Assalamu'alaikum.w.w.

  .... kita sambuang nan kupatang ...

Yang keempat, kata H. Zainuddin Hamidi.
Diantara fakta-fakta yang menyebabkan hancurnya sebuah
negeri ialah kedurhakaan.
Mendurhakai Allah mengundang malapetaka. 
Allah swt. menyebut dalam surat al Muzammil ayat 16.
Kisah Fir�aun.
"fa�ashaa fir'aunar rasuula fa akhaznaahu akhdaw
wabiila".
Maka Fir�aun  telah mendurhakai rasulnya, Musa dan
Harun, sebagai balasan atas kedurhakaannya itu
fakahznaahu maka Kami siksa fir'aun, akhdaw wabiila,
dengan siksaan yang berat. 
Ini kisah fir�aun tuan-tuan.
Kita cerita tentang tsunami, tapi malapetaka Tuhan
bermacam-macam tuan-tuan. Untuk membuktikan bahwa 
bukan tsunami saja mari kita lihat firmat Allah swt.
dalam surah 29 Al-ankabut ayat 40. Ada 4 macam bala
bencana Allah.
"fakulla akhznaa�
maka tiap-tiap mereka Kami sika, bizambih, karena
dosa-dosa yang mereka lakukan. Ada 4 golongan yang
dicontohkan, 4 macam bala yang berbeda-beda.
  "Faminhum man arsalnaa �alaihi haashibaa"
Maka ada diantara mereka yang kami kirimkan ..,
apa dia tuan-tuan...?... Hujan batu�
..aa.. hujan batu pak haji,.. jangan dikira tsunami
saja..hujan batupun bisa datang. Coba bayangkan hujan
batu, mulai dari sebesar kedelai, sebesar tinju sampai
sebesar kelapa dan yang lebih dari itu. Bila kena
kepala ?. Kalau sebesar semangka apalagi ?.. hancur.
Kaum 'Ad, sehingga dibinasakan sama sekali sampai satu
keturunanpun tak ada. Allah berfirman dalam surat
Al-An�am 6:45. Ada negeri yang Allah binasakan sampai
satu keturunanpun tidak bersisa.
   "Maka Kami musnahkan semua kaum-kaum yang zhalim
pada diri sendiri, tidak patuh pada perintah Kami,
sampai ke akar-akarnya." Habis semua...
Kaum 'Ad dengan hujan batu. 
   "Wa minhum man akhazat-hu shaihah"
Ada pula yang Kami timpakan pada mereka petir dan
halilintar.
Itu dia tuan-tuan�
   Kaum Tsamud, habis licin. Aceh masih tinggal
banyak, tak habis. 
Saya pernah mendengar sebuah hadits yang menyebut bala
Allah itu tertunda apabila ada salah satu diantara 3
perkara ini, Allah tidak akan menghancurkan suatu kaum
itu sebagai ummat terdahulu.
  Yang pertama :  selama masih ada bayi-bayi yang
menyusu pada ibunya.
                    Makanya jangan takut beranak. 
Yang kedua : Selagi ada binatang-binatang yang memakan
rumput-rumput (makanan). Binatang ternyata ada faedah
tuan-tuan. Tapi kita jarang mikir yang beginian�
karena sudah ada mobil mewah, tak peduli anjing..
kucing ditabrak saja. Dulu di Sum-Bar ketika saya
masih kecil masih ada juga rasa hormat pada kucing,
entah karena tahayul atau apa, bila tertabrak kucing,
mereka akan kuburkan, baru kemudian berjalan. Tapi
sekarang, sudah sering kita lihat, kalau anjing
mungkin orang nggak peduli betu, tapi ini kucing
tergeletak di tengah jalan, kemudian hancur lebur
sampai lumat. Kita betul-betul sudah berubah.
Tuan-tuan, binatang tahu malapetaka yang akan menimpa,
sebelum tsunami datang mereka sudah lari. Tapi kita
menganggap mereka pengganggu saja. Dan hadits ini
menyatakan bahwa mereka berfaedah untuk kita.
  Yang ketiga : selagi ada hamba-hamba-Ku yang bangun
malam... bukan buang air kecil...tapi sembahyang
tahajud.
Makanya kita harus hormati orang-orang tua yang rajin
ke surau yang biasanya bangun malam bertahajud. Memang
masyarakat kita sudah sangat jauh berubah,
penghormatan pada orang tua sudah tak ada lagi.
Dahulu, ketika saya masih kecil-kecil,  bila ada
mereka-mereka yang main domino di kedai, kemudian pak
gaek surau itu ternampak saja oleh mereka, serta merta
mereka berhenti. Bila mendekati mereka, mereka lari
lintang pukang. Tapi sekarang, ustadz sudah mendatangi
mereka untuk melarang mereka, apa kata mereka "Kok ka
bada�wah di surau ustadz, jan di siko". Ini kejadian
betul,.. tak usah disebut nama kampungnya yang jelas
dalam lingkungan kab. Padang Pariaman. Alaaa... Mereka
ndak tau  orang tua itulah yang menyebabkan hidup
mereka senang dapat beramain-main begitu terlepas dari
malapetaka Allah swt. 
Ini hendaknya kita sadari tuan-tuan, dan katakan pada
yang muda-muda, atau kawan sejawat, hormati orang tua,
mereka bertuah yang kita tak dapat bayangkan. Kalau
dilarangnya berhentilah.
   Kita kembali,.. kedurhakaan menyebabkan datangnya
bala Allah swt.  Dan kita memang sudah sering dan
banyak melakukan kedurhakaan. Menolak hukum Islam�
durhaka tuan-tuan. Membuat sesuatu yang lain selain
daripada yang sudah ditetapkan oleh Allah swt...
durhaka tuan-tuan.
Silahkan rujuk surat Al Ahzab 36, sebagai jawaban.
Tidak boleh�., kita harus ikut hukum Allah, kