--- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Assalamualaikum Wr. Wb., > > Tarimo kasih dunsanak Rahima di Cairo ateh > jawabannyo yang langkok, > sorry ganok itu adolah genap, tapi sekalipun dituka > jo berdiri/tagak > artinyo tetap indak marubah pertanyaan, he he. > > Kebetulan yang batanyo adolah seorang Lebanon, yang > karajo di Ina dan > tingga di Canada, kalau ambo caliak pertanyaan dari > urang Lebanon tapi > yang manjawek urang awak di Cairo lai, binguang kan > ???, baitu lah > kenyataannyo, tapi ambo disiko indak ingin mamuji, > karano pernah ambo > danga seorang yang memuji mukonyo wajib disiram > dengan pasir, apokah > benar begitu ustadzah Rahima. > hehehe..maaf..maaf,.dasar saya orang bego, sok tahu lagi. Tapi itu cuman tebakan saya saja, menganggap ganok itu berdiri(hihihi,.), habis saya melihat pemahaman dari sisi pertanyaan, dan saya ngak punya kamus minang, jadi main tebakan saja. Maaf sekali lagi.
Sedih juga sih, padahal saya Minang, tapi ngak tahu bahasa Minang. " kabau" saja lagi yang tinggal kali.(ngak papa, syukur ada Sikumbang di ijazah saya, berjasa benar tuh kepala sekolah SD saya, padahal cuman satu2nya anak dari 9 orang bersaudara yang dibelakang nama saya pakai Sikumbang Sarmadi, kakak yang lain ngak pakai, mungkin sudah ditakdirkan Allah kali, kalau saya akan menikah dengan orang Minang, jadi untuk penguat saya ini benar-benar Minang asli, biar diterima mertua kali(hahaha), hbs dilihat wajah, kata orang wajah saya Sulawesi, medan dan kalimantan, plus Palembang, karena ada cipit dan putihnya,.hehehe..).Dilihat dari sisi lughot bahasa, asli lughot Siantar, bercampur baur dengan lughot Jakarta. Ngak menampakkan sama sekali lughot Minang. Ok, ini hanya pengantar kesedihan saja. hehehe,.dari maa lah hadist mangatoan kalau urang mamuji dirinyo surang, mako disiram jo pasir(hihihi..). Yang saya tahu : Pepatah Minang kali yah, " menggelegak sendiri minyak dikuali tanpa api". Dalam hal memuji diri ini, tergantung niat seseorang. Kalau ia ingin membanggakan dirinya bahwa ia lebih hebat dari orang lain, ia jelas itu salah. Karena ada juga pepatah mengatakan : "Membanggakan diri/ kaum, bangsa, adalah awal kehancuran diri/kaum/bangsa itu sendiri".Lagian segala pujian itu kan hanya untuk Allah semata. Tapi kalau niatnya bersyukur, maka itu tidak apa-apa, karena Allah berfirman : " Maka atas nikmat Tuhan kamu sebutkanlah ".rasulullahpun pernah memuji diri belia sendiri dengan mengatakan : " Sebaik-baik kamu adalah yang baik pada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik dengan keluargaku", juga ada beberapa hadist lain dalam hal beliau memuji ini, namun bukan bertujuan untuk membanggakan dirinya,hanya bertujuan agar orang lain mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukannya. Jadi boleh memuji asal bertujuan syukur nikmat, dakwah, dan agar orang lain mengikuti langkahnya, karena memuji dalam hal ini yang dicontohkan oleh rasulullah SAW. Adapun memuji bertujuan untuk keduniawiaan, agar orang lain memujinya, ia dikatakan hebat dan lebih dari segala-galanya dari orang lain, kaum lain, bangsa lain, inilah ia memuji yang salah kaprah, dan awal dari kehancuran diri/bangsa/kaum itu sendiri.Ok. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

