Assalamu'alaikum wr.wb.,

MENGHITUNG HARI

Aku sedang menghitung hari. Menjelang hari yang ditunggu-tunggu. Dan karena
sedang menjelang hari H yang ditulis dengan huruf besar ini, kami
berkumpul-kumpul dirumah. Mamak rumah datang, ipar-ipar datang. Ramai di
rumah. Ramai ciloteh, cerita, nostalgia, memori. Ramai hotar. Ke kiri dan ke
kanan. Dan ditengah keceriaan itu kami buka album-album lama. Album
foto-foto yang terkumpul sejak lebih tiga puluh tahun yang lalu. Diantaranya
ada foto-foto ketika aku masih bujangan di Bandung. Masih muda mentah, masih
gagah.. dan ganteng. Seandainya mau pantas benar untuk jadi bintang sinetron
kala itu, seandainya waktu itu sudah ada sinetron-sinetronan. Lalu foto
ketika kami menikah dua puluh enam tahun yang lalu. Ehem.. Kami tampan dan
cantik ketika itu. Lalu foto-foto ketika anak pertama lahir, ketika bayi
kecil itu berumur beberapa bulan sampai dia berumur beberapa tahun. Sampai
ketika adiknya lahir pula hampir tiga tahun kemudian.  Ketika kami berwisata
ke Bali, ke Dieng, ke Jogya. Jangan dihitung lagi ketika kami pulang
kampuang, naik bendi. Berjalan-jalan ke kebun binatang, ke Atas Ngarai pergi
ke tempat pical si Kai. Atau ketika kami menyaksikan perayaan khatam Quran
di kampung.

Foto-foto itu bercerita banyak sekali. Rekaman foto-foto itu, yang selama
ini tersimpan rapi di rak, tidak pernah dilihat-lihat lagi sejak lama,
sekarang kami buka, kami lihat. Aku menari-nari diatas kenangan demi
kenangan itu. Semua kembali segar dalam otakku. Seolah-olah iyanya baru
kemarin saja. Baru kemarin rasanya aku berkeliaran di Bandung. Baru kemarin
rasanya aku berkenalan dengan calon istriku lalu menikahinya. Baru kemarin
kami punya anak yang datang satu persatu. Lalu pindah ke Jakarta dari
Kalimantan Timur ketika anak-anak sudah bersekolah semua. Lalu mengukur
jalan-jalan macet Jakarta setiap pagi dan petang. Larut dalam hiruk pikuk
Jakarta. Padahal semua itu adalah sebuah perjalanan panjang berbilang
puluhan tahun.

Malu-malu aku berkaca sesudah itu. Sendiri. Aku lihat raut wajah yang sudah
kentara sekali berumur. Rambut yang sudah banyak putihnya dan memang
kubiarkan putih. Biar ingat. Biar jangan lupa bahwa aku sedang menghitung
hari. 'Wahai manusia, sesungguhnya engkau sedang bekerja keras menemui Rabb
mu dan engkau pasti menemuiNya'.

Dan sekarang aku berada di penghujung pergantian generasi. Anak-anak yang
kutimang-timang selama ini, yang kulihat pertumbuhannya dari sehari ke
sehari. Mereka telah bertumbuh dewasa. Telah tiba giliran mereka untuk
melanjutkan amanah kekhalifahan ini. Dan aku sedang menghitung hari.

Aku bersyukur atas nikmat Allah ini. Yang tak terperikan besar dan
banyaknya. Allah Yang Maha Pemurah telah melimpahiku dengan nikmat yang
sangat luar biasa. Nikmat usia, nikmat sehat, nikmat kehidupan, nikmat
keturunan, dan yang terutama nikmat iman dan Islam.

Pada kemarin yang dekat, seorang anak muda datang menghadapku sesuai dengan
permintaanku sesudah sebelumnya kedua orang tuanya juga datang melamar anak
gadisku yang paling tua. Tidak banyak yang aku rundingkan dengan anak muda
yang menyatakan bersungguh-sungguh menginginkan anakku untuk menjadi
istrinya itu. Tahukah kamu ma'na dari pernikahan dan ma'na dari menjadi
seorang suami, tanyaku kepadanya. Agak terbata-bata dia menjawab.  Menjadi
suami, kataku, adalah kamu mengambil alih tanggung jawab terhadap seorang
wanita untuk urusan dunia sampai akhirat. Apakah kamu paham? tanyaku pula.
Anak muda yang bersemangat itu mengangguk. Dan aku ingatkan kepadanya firman
Allah SWT, 'Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari ancaman api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu. Padanya ada malaikat yang sangat tegas dan keras yang tidak
mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan mereka
selalu melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.'

Dan kini aku sedang menghitung hari yang sangat cepat sekali berganti.

Lembang Alam




_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke