Sebelum deklarasi dibacakan, Ketua DPW PBB dr H Saidal
Bahauddin SKM dan Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Drs H
Syamsi Hasan menegaskan, Gamawan dan Marlis merupakan
pasangan satu paket, tanpa membedakan calon yang
diusulkan, dan tanpa membedakan partainya. 
�Mereka pasangan yang ideal yang kami anggap bisa
membawa perubahan di daerah ini. Tetapi keinginana
kami hanya sampai menghantarkannya, selebihnya
tergantung dukungan masyarakat,� ujar Saidal. 

Suasana khidmat terasa ketika deklarasi yang berisikan
tiga butir kesepakatan dibacakan Syamsi Hasan yang
didampingi Saidal dan pasangan Cagub-Cawagub. Adapun
inti dari butir deklarasi tersebut, PDIP dan PBB
sepakat mengusulkan pasangan Cagub-Cawagub dalam satu
paket, yakni H Gamawan Fauzi SH MM-Prof Dr H Marlis
Rahaman MSc dan mendaftarkannya ke KPU sesuai jadwal
yang ditetapkan. Usai deklarasi, LSM GARIS memberikan
dukungannya kepada pasangan tersebut. 
Sesalkan DPD 
Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Sumbar, Kamis (17/3) pagi kemarin, sempat
memprotes keputusan yang diambil Dewan Pimpinan Daerah
(DPD) Sumbar dibawah pimpinan Syamsi Hasan SH, untuk
mendeklarasikan pasangan H Gamawan Fauzi SH MM dengan
Prof Dr H Marlis Rahman MSc, karena dinilai tanpa
keputusan rapat terlebih dahulu. 

�Kita bukannya tidak setuju dengan pasangan Gamawan
Fauzi-Marlis Rahman. Kita sangat setuju dengan Gamawan
duet dengan Marlis pada Pilkadal ini. Karena, figur
Gamawan-Marlis juga diharapkan masyarakat untuk
memimpin lima tahun ke depan. Kita hanya tidak setuju
dengan mekanisme yang diambil DPD PDIP Sumbar,�tegas
mantan Wakil Ketua DPD PDIP Sumbar Hidayat, kepada
koran ini, dalam aksi damai mereka ke sekretariat
PDI-P Sumbar, menjelang pendeklarasian pasangan
Gamawan Fauzi-Marlis Rahman, Kamis pagi kemarin. 

Dikatakannya, DPD PDIP Sumbar sebelum menetapkan dan
mendeklarasikan pasangan Gamawan-Marlis, seharusnya
diadakan rapat pleno dengan DPD PDIP kabupaten/kota
terlebih dahulu. Karena yang mendaftar ke PDIP sebagai
Balonwagub sangat banyak. 

Menanggapi aksi damai tersebut, Plt Ketua DPD PDIP
Sumbar, Syamsi Hasan didampingi Plt Sekretaris Yenny S
Tandjung mengungkapkan, aksi damai yang dilakukan
kadernya merupakan hal biasa dalam era demokrasi
sekarang. 

�Ini suatu bukti, bahwa PDIP Sumbar sangat menjunjung
tinggi demokrasi yang ditegakkan di negara Indonesia
sekarang. Bagi kita, aksi damai ini tidak
dipersoalkan,� tegas Syamsi yang ketika itu juga
berada di sekretariat DPD PDIP Sumbar menunggu
kedatangkan H Gamawan Fauzi, yang akan berkunjung,
sebelum acara pendeklarasian. 

Setelah Gamawan datang dilaksanakan rapat. Gamawan
dalam kesempatan itu, akhirnya mampu meyakinkan
kader-kader PDIP, bahwa pasangannya Marlis Rahman
merupakan figur pemimpin yang juga diharapkan
masyarakat. Akhirnya, seluruh kader PDIP yang
melaksanakan aksi bisa menerima untuk mendeklarasikan
Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. 

�Setelah kami mendengar keterangan Gamawan, akhirnya
kami dapat menerima dan sepakat seluruhnya untuk
mendukung dan mensukseskan Pilkadal ini dengan
mengantarkan Gamawan-Marlis ke rumah bagonjong,�tegas
Hidayat. (suk/amr/slr) 

* Cagub/Cawagub Paket PBB/PDIP 

SESUATU yang sebenarnya sulit dibayangkan dapat
diujudkan, ternyata dapat terujud: satu paket calon
gubernur/calon wakil gibernur (Cagub/Cawagub) Sumatera
Barat untuk periode 2005-2010 dari koalisi Partai
Bulan Bintang (PBB) dengan Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), H. Gamawan Fauzi Dt Rajo nan Sati
SH MM/Prof DR H Marlis Rahman MSc dideklarasikan di
Gentabudaya gedung Abdullah Kamil Padang, Kamis (17/3)
petang. 

