di milis komunitas sunda , <sundanet.com>, beberapa waktu yg lalu 
berlangsung diskusi seru mengenai karakter dari etnis2 yg banyak 
merantau di bandung, menurut orang sunda. mulai dari jawa, minang, 
batak, aceh, cina dll.

salah satu nya , mereka juga melakukan penilaian ttg orang minang , 
khususnya berdasar pengamatan thd perilaku rang awak di bandung/  
daerah priangan.

menarik juga ternyata secara umum pandangan mereka positif thd urang 
awak, walaupun ada juga pandangan2 negatif nya ( minor ) , beda hal 
nya dg pandangan thd orang batak yg cenderung banyak image negatif 
nya.

negatif :
licik,penipu, sombong, keras kepala, pelit, lari dari tanggungjawab 
keluarga, kawin lagi dll.

positif :
aktif di kegiatan keagamaan , pebisnis yg ulet, bersahabat, balas 
budi, tahu diri,menghargai orang setempat dll.

para perantau minang di bandung, kebanyakan adalah pelajar dan 
pebisnis.
jaman dulu ketika jaman pergerakan , dimana bandung adalah salah satu 
barometer nya, banyak juga tokoh pergerakan rang awak nan aktif di 
bandung spt M Natsir, Isya Ansyari dll.

mesjid di bandung, banyak pula yg kegiatan nya , dipelopori rang 
awak , mulai yg tampek rang gaek spt mesjid istiqomah, mesjid 
mujahidin ( muhamadyah ) sampai mesjid kampus spt salman ITB , orang 
sunda /bandung banyak merasa berterima kasih dg hal tsb, ini menjadi 
salah satu image positif mereka thd rang awak.

cerita2 negatif , banyak lah pula terdengar, sampai terjadi banyak 
kasus , pemuda minang yg jatuh hati pada mojang priangan, awal nya 
mendapat tanggapan negatif dari calon mertua nan orang sunda , tapi 
akhirnya luluh juga, dan terbukti akhirnya banyak dari mereka, 
(pemuda minang ) malah menjadi menantu kebanggaan mertua nya

kalau pun ada pertandingan sepakbola Persib bandung lawan semen 
padang , tak pernah terjadi sampai rumah makan padang dilempari oleh 
bobotoh (fans) Persib. ( kalau hancuar tampek nyo, dima pulo , nyo ka 
makan beko ? )

Bisa dikatakan utk saat ini , urang awak merasakan keakraban dan 
ketenangan hidup di tanah priangan , karena mendapat penerimaan yg 
positif dari urang sunda , beda hal nya dg orang batak dan palembang, 
yg cenderung banyak mendapat image negatif di Banduang.

sungguh disayangkan , saat ini mulai banyak , pemuda , pareman2 
tangguang atau pedagang kaki limo rang awak, nan baru datang ka 
banduang , tanpa mendapatkan pengarahan ttg etika dari ninik mamak 
nyo di kampuang , nan berperilaku kurang baik , mencoreng image 
positif rang awak nan telah terbangun baik.

ambo kiro mereka (pemuda tanggung tsb ) adalah tipikal yg lain dari 
orang minang pelajar, pekerja atau pebisnis yg terpelajar , mereka 
adalah anak muda tanggung minang produk Sumbar kini ko, yg tidak 
mendapatkan arahan /pendidikan dari orang tua nya / komunitas nya ( 
ninik mamak dll )

nan membuat ambo sedih juo mancaliak nyo ( indak sumbayang, indak 
tahu ereang yo gendeang, dll ) . ambo surang sering sedih melihat 
anak2 muda baru minang tsb , nan membuat awak nan lah lamo di 
banduang jadi agak terbawa2 jelek image nya.

sungguh disedihkan , masyarakat minang di sumbar saat ini , tak bisa 
lagi menghasilkan karakter positif pada para pemuda nya ,  spt para 
pemuda minang 20-30 th yg lalu.

semoga image,positif awak di tanah rantau ,bisa tetap terjaga.

sakian carito singkat dari tanah priangan 

Hendra M
banduang nan dingin basalimuik kabuik malam , 
tapi lah mulai babaun aroma sampah
( TPA nya longsor, sampah2 lah lamo indak diangkuik )




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke