fyi juga
............................................................
http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=65188
NUSANTARA
Minggu, 15 Mei 2005 21:55 WIB
Tidak Ada Alasan AS dan Israel Tiak Akui Kemenangan HAMAS
PADANG--MIOL: Tidak ada dasar kebenaran yang bisa dijadikan alasan bagi
AS dan Israel, bila tidak mengakui kemenangan kelompok pejuang garis
keras HAMAS dalam pemilu legislatif di Palestina, ujar Ketua DPW PKS
Sumbar Ustad Mahyeldi Ansharullah.
"Realitas politik sudah jelas, HAMAS memenangkan pertarungan politik
melawan Fatah, dengan demikian norma-norma demokrasi mengajarkan bagi
siapa pun agar menghargai proses demokrasi dan hasil-hasilnya," ujarnya
ketika dihubungi via telepon di Jakarta Minggu.
Bila AS dan Israel tidak mengakui kemenangan HAMAS tersebut, hal itu
bisa dikatakan antidemokrasi. Hal itu menjadi mengherankan berhubung
para pemimpin AS selalu beretorika sebagai negara paling demokratis di
dunia.
"Artinya, bila AS dan Israel tidak mengakui kemenangan HAMAS, hal itu
merupakan sesuatu yang disayangkan dan mengherankan. Kedua negara itu
harus mengakui kemenangan HAMAS, kemudian melakukan instropeksi terhadap
berbagai kebijakan yang tidak adil terhadap warga Palestina," ujarnya.
Bagi warga Palestina sendiri, kata Ansharullah, kemenangan HAMAS sebagai
klimak dari resistensi warga Palestina terhadap kebijakan agresif dan
manipulatif secara berkelanjutan yang dilakukan Israel yang didukung AS.
"Praktek kekejaman yang dilakukan Israel kepada warga Palestina seperti
pembunuhan, penghinaan dan perampasan menggunakan cara kekerasan untuk
menguasai rumah-rumah dan tanah milik warga Palestina, merupakan tregedi
kemanusiaan yang membangkitkan perlawanan warga Palestina," ujarnya.
Pada pemilu legislatif tahap kedua yang berlangsung pekan lalu, faksi
HAMAS berhasil memenangkan pemungutan suara di sebagian besar wilayah
pemilihan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan mengalahkan rival
terberatnya faksi Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.
Israel mengharapkan Fatah (pro-perdamaian) keluar sebagai pemenang
pemilu, sekaligus memanfaatkan kekuatan Fatah untuk melakukan pembusukan
perjuangan Palestina dari dalam, terutama menghancurkan kekuatan militer
dan politik HAMAS.
Kehadiran HAMAS, sebagai dampak ketidakpuasan kelompok militan Palestina
terhadap insiatif perdamaian Oslo yang melahirkan pemerintahaan Otorita
Palestina. Kelompok militan akhirnya membentuk sayap militer garis keras
HAMAS yang dipimpin mendiang Sheikh Yassin.
Israel berusaha membungkam kekuatan kelompok garis keras Hamas secara
militer, termasuk dengan merudal pemimpin spiritual HAMAS Sheikh Yassin
tahun 2004 lalu, namun HAMAS yang kerap melakukan aksi pemboman bunuh
diri terhadap Israel makin mendapat simpati warga Palestina.
Palestina secara resmi diduduki Israel sejak tahun 1948 yang ditandai
berdirinya negara Yahudi, namun sejak tahun 1964 para tokoh Palestina di
pengasingan mendirikan PLO yang kemudian dipimpin mendiang Yasser
Arafat. PLO berjuang secara militer melawan Israel.
Namun Israel tetap mampu mempertahankan dominasi militernya melawan PLO
bahkan seluruh negara Arab yang dibuktikan dalam perang Arab -Israel
1948 dan 1967 yang dimenangkan Israel secara spektakuler, berikut perang
Mesir-Israel 1973 yang berakhir dengan perpecahan Arab.(Ant/Ol-1)
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________