Gamawan/Marlis adalah cagub/cawagub yang
dideklarasikan, menyusul Dr Irwan Prayitno PSi
MSc/Brigjen TNI Purn Ikasuma Hamid hasil koalisi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Bintang
Refirmasi (PBR) yang sudah dideklarasikan sebelumnya.
Selain satu pasang cagub/cawagub masing-masing dari
Partai Golkar (PG) dan Partai Amanat nasional (PAN) -
kedua partai sama-sama tidak butuh koalisi, tinggal
menanti satu pasangan cagub/cawagub lagi yang tidak
kalah sulit dari koalisi Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) dengan Partai Demokrat (PD) yang masih kritis. 
KENAPA paket PBB/PDIP - terlepas dari kandidatnya
adalah Gamawan Fauzi/Marlis Rahman - dikatakan semula
sulit terwujud? 

Sebab, bukankah PBB adalah partai Islam dan pada saat
ini mengambil posisi berada di dalam pemerintahan
Presiden Jenderal TNI Purn Dr H Susilo Bambang
Yudhoyono, dan sebaliknya PDIP adalah partai yang
berhadapan dan berada di luar pemerintahan? 

Bagaimana pula koalisi antara keduanya dapat
diwujudkan? Tapi, adalah karena faktor Gamawan dan
juga faktor Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Drs H
Syamsi Hasan serta dukungan DPP PDIP yang menerima
dengan baik kandidat DPW PBB Sumatera Barat, demi
kemajuan daerah Sumatera Barat, maka pasangan itu
menjadi paket kedua partai. 

Jadilah PBB/PDIP - mungkin hanya terjadi di Sumatera
Barat - dapat bergandengan dengan manis, mengusung
pasangan cagub/cawagub yang ditenggarai banyak pihak
sebagai mempunyai rating paling tinggi. 

Bahkan, seperti dikemukakan Ketua Kadin Sumatera Barat
H Rusmazar Ruzuar, lebih tinggi dari rating Irwan
Prayitno/Ikasuma - dan dari siapa pun nanti
cagub/cawagub dari PG atau PAN Sumatera Barat! Agaknya
pengunjung yang mbludak di lantai dua Gentabudaya -
sampai keluar auditorium dan di lantai satu - dan
suasana yang heroik, seakan hendak menegaskan:
Gamawan/Marlis sebagai pasangan penuh harapan. 

Gamawan Fauzi adalah pamong relatif muda dan relatif
berpengalaman. Tokoh yang saat ini masih menjabat
bupati Solok periode ke-2 (1995-2005) itu dikenal luas
sebagai icon good local governance dan clean goverment
Sumatera Barat sampai ia mendapat penghargaan Bung
Hatta Award- bersama Saldi Isra SH MH dari Forum
Peduli Sumatera Barat (FPSB). Prof. Marlis, lebih dari
intelektual/teknokrat, ia juga seorang eksekutif
(Rektor Universitas Andalas dua periode) dan tokoh
masyarakat (Ketua Orwil Ikatan Cendekiawan Muslim
Indonesia Sumatera Barat). Keduanya juga dikenal
pejabat yang bersih dan tak terlibat
korupsi-kolusi-nepotisme (KKN). 

SEMULA, kandidat Gamawan disebut-sebut akan diusung
PKS Sumatera Barat dan Prof. Marlis disebut-sebut akan
diusung DPW PAN Sumatera Barat, sempat kritis karena
PKS- bersama PBR- mengusung Irwan/Ikasuma dan DPW PAN
hampir pasti mengusng Jeffrie Geovanie. 

Marlis - seperti dikemukakannya - akhirnya dapat
dipasangkan dengan Gamawan, karena tokoh itu
mengikhlaskan diri menjadi cawagub dan karena sebagian
ide dan gagasannya tentang masa depan Sumatera Barat
yang ia ancangkan relatif bersamaan dengan ide dan
gagasan Gamawan. Apa pun, kini Gamawan/Marlis Rahman
sudah dideklarasikan menjadi cagub/cawagub PBB/PDIP.
Hal yang semula sulit dibayangkan untuk dapat terujud,
menjadi kenyataan. (H St Zaili Asril) 
 
   
  


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke