Dunsanak Palanta Rantaunet , postingan ini lah ambo kirim babarapo hari nan lalu , tapi dek lapau batutuik  , nampaknyo indak masuak  , mako ambo ulang baliak.

Beberapa Etnis tertentu merasa kesulitan untuk mengucapkan beberapa  bunyi huruf   contohnya :

 

1. Orang Bali akan kesulitan  melafalkan huruf "T" dan terasa aneh bagi orang etnis lain , seolah olah olah bunyinya  berdetus , seperti � Hari Sabtu Kantor PTT tutup

 

2.  Orang Jepang akan bersusah payah kalau kita suruh mengucapkan kata yang ada huruf " L "    dan akan dibaca menjadi huruf "R" contohnya : luar biasa , lalu lintas dll akan dibaca ruar biasa dan raru rintas.

 

3.   Beberapa nagari dikampung saya Solok , merasa sulit mengucapkan kata kata yang dibelakangnya ada huruf "M" dan selalu dibaca "N" ,   seperti : ayam hitam tarabang malam hinggok dibatang simarapalam , akan dibaca "ayan itan tarabang malan hinggok dibatang simarapalan".

 

4.   Sebagian dari orang kita mungkin sudah cadel dari sononyo sangat susah  melafalkan huruf "R" , katanya sih anak lidahnya pendek  , seperti teman saya yang kebetulan punya isteri bernama Ririn Rachmawati dan selalu memanggil �ghighin� pada isterinya . Dan didaerah tertentu di Minangkabau , saya tidak tahu pasti daerahnya kalau manyebut orang diucapkan " ughang " . 

 

 

zul amry piliang  ( 57 th ) di jimbaran bali

 


Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
_______________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke