Assalamualaikum Uni Rahima Rancak bana iko Alhamdulillah.., kalau buliah yang taqwa kunci kesuksesan hidup yang dulu pernah uni rahima buek kalau bisa dikirim ka ambo.., karano kita baru masuak milis iko.. Afwan Wassalam Ardi
Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: #1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;#1613;Adab-adab bagi penuntut ilmu ** Assalamualaikum.Wr.Wb. A. KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU. Allah SWT berfirman yang artinya : � Bacalah,..bacalah dengan menyebut nama tuhanmu..�. Firmannya lagi : � Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan beriman diantara kamu beberapa derajat �. Rasulullah SAW bersabda dalam hadist shahih : � menuntut ilmu itu suatu kewajiban seorang muslim �. Dari " Ummu Darda " : " Tuntutlah ilmu semenjak kamu kecil, dan benar- benar pelajarilah secara mendalam ilmu tersebut sewaktu kamu sudah besar, maka sesungguhnya setiap yang menanam akan menuai hasilnya " ( terdapat di kitab " perjalanan Ulama yang mulia karangan Addzahabi dan juga mu'jam ( kamus ) negeri ". Juga ada perkataan dari Abu Darda , ia berkata : " Tuntutlah ilmu itu. Jika kamu lemah dalam menuntutnya, maka cintailah orang yang sedang menuntut ilmu itu, bila kamu tak dapat mencintainya, maka jangan kamu membencinya " ( Kitab Zuhud oleh Ibnu 'Asim 1/137 , juga di Tabaqat Kubra oleh Ibnu Sa'ad ) Kata beliau juga : " Sesungguhnya ilmu itu didapat dengan mempelajarinya " ( jadi tidak datang dengan sendirinya , tetapi dipelajari, dicari pada yang berilmu ) Hadist yang sesuai dalam menuntut ilmu, berasal dari rasulullah SAW, dan terdapat di kitab Bukhari, Tirmidzi, Ibnu majah dan beberapa kitab lainnya , " Barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memberikan jalan baginya jalan dari beberapa jalan ke Syurga. Sesungguhnya malaikat mengepakkan ( meletakkan ) sayapnya, ( maksudnya melindunginya ), bagi orang yang menuntut ilmu tersebut." Dari Ibnu Syihab Azzuhri ( salah seorang ulama hadist ), berkata : " Ilmu itu adalah harta simpanan atau khazanah, atau juga gudang, maka kunci ilmu itu adalah bertanya ". Dalam Shahih Muslim juga Rasulullah bersabda : " Bertanyalah kamu padaku,��..dst..hadist cukup panjang, dan akhir hadist nya , sesungguhnya Jibril datang untuk mengajarkan kamu, jika kamu bertanya .Perkataan yang sangat terkenal dikalangan manusia juga : " Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu ", Ini sebenarnya perkataan Hasan Al Basri ( salah seorang ulama yang cukup terkenal ). Namun dalam hal belajar sewaktu kecil ini juga ada hadist Rasulullah SAW yang sesuai : " Ajarkanlah anak kamu shalat sewaktu ia kecil berumur 7 tahun, dan pukullah sewaktu ia umur 10 tahun ( bila tak mau shalat ) ". ( H. R. At Tirmidzi Hadist diatas bermaknakan bahwa kewajiban orang tua untuk memberi ilmu dan pelajaran agama pada anaknya semenjak kecil lagi. B. ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU Kepentingan mempelajari adab menuntut ilmu bagi orang yang ingin meraih ilmu sangatlah urgensinya. Imam Malik rahimahullahu�ahu berkata pada pemuda orang Quraish : � Wahai saudaraku, pelajarilah dulu adab, sebelum kamu mempelajari ilmu� Yusuf Al Husain berkata : � Dengan adab kamu dapat memahami ilmu�(ada �faham�, ada �tahu�, yang terpenting bagi kita adalah faham, bukan sekedar tahu, ini yang disebut dalam AlQuran Allah memberikan hikmah bagi siapa yang dikehendakinya. Semua orang bisa diberi ilmu, namun tak semua orang bisa meraih hikmah). Adab-adab menuntut ilmu seperti yang dilukiskan oleh Hamad bin Ibrahim ada sekitar 109 adab. Namun sudah jelas, tak cukup tinta dalam waktu sekejap menguraikannya. Oleh sebab itu kita sama-sama mencoba membahas sebahagian kecil saja. 1 ). Ikhlas karena Allah semata. Dari Abi Hurairah ra, ia berkata. Aku mendengar rasulullah SAW bersabda : � Sesungguhnya manusia yang pertama sekali di minta pertanggung jawabannya adalah, seorang lelaki yang mati syahid. Maka datanglah nikmat tersebut dan mengenal orang tersebut, kemudian nikmat itu berkata : Amalan apa yang telah kamu lakukan? �. Orang itu menjawab : � Aku berperang karena engkau, maka aku mati syahid �. Nikmat itupun balik berkata : � Kamu berdusta, tetapi kamu berperang itu agar kamu dikatakan berani, kemudian dikatakan padanya, ambillah ia lemparkan wajahnya keneraka �. Datang lagi seorang yang belajar ilmu dan dan mengajarkannya, dan juga membaca AlQuran, kemudian amalan itu datang kepadanya, sehingga mereka saling kenal. Sang amalanpun bertanya : � Apakah yang telah kamu lakukan padanya?�. �Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya, kemudian aku membaca AlQuran.� Apa jawab amalan tersebut? � Engkau berdusta, tetapi engkau belajar itu agar kamu dikatakan orang yang berilmu, kamu membaca AlQuran agar kamu dikatakan � Qari/ah�, kemudian dikatakan padanya, �ambillah ia dan lemparkan ia keneraka.�. 2). Taqwa kepada Allah, adalah kunci kesuksesan hidup. Permasalahan taqwa ini, sudah pernah kita bahas dalam tulisan saya � kunci sukses hidup�, jadi ngak perlu lagi saya perpanjang pembahasan apa itu taqwa dan bagaimana agar kita menjadi insan yang bertaqwa, semua sudah dibahas. Hanya saja, penulis ingin mengingatkan perkataan Imam Waqi� : � Jadikanlah kekuatan ingatan dan hafalan itu dengan meninggalkan maksiat �. Jadi, dengan meninggalkan maksiat akan mempermudah ilmu itu lengket dijiwa sanubari kita dan berkah dengannya. Imam Syafi�i mengatakan : � Barangsiapa yang ingin dibukakan Allah pintu hatinya dengan cahaya illahi, maka hendaklah ia meninggalkan perkataan yang tidak ada urusan dengannya, atau tidak ada kepentingan bagi dirinya, meninggalkan dosa-dosa dan maksiat��� Ibnu Qayyim berkata : � Setiap kali hati dekat dengan Allah, maka banyaklah halangan-halangan untuk berbuat kejahatan didalam dirinya, atau hilang kejahatan itu, dan cahaya illahi selalu terbuka untuknya, namun bila setiap kali hati jauh dari Allah, banyaklah kejahatan, lemah cahaya illahi untuknya dari kebenaran�. 3 ). Tadzkiyatunnafs ( bersihkan jiwa). Sebab-sebab pembersihan jiwa, atau diri dengan memperbanyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan : Zuhud (tidak terpukau dengan kehidupan duniawi, tidak tamak harta, namun bersifat qanaah), selalu melakukan ibadah yang sunnah, setelah ibadah yang wajib.. Ibnu Al Jauzi mengatakan dalam bukunya � talbisul Iblis�, salah satu yang menjadikan hati kesat dan tidak bisa menerima ilmu adalah manusia selalu sibuk dengan urusan duniawi, dan tidak memperhatikan urusan ukhrawi, malas hatinya untuk membaca AlQuran apalagi mendalaminya, juga malas membaca dan mendengar sejarah nabi Muhammad SAW dan para sahabat2nya. �. Imam Ibnu Tayyimiyah, Syaiehkhul Islam mengatakan : � Pembersihan jiwa, menjadikan segala sesuatu itu menjadi bersih baik dalam dirinya sendiri, ataupun keyakinannya �. Bersih jiwa adalah penyebab bersihnya ilmu yang diterima dan betapa bermanfaat ilmu yang didapat baik untuk dirinya juga untuk orang lain yang memetik hasilnya. Rasulullah SAW bersabda : � Perumpamaan pengutusan aku oleh Allah SWT dari hidayah dan ilmu tersebut, perumpamaan hujan yang banyak, memberikan subur tanaman yang air hujannya membasahi bumi(tanah), maka diantaranya ada yang bersih dan menerima air yang bersih, tumbuhlah dengan air bersih tersebut tanah yang gersang, menjadi penuh tanaman yang menghijau�. Dari hati yang bersih dan diterima oleh hati yang besrih juga, maka hasilnyapun akan bersih pula. 4 ). Hindarkan diri dari Ta�adzub (sombong) dengan ilmu yang ada pada diri kita. Ibnu Wahab bin Munabbah( salah seorang perawi hadist), mengatakan : � Sesungguhnya pada ilmu itu ada ada banjir, sebagaimana kebanjirannya uang, atau harta�. Ibnu Abdul birri mengatakan : � Sebaik-baik adab penuntut ilmu juga orang yang berilmu adalah ketawadu�annya, juga tidak merasa sombong dengan apa yang ada padanya, menjauhi keinginan untuk menjadi pemimpin dengan ilmunya itu�. Allah SWT berfirman � Sesungguhnya amat beruntunglah orang-orang yang membersihkan jiwanya, dan merugilah orang yang merusaknya dengan mengotorinya�, maksudnya mengotorinya dengan keingkaran dan maksiat, juga kesombongan. Yang sangat dicela dari orang penuntul ilmu, juga para yang berilmu adalah menuntut kemashuran( agar terkenal), adapun bila ia termashur karena pemberian Allah ta�ala melalui manusia disekelilingnya, bukanlah suatu celaan, karena itu sudah kodrat Allah ta�ala, karena sudah janji Allah ta�ala, akan meninggikan derajat bagi orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat.. Seseorang yang lemah, bisa akan tenggelam bersama perenang yang lemah pula. Jika salah seorang yang berilmu tapi lemah keyakinan dan keimanannya, maka yang turut bergantung padanyapun bisa tenggelam, karena perenang akan membimbing sekian orang, bila ia sendri lemah, maka akan mudah tenggelam, dan yang ikut bersamanyapun bisa tenggelam pula. Adapaun pelatih perenang yang tangguh dan mampu membawa orang yang belajar berenang, ia akan bisa menyelamatkan orang dari ketenggelamannya. Bagaimana sang pelatih mengajari orang berenang, kalau ia sendiri mempunyai fhisik dan jiwa yang lemah. 5), MENGAMALKANNYA. Dan lain-lain yang cukup banyak sekali adab-adab bagi penuntut ilmu dan yang berilmu, tak kuasa kita terangkan semuanya disini. Wallahua'lam bisshawab, dan banyak maaf kalau terdapat kekeliruan. Wassalamualaikum . Cairo Mei 2005 Rahima. ** Makalah ini disampaikan pada pengajian Al Muttaqin di Mesjid Indonesia Cairo 9 Mei 05, oleh penulis sendiri. __________________________________ Yahoo! Mail Mobile Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. http://mobile.yahoo.com/learn/mail _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________ --------------------------------- Yahoo! Mail Stay connected, organized, and protected. Take the tour _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

