Halo Lapau: Rekan Anda, Sjamsir Sjarif , menganggap tulisan yang satu ini menarik
Judul: Rumah Tahan Gempa Diluncurkan* Minimalisir Dampak Bencana Tanggal: 2005-05-03 07:18:44 Rubrik: Metropolis URL: http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8897 Sjamsir Sjarif juga menulis pesan berikut: Berita / Metropolis Rumah Tahan Gempa Diluncurkan * Minimalisir Dampak Bencana Oleh Redaksi Selasa, 03-Mei-2005, 07:18:44 456 Padang, Padek�Tingginya intensitas gempa pada beberapa daerah di tanah air mendorong Departemen Pemukiman dan Prasarana wilayah (Kimpraswil) mengembangkan konsep perumahan tahan gempa. Ini dimaksudkan sebagai langkah mitigasi guna melindungi masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya korban jiwa dan materil akibat reruntuhan bangunan. Model perumahan tahan gempa ini telah menjadi pembicaraan serius di pusat. Menteri Perumahan Rakyat M Yusuf Anwar saat meninjau Posko Pemantauan Gempa di Padang kepada wartawan mengatakan, akan menyampaikan konsep itu ke semua provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia agar bisa diterapkan. Program tersebut, katanya, telah menjadi salah satu program dalam upaya meminimalisir dampak bencana gempa yang akan disosialisasikan Kementerian Perumahan Rakyat. Sementara program lain menyangkut resettlement atau pembenahan kembali secara menyeluruh daerah yang terkena dampak bencana, adalah atas koordinasi setiap pemda bersangkutan. Bantuan untuk korban ditanggulangi Departemen Sosial dan perbaikan sarana prasarana oleh Departemen Kimpraswil. Selain persoalan bangunan tahan gempa, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan lebih mengarahkan upaya untuk memfasilitasi masyarakat ekonomi lemah untuk mendapatkan rumah yang layak. Untuk upaya itu, ia meminta kepada semua daerah agar melakukan kerja sama dengan developer dalam mengembangkan perumahan yang bisa dijangkau masyarakat. Tentang kebijakan menaikkan harga rumah pada bulan Mei 2005 yang dinilai kontradiktif dengan upaya membuka akses masyarakat untuk mendapatkan rumah, ia mengatakan hal itu mesti dilakukan. Jika tidak, maka pengembang akan lebih banyak mengambil sikap menunggu. Maka jalan yang ditempuh adalah menaikkan harga rumah, namun masyarakat akan dibantu dengan peningkatan subsidi. Selain itu, langkah yang diambil untuk membantu masyarakat adalah pengembangan rekayasa teknis membangun untuk menekan dana. Rumah dibangun dengan konsep rumah tumbuh inti. �Pengembang membangun rumah dalam kondisi belum begitu sempurna, seperti kamar mandi yang tidak dikeramik dan sebagainya. Tinggal lagi nantinya siempunya rumah, jika ia memiliki dana yang cukup, maka bangunan itu bisa lebih disempurnakan lagi. Dengan konsep ini, harga rumah bisa ditekan,� tuturnya. �Untuk hal ini, saya berharap pada Pemko Padang dan seluruh daerah di Indonesia untuk membangun rumah sederhana bersama developer. Dan, upaya itu mesti disinkronkan dengan usaha untuk mengurangi pemukiman kumuh. �Berkurangnya rumah di pemukiman kumuh 50 persen hingga tahun 2015 mesti tercapai. Dalam hal ini, DKI Jakarta tahun 2015 bertekad bebas dari pemukiman kumuh. Untuk itu, usaha ini juga menghendaki kerjasama dari masyarakat,� tuturnya. Wali Kota Padang Fauzi Bahar yang diminta tanggapannya tentang upaya untuk mengurangi pemukiman kumuh dengan membangun perumahan untuk masyarakat, mengatakan, ia akan melakukan pembicaraan dengan REI untuk tetap mengembangkan perumahan pada lokasi yang bukan resapan air. Selain itu, juga akan dilakukan koordinasi dengan PLN, Telkom dan PDAM. Ini dimaksudkan agar setiap lokasi pengembangan dapat dilayani langsung dengan listrik, air dan telepon. �Kita akan hindari bongkar pasang instalasi dari ketiga perusahaan ini. Jika dapat, sekali pasang tidak adalagi pembongkaran,� tutur Fauzi yang didampingi Kepala Kantor Infokom Hiptonius Damanhuri, Kabid Humas Surya Budhi dan Kepala Dinas Pariwisata Harmensyah. (haj) Tulisan menarik lainnya bisa Anda baca di Padang Ekspres http://www.padangekspres.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

