Assalamualaikum.Wr.Wb. Kecerdasan.**
Ada beberapa kecerdasan yang harus dimiliki dan didik oleh ortu kepada anaknya semenjak dini. 1). Kecerdasan Intelektual. Berisi dari akal yang baik, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang positif dan mana yang negative. Kecerdasan akal ini berguna kelak pada anak, agar ia tak menjadi sampah, atau beban masyarakat, tetapi berguna bagi masyarakatnya. 2). Kecerdasan Spritual. Dalam hal ini, sebelum merajut mahligai RT, hendaklah masing-masing pasangan memilih pasangannya yang tahu tulis baca AlQuran. Agar kelak dapat mendidik anak-anak mereka generasi yang bisa baca AlQuran. Ini sangat penting dalam memberantas buta huruf AlQuran. "Al Usrah madrasatuluula lilaulaad" (keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak). Rasulullah SAW bersabda : " Bila anak-anakmu sudah dapat membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri, hendaklah kamu menyuruhnya shalat ". Membiasakan anak-anak rajin beribadah, shalat dimesjid atau shalat jamaah bersama-sama dirumah sangatlah penting dalam pendidikan spiritualnya. Anak-anak yang cerdas dalam intelektual, namun lemah dalam kecerdasan spiritual, akan menimbulkan penurunan akhlak dan moral yang baik dan terpuji. 3) Kecerdasan Social. Kecerdasan ini sangat perlu dilatih dan dididik agar anak tumbuh menjadi manusia yang peka terhadap lingkungannya. Punya simpati dan empati pada masyarakat yang ada dalam lingkungannya. Kita bukan hanya memikirkan diri kita sendiri saja, tetapi memikirkan dan memperhatikan serta mensolusi problema atau masalah-masalah di sekeliling kita. Betapa banyak diantara kita yang punya jabatan tinggi, IQ yang tinggi, namun semua itu untuk kepentingan diri kita sendiri, atau keluarga kita. Kita tak melihat betapa banyaknya permasalahan-permasalahan dan kemiskinan-kemiskinan yang melanda masyarakat kita. Jarang kita membiasakan anak-anak kita agar berinfak untuk orang lain. Jarang kita menyuruh anak-anak agar bersosialisasi terhadap lingkungannya. Sehingga jadilah kelak ia menjadi manusia yang mementingkan diri sendiri. Tak peduli dengan alam sekitar, teman-temannya, juga masyarakatnya. Istilah kasarnya " Lu..lu,..gue..gue..siapa lu,.siapa gue..". (Sungguh Ironis sekali, padahal rasulullah SAW,sudah bersabda : Tidak masuk golongan kami bagi mereka yang tak memperhatikan permasalahan kaum muslimin lainnya). 4). Kecerdasan Emotional. Orang yang sukses adalah mereka yang banyak mempunyai masalah-masalah yang berat, dan dapat diselesaikannya dengan baik. Tidak lari dari masalah, tapi dihadapi, dan bukan menambah permasalahan lainnya. Allah berfirman : " Sesungguhnya kami menciptakan manusia itu dalam keadaan gelisah(tidak tenang)". Maka " Sesungguhnya setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan ". Jadi kemudahan itu didapat setelah melalui kesulitan-kesulitan dulu. Bukan sebaliknya. Kalau kita punya masalah dengan tetangga kita, kemudian kita lari darinya dan pergi ketempat yang sepi dan kosong, tak ada orang disana. Atau lari keorang/lingkungan lain. Jangan dikira kita lepas dari masalah, tapi justru menambah masalah lain lagi ditempat yang sepi, kita akan bermasalah dengan kesepian itu. Lari keorang lain , maka akan menghadapi masalah dengannya/lingkungannya. Orang yang mempunyai kecerdasan Emosional, maka ia akan dapat mengendalikan tantangan itu. Ia tidak mudah frustasi atau putus asa. ( Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah tak suka pada mereka yang suka berputus asa). Bila saat ini, diri kita tak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, insyaAllah kelak akan kita dapatkan. Terkadang hidup memang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita mendapatkan sesuatu yang jauh diluar rencana atau dugaan kita. Tapi percayalah kelak diakhir hidup kita pasti kita bisa merasakan semua hikmahnya. Oleh sebab itu pasrahkan hidup hanya pada Allah semata. Bukankah dalam shalat kita selalu kita mengatakan : " Innaa shalaati, wanusuki wamahyaayaa, wamaamaati lillaahi rabbil aalamiin " ( Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah tuhan semesta Alam). Hidup kita bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk anak, istri, suami tetangga, tetapi benar-benar hanya untuk Allah semata-mata. Semua harta benda dan apa-apa yang kita miliki didunia ini, merupakan senjata atau alat untuk mencapai ketujuanNya. Allah sudah mengingatkan kita dengan maknanya : " Janganlah sampai kamu dilalaikan oleh perniagaan, harta benda, anak, istri/suami�dari mengingat Allah SWT". Wassalam. El Ghiza 29 maret 05 Rahima(36thn 2 hr). **Tulisan ini diambil dari ceramah K.H Didin Hafiduddin pada tanggal 27 maret 05 di Pengajian ibu-ibu Kairo, dan diperbahasakan serta ditambah kurangi oleh penulis sendiri. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

