Mungkin ide ko bisa dikambangkan, minimum untuak komunitas urang awak nan
panggaleh yaitu mambantuak samacam jariangan bisnis nan saling bantu
mambantu baiak dalam pamasaran maupun dalam mancari sumber barang.

salam - tg

-----Original Message-----
>From    : [EMAIL PROTECTED]
Subject: inkubator bisnis di China
_____________________________________________________
Message: 3         

Dari milis ITB75
 
NIS --- In [email protected], <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dear Teman-teman alumni,

Sebulan yang lalu saya di Beijing diundang Petrochina dan Sinopec 
untuk aplikasi jasa perusahaan saya Nutech Energy Alliance di 
negaranya.

Tetapi yang saya ingin ceritakan bukan masalah pekerjaan saya tetapi 
ada pengalaman yang sangat berkesan dan mungkin bermanfaat buat 
teman-teman alumni. Sehari sebelum pulang saya berkunjung ke Pusat 
Inkubator Bisnis di Beijing yang namanya Beijing International 
Business Incubator.

Saya diterima oleh salah seorang stafnya yang bertugas menjelaskan 
mengenai target dan sasaran incubator tersebut. Dia menjelaskan 
bahawa Incubatornya bertujuan untuk membantu dan menjadikan para 
pengusaha baru untuk menjadi pengusaha-pengusaha multinasional. 
Maksud ini sepertinya sama dengan maksud inkubator pada umumnya. 

Tetapi yang menarik adalah waktu saya disitu ada pengusaha 
perkebunan yang membawa produknya karena kesulitan menjual. Saya 
lihat dengan tanggap petugas di incubator tersebut memeriksa hasil 
produk pertaniannya dan mengatakan bahwa produknya tidak cukup baik 
diekspor ke Amerika atau Singapura tetapi bisa diekspor ke Indonesia 
atau negara-negara di Afrika. Kemudian incubator tersebut 
menghubungi para eksportir yang biasa menjual ke Indonesia dan 
Afrika dan mereka langsung bisa bertransaksi. Pengusaha perkebunan 
itupun senang dan selanjutnya dia menyampaikan bahwa dia masih 
memiliki kesulitan untuk memberantas hama dan produktivitas 
tanamannya. Incubator itu juga dengan sigap meghubungi universitas 
untuk segera memberikan informasi dan teknologi yang diperlukan.

Nah yang menarik adalah pada saat si pengusaha itu menanyakan berapa 
upahnya atau fee yang harus dibayarkan ke pejabat Incubator, pejabat 
itu bilang bahwa jasa-jasanya adalah gratis karena mereka digaji 
oleh negara dan dilarang menerima tips. Kalau mereka menerima tips 
mereka bisa dihukum sangat berat (seumur hidup). Peemilik perkebunan 
itu juga bilang bahwa dengan bantuan menjualkan produknya dia 
menerima untung besar dan dia tahu bahwa pegawai negeri China 
gajinya tidak besar sehingga dia mau membagi rezeki. Tetapi pegawai 
incubator itu bilang dia tidak bisa menerima karena dia ngin negara 
china menjadi negara yang besar dan bisa menjadi negara yang bisa 
dicontoh oleh negara lain.

Teman-teman, sebagai gambaran, data Penanaman Modal Asing tahun 2003 
di China mencapai $ 53 Milyar sementara Indonesia -$ 500 juta. 
Income perkapitanya sudah mencapai US$ 1,500 sedangkan Indonesia 
masih sekitar $ 800 (Metoda Atlas dari World Bank). Penduduk China 
1.3 Milyar dan penduduk Indonesia 220 juta. 5 tahun yang lalu income 
perkapita China masih dibawah $ 500.

Semoga tulisan ini bermanffaat untuk introspeksi kita semua dalam 
mengurus masalah kemasyarakatan untuk anak cucu kita.

Hasan Hambali
                
---------------------------------

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke