DANI DEWA ISRAEL MENGINJAK-INJAK ALLAH

Sekilas judul di atas provokatif sekali, tapi bukan itu maksud saya. Ahad malam 
Senin stasiun TransTV menayangkan siaran langsung grup band Dewa.
Dani bernyanyi dengan  kalung berlogo Bintang Daud, simbol bangsa Israel yang 
sedang bergairah menggasak bangsa-bangsa muslim, tergantung di
lehernya. Ia berjingkrak-jingkrak di atas logo album barunya berupa kaligrafi 
"ALLAH" yang dilukiskan dalam bentuk bintang. Orang yang mengenal huruf Arab 
dan sedikit paham seni kaligrafi akan langsung mengetahui - logo di lantai 
panggung yang diinjak-injak grup band Dewa itu bertuliskan "ALLAH".

(Embedded image moved to file: pic05705.jpg)(Embedded image moved to file: 
pic28145.jpg)

Karena sering mengisi acara di TransTV, saya segera menelepon TransTV dan 
menjelaskan apa yang sedang terjadi. TransTV mau menanggapi. Angle kamera
diubah sehingga tak tampak lagi Dani menginjak "Allah". Saat jeda iklan 
panggung segera ditutupi karpet lain, meski hal itu mengorbankan nilai artistik 
panggung. Kami bersyukur. Namun kawan-kawan yang sempat menyaksikan tayangan 
itu tetap menelepon saya dan bertanya: "Siapa yang punya ide ini? Anak muda 
muslim berkalung Bintang Daud menari-nari di atas kaligrafi "Allah"? Anak-anak 
muda kita yang teledor, atau ada pihak lain yang mengkondisikan mereka untuk 
berbuat itu?"

Betulkah Dani tak menyadarinya? TransTV mengirim mobil jemputan untuk 
mempertemukan saya dengan Dani dan Ishadi (salah seorang direktur TransTV).
Kepada mereka saya tunjukkan buku The Cultural Atlas of Islam karya gemilang 
Dr. Ismail Raji al-Faruqi, pendiri The International Institute of Islamic 
Though, sebuah organisasi intelektual muslim yang sangat berwibawa di Amerika. 
(Buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Malaysia dan Indonesia oleh Mizan). Di 
halaman 84 terdapat foto kaligrafi "Allah" (lihat gambar kiri) yang dijadikan 
logo album Dewa. Melihat itu Ishadi terhenyak dan berkata: "Ya, sama". Tapi 
Dani coba mengelak dengan berkata: "Oh, nggak sama, ada bedanya". Saya katakan: 
"Mana logo kalian, saya buktikan." "Tidak sama, sudah saya modifikasi", kata 
Dani. Memang benar, Dani telah sedikit memodifikasinya dengan mengisi bagian 
tengah dari huruf terakhir (ha) seperti nampak di gambar kanan. Tapi bagi orang 
yang mengenal huruf Arab, modifikasi itu tidak mengubah bentuk dan maknanya 
secara signifikan. Tetap saja terbaca "Allah". Dari dialog itu, juga dari nada 
bicaranya, nampak Dani sudah mengetahui sebelumnya apa makna kaligrafi itu dan 
ia secara sadar mencoba memodifikasinya meskipun gagal. Logo yang 
diinjak-injaknya memang bertulisan "Allah".

Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sebagai karya artistik yang sangat 
indah wajar kalau kaligrafi "Allah" itu digemari para seniman (termasuk Dani 
yang katanya sedang berlatih menghaluskan jiwa pada seorang habib). Setiap 
orang yang mengagumi keindahan Allah (walau hanya dalam wujud kaligrafi) berhak 
untuk mengoleksi dan membanggakan kaligrafi itu. Tetapi kalau tak mampu 
menempatkannya di tempat yang terhormat, lebih baik jangan melakukannya. Jangan 
lagi Dewa membuat tata panggung yang mempermainkan kaligrafi "Allah". Betapapun 
itu hanya simbol, banyak orang tetap tidak bisa menerima penyanyi  
jejingkarakan di atas "Allah" dengan mengenakan kalung berlogo kebanggaan 
Israel yang gencar memusuhi umat Islam. 

Terima kasih untuk TransTV yang telah mau menanggapi kasus ini, tapi jangan 
coba-coba menayang-ulangkan siaran itu di masa mendatang. Menyakitkan!!!

Untuk para ulama dan orang tua tetap tersisa satu pertanyaan: "Mengapa banyak 
anak-anak muslim negeri ini yang lebih bangga dengan simbol-simbol
mereka yang memusuhi Islam dan bertindak ceroboh dengan agamanya sendiri?"

- H.Wahfiudin,MBA -




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke