Padang, Padek�Gempa yang terus terjadi sejak Minggu (10/4) hingga kemarin malam di sepanjang kawasan pesisir pantai Sumatera Barat (Sumbar), memang tak menyebabkan tsunami, namun sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan bangunan rusak akibat gempa tersebut. Dari Pesisir Selatan dilaporkan, gempa telah menyebabkan korban jiwa, tercatat 2 warga meninggal dunia, karena serangan jantung. Sementara soal kerugian materil berupa kerusakan bangunan atau gedung, belum diketahui.
Wakil Bupati Pessel Drs Nasrul Abit MBA yang dihubungi koran ini tadi malam via telepon seluler (ponsel)nya ke Painan, membenarkan adanya korban jiwa tersebut. Namun, katanya, informasi lain menyebutkan masih ada korban jiwa tambahan. �Sejauh ini informasi pastinya cuma dua orang warga yang meninggal, tapi bukan karena ditimpa bangunan. Warga tersebut meninggal karena serangan jantung, yang diakibatkan rentetan gempa yang terjadi. Namun, kita juga mendengar informasi masih ada korban lain, tapi itu belum bisa dipastikan,� jelasnya. Menyinggung kondisi terakhir di Pessel sendiri, Nasrul menyatakan, sebagian warga masih banyak yang mengungsi, terutama ke daerah perbukitan. Untuk mengantisipasi kepanikan, ia menyebutkan pihak pemerintah telah turun ke lapangan. Mudah Terpancing Isu Salah seorang tokoh masyarakat Pessel yang dihubungi koran ini menyebutkan, para warga lebih memilih untuk bertahan di pengungsian, meski ada juga yang telah memberanikan diri pulang ke rumah. �Tadi siang kami dapat informasi akan terjadi lagi gempa pukul 16.00 WIB. Bahkan, ada lagi infornmasi malam gempa lebih besar bakal terjadi. Makanya warga yang mengungsi ke perbukitan semakin banyak,� kata Gusmartin dari Kecamatan Tarusan Kabupaten Pessel, tadi malam. Menanggapi, mudahnya masyarakat mempercayai isu tersebut, Nasrul Abit menyatakan, para camat telah kembali diminta turun ke masyarakat. �Tidak hanya itu, malam ini (tadi malam, red) saya bersama rombongan, akan meninjau ke lokasi-lokasi pengungsian,� tandasnya. Lebih jauh ia menyebutkan, pihaknya juga mensiagakan petugas untuk memantau kondisi air di pinggir pantai, selama 24 jam penuh. Sejauh ini kita belum punya alat untuk mendeteksi gempa. Cara efektif untuk memastikan kondisi, dengan melihat air laut langsung. Makanya, kita siagakan terus petugas di pinggir laut,� tandasnya. Aktifitas Masih Lumpuh Aktifitas di Kota Padang sebagai pusat pemerintahan Sumbar belum normal, pusat perbelanjaan dan pemerintahan belum berjalan maksimal. Sekolah-sekolah diliburkan, dan sejumlah tempat-tempat umum terlihat masih sepi. Menurunnya aktifitas warga juga terlihat dari sepinya kendaraan di jalan raya. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah daerah di Sumbar. Selain masih panik dengan peristiwa yang terjadi pada hari Minggu, sebagian warga juga ada yang terfokus untuk membereskan dan memeriksa bangunan yang terkena gempa. Dari pantauan koran ini pada sejumlah kawasan di Kota Bingkuang ini, umumnya warga masih takut untuk membuka toko mereka. Mereka banyak yang meninggalkan rumah dan toko, pergi mengungsi ke tempat-tempat ketinggian, hingga keluar daerah. (armon/ari/esg) ---------------------------------------------------------------------------- Hanya pilihan cerdas dan kerja keras yang merupakan kunci ajaib, yang mampu membuka pintu memenuhi harapan Anda http://www.pilihancerdas.com ---------------------------------------------------------------------------- __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new resources site! http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

