Assalamualaikum.Wr.Wb.

Mak Ngah,.mungkin inimuntuk kedua kalinya, saya
menolak tanggapan yang menurut saya sangat salah.
Pertama mengenai cerita mahasiswa membunuh sekeluarga.
mak ngah bilang saya mengada-ngada, cerita diacungkan
jempol, tapi ternyata semua cerita saya itu benar
adanya, dan ada buktinya, juga da Zulharby mengetahui
sendiri kebenaran cerita / kejadian itu dari media
massa dan orang lainnya.

Kedua, masalah serpihan2. Sampai mak Ngah mengatakan
saya harus kephisikolog. Duh mak Ngah,.ngak sampa
sejauh itu mental saya. Saking beratnya permasalahan
itu( saya hanya menceritakannya kejadian problema yang
sebenarnya hanya pada satu orang di RN ini,yang benar2
saya percaya sekali, karena ini problema menyangkut
pribadi orang lain, yang saya tak kuat menyimpannya
sendiri).

Masalah sex,.duh mak Ngah,..kenapa lari kesana? jauh
sekali dugaan mak Ngah. Saya ngak nyangka mak Ngah
yang sudah jauh berumur, bisa secepat itu menduga yang
tidak-tidak. Cobalah dengan kepala dingin mak Ngah
membaca semua postingan saya akhir2 ini. Sex..?Ngak
ada sangkut pautnya sama sekali. Alhamdulillah saya
ngak punya masalah dalam hal ini. Dan ngak punya
masalah dengan pribadi saya dan RT.

Justru permasalahan itu menyangkut orang lain,  yang
saya simpan, dan tak kuat saya menyimpannya. Dua beban
RT orang dan rahasia beberapa keluarga yang ada di
Kairo, juga orang RN ini, ada saya simpan. Dan
permasalahannya bukan ringan. Mungkin bagi sebahagian
orang ringan, karena dia biasa melakukannya, tapi bagi
saya pribadi yang sangat tahu agama, berat sekali.

Mohon untuk yang akan datang, janganlah mak Ngah
terlalu cepat memvonis saya yang bukan-bukan. Maaf
baru kali ini saya bisa agak tegas sedikit menolak
tanggapan mak Ngah, karena bagi saya sudah cukup
"keterlaluan". Namunpun begitu saya tak punya rasa
sakit hati, karena saya orang normal yang tak perlu
berobat ke psikiater. dan tak punya dendam ataupun
sakit hati bila seseorang berpraduga jelek pada saya.
Karena saya sadar, tak semua orang sama, dan tak semua
orang tahu apa yang sedang kita hadapi.


Perasaan rasa tanggung jawab dengan masalah masa depan
orang dan anak bangsa, membuat saya merasa serasa ngak
tahu bagaimana harus berbuat lagi. 

Bagaimanapun saya bercerita, tak akan mungkin
mengemukakan persoalan sebenarnya. saya harus bisa
menyimpan semua ini, tapi untuk tak menjadi beban
pikiran, saya akan bercerita untuk menghilangkan beban
berat itu.


--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Maa Rangkayo Rahima,
> 
> Manganai Asma, barangkali Rangkayo rancak pai ka
> dokter spesialis. Hal itu 
> mamaralukan penanganan nan serius. Banyak diantaro
> kito nan malalaikan soal 
> asma ko, tapi itu pantiang karano iko bahubuangan jo
> soal parnafasan, soal 
> sumber hiduik.
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke