FYI
ZS Mangkuto

----- Original Message ----- 
From: Andrio Djufri 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
Sent: Tuesday, March 22, 2005 10:37 PM
Subject: [KMM-Mesir] Ulama Menolak Tindakan Wanita Menjadi Imam Jumat


      Ulama Menolak Tindakan Wanita Menjadi Imam 


      Hidayatullah.com-Tindakan Aminah Wadud, seorang profesor Islam wanita 
yang menjadi imam shalat Jum'at kepada jama'ah bercampur lelaki dan perempuan 
di New York minggu lalu terus mendapat bantahan keras seluruh kaum muslimin dan 
ulama di seluruh dunia. 
      Selain unjuk rasa yang diadakan di kota New York, sebuah koran Mesir, 
Al-Messa dalam halaman depan beritanya menyebutkan, "Mereka Mencemari Imej 
Islam di Amerika." 

      Koran itu menganggap Prof. Dr. Amina Wadud, seorang profesor pengkajian 
Islam di Universitas Komanwel Virginia yang menjadi imam kepada tidak kurang 80 
jamaah bercampur antara pria dan wanita sebagai 'wanita gila.' 

      Di Arab Saudi, Mufti Besar Abdul-Aziz al-Sheik turut mengutuk kejadian 
itu. Imam Masjid Al-Azhar, Sheik Sayed Tantawi mengatakan, Islam hanya 
membenarkan wanita menjadi imam kepada golongan yang sama dengan mereka. 

      Di New York, polisi semalam terpaksa membubarkan kelompok pengunjuk rasa 
yang menolak tindakan Wadud yang memaksa menjadi imam shalat Jum'at di di 
Synode House di Gereja Besar Episcopal St John di Manhattan. 

      Wadud memaksa menjadi imam shalat Jum'at setelah tiga masjid setempat 
enggan menerimanya berikut ancaman bom. Bahkan kala itu, seorang wanita 
mengumandangkan iqamat. 

      Lebih 100 jama'ah pria dan wanita bershalat Jum'at tanpa ada tirai yang 
memisahkan mereka sebagaimana amalan biasa. Separuh jama'ah pria bahkan 
beberapa kali dilihat gelisah dan keliru dengan tindakan mereka. Peristiwa itu 
nampaknya sudah didesain karena banyaknya liputan luas dari wartawan, juru foto 
media cetak serta televisi. 

      Sebelum pelaksanaan shalay, Wakil Direktur Pusat Kebudayaan Islam di New 
York, Muhamamd Syamsi Ali, sudah langsung menetangnya. Kepada harian Asyarqul 
Awsath, koran Arab Saudi yang terbit di London edisi Jumat lalu, ia menyatakan 
penolakan itu. "Tak jadi masalah jika Wadud hanya menjadi imam bagi jemaah 
wanita saja. Sebab, ini merupakan anugerah dan ketentuan Allah. Tapi, jika dia 
juga menjadi imam bagi jama'ah laki-laki, ini tak dibenarkan dalam islam 
(ghayru masmuh) dan tidak sesuai dengan ajaran islam," katanya 

      Sabtu lalu, seorang ulama terkemuka dunia di Al-Azhar di Kaherah, Mesir 
mengatakan, Islam hanya membenarkan wanita menjadi imam kepada golongan yang 
serupa dengan mereka tetapi tidak kepada orang lelaki. 

      Ulama terkemuka Sheikh Yusuf Qaradhawi turut mengutuk keras tindakan 
Wadud dengan menegaskan bahwa Islam melarang sama sekali wanita berbuat begitu 
kecuali semua jama'ahnya adalah perempuan. 

      Semua ulama Islam setuju bahwa wanita tidak boleh menjadi imam kepada 
pria, kata Qaradhawi dalam fatwanya yang disiarkan koran Qatar. 

      "Shalat dalam Islam yang dilakukan secara berdiri, menunduk (rukuk) dan 
sujud tidak sesuai dilakukan dalam keadaan lelaki dan perempuan bercampur. 
Sholat memerlukan ketenangan untuk berkomunikasi dengan Allah," ujar Qaradhawi. 

      Aminah Wadud adalah warganeara Amerika Serikat keturunan Afrika. Ia 
adalah gurubesar sejarah Islam di Universitas Virginia. Namanya mencuat berkat 
bukunya yang berjudul Al-Quran dan Wanita, yang menjadi best seller di Amerika. 
Dalam buku itu Wadud banyak menjelaskan tentang posisi wanita dalam Islam, 
termasuk bolehnya seorang wanita menjadi imam salat bagi kaum laki-laki, yang 
kemudian menjadi inspirasi aktifis Islam Liberal di Indonesia meski semua ulama 
sepakat menolak. 

      Bagaimanapun sensasi kaum liberal ini bukanlah hal lucu. Kesetaraan hak 
dan jender, selama ini sering menjadi isu yang dipaksakan dalam agama. 
(ap/hid/cha) 
     

sumber : http://www.al-ukhuwah.com/news_detail.php?id=106

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke