Dik Ardi, pendapat dik Ardi ini lebih uni setujui ini.
Dan rasanya pendapat yang lebih tepat. Kita ngak bisa
gegabah menetapkan sesuatu berupa niat, karena
benar-benar itu urusan Allah semata. Kita hanya mampu
menilai apa yang telah dilakukan seseorang saja.
Dalam islam ada dosa kecil,
ada dosa besar
dan ada dosa yang tak terampunkan.
Sebagaimana Iman bertingkat-tingkat begitupun masalah
dosa. Jadi sebaiknya kita meletakkan sesuatu itu
sesuai dengan tempatnya atau porsinya.
Orang yang tidak menjalankan hukum islam itupun sesuai
dengan firman Allah bertingkat pula, ada yang
dikatakan fasik, ada yang dikatakan dzalim dan ada
juga yang dikatakan kafir. ( didalam ayat disebutkan
mallam yahkum, jelas suatu perbuatan, bukan suatu niat
).
Termasuk yang manakah kita diantaranya(tentu bila kita
tak menjalankan hukum islam itu sendiri).
Ada sebuah hadist yang shahih, kebetulan ketika
mencari hadist untuk skripsi uni masalah tanda-tanda
kiamat, ketemu hadist kalau tidak salah uni dari Abi
Hurairah rasulullah SAW bersabda : " Akan datang pada
kamu kelak suatu kaum dimana TAK SEORANGPUN disana
tidak ada yang lepas dari makan harta Riba, semuanya
makan harta Riba...".
Uni merenung diri, jangan-jangan diri kita sendiripun
sudah makan harta riba yang mana duit kita simpan di
bank konvensional, tanpa kita sadari, walau secara
lahiriahnya rasanya kita ngak ada ambil bunganya,
wallua'lam apa kita ikut meramaikan bank yang ada
ribanya, walau sekecil apapun, termasuk juga
didalamnya? wallua'lam.
Wassalam. Rahima.
--- Ardi Muluk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Waalaikum salam Da Sutan
>
> Saya pribadi berpendapat bahwa wajib memperjuangkan
> berdirinya negara Islam ini. Sebagaimana keadaan
> kita sekarang yang tidak lagi berhukum kepada hukum
> Allah, riba kita halalkan begitu saja, dan aurat
> kita lihat di mana-mana menambah perbendaharaan dosa
> kita se hari-hari. Sehingga masuk akal lah hadits
> dari Rasulullah
> “...dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya
tidak
> ada baiat (kepada Khalifah) maka dia mati dalam
> keadaan mati jahiliyah.” [HR. Muslim]..
>
> Karena dengan adanya kekhalifahan dan sistem Islam
> akan menjaga kita dari dosa-dosa yang bertumpuk yang
> kita buat setiap hari. Imamah adalah benteng penjaga
> kita dari dosa.
>
> Oleh karena itu siapa yang tidak memperjuangkan
> berdirinya negara Islam akan jatuh kepada dosa besar
> karena mengacuhkan usaha untuk berhukum kepada hukum
> Allah. Saya tidak mau jatuh kepada masalah niat atau
> tidak niat, tetapi memperjuangkan atau tidak
> memperjuangkan berdirinya hukum2 Allah tersebut
> merupakan hal yang akan dimintai pertanggungjawaban
> di hari akherat nanti. Bagaimana menurut Da Sutan?
>
> Mengenai orang-orang yang memperjuangkannya, saya
> rasa masih ada partai-partai yang berusaha untuk
> mewujudkan sistem Islam ini berdiri. Dan juga masih
> ada kelompok-kelompok yang bersuara keras akan
> kembalinya kita ke manhaj nubuwah. Jadi uda sutan
> jangan pesimis dulu. :-)
>
> Wassalam
> Ardi Muluk
>
__________________________________
Yahoo! Mail Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.
http://mobile.yahoo.com/learn/mail
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________