Musuh Dalam Selimut 
Saudaraku... 
Tahukah penyakit paling akut yang mengendap pada rohani seseorang, sementara
ia tak pernah menyadarinya? Bahkan, seringkali ia merasa suci dan tak pernah
ternoda sedikit pun. 
Nifak-lah nama penyakit akut itu. Sementara pengidapnya disebut munafik. 
Saudaraku...
Hakikatnya, orang-orang munafik adalah musuh Islam, yang menggelorakan
permusuhan dari hati mereka yang amat keras. Sehingga, dengan sangat angkuh
mereka menyebut dirinya orang pandai dan cerdik, yang akan membawa umat
menuju kebaikan. Namun, sesungguhnya mereka tidak lebih dari orang sesat
yang ingin mengahancurkan Islam. 
Saudaraku...
Sudah banyak pemikir-pemikir Islam yang terkecoh dengan siasatnya. Banyak
pula benteng pertahanan yang telah mereka rusak pondasinya. Telah banyak
pula cendekiawan yang telah mereka gelincirkan sehingga buta hatinya.
Sungguh, dengan itu ia tak lagi melihat cahaya kebenaran. Dan yang paling
mengerikan, telah banyak ideologi yang mereka tanamkan dalam hati-hati kita
sebagai pengganti ideologi yang telah mereka hancurkan. Semua itu telah
menyebabkan moral-moral generasi muda di ambang kehancuran. Telah banyak
pula panji-panji yang berkibar tinggi berhasil mereka koyak-koyak. Sungguh,
mereka adalah perusak yang amat keji.
Saudaraku...
Orang-orang munafik adalah musuh Islam. Dan di antara ciri mereka adalah
selalu merasa bangga atas dosa-dosanya. Sehingga, mereka selalu membela
dirinya atas setiap kesalahan yang mereka perbuat. Mereka menutupi kesalahan
demi kesalahan dengan kesombongannya. Dan, tak pernah ada tobat terlontar
sekalipun dari dirinya kepada Tuhannya. 

Mereka sering mengumbar fitnah dan hasud. Sungguh, perbuatan itu selalu
menimbulkan perpecahan dan kekacauan di tengah-tengah kehidupan manusia.
Ketika mereka diperingatkan, mereka tutupi perbuatannya tersebut dengan
dusta, memutar balikkan fakta.
Saudaraku.... 
Mereka pun sering melakukan tipu daya dengan kedok agama. Padahal, dalam
hati mereka selalu tersimpan rasa takut. Karena sungguh niat mereka hanya
untuk melindungi diri di balik kekufurannya. 
Allah Berfirman,"Sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain,
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu". (QS. Al An'am[6]:2). 

Pada ayat lain, Allah juga Berfirman,"Dan di antara manusia ada yang
mengatakan: 'Kami telah beriman kepada Allah dan hari akhirat,' padahal
mereka sebetulnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah
dan orang-orang yang beriman. Padahal, sesungghnya mereka hanya menipu
dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. Dalam hati mereka ada
penyakit. Lalu Allah memperhebat penyakit itu. Dan mereka diberi siksaan
yang pedih karena mereka mendustakan kebenaran." (QS. Al Baqarah[2]:8-10).
Sifat lain yang melekat pada orang munafik yaitu "bermuka dua". Mereka orang
yang selalu bimbang dan ragu dalam melakukan kebaikan. Apalagi, jikalau
kebaikan itu tidak menguntungkan mereka. Sungguh, sifat dan sikap orang
seperti itu, bermental rendah dan bermoral rapuh. 

Rasulullah mengumpamakan mereka dalam haditsnya, "Bahwa ia bagaikan domba
liar di antara dua kambing, kadang-kadang mengikuti kambing yang ini, dan
kadang mengikuti kambing yang itu (HR. Ahmad).
Iri, dengki, khianat, adalah bagian lain dari ciri-ciri orang munafik yang
juga diterangkan dalam Alquran dan Hadits. 

Selain itu, orang munafik membenci hukum Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, mereka
tidak mau kalau hukum Allah tegak di muka bumi ini. Mereka selalu berusaha
menghindari hukum Allah itu dengan berbagai macam cara karena
dibayang-banyangi ketakutan dan kedangkalan iman mereka. 

Allah menggambarkannya dalam Alquran, 

"Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, supaya ia dapat
mengadili perkara di antara mereka, ada segolongan di antara mereka yang
menolak untuk datang. Tetapi, jika keputusan hukum akan menguntungkan
mereka, mereka akan datang dengan patuh memenuhi panggilan Rasul. Apakah hal
itu karena dalam hati mereka ada penyakit? Atau apakah mereka merasa
ragu-ragu, atau mereka merasa takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya tidak
berlaku adil terhadapmereka? Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang tidak
mempunyai rasa keadilan!" (QS. An-Nur [24]:48-50)
Saudaraku.... 
Orang munafik selalu mencari muka di hadapan musuh-musuh Allah. Tentu saja
selain untuk menghancurkan Islam, juga untuk mencari keuntungan bagi mereka
sendiri. Karena memang begitulah sifat orang-orang munafik.

Mereka juga enggan jika diajak bejihad di jalan Allah. Karena takut bahwa
istri, harta dan sanak saudara mereka lenyap. Namun, jikalau mereka mau
berjihad, itu mereka lakukan semata-mata untuk menjadi seorang pengkhianat
yang akan menghancurkan Islam. Selain itu, mereka juga selalu mematahkan
semangat umat Islam. Dan di antara mereka juga selalu tidak sabar dalam
menghadapi setiap rintangan. Jika mendapat harta benda yang banyak, karena
hasil keringatnya sendiri, mereka selalu merasa bangga dan gembira ria.
Namun, jika kerugian datang menghampiri, mereka selalu menyikapinya dengan
ketidak-sabaran. Bahkan, kerugian yang menimpa mereka, selalu dianggapnya
sebagai bencana yang ditimbulkan oleh orang yang melaksanakan tugas dakwah.
Karena mereka tidak sanggup memikul cobaan itu. Naudzubillahi min dzalik!
Saudaraku...
Hati-hatilah...! Mereka adalah musuh dalam selimut, yang bertujuan membuat
kerusakan di muka bumi dan menghancurkan Islam. Namun perlu kita renungkan
juga, apakah sifat-sifat mereka ada dalam diri kita? 
(Kris, sumber Shifatul Munafiqin, Munafiqun wa syi'bun nifaq, karya Ibnul
Qoyim Al Jauzy dan Hasan Abdul Ghani). 

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke