Dik Jasman, makasih sarannya. Saat ini, uni belum ada relasi. Tapi disekolah SIC (Sekolah Indonesia Cairo), biasanya anak-anak yang berbakat dikembangkan oleh guru2nya juga.Nantik aja, kalau ada kesempatan untuk itu. Sekarang dia sudah mau naik kelas IV SD, setahun lagi EBTANAS.
Kalau dia sudah kls 6 SD, 6 bulan sebelum Ebta, uni hentikan segala kegiatan ekstrakurikulernya, seperti les melukis, piano, ,seni decorasi, angklung ataupun kegiatan lainnya, cukup banyak, . Uni hanya menggamblengnya dalam bahasa Arab/Inggris dan pelajaran pokok saja. Ntar kalau sudah kls I SMP, baru mulai serius dalam seni khat(kaligrafi Islam), juga menulis, dan lain-lainnya. Masih kecil uni biarkan apa saja ia lakukan yang ia sukai, asal itu baik. Tapi kalau sudah mulai besar baru akan diarahkan pada bakat tertentu saja, tidak semua agar tidak ngambang dan menjadi terarah. Dan uni ingin ia benar-benar serius dalam melukis, kaligrafi, menulis dan hal-hal pokok lainnya, yang justru uni melihatnya ia cukup bagus dalam hal diatas. Sehingga kelak, anak tidak hanya pintar dalam hal akademik saja, tapi punya kelebihan lain. Saya, kalau ekonomi kepepet(moga-moga janganlah), insyaAllah bisa cari duit dengan modal yang saya miliki, selain mengajar saya bisa bisnis jualan, masak cathering, jahit, sulam menyulam hiasan juga kaligrafi sulaman benang warna emas . Saya bisa itu, bukan maksud sombong. Tapi begitulah, kalau ekonomi kedesak, terpaksa harus cari duit dengan cara itu, akan saya cari. Tapi selagi masih bisa hanya dengan mengajar-ngajar saja, cukuplah dengan itu saja, dan selagi suami masih mampu, saya bisa santai dikit, karena saya bukan pula orang yang tamak duit, kurang aja duit itu, alhamdulillah watak saya biasa qana'ah(puas dengan apa yang ada). Kalau saya mau cepat kaya, dan serius cari duit bisa aja, saya buat kaligrafi dan sulam dengan sulaman benang warna emas itu, lantas dijual betapa mahalnya harga hiasan dinding kaligrafi benang warna emas di Indonesia itu. Tapi saya tidak lakukan itu. Saya lebih suka beribadah , mengurusi anak, ngajar dan sumbangkan tenaga buat orang lain, juga menulis. Kepuasan bathin tidak bisa dinilai dengan apapun. Kepuasan bathin saya yah,.Bisa banyak ibadah dan banyak memberikan ilmu saya pada manusia lain. Anak saya, sengaja saya turunkan ilmu seni kaligrafi itu( saya sendiri yang mengajarnya sejak dari umur 4 tahun, makanya tulisan Arab dan laligrafinya selalu yang terbaik disekolahnya), hanya untuk bekal jaga-jaga dirinya aja. Kita ngak tahu masa depan anak gimana, dapat suami kayak apa. Syukur dapat suami kaya, kalau dapat suami sederhana, apalagi miskin bagaimana? Jodoh ada ditangan Allah toh, anak saya, saya tanamkan agar jangan memandang manusia itu dari segi materialnya, tapi kepribadiannya, akhlak dan agamanya, materil perlu, tapi itu nomor kesekian, bukan yang pertama atau kedua, bisa jadi nomor ketiga ..? Makanya saya beri anak-anak saya bekal ilmu apa saja, untuk jaga-jaga saja. Apalagi kalau anak lelaki, bekalnya jauh lebih lagi, karena kelak ia yang akan menanggung nafkah istrinya. Kalau anak Pr, dapat suami kayak mamanya, syukur alhamdulillah, ilmunya sekedar hobby sajalah, bukan untuk cari duit, buat apalagi cari duit, kalau gaji suami lebih dari cukup, kapan lagi ibadah, akhirat jangan dilupakan juga lho? Ntar sibuk cari duit, lupa urusan akhirat, naudzubillahimindzalik. Ini jawaban untuk sanak Jasman, mungkin juga buat yang lainnya bisa ambil manfaatnya. Saya kasih dulu motivasi. Segala sesuatu itu motivasi menggapai sesuatu untuk kemajuan dunia akhirat dulu kita lihat, baru bisa kita berplanning kemasa depan. Langkah apa yang harus kita tempuh dalam merealisasikan tujuan kita itu. Ada tiga buku tipis-tipis, tapi cukup menarik, uni sendiri belum baca semuanya, baru selayang pandang aja. Ntar diterjemahin. Judulnya : "Bagaimana caranya agar kamu menjadi seorang ayah yang berhasil ", judul lainnya : " Fahamilah anak-anak kamu, pasti kamu berhasil dalam mendidiknya" (kalau ada waktu akan diterjemahin, tipis koq bukunya, tapi referensinya dari AlQuran dan hadist juga lainnya). Saat ini uni sibuk bikin buletin diorganisasi, ntar kalau sudah selesai, akan terjemahkan itu. Padahal kemaren lagi nulis ttg cinta dan benci menurut AlQuran. Ngak apa, bagaimana cara mendidik anak itu yang utama. Tapi kita semua sama-sama belajar, saya juga belajar, saya ngak ada apa-apanya, belum berhasil sekali juga, hanya kedamaian, ketenangan saja yang baru saya dapatkan, belum jadi orang berhasil, apalagi jadi orang kaya, entah kapan, ngak mengkhayal deh, ntar kalau gagal kecewa, biarkan saja hidup dijalani apa adanya sajalah kayak perjalanan air, mengalir seadanya, mengikuti arus. Berhasil dalam titel akademik syukur, atau jadi orang kaya, banyak duit, yah syukur,.ngak berhasil dalam menggapai titel akademik ngak papa(tapi janganlah sampai begitu, mudah-mudahan tahun ini, magister saya sudah ditangan, semua terserah yang diatas aja), ngak kaya juga syukur, yang penting kaya hati. Ngak usah repot-repot dan dipersulit hidup ini. Wassalam. Rahimarahim(36thn). --- JASMAN SAMSU <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Uni Rahima, > Ado eloknyo juo anak Uni di arahkan untuak bisa > mengirimkan hasil karyanyo > ka media massa anak-anak yang ado di tanah aia kito. > Mungkin Muhammad Faiz > (9th) anak Helvi Tiana Rossa (HTR-pendiri forum > lingkar pena, wadah penulis __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

