Bali Post/afp.

DITEMBAK - Jenazah Lettu (Kav) Sri Tigo Kencono sesaat sebelum dimakamkan di 
kuburan umum, Senin (25/4) kemarin. Meninggalnya Sri Tigo karena ditembak 
rekannya sesama TNI

Diduga karena stres setelah beberapa hari bertugas mengamankan Konferesi 
Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika, Prajurit Kepala (Praka) Bachtiar Chaniago 
tega menembaki rekan-rekannya. Akibatnya, Lettu (Kav) Sri Tigo Kencono tewas 
dan tiga lainnya menderita luka-luka. 

''Dari saksi di lokasi kejadian menduga pelaku menderita stres,'' kata Kepala 
Penerangan Kodam Jaya Letkol (Inf) Apang Sopandi kepada wartawan saat 
mendampingi Pangdam Jaya Mayjen Agustadi Sasongko Purnomo menjenguk para korban 
di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/4) kemarin. 

Apang menjelaskan, peristiwa itu terjadi Minggu (24/4), saat para petugas 
keamanan -- termasuk Bachtiar dan para korbannya -- tengah beristirahat. Saat 
itu Bachtiar dan rekan-rekannya yang merupakan anggota Detasemen Rudal 003 
Tangerang beristirahat di lokasi tugas mereka di kawasan Senayan. 

''Tanpa diduga, tiba-tiba Praka Bachtiar Chaniago yang tengah terbaring 
langsung bangun meraih senjatanya. Ia pun kemudian secara membabi buta menembak 
ke arah rekan-rekannya,'' kata perwira menengah ini. 

Aksi Bachtiar itu, kata Apang, kontan mengejutkan rekan-rekannya. Meski 
demikian, para anggota pasukan itu tetap tenang. Tak lama kemudian, Bachtiar 
pun dapat ditangkap. ''Para petugas pun kemudian melarikan para korban, yaitu 
Sri Tigo, Sertu (Kav) Heru, Sertu (Kav) Amin dan Pratu (Kav) Nuryanto ke rumah 
sakit,'' jelas Apang.  

Di RSPAD, kata Apang, korban Sri Tigo langsung dibawa ke ruang ICU. Namun pagi 
harinya, sektar pukul 11.00 WIB, perwira pertama itu akhirnya meninggal dunia. 
''Sementara tiga lainnya hingga hari ini tetap menjalani perawatan untuk 
menyembuhkan luka-lukanya,'' kata Apang. 

Penyebab kematian Lettu Sri Tigo, kata Kepala RSPAD Brigjen Mardjo Subiantoro, 
karena pembuluh darah vena (balik) di bagian paha almarhum terkena tembakan 
hingga putus. ''Almarhum menderita hipo polemic shock atau pendarahan akibat 
pembuluh darah besarnya ada yang pecah,'' kata Mardjo sambil menambahkan, 
pihaknya sebenarnya sudah melakukan upaya operasi terhadap almarhum pada malam 
kejadian, namun gagal. 

Mengenai kondisi kesehatan ketiga korban lainnya, menurut Mardjo, kondisinya 
tidaklah separah Sri Tigo. ''Mungkin mereka akan pulih dalam sepekan,'' kata 
perwira tinggi berbintang satu ini. 

Pada bagian lain, Apang menjelaskan, sejak kemarin Bachtiar sudah ditetapkan 
sebagai tersangka oleh penyidik. Bachtiar pun terus menjalani pemeriksaan untuk 
mengetahui latar belakang dan motif penembakan yang dilakukannya, penyidik juga 
melibatkan psikolog. 

Sementara itu, Komandan Pomdam Jaya Kolonel Otte Ruchiyat secara terpisah 
mengatakan, jika terbukti bersalah, tersangka dapat dijatuhi hukuman berat, 
termasuk sanksi pemecatan. ''Namun untuk saat ini, kita belum dapat 
menyimpulkan apakah tersangka benar-benar bersalah. Tunggulah sampai 
pemeriksaan tuntas,'' kata mantan Komandan Grup A Paspampres ini. 

Dimakamkan 

Jenazah Sri Tigo kemarin langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Menteng Pulo 
(Jakarta Pusat). Almarhum yang merupakan alumnus Sekolah Perwira Prajurit 
Karier (Sepa PK) TNI tahun 2000 ini meninggalkan seorang istri bernama Rizki 
Ribawani dan seorang anak yang usianya belum genap satu tahun bernama Alifah 
Khanza Habibillah. 

Upacara pemakaman perwira kelahiran 17 April 1974 itu dilakukan secara militer 
dengan dipimpin Komandan Resimen Arhanud I Falatehan Kolonel Hadi Prasojo. 
Pangdam Jaya Mayjen Agustadi Sasongko Purnomo juga turut hadir di pemakaman. 
(kmb5)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke