Bagaimana memilih ibu yang shalihah?

Islam sangat memperhatikan kemaslahatan anak, sebelum
ia lahir. Islam mewasiatkan ayahnya agar memilihkan
untuk sang ibu dari anak-anak, seorang ibu yang
shalihah, yang tahu agama, pengertian, waa’iyah(
sadar akan posisinya sebagai seorang ibu), musaqqafah(
berpengetahuan), mukminah, sanggup mendidik
anak-anaknya dalam pendidikan yang baik, juga
perhatian terhadap anak-anaknya.

Dikatakan dalam syai’r Arab : “ Ibu itu
adalah sekolah apabila kamu menyiapkannya dari awal,
maka kamu menyiapkan suatu bangsa yang baik dan
berakhlaq mulia “.

Islam tidak pernah melarang seorang lelaki untuk
memilih calon istrinya seorang wanita yang mempunyai
kedudukan yang baik, punya keturunan/dari keluarga 
yang baik, punya harta dan kecantikan, hanya saja
Islam lebih mengutamakan wanita yang memiliki agama..
Islam mewasiatkan ukuran pokok bagi seorang lelaki
dalam memilih calon istrinya adalah yang yang kuat
agamanya. 

Rasulullah SAW bersabda : “ Dinikahi wanita itu
atas empat perkara, karena hartanya, keturunannya,
kecantikannya, juga agamanya, maka pilihlah yang punya
agama engkau akan beruntung “ (H.R. Bukhari
Muslim). 

Maksudnya jika kamu memilih istri bukan karena
agamanya, maka engkau akan merugi dengan kerugian yang
nyata.

Apa yang dapat diambil dari perempuan cantik, memiliki
harta dan kekuasaan namun ia tak tah agama dan mereka
suka pamer diri, bertabarruj, atau bergaya dengan gaya
jahiliyah, suka membuat kerusakan moral. Kecantikan
itu akan hilang darinya yang melekat dibadannya
hanyalah akhlak yang jelek. Harta akan punah, yang
tinggal padanya kurangnya nilai-nilai keagamaan dalam
dirinya.

Adapun wanita shalihah maka ia akan perhatian terhadap
urusan agamanya, mendidik anak-anak dengan pendidikan
yang baik, dan menjadikan mereka berguna bagi
masyarakatnya. Sebagaimana ibu yang shalihah akan
bersikap baik pada suaminya, mempergaulinya dengan
pergaulan yang penuh dengan rasa kasih sayang dan
cinta, penuh kehormatan dan pengertian yang tinggi dan
dalam. Ia akan memperlihatkan pada anak-anaknya dan
mengajarkan mereka akan nilai-nilai norma adab, dan
akhlaq yang mulia, ia menjadi contoh tauladan yang
baik untuk anak-anaknya

Sedangkan ibu yang jelek tingkah laku pada suaminya,
kasar dalam perkataannya, dan menyalahi perintahnya
dan tidak memberikan hak-hak suami sebagaimana
mestinya dengan penuh rasa hormat, maka anak akan
tumbuh dan berkembang sepertinya.

Napoleon Bonaparte, seorang pemimpin Prancis masa lalu
yang sangat terkenal itu ketika ditanya : “
Manakah pemeliharaan Prancis yang bisa mencegah
kehancurannya? “. Ia berkata : “ Para Ibu
yang baik-baik”

Seorang ibu yang baik, maka ia akan selalu menjaga
shalatnya, memelihara hak-hak Allah ta’ala, tak
suka berdusta, berbohong, mencuri, maka anak-anak akan
tumbuh sepertinya juga. ( lihatlah nabi Nuh, mempunyai
istri yang pembangkang, maka ia melahirkan anak
pembangkang juga, walaupun ayahnya seorang nabi dan
rasul Allah, lihat  Asiah istri Fir’aun,
walaupun ia istri seorang pendurhaka kelas kakap
sepanjang sejarah dunia dulu dan kini, karena tingkat
kedurhakaannya yang sudah melampauai batas, namun ia
beristerikan seorang yang mukminah, shalihah, walau
bukan yang melahirkan nabi Musa As, namun beliau
mendidik nabi Musa,  rasul Allah, nabi Musa didik oleh
perempuan shalihah).

Ibu shalihah tak pelak lagi akan menghasilkan generasi
yang akan menyeimbangkan antara timbangan kebaikan dan
kejahatan yang ada dimuka bumi ini. Seorang lelaki
yang menikahi perempuan yang tidak baik, akan menolong
kehancuran dari tiang-tiang pemeliharaan ajaran Islam.

Dari hak anak yang sering dilupakan oleh sang ayah
adalah memberikannya nama yang baik
Bersambung….

Wassalam. Cairo Akhir April 2005,rahima.





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke