Terima kasih. Yah, setiap kali saya membaca ayat itu, terus terbayang nama-nama yang dipakai di Kampuang:
Khasyiah, Nasibah, Naemah, Radiah, dan Hamiyah. Sayang sekali, Kak Syiah, Kak Sibah, Kak Miyah itu orangnya baik-baik sekali, tidak seorangpun diantara mereka ada hubungannya dengan neraka. Kak Miyah sudah meninggal lama sekali, mudah-mudahan beliau dibelokkan saja ke fii jannatin aaliayh. Amin.


Bahkan nama Kak Miyah pernah dijadikan lagu Taman-kanak-kanak yang mungkin masih ada adidunsanak yang ingat lagu taman kanak-kanak dahulu itu:

Kakak Miya, Kakak Miya minta anak barang seorang
Kalau dapat, kalau dapat, akan saya suruh berdagang
Anak yang mana akan kau pilih
Anak yang ini yang saya pilih,
boleh lah dia berjual sirih.

Sirih, sirih siapa beli .....

Kira-kira begitulah lagunya dengan ucapan lidah anak-anak:
Kakak Mia, kakak Mia, mintak anak bayang ceoyang
Kalau dapat, kalau dapat, akan caya cuyuh bedagang
...
Ciyih, ciyih, ciapa beli ...

Salam,
-- Mak Ngah

38492
From: Rahima <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon Apr 25, 2005 6:04pm
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Khasyi'ah

--- Sjamsir Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ustazah Rahima,
>
> Apo root, arati dan adokah berbagai arati kato
> "Khasyi'ah"?

Mak ngah beserta ikhwaani wa akhawaati fillah :


Akar kata " Khaasyi'ah " adalah " Khasya'a" ( Kha,syim 'ain). Artinya tunduk atau rendah. Arti ini tergantung dari kalimat sebelum dan sesudahnya( siyaaqulkalimah).

" makaanun khaasi'" artinya "tempat yang tidak ada
petunjuknya, kayak padang pasir zaman dahulu kala,
ngak jelas kemana kita pergi".

" baladatun khaasi'" artinya " suatu kampung yang
tidak ada satupun rumah didalamnya".

>
> Kato "Khasyi'ah" ko sarato kato "Naashibah" banyak
> dijadikan namo urang
> padusi di Kampuang awak. Baa mangko diambiak jadi
> namo? Pado hal ayat nan
> mangikituinyo adolah "Tashlaa naaran hamiyah",
> masuak narako angek garang
> (Surek Al Ghaasyiah).

Itulah karena orang kampung kurang tahu bahasa Arab.
Lihat dari AlQuran apalagi ada "ta marbuthahnya (ah),
dikiriain untuk perempuan saja, maka dikasihlah nama
anaknya nama yang "super gawat".

Bahkan yang saya herankan ada seorang bapak tammatan
universitas Cairo sudah doktor lagi di Timteng ini,
kasih nama anaknya : " Haamiyah ". sementara arti
hamiyah itu adalah api neraka yang bernyala-nyala.
Entahlah saya heran, padahal bagaimanapun kita memutar
balikkan arti tersebut tetap artinya seperti itu juga.

Sama dengan kata " naashibah", akar katanya : "
Nashaba".
Kalau " nashaba " ini banyak artinya. tergantung
pemakaian kalimatnya.

nasiba= nasib=peruntungan.
nasib= obat, bala, atau segala sesuatu yang merupakan
tanda tanda.dllnya, cukup banyak artinya.

Namun didalam ayat " naasibah" ini berartikan orang
yang sudah berbuat banyak didunia, namun tidak
mendapatkan apa-apa selain keletihan saja, alias
sia-sia binti ngak ada guna amalannya.

Yang dimaksudkan ayat diatas adalah orang-orang kafir,
yang bagaimanapun usaha kerasnya didunia, tetap
sia-sia diakhirat.

Kenapa untuk orang kafir saja, bukankah muslim juga
ada didunia amalannya yang sia-sia?

Benar, kalau ia berbuat maksudnya riya. Tetapi seorang
muslim amalan baiknya yang lain juga diperhitungkan
sesuai dengan ayat : " Barang siapa yang mengerjakan
kebaikan walau sebesar dzarrahpun akan dibalasi, dan
bila berbuat kejahatan juga akan dibalasi".

Beda dengan kafir. Amalan, atau kerja kerasnya akan
dirasakan hasilnya didunia saja, sementara diakhirat
tidak. Ini hanya dikarenakan mereka tidak beriman
hanya pada Allah yang maha satu saja, dan tidak Islam.
Maka bersyukurlah jadi orang Islam.


> > Mangko MakNgah tanyokan karano kato "Khasyiah" jo > "Naashibah" tu tampaknyo > kontras jo kato barikuiknyo "Naa'imah" dan > "Raadhiah" nan juo dipakai jadi > namo-namo urang padusi. Kontrasnyo jaleh kito caliak > di "Fii jannatin > 'aaliyah" di sarugo nan tinggi.

Benar mak Ngah. Dalam ayat ini ada
tasybih(perumpamaan)antara dua hal yang kontras
sekali. Kondisi orang yang berada dalam neraka dengan
wajah tunduk terhina, dan orang dalam syurga yang
wajahnya berseri-seri.
Akhir ayat ghaasyiyah ini sangat bagus sekali buat
perenungan kita bagaimana Allah menciptakan onta,
langit bagaimana ia berada diatas, hamparan bumi,
bagaimana gunung ditancapkan. Betapa bagus, penuh
sastra dan sarat makna yang sangat dalam ayat-ayat
Allah.

Wassalam. Rahima(36thn)

>
> Salam,
> -- MakNgah


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.7.2 - Release Date: 3/11/2005
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke