Ini penjelasan yang baru saya terima dari salah seorang anggota IAGI tentang Statemen Mr.Cas (yang mungkin salah kutip oleh media kita).
Hanif Hoesin ------------------------ Rasanya aku perlu memberikan klarifikasi soal ini. Beritanya sudah merebak sampai membuat kepanikan Berita yg tersebar ini berita aslinya ada di http://www.monash.edu/news/releases/march05-volcano.html dan salah satu pointnya yg penting : --- quote --- "A super-volcano will definitely erupt, it is just a matter of time. It could be in a few, 50 or another 1000 years but sooner or later one is going to go off." --- unquote --- Artinya seperti juga ramalan bencana pada umumnya. Ngga pernah ada yg tahu pasti, jadi bisa saja kalau terjadi letusan kecil-kecil berulang jadi malah mejen ndak jadi meletus. Seperti kalau kamu lihat gempa kemaren kan semakin surut saja. Jadi 'ramalan' teknispun bisa meleset .... karena memang 'ramalan' teknis ini mempunyai nilai ambang/rentang toleransi bisa 10-30 tahun. .... Artinya bisa terjadi 10 tahun lagi, 20 tahun lagi atau "bahkan nanti sore !" ..... atau bisa juga malah ngga terjadi sampai nanti ... itu yg perlu disadari. Nah apakah selama 20-30 tahun "penantian" ini kita hanya sembunyi dibawah kolong meja? Tentunya tidak. Lantas apa yg harus dilakukan dimasa 'penantian' ini ? - Aktifitas tetap dijalankan seperti biasa namun kewaspadaan tetap harus selalu dimiliki. - Pelajari alam sekitar kita, termasuk gejala gempa, tsunami, gunungapi, longsoran, banjir, kebakaran hutan dll. - Ketahuilah cara-cara penyelamatan dari bahaya gejala alam. - Ketika terjadi, tetaplah tenang dan berusaha menyelamatkan diri. itu saja dulu. Nah kalau mau tau tentang bencana2 di bumi sejak dulu dibawah ini uraian ringan saya tentang bagaimana dengan bencana di bumi telah terjadi sejak 4 milyar tahun lalu .... ===================== Bencana di bumi sudah terjadi sejak 4 milyar tahun yang lalu http://putrohari.tripod.com/Putrohari/ Kalau kamu-kamu belajar atau membaca sejarah bumi dari data geologi ... itu tuh ilmu yg belajar tentang bumi mulai dari terbentuk sampai kondisi saat ini, maka ternyata segala macam bencana "pernah" terjadi di bumi ini sejak terbentuknya 4 Milyar tahun yang lalu. Ya sejak 4 milyar tahun yang lalu, dimana wektu itu kita ? dimana manusia berada ? Belum ada lah yaw .... tapi bumi tetep ada dan hidup sampai sekarang ya ... :). Bencana itu bisa berupa dari banjir, tanah longsor, bencana gempa juga bencana gunung api, dan juga kejatuhan meteor. Lah trus mesti gimana kalau denger berita-berita yg bikin panik gituh ? ... diem aja ? Ya enggak lah yaw .... Lah wong judul beritanya "Sumatra terbelah dua", "Giant Volcano Toba meletus", wuah buanyakkk deh ..... Nah, kalau kamu melihat berita-berita di internet media ataupun ucapan seseorang tentang bencana-bencana yg "menakutkan dan mengerikan" seperti ini, coba saja kamu jabarkan dalam dimensi hidup kamu, baik dimensi ruang (dimana kamu berada) serta dimensi waktu (kapan akan terjadi). Jangan Panik ! Dua kata diatas merupakan kunci utama, yang dapat menolong kamu-kamu sehingga dapat menyelamatkan diri. Kontrol diri ini dapat diperkuat dengan cara menambah pengetahuan. Ketika kamu mengerti apa yg terjadi, moga-moga saja kamu semua akan selamat. ... iya lah, siapa yg mau terkena bencana kan ? Kalau mau tahu secara logika yg sering saya beritahukan secara sederhana adalah seberapa besar "kemungkinan bencana itu terjadi pada dirimu", seberapa besar mungkin hal itu terjadi, seberapa mungkin hal itu mengenai kamu, keluarga kamu, teman kamu, saudara kamu, atau tetangga kamu. Untuk kita-kita yang berada di Jakarta maupun kota-kota besar selain di di Pantai Barat Sumatra tentunya harus berpikir berbeda tentang bahaya tsunami. Juga bagi yg tinggal di lereng Gunung Merapi kenapa takut akan tsunami?. Lah kamu di jakarta jangan ikutan panik kalau soal terkena bencana tsunami. Kecuali kalo kamu mau berlibur ke Padang, itu boleh berpikir utk hati-hati tentang kemungkinan terjadi disana. Nah keterjadian gempa, tsunami serta gunung meletus itu keterjadian untuk mengenai Jakarta dan kota-kota lain adalah sangat kecil dibanding kemungkinan kamu-kamu mengalami kecelakaan lalu lintas. Sains dengan statistiknya sangat mudah mebuktikan dengan kemungkinan itu. Para ahli hitung risiko di perusahaan asuransi sangat paham itu. Kalo ga percaya tanya deh kalau ada sales asuransi datang ketempatmu, taya aja tentang besarnya risiko terkena tsunami di Jakarta dengan terserempet bajay ... pasti deh kemungkinan terserempet bajay lebih mungkin kena bemper loe, atau loe nyebrang sembarangan ketimbang terkena gempa. Jadi anda tidak perlu panik mendengar hal seperti ini. Tetapi bukan menyepelekan tentunya. Jadi ....Waspadalah di jalan raya. Janga lupa pakai sabuk pengaman kalo di mobil .... Lah kalo di metromini ?... ya pegangan lah yaw ... juga ati-ati dompetnya dijaga ... upst! Nah kadang kita bertanya-tanya kenapa sih kok pada ribut ? Yah mungkin karena kita barusan mendengar kabar temen, saudara, adik, kakak atau barangkali ortunya ada yg menjadi korban tsunami kemaren. Jadi ya wajar lah kalo sekarang kita-kita jadi konsen dengan soal bencana ini. Siapa sih yang ngga ngeri denger berita yang filem dokumenternya di TV sangat mengerikan gitu. Tapi kalo dipikir, banyak juga filem-filem yg isinya tentang bencana alam juga, misalnya Film Armageddon, Film Volcano, juga Film Jurrasic park yg dasarnya juga sains ilmiah. Tapi kenapa kita ngga ribut kalau terjadi betulan ? Ngga hanya itu, banyak sekali website di internet serta media-media yg menyebarkan beritanya lengkap dengan penelitian ilmiahnya ... kalo terjadi kan ngeri juga, tapi kita ngga ribut karena kita tahu itu cuman filem. Nah website atau internet juga media itu sakjannya juga sama saja. Website dan filem itu bisa saja dasarnya ilmiah plus imajinasi. Keduanya merupakan gabungan pemikiran serta ekspresi sipenulis script. Apalagi koran yang wartawannya kadang-kadang suka iseng membombastis kata-kata dalam sebuah berita. Jadi jangan buru-buru percaya dengan isi web di internet maupun media lain, kamu mesti berpikir juga memilah dan memilih berita atau artikel yg kamu baca... Nah itung-itung kita ikutan belajar ilmu bumi lagi kan ? Nah kalau mau tau tentang bencana alam dsb, tengok saja ke web-web yg cukup kompeten misalnya university atau badan survey geologi negara seperti USGS (United State Geological Survey), BGS (British Geological Survey), IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia http://www.iagi.or.id ) trus kau juga boleh nanya2 ke ahlinya, jadi ngga perlu ikutan panik. OK ati-ati dijalan ya ... Salam Ir Rovicky Dwi Putrohari MSc anggota IAGI - Ikatan Ahli Geologi Indonesia anggota HAGI - Himpunan Ahli Geologi Indonesia [EMAIL PROTECTED] -- Education can't stop natural disasters from occurring, but it can help people prepare for the possibilities --- __________________________________ Do you Yahoo!? Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone. http://mobile.yahoo.com/maildemo ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

