Mengkritisi Terpilihnya Wolfpwitz Sebagai Presiden
Bank Dunia

Oleh: Yesi Elsandra*

Dengan dukungan kuat Amerika, akhirnya Wolfowitz
terpilih juga sebagai Presiden Bank Dunia mengantikan
Wolfensohn. Mantan Duta Besar AS untuk Indonesia ini
dibeking langsung oleh George W Bush sehingga
kemenangannya meraih kursi orang nomor satu di Bank
Dunia tidak terbendung. 

Wolfowitz sebelumnya adalah orang nomor dua di Markas
Besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Ia adalah
perancang doktrin perang baru preemtive attack
(serangan pendahuluan di garis pertahanan musuh) yang
digagas bersama Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld.

Terpilihnya Wolfowitz bukanlah berita gembira bagi
beberapa kalangan. Bahkan pemilihan itu mendapat
reaksi keras dari berbagai negara khususnya Eropa. Ada
beberapa hal yang membuat kita perlu mengkritisi
terpilihnya Wolfowitz sebagai Presiden Dunia.

Pertama, walaupun ia merupakan politikus ulung,
akademisi dan birokrat profesional, Wolfowitz bukanlah
bankir atau ekonom yang biasa mengurusi masalah
keuangan internaional. Siapapun akan heran dan
meragukan kemampuannya mengurusi keuangan
internasional. Apalagi Bank Dunia lebih diperuntukan
bagi pemberantasan kemiskinan di negara-negara miskin
dan berkembang. Apakah Wolfowitz memiliki konsep
mengenai masalah ini? Karena yang kita tahu Wolfowitz
adalah arsitek intelektual invasi Amerika ke Irak.

Kedua, Wolfowitz dinilai sebagai tokoh garis keras 
yang akan sulit berdialog dengan negara-negara
kreditur. Dikhawatirkan ia dijadikan alat oleh Amerika
untuk menekan negara-negara yang tidak berpihak pada
kebijakan politik Amerika. Bagi negara-negara
tersebut, Wolfowitz bisa menjadi ancaman yang menekan
dan mempersulit pinjaman dana sehingga dapat
menghambat pembangunan negara-negara yang tidak
berpihak kepada kebijakan politik Amerika.

Ketiga, pembimbing disertasi Wolfowitz adalah Leo
Strauss, cendikiawan Yahudi yang melarikan diri dari
Jerman menuju AS. Leo Strauss sendiri adalah perumus
filsafat neokonservatisme. Menurut Katherin Yurika,
koresponden Chirstianity Today pengannut
neokonservatisme cenderung ingin mendirikan �Kerajaan
Tuhan� (Kingdom of God) di muka bumi.  Ada
kekhawatiran, ambisi Leo Strauss terwarisi pada
Wolfowitz.

Keempat, terpilihnya Wolfowitz sebagai Presiden Bank
Dunia akan memudahkan Amerika mewujudkan ambisinya
sebagai negara adidaya yang dengan seenaknya dapat
mengatur dunia ini sesuai kehendak hati dan
mengutamakan kepentingan pribadi negaranya.

Sejak tahun 1990, reputasi Bank Dunia terus melorot
seiring maraknya anti globalisasi. Ada indikasi Bank
Dunia hanya memberikan bantuan kepada negara-negara
makmur bukan pada negara-negara miskin. Kalaupun ada
negara miskin yang dibantu, tetapi bantuan itu
bukannya mensejahterakan negara miskin, tetapi malah
tambah parah kemiskinannya karean terlilit bunga
hutang yang terus berlipat ganda. Tujuan Bank Dunia
mengentaskan kemiskinana di dunia belum terbukti.

Dengan diangkatnya Wolfowitz sebagai Presiden Bank
Dunia akankah akan menambah pandangan negatif berbagai
belahan dunia terhadap lembaga keuangan intenasional
ini. Atau keuntungan bagi Amerika karena dapat dengan
mudah mengendalikan negara-negara miskin agar taat dan
patuh pada kebijakanya?

* Kandidat Doktor Ilmu Manajemen 


"Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan"

Yesi Elsandra


                
__________________________________ 
Yahoo! Mail Mobile 
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. 
http://mobile.yahoo.com/learn/mail 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke