Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarokatuhu.. Mamamak jo dunsanak kasadono, iko ado postingan menarik yang marupokan respon dari Postingan yang diupload dunsanak kito M. Syahreza. Aslinyo adolah postingan di Milis Migas_Indonesia, Pak Rovicky mampajaleh postingan yang saroman bana jo yang di upload dunsanak kito Syahreza, mari kito tala'ah basamo
.......................... Kalau anda belajar atau membaca sejarah bumi dari data geologi, maka segala macam bencana "pernah" terjadi di bumi ini sejak terbentuknya 4 Milyar tahun yang lalu. Ya sejak 4 milyar tahun yang lalu, dimana wektu itu kita ? dimana manusia berada ? Kalau anda melihat hal-hal yg "menakutkan dan mengerikan" seperti ini, coba saja kita jabarkan dalam dimensi hidup kita, baik dimensi ruang (dimana kita berada) serta dimensi waktu (kapan akan terjadi). Jangan Panik ! Dua kata diatas merupakan kunci utama, yang dapat menolong kita sehingga dapat menyelamatkan diri. Kontrol diri ini dapat diperkuat dengan cara menambah pengetahuan. Ketika kita mengerti apa yg terjadi, moga-moga saja kita akan selamat. Kalau mau tahu secara logika yg sering saya beritahukan secara sederhana adalah "kemungkinan terjadi", seberapa besar mungkin hal itu terjadi, seberapa mungkin hal itu mengenai saya, keluarga saya, teman saya, saudara saya, atau tetangga saya. Untuk kita-kita yang berada di Jakarta maupun kota-kota besar selain di di Pantai Barat Sumatra tentunya harus berpikir berbeda tentang bayaha tsunami. JUga bagi yg tinggal di lereng merapi kenapa takut akan tsunami?. Nah keterjadian gempa, tsunami serta gunung meletus itu keterjadian untuk mengenai Jakarta dan kota-kota lain adalah sangat kecil dibanding kemungkinan anda mengalami kecelakaan lalu lintas. Science dengan statistiknya sangat mudah mebuktikan dengan kemungkinan itu. Para ahli hitung risiko di perusahaan asuransi sangat paham itu. Jadi anda tidak perlu panik mendengar hal seperti ini. Tetapi bukan menyepelekan tentunya. Waspadalah di jalan raya. -----Original Message----- From: M. Syahreza [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 06, 2005 2:47 PM To: rantaunet.org Subject: [EMAIL PROTECTED] Sumatera lagi bergerak Subject: FW: Sumatra sedang 'bergerak' > Importance: High > > Sabtu, 02 April 2005 NASIONAL > Pakar Peringatkan Letusan Gunung Api di Danau Toba > SYDNEY - Ketika Indonesia sedang berjuang keras mengevakuasi para > korban gempa di Pulau Nias, seorang pakar Australia memperingatkan bahwa > wilayah Sumatera bakal diguncang letusan gunung berapi sangat dahsyat. > Skala bencana ledakan ''super volcano'' itu diperkirakan jauh lebih > besar daripada tsunami 26 Desember dan gempa 28 Maret lalu. Profesor Ray > Cas dari Fakultas Ilmu Bumi Monash University mengatakan, letusan gunung > berapi paling dahsyat itu bakal terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara. > > Dia mengatakan kemarin, Danau Toba terletak di jalur patahan di > bagian tengah Pulau Sumatera. Sejumlah ahli seismologi juga mengatakan, > gempa besar ketiga mungkin akan mengguncang wilayah tersebut, menyusul > gempa 9,0 skala Richter pada 26 Desember dan 8,7 skala Richter pada 28 > Maret lalu. > > Letusan-letusan vulkano besar yang berpotensi menewaskan jutaan > orang dan menimbulkan kerusakan hebat akan terjadi setelah satu ledakan > pertama. Menurut Cas, super volcano itu hanya menunggu waktu. Dia > menambahkan ledakan tersebut merupakan ancaman terbesar bagi planet ini > sebab, letusan hebat itu bisa menyebabkan bencana terbesar dalam sejarah > modern. ''Super volcano pasti meledak,'' kata Cas. ''Ledakan itu terjadi > setiap 50 atau 1.000 tahun. Cepat atau lambat, salah satu letusan > dahsyat itu akan mengguncang planet ini.' Menurutnya, ledakan-ledakan > hebat gunung berapi pernah terjadi di Italia, Selandia Baru, Amerika > Selatan, AS, dan Indonesia. > > Dalam Waktu Dekat > Ledakan terbesar berlangsung di Danau Toba, yang telah menciptakan > kawah berdiameter 90 kilometer. Menurut Prof Cas, siklus ledakan hebat > 2.000 tahunan telah tiba waktunya. Para pakar vulkanologi di seluruh > dunia sedang mengamati dan menunggu terjadinya bencana besar dalam waktu > dekat. Menurut Cas, ledakan besar terakhir yang secara ilmiah disebut > caldera terjadi 2.000 tahun lalu di Selandia Baru. > > Dia mengatakan, ledakan-ledakan itu begitu kuat sehingga sejumlah > besar bebatuan dan debu terlontar ke atmosfer. Ada risiko ledakan itu > menimbulkan tsunami karena guncangan vulkanik melanda lautan. > ''Kemungkinan korban tewas bisa mencapai ratusan ribu sampai jutaan. Ada > implikasi serius terhadap iklim, cuaca, dan keberlangsungan produksi > pangan,'' kata dia. > > Dia menambahkan, meski ada ancaman dalam waktu dekat, > negara-negara sekitar tampaknya belum siap. ''Masalah terbesar adalah, > banyak gunung berapi yang berpotensi meletus itu mungkin tidak dipantau > dengan semestinya. Tentu saja, kita harus belajar dari bencana tsunami > Desember lalu,'' kata dia. > > Gempa-gempa di lepas pantai Aceh barat dan Pulau Nias terjadi di > sepanjang jalur patahan lepas pantai barat Sumatera. Gempa-gempa itu > menciptakan tekanan seismologis yang dapat mempercepat letusan gunung > berapi. > > Cas mengatakan, letusan vulkano hebat terjadi di Danau Toba > sekitar 73.000 tahun lalu. Skala ledakannya begitu besar sehingga > mengubah iklim dunia. ''Ledakan tersebut mengakibatkan tersemburnya > 1.000 kilometer kubik debu dan bebatuan ke atmosfer. Sebagian besar debu > itu menghalangi sinar matahari. Akibatnya, dunia memasuki zaman es,'' > kata dia. > > Ilmuwan itu mengatakan super volcano mencerminkan potensi bahaya > terbesar dari Bumi. ''Ancaman dahsyat lainnya berasal dari angkasa luar, > yakni jatuhnya asteroid besar,'' tambahnya.(yahoo-afp-ben-46) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

