http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005040801075209

Kota Padang seperti Menunggu Bom Waktu



SEPEKAN terakhir, situasi Kota Padang berubah total. Kota yang semula tenang dan masyarakatnya hidup rukun, tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah kota yang kacau balau, hiruk-pikuk, seolah kota tak bertuan.

Truk-truk pembawa pengungsi, rumah-rumah kosong ditinggal penghuni, itu sudah merupakan pemandangan biasa. Sementara warga yang mencoba bertahan tinggal di dalam kota, hidup ibarat menunggu bom waktu, kapan akan meledaknya.

Kota Padang dalam sekejap ibarat kota hantu yang penuh mencekam. Warga kota seakan menunggu meletusnya gunung berapi dengan perasaan harap-harap cemas.

Situasi itu diperburuk lagi dengan adanya SMS-SMS berantai yang juga tidak tahu dari mana asalnya. SMS itu datang begitu saja dari teman ke teman yang lainnya. Isi SMS itu antara lain ada yang menyatakan bahwa seorang bayi mengatakan pada Wali kota Padang bahwa tsunami akan datang, maka mengungsilah. Kemudian juga ada SMS, dari sebuah penelitian di Australia bahwa tsunami akan melanda Padang. Itu baru salah satu contoh, sementara masih banyak yang lainnya.

Anehnya, ada juga SMS yang menyatakan bahwa gempa akan terjadi pada jam sekian dengan kekuatan sekian. Padahal, menurut ahli geofisika dari Universitas Andalas, Badrul Mustafa, dalam pertemuan dengan kepala sekolah se-Kota Padang, ahli gempa dan juga BMG tidak bisa memprediksi gempa sama sekali.

"Jadi kalau ada yang mengaku bisa mengetahui kapan gempa akan terjadi, malah lengkap dengan jam akan terjadi serta kekuatannya, itu bukanlah pekerjaan seorang ahli gempa lagi. Namun tidak lebih adalah seorang dukun atau paranormal," jelasnya.

Hal itu ditegaskan Badrun, sebab sampai sekarang dunia belum punya alat yang dapat memprediksi secara benar di mana akan terjadi gempa dan berapa kekuatannya.

"Sekarang ada isu bahwa gempa akan terjadi malam ini, pukul sekian dengan kekuatan sekian. Tentu saja itu bukanlah pekerjaan dari ahli gempa atau petugas BMG. Namun hanyalah paranormal yang tidak tahu juga dari mana datangnya," tambahnya.

Warga Kota Padang yang panik itu, malah ada yang sempat bunuh diri lantaran saking panik dan takutnya terhadap tsunami, seakan tidak punya pilihan lainnya kecuali mengungsi.

Malahan, imbauan, sekalipun dari Wali kota Padang Fauzi Bahar, tidak lagi didengarkan. Di saat itu Kota Padang benar-benar lost control. Tidak ada sumber resmi yang bisa dipercaya. Walaupun BMG sudah berkali-kali menurunkan rilisnya yang menyatakan bahwa isu tsunami tidak benar. Namun kenyataannya rumah-rumah warga sudah banyak yang kosong di kala malam hari. Mereka pindah atau menumpang ke rumah tetangganya yang ada di daerah ketinggian, seperti Indarung atau Limau Manis, arah Kampus Universitas Andalas.

Isu tsunami yang beredar diperkuat lagi dengan gempa-gempa sedang yang sering terjadi. Bahkan terakhir Rabu (6/4) gempa berkekuatan 5,8 pada Skala Richter pun masih mengguncang kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa ini.

Untuk menenangkan warganya, Wali Kota Padang tidak tinggal diam. Berbagai pendekatan dilakukan. Pertama pendekatan keagamaan. Kelihatannya hal ini bisa meredam kepanikan warga. Lantaran masyarakat Kota Padang yang mayoritas Minang pun mampu didekati secara keagamaan.

Acara tolak bala pun digelar. Acara itu berlangsung Rabu (6/4) diisi dengan berdoa, zikir, dan salat bersama. Menurut panitia, hampir 30 ribu warga Kota Padang hadir untuk memohon kepada Allah agar dijauhkan dari bencana.

Kemudian pendekatan kedua yang dipakai Wali Kota Padang untuk menenangkan warga dan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan yaitu dengan memakai pendekatan keilmuan. "Di sini kita berkoordinasi dengan BMG dan badan-badan lainnya. Sehingga ketika ada informasi maka BMG akan menyampaikannya dengan cepat," katanya lagi.

Warga Kota sudah mulai berpikir lagi dengan logika dan realitas. Walau masih ada yang mengungsi, namun warga yang masih bertahan di dalam Kota sudah bisa sedikit tenang. (Joni Syahputra/S-2)

http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005040801075210

Masyarakat Kota Padang Termakan Isu



KETIKA gempa terjadi beberapa waktu lalu dan isu tsunami merebak, warga Kota Padang cemas. Mereka tidak tahu mesti menghubungi ke nomor telepon mana untuk sekadar menanyakan informasi. Malah banyak yang mencoba menghubungi kantor redaksi koran, radio, dan juga BMG.

Merasa terpanggil untuk mengatasi hal itu, kemudian Wali Kota Padang Fauzi Bahar membuat posko penanggulangan bencana alam, khususnya menghadapi isu gempa dan tsunami. Posko tersebut berlokasi di Kantor Dinas Pariwisata Kota Padang.

Selain itu juga ada tiga nomor penting yang bisa dihubungi warga setiap saat untuk mengetahui informasi terkini dan juga informasi setelah gempa dan kemungkinan tsunami. Sebab nomor-nomor tersebut sudah melakukan koordinasi dengan pihak BMG sebelumnya.

"Ada tiga nomor yang bisa dihubungi, pertama (0751) 39439 (nomor Kesbanglinmas yang dipusatkan di Dinas Pariwisata) kemudian (0751) 28558 (nomor Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana), selain itu juga nomor HP saya sendiri 08126634567, silakan bisa konfirmasi langsung," tegas Fauzi sesaat setelah acara tolak bala di pinggiran Pantai Padang, Rabu (6/4) lalu.

Fauzi juga menegaskan, mudah-mudahan dengan adanya posko, yang katanya 24 jam itu, akan bisa melayani masyarakat yang membutuhkan informasi yang sebenar-benarnya. Sehingga masyarakat tidak termakan isu lagi.

"Jadi ke depan saya berharap, masyarakat tidak akan termakan isu lagi, sehingga tidak perlu mengungsi dari rumah untuk mencari tempat yang tinggi," jelasnya. Fauzi juga meminta warganya untuk meningkatkan keimanan kepada Allah. Sebab segala sesuatu mesti seizin-Nya.

Sementara di kecamatan-kecamatan pun hal yang sama juga dilakukan, Di Kecamatan Padang Barat misalnya. Menurut Camat Padang Barat Wedistar kepada Media, sekarang ini sedang dilakukan pertemuan antar RT dan RW untuk membentuk sistem penanggulangan bencana dan juga khususnya menghadapi isu-isu tsunami itu.

"Setidaknya sudah ada tiga kelurahan yang siap. Termasuk nanti bagaimana menghadapi isu tsunami. Lebih jauh menurutnya malah Kecamatan Padang Barat sudah memikirkan bagaimana sistem evakuasinya. Kalau terjadi tsunami, ke mana warga mesti dievakuasi," katanya lagi. Namun yang penting menurut Wedistar, tujuannya mempersiapkan suatu sistem tertentu untuk melayani masyarakat yang butuh informasi yang jelas tentang isu-isu yang akhir-akhir ini bermunculan. "Kan aneh ada yang bisa memprediksi gempa akan terjadi nanti malam, jam sekian dan dengan kekuatan sekian. Sehingga warga yang tidak tahu sudah termakan isu dan ikut-ikutan mengungsi," jelasnya.

Karena itu ke depan menurut Wedistar, di tiap RT dan RW di tingkat paling rendah di kelurahan, sudah dipersiapkan untuk menghadapi hal-hal seperti itu. Sehingga jika ada isu lagi, merekalah yang akan bergerak dan bisa saja mereka mengumumkan melalui masjid atau yang lainnya, "Dalam waktu dekat ini kita akan bentuk hal itu di seluruh kelurahan di Padang Barat," jelasnya.

Sementara menyoal posko yang dibentuk Wako Padang dengan nomor layanan (0751) 39439 beberapa warga mengaku kecewa lantaran nomor tersebut tidak ada yang mengangkatnya. "Kami menelepon sewaktu setelah gempa terjadi di Rabu (6/4) sore, tapi tak ada yang mengangkat," ujar Akil, warga Jati, Padang. Padahal nomor tersebut melayani informasi 24 jam.










Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke