Mungkin ado manfaatnyo postingan di bawahko, ===================================================
-----Original Message----- From: mujahid habiburarhman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Senin, 9 Mei 2005 11:31 Subject: 1 Jam Bersama Istri Yusman Roy [Pencetus Sholat Bahasa Indonesia] To: Cc: Bcc: Berita tentang Yusman Roy [YR] seorang mantan petinju yang berayah jawa dan ibu belanda yang tinnggal di Lawang benar-benar menyita perhatian publik. Tidak terlebih kami yang ada di DPC PKS Lawang akhirnya juga menyempatkan diri untuk melihat langsung ke tempat tinggal YR yang penuh kontroversi itu. Jujur saya seblumnya saya nggak berminat sekali berkunjung ke sana, meski jaraknya hanya sekitar 500 meter dari kantor DPC yang baru. Ada beberapa alasan, pertama sebelum kasus ini mencuat ke permukaan seperti saat ini kami [khususnya saya] sudah tahu sekitar tahun 2002 dari seorang ikhwah yang tinggalnya pas di depan Pondok I’tikaf Ngaji lelaku yang terletak di desa kalirejo kecamatan lawang. Kedua, kasus YR menurut saya terlalu dibesar-besarkan media, yang justru ‘membesarkan nama YR’ yang ini justru membuat ‘bangga’ dia [paling tidak dari pengakuan tidak langsung sang istri yang menemui kami malam itu, selain itu YR sendiri mengkliping berita-2 yang memuat dirinya dan menempelkannya diseputar tempat tia memberikan pengajian dan melakukan sholat jamaah, tentu saja -- bagi saya pribadi – hal ini aneh, wong sudah jelas-jelas beita yang ditempel-2 itu banyak yang negatif kok malah dipajang, seperti mencari sensasi kesannya: “Ini lho saya bisa masuk koran!”] dan dari sepengetahuan kami dan ketika kita cross-check dengan Bulek [tante ikhwah yang tinggalnya persis di depan rumah YR] jamaah pengajian tidak sebanyak yang disebut-sebut di koran yang mencapai ratusan orang, paling banter katanya orang-orang yang datang ke situ sekitar 20 orang dan itupun hanya hari-hari tertentu. Ketiga, aktivitas YR sebenarnya tidak terlalu digubris masyarakat sekitarnya, dan bahkan banyak masyarakat sekitar yang tidak tahu siapa YR [banyak mantan guru saya di SMA Negeri Lawang, yang tinggal beberapa ratus meter dari rumah YR, sebelumnya nggak tahu kalo disitu ada aliran yang saat ini membikin heboh indonesia raya!], selain itu hubungan YR – menurut ikhwah kita tadi -- kurang baik dengan tetangga – nggak akrab dan pernah justru mau kelahi dengan seorang pensiunan TNI yang tinggal di sekitar rumah YR, hanya masalah jalan yang ditutup oleh pabrik alkohol yang di kampung itu [saat itu warga protes kepada pabrik, namun YR tidak setuju dengan warga dan terjadi pertengkaran dan hampir terjadi baku hantam!] dan masih banyak alasan lagi untuk tidak ngurusin aktivitas YR! Kalaupun akhirnya kami kesana tidak lain karena ada salah seorang ustadz di DPC yang ‘protes’ kepada saya kenapa dia kok nggak diajak ‘nyerbu pondok tersebut’ padahal seperti yang diberitakan MetroTV [Metro Hari Ini Jumat 6/mei/05 jam 18.00] dan beberapa media menyatakan ada beberapa kader PKS, FPI dan HTI beserta para ulama mendatangi YR dan melakukan debat hingga terjadi perang mulut dan adanya ‘acaman’ dari salah seorang ulama yang ikut bahwa dia tidak menjamin kalo umat islam marah dan akan main hakim sendiri kepada YR! Tentu saja saya dan beberapa pengurus sangat terkejut dengan berita itu, karena kami sama sekali tidak pernah mendapat perintah dari DPD untuk “menyerbu” pondok YR. Setelah saya cross-check dengan pengurus DPD dan Pengurus Wilda Malang Utara ternyata memang nggak pernah ada perintah itu, bahkan mereka tidak tahu sama sekali berita itu! Nah tentu saja kami sebagai pengurus partai yang ada di lawang – apalagi satu desa dengan kantor kami -- tidak ingin terjadi apa-apa yang akan membawa-bawa nama PKS terlebih jika sampai terjadi tindakan anarkis, tentu kami yang akan dimintai tanggung jawab pertama kali! Berbekal dari keinginan untuk melakukan klarifikasi maka Sabtu [07/mei/05] kami ingin mengunjungi tempat tersebut. Tetapi sebelum berangkat kesana paginya saya mengusulkan kepada ikhwah bagaimana jika kita membuat liputan sekalian untuk majalah Saksi, ternyata mereka OK, akhirnya saya email majalah saksi tetapi sampe siang hari tidak ada jawaban. Saya kontak majalah Sabili, ternyata mereka sudah mengirim reporter ke sana. Ya sudah nggak apa-apa, pikir saya, paling tidak saya bisa memposting di milis! Tetapi siang hari saya ditelpon oleh seorang ikhwah yang mempunyai kontak di majalah saksi bahwa saksi mau menerima laporan kita tetapi deadlinenya malam itu juga! Wah! Saya diminta ikhwah tersebut berangkat duluan, tapi karena sedang membongkar komputer dengan seorang teman saya tidak bisa memenuhinya, dan saya katakan kita berangkat ba’da magrib saja! Ba’da magrib kami bertemu di kantor DPC, saya menyempatkan untuk mencari info terkini di media masa tentang YR, ternyata dia sudah berada di tahanan MaPolwil. Hampir urung kami kesana karena nggak mungkin ketemu YR, mau ke Mapolwil kok ya.. pikir-pikir selain tempatnya di Singosari yang lumayan jauh, juga alasan apa yang kita pakai untuk menemui YR!. Tetapi setelah kami kontak Saksi bahwa nggak masalah ketemu istrinya YR dan mencari berita dari dia akhirnya kami kesana. Sekitar jam 19.30 kami sudah berada didepan pondok YR, pintu gerbangnya terbuka dan ketika mobil kami parkir di depan rumah Bulek ikhwah kita tadi , banyak penduduk sekitar pada melihat kedatangan kami, mungkin mereka mengira kami dari pers atau polisi. Sebelum ke pondok kami sempat berbincang-bincang dengan Bulek ikhwah yang menceritakan dua minggu terakhir banyak sekali wartawan media cetak dan elektronik bermalam di pondok melakukan reportase dan mengambil gambar aktivitas YR dan jamaahnya. Dan terakhir jumat malam di sekitar pondok banyak sekali polisi di tempat itu, dan akhirnya membawa YR ke Mapolwil, sejak itu tempat tersebut jadi lengang seperti sebelumnya. Berikut hasil rangkuman ngobrol-ngobrol dengan istri YR sekitar 1 jam [saya hanya sekilas saja menceritakan tentang YR karena saya kira banyak sekali berita-2 yang memuat YR dan isinya kurang lebih sama, tetapi saya ingin memberikan sedikit infromasi tambahan yang mungkin agak terlewatkan oleh para wartawan media cetak dan elektronik. Selain itu emang info yang kami dapatkan tidak terlalu banyak, meski istri YR menerima kita dengan baik tetapi banyak hal yang dia sepertinya tidak tahu ketika kita menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan ajaran YR, beberapa kali dia hanya mengatakan “Kata Roy aku belum tekan ilmune [belum sampai ilmunya]’ atau “Maqomku durung tekan kono [maqom saya belum sampai kesitu]”— oleh karenanya saya ingin memberikan ulasan menurut prespektif saya dan kesimpulan SEKILAS [ingat kesimpulan sekilas] dari apa yang saya amati dan saya rasakan selama 1 jam. Sekedar info, kami datang berempat, yang melakukan wawancara untuk majalah saksi bukan saya tetapi dua orang ikhwah -- kakak beradik, yang satu ustadz yang protes ke saya dan adiknya yang mantan pimred majalah di jakarta -- sedang saya dan al akh yang pernah tinggal di depan rumah YR banyak mengamati dan mengambil gambar-gambar di padepokan YR [sayang gambarnya diambil pake HP dan waktu itu yang punya nggak bawa USB/bluetooth, jadi sampe tulisan ini saya posting belum mendapatkan kopiannya]. ****** a glance of YR YR lahir 25 Februari 1955 dari ibu belanda dan ayah jawa. Dia hanya tamat SD, itupun ijazahnya hilang. Kemudian menjadi petinju [yang katanya istrinya sempat memegang rekor meng-KO lawan dalam waktu tercepat kalo nggak salah ingat 54 detik]. Sebelumnya beragama katholik. Perjalanan spiritualnya dimulai dari ketika suatu saat dia mengandarai sepeda motor dan melihat spanduk yang memampang namanya sebagai seorang petinju, dia kemudian berpikir “masak sih saya akan menghidupi istri dan keluarga saya dengan mukulin orang?” akhirnya dia memacu motornya ke sebuah toko buku dan mecari buku yang pas buat menentramkan hatinya yang galau. Akhirnya dia mendapatkan sebuah terjemah al-quran. Setelah mengetahui anaknya mulai tertarik ke Islam, ayah YR menyarankan dia mengikuti sebuah pengajian yang dipimpin oleh ustad Satarmadji yang dikenal dengan Jamaah Pengajian Surabaya [JPS] – inilah mungkin yang akan sedikit saya ulas, sehingga kita bisa mengambil benang merah dari kasus ini, baca A glance of Satarmadji [SM] di bawah – [sekedar info: ayah YR muslim tetapi ibunya katholik, tetapi semua sekatang sudah muslim]. YR mengaji di JPS sekitar tahun 1975 –1990 [15 tahun] saat itu dia masih tinggal di Surabaya dan belum di Lawang, dia pindah ke lawang pada 25 februari 1997. Dia menikah dengan Suparti yang asli malang dan mempunyai 9 anak. Setelah ngaji di JPS dia mengaji di seorang guru selama lima tahun – sayang kami gak dapat mengorek siap guru keduanya ini, karena kami yakin mesti guru kedua ini juga punya andil dalam membentuk fikrah YR seperti saat ini selain SM – istrinya menolak menyebutkan nama dan dimana sang guru YR ini berada, karena itu pesan dari YR! [seharusnya ini yang diburu wartawan!] Bagi saya ini pergantian guru dari SM ke MR. X , merupakan sebuah hal yang cukup menarik, karena sepertinya dua guru ini berbeda ‘aliran’ kalau SM cenderung fiqih sentris [seperti Persis atau Muhammadiyah masa lalu yang masih kenceng-kencengnya ‘merangin’ orang2 nahdiyih dalam hal; tahlilan, selamatan dll.] sedangkan guru yang kedua adalah cenderung sufistik dan mistis [terbukti tidak boleh disebut namanya, dan pengaruh lainnya adalah pada lambang padepokan YR berupa Tapal kuda [huruf U terbalik] yang di dalamnya terdapat lafad Allah dan Muhammad] yang ketika kita tanyakan artinya pada istri YR dia bilang “ilmuku durung sampek mas!”, kemudaian nama padepokan itu sendiri yang memakai bahasa jawa “Padepokan I’tikaf Ngaji Lelaku” [waduh apa yah artinya dalam bahasa indonesia yang pas?] dan model-model aktivitas pengajian YR yang sekarang,] menurut istrinya selama di SM, YR ngaji syariat, dan ketika dengan Mr X ngaji Hikmah dan Hakikat. Seperti yang dikatakan istrinya, pertama kali YR mengajurkan keluarganya untuk solat bahasa indonesia, dia menolak dan terjadi pertentangan batin selama satu tahun, tetapi YR tak jemu-2nya untuk mengajak istri dan keluarga solat ala dia.. dan akhirnya berdasarkan dalil-dalil alquran yang dipakai YR istrinya mau menerimanya dan mengikutinya, bahkan akan membelanya sampai tetes darah penghabisan! Sayangnya ketika kita tanya apa dalil yang dipakai YR dia hanya mengatakan satu ayat saja dari surat ibrahim ayat 4. YR mempunyai ‘ijtihad’ -- begitu menurut istrinya – tentang sohal bahasa jawa setelah dia mendapat ‘wangsit untuk memasyarakatkan sholat bahasa arab + indonesia’ di Makah ketika melakukan ibadah haji, pada tahun 2002 [tetapi sepengetahuan kami – dari info masyarakat sekitar -- dia sudah agak nyeleneh sebelum tahun 2002]. Akhirnya dia membuat VCD dan selebaran-2 untuk memasyarakatkan ajarannya tersebut. Menurut istrinya ajaran ini sebelum 2002 hanya untuk kalangan keluarga saja, selanjutnya dia melakukan syiar setelah naik haji. Waktu itu tanggapan masyarakat tidak seperti seluas seperti saat ini, tetapi setelah adanya fatwa MUI Kabupaten Malang tentang sesatnya ajaran YR dan dimuat dalam tabbloid POSMO, kemudian media lainnya maka kasus ini mencuat kepermukaan. ************ a Glance of Pondok I’tikaf Ngaji Lelaku Sumber Waras Lawang Terletak di Kalirejo Kecamatan Lawang, dibuat sekitar pertengahan tahun 1990-an. Terdiri dari dua banguanan utama, satu buah bangunan bertingat dua untuk kegiatan YR dan satunya rumah untuk Istri dan anak-2 YR. Di pintu gerbang terdapat simbol tapal kuda seperti yang disebut diatas. Ada satu ruangan sekitar 4 x 10 meter yang dipakai YR mengajar santri-2nya. Background dari ruangan itu bergambar logo tapal kuda yang cukup besar hampir memenuhi tembok. Dan diseputar dinding ruangan itu banyak ditempel berita-2 mengenai YR yang di muat di koran-2. ada sebuah lukisan yang Roy berambut panjang yang dibagian atasnya ada tulisan “Aku wong wis ngALLAH” [kalo baca tulisan itu seperti ‘berbau’ ajaran wihdatul wujud’] Ada tulisan diselembar folio yang juga cukup menarik berbunyi Sholat itu dengan menggunakan PIKIRAN: Islam adalah agama yang mengajarkan: berpikir positif, berinisiatif poitif, berkreatif postif, serta romantis dan dinamis, yang positif dalam kehidupan beragama. Dan adalah bukan Islam, kalau tatacara sholat berjamaahnya tidak menggunakan akal pikiran, sehingga Allah berfirman: “ Hai orang-orang beriman janganlah kamu sholat sedang dalam keadaan mabuk [atau tidak mengerti maksudnya], sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan [termasuk apa yang kamu dengar dan bacaan seorang imam dalam solat berjamaah, begitulah tata cara sholat yang afdol itu menggunakan pikiran]. QS 4: 43 agar bacaan ayat-ayat suci alquran yang dibaca oleh imam dalam sholat jamaah itu dapat dimengerti oleh para makmum yang kebanyakan tidak mengerti bahasa arab, maka kewajiban imamm dalam membaca bahasa arab harus disertai dengan terjemahannya dengan bahasa yang dimengerti oleh makmumnya.. itulah dalil yang dipakai YR. Sedangkan santrinya menurut sang istri semuanya [ingat semuanya] adalah mulanya orang-orang yang bermasalah!, seprti narkoba, masalah rumah tangga dll. ******** a glance Satarmadji [SM] dan JPS sacara persis saya tidak tahu kapan SM dan JPS mulai kegiatannya di Lawang. Setahu saya ketika masih SD [akhir tahun 1980-an] sudah ada aktifitas itu. pengajian dilakukan di sebuah rumah daerah Dorowati [sebelah timur utara pasar lawang, sekitar 500 m]. pengajian dilakukan tiap hari ahad ba’da isya, dimulai dengan pembacaan alquran dan pembacaan terjemahnya dalam bahasa indonesia dan jawa, kemudian dilanjutkan ceramah oleh SM dan selanjutnya tanya jawab. Sekilas ajaran SM seperti Muhammadiyah atau Persis, dan untuk beberapa hal memang sama dan banyak jamaahnya yang langganan majalah almuslimun terbitan persis. Tetapi yang menjadi catatan banyak jamaahnya yang mempraktikkan ajarannya secara demonstratif sehingga sering bersitegang dan membuat orang-lain jengkel. Menurut pengamatan kami, mereka yang aktif di JPS kurang bagus bersosialisasi dengan masyarakat terutama karena tidak kompromi dengan ajaran yang berbeda dengan mereka, seperti tahlilan dll. Mayoritas masyarakt lawang adalah nahdiyin. Bagi saya pribadi sebenarnya ajarannya tertuma fiqih yang dipakai tidak masalah dan bagi saya yang pernah aktif di muhammadiyah hal itu oke-2 saja. Cuma jamaahnya saja yang terlalu overaktif dalam mempraktikkannya. Dalam beberapa hal saya akui mereka bagus dalam menjalankan ibadah sunah, seperti shaum, solat lail dll. Cuma fiqih dakwah aja yang kurang.. tetapi karena kekurangan ini banyak menimbulkan masalah. Beberapa yang sempat saya ingat adalah: � Ketika saya SD [awal tahun 1980-an] ayah salah salah seorang teman saya yang ikut ngaji di JPS harus kehilangan pekerjaannya dan berurusan dengan polisi dan ulama setempat karena dalam suatu perdebatan dengan seseorang nahdiyin dengan mengatakan kurang lebih “alquran kalau tidak diketahui artinya dan diamalkan sama saja menginjak-injaknya” entah bagaimana dalam perdebatan itu konon dia menginjak alquran. Kontak saja hal ini menjadi masalah yang cukup serius waktu itu apalagi jaman orba tahu sendirilah… apa yang diterima orang yang mengancam stabilitas dan menimbulkan keresahan masyarakat. � Masjid-masjid di lawang, -- bahkan milik muhammadiyah sekalipun – pernah diberi pengumuman : “DILARANG SHOLAT SAMBIL DUDUK KECUALI ADA UDZUR! Pasalnya banyak jamaah JPS yang solat sunah sambil duduk di masjid, dan menurut sebagian takmir mengganggu. Bahkan menurut teman saya di masjid deket rumahnya ada anggota JPS yang diangkat takmir dan dikeluarkan dari masjid ketika solat sambil duduk, padahal sudah ada larangan… dan itu di masjid muhammdiyah � Sorang guru ngaji saya yang orang muhammadiyah pernah menyesalkan prilaku sebagian jamaah JPS yang sholat di sebuah masjid, mereka membuat jamaah solat dibagian belakang masjid sedangkan dibagian depan masih ada jamaah yang sudah dipimpin oleh takmir masjid.. jadi dalam waktu bersamaan ada dua jamaah solat dengan suara yang dijaharkan! � Sebagian jamaah JPS sering mengatakan bahwa daging anjing itu halal, meskipun air liur anjing najis. Dan lain-lainnya, itu saja yang saya ingat masih ada beberapa lainya. Ada sedikit benang merah.. [kalo bisa dikatan demikian] dengan kasus YR!: 1. mungkin YR diilhami oleh kegiatan di JPS ketika mencetuskan sholat bahasa indonesia, yaitu setiap pengajian ini dibuka dengan bacaan alquran beserta terjemah dalam dua bahasa 2. seperti yang terdapat di tabloid nurani, YR menghalalkan memelihara anjing di rumah bahkan ada fotonya dia bersalaman dengan anjing herder. 3. kontroversi YR! Bisa jadi kelanjutan dari kontroversi yang telah ada selama ini! Wallahu’alam! Catatan: Banyak jamaah JPS yang menyalurkan aspirasi politiknya ke PKS sejak Pemilu 1999 dan 2004 dan bahkan ada sebagian mereka yang menjadi pengurus ranting. Meskipun sulit sekali ketika kita ajak utuk ikut pegajian-pengajian yang kita lakukan, karena sudah mempunyai fikrah sendiri. Tetapi YR BUKAN kader ataupun simpatisan PKS sama sekali! -----Original Message----- From: Bandaro Labiah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, May 09, 2005 11:52 AM To: [email protected] Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Bupati Malang Stop Kegiatan Ponpes Salat Berbahasa Indonesia Assalamu'alaykum Wr.Wb. Kalau manuruk ambo, ado duo nan bisa diambiak dari kajadian nan sarupo iko. 1. iko adolah nan kito rusuang jo gamang sarato ditakuikkan, sasuai jo mamangan kito, "bukan takuik jo cameh dek Galodo nan datang dari mudiak, tapi iyo rusuah jo gamang dek aia gadang nan tibo dari ilia. 2. lah jaeh awak nan indak pandai manari, bakatokan lantai nan baginjai sado itu nan dapek ambo sampaikan, labiah jo kurangno, maaf juo nan bamintak wassalamu'alaykum Wr.Wb. Bandaro Labiah --edited-- _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

