--- Rais Zakaria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > As salaamu'alaykum wa rahmatullaahi wa > barakaatuhu...! > > > > Mohon diperjelas maksud dari: "berlomba-lombanya > manusia dalam mempercantik > mesjid,dst..................
Waalaikumsalam.Wr.Wb. Maksudnya, manusia saling berlomba untuk membangun mesjid dan memperindah bangunannya, namun hanya sekedar membangun saja, tanpa ada yang mengisinya untuk shalat jamaah, ada shalat jamaah, namun jamaahnya sedikit sekali bila dibandingkan dengan penduduk satu kampung itu, tapi bukan seperti zaman nabi dan para sahabat dahulu kala. Mesjid zaman dahulu kala setiap waktu shalat jamaah, sesibuk apapun mereka akan meninggalkan kesibukan itu dan shalat jamaah bersama-sama. Kemudian mesjid bukan hanya sekedar untuk shalat saja, tapi untuk saling belajar dan mengajar, mengisi ilmu pengetahuan, menyusun stategi dalam persatuan dan kemajuan ummat, pokonya banyak fungsi mesjid zaman dahulu kala. Sekarang keadaannya bagaimana? Betapa banyaknya mesjid didirikan, namun penghuninya? saya kira bisa kita jawab sendiri. Saya ketika setahun di BKT, Panganak, dekat panorama, saya memilih Sumbar kala itu karena mengharapkan bisa lebih banyak beribadah dimesjid, sayang sekali keinginan saya kala itu ngak kesampaian, mesjid didekat rumah saya kosong, bahkan nyaris tidak ada azannya, kaget bukan kepalang, dan ini juga pernah terjadi di jakarta, tapi lupa tempatnya, ngak ada yang azan subuh, sementara saya sudah siap-siap untuk shalat subuh, bangun sudah dr pukul 3 dini hari, mengharapkan bisa shalat jamaah, tapi harapan itu hampa.Dan saya yakin, pasti tidak semua tempat seperti itu. Saya selama satu bulan menginap di hotel Indonesia, pada hotel dimana-mana tempat, mulai dari Bogor, jabar. Jatim, Jateng, sengaja cari hotel juga dekat mesjid, bingung luar biasa, mau shalat azan ngak kedengaran, ngak tahu apakah sudah masuk waktu shalat apa belum, lihat channel tv, ternyata ngak semua channel menyiarkan azan setiap waktu yang lima itu, paling azan magrib dan isya, itupun hanya satu berapa channel kemungkinan, tapi yang saya lihat cuman satu channel saja. Bingung lagi mau shalat tepat waktu disetiap waktu yang lima itu. Berbeda kebiasaan saya di Mesir, disegala penjuru kedengaran azan depan, muka samping, belakang, belum lagi semua channel tv, ada azannya, kecuali satu channel, ini milik Kristen Orthodoks, tidak azan, tp hanya tanda saja, bhw waktu shalat sudah masuk, mungkin mereka menghormati ummat Islam kali, karena mereka tinggal dimayoritas beragama Islam. tak pelak lagi dalam AlQuran Allah berfirman : " Fawailullilmusallin, alladziinahum anshalaathim saahuun", Dan celakalah bagi orang-orang yang shalat.( Lha koq orang sudah shalat dibilang celaka lagi kenapa? ), Jawabannya, " Orang-orang yang dalam shalatnya lalai. Maksud lalai disini ada sebahagian ulama mengatakan, ia shalat tapi lalai dalam mengerjakan tepat waktu, ada lagi yang lebih tegas, ia shalat tapi tidak khusyuk, pikiran entah kemana-mana saat shalat. Coba saja kalau shalat berjamaah dimsjid kan jarang ada yang lalai, semua shalat tepat waktu. Saya heran, setiap saya berjalan, baik di jakarta, atau di BKT, selalu saja ada orang minta sumbangan ditengah jalan, katanya untuk pembangunan mesjid. Bukankan dalam satu kampung itu sudah ada mesjidnya, kenapa tidak itu saja yang dimajukan. BUkan sekedar dipercantik bangunannya, tapi yang perlu dipercantik adalah orang-orang yang mengisi mesjid itu, lahir dan bathinnya. Mungkin hadist yang lain sudah jelas, yang belum jelas kali hadist : An talida ummu birabbtiha" Seorang budak melahirkan tuannya, maksudnya, betapa banyaknya saat sekatang seorang pembantu yang dihamili oleh tuannya, sehingga lahirlah anak haram dari tuan rumah itu dari sang pembantu. Sementara penafsiran lain oleh ulama, seorang ibu yang pada aman sekarang sering dijadikan seolah-olah pembantu dirumah anaknya sendiri. Contoh, betapa banyaknya diantara kita yang menjadikan ibu kita mengerjakan sebahagian besar bahkan ada yang semua pekerjaan rumah tatkala sang anak sudah berumahtangga, ibu kandung yang mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci pakaian, menggosok, mengganti popok anak kita(cucunya),memandikannya, ngasih makannya dan sebagainya pokonya persis deh kayak pekerjaan pembantu saja, padahal ia adalah ibu yang melahirkan kita dudlunya yang seharusnya kala tua kitalah yang harus melayaninya, sudah tua renta begitu, kenapa harus ibu yang kita suruh jaga anak kita, bersihkan rumah kita dsbgnya. dan ini banyak terjadi. Padahal Allah sudah menyuruh kita Wabilwaalidaihi ihsaanaa, birrulwaalidaini, bukan memperkerjakan ortu sebagai pembantu, meski ia mau dan dengan sennag hati mengerjakannya, apakah kita tidak takut kalau hal semacam ini merupakan tanda-tanda kiamat, dan bukankah dalam AlQuran kita justru disuruh untuk berbuat baik pada ortu, terutama dikala mereka sudah tua renta? Betapa banyaknya istri bekerja dan yang mengurusi anaknya ibunya dengan alsan istri bekerja, bukankah cari nafkah itu tanggung jawab suami, ngapain repot2 cari duit, kalau itu bukan tanggung jawab istri, kalau anak bisa diurus sendiri tanpa merepotkan ibu, silahkan bekerja, kalau sudah disepakati bersama. Teramat disayangkan betapa banyaknya kita lihat zaman sekarang sang istri bekerja diluar rumah sementara yang jaga anak dari pagi sampai sore, bahkan malam sang ibu yang melayani cucunya, kapan lagi sang ibu sitirahat setelah sekian tahun membesarkan kita, sampai hatikah kita membebaninya lagi dengan anak kita yang merupakan cucu-cucunya?. Kalau tinggal bersama kita carilah pembantu lain, biarkan sang ibu hanya untuk bermain-main dengan cucunya saja, atau sekedar menemani sang cucu. Ini tanda-tanda kiamat, dan sudah banyak terjadi. Wassalam. Rahima.(36thn) > > > > Jazakallahu khairan... Laasyukru 'alalwaajib, wa syukrulillahi wahdah > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _______________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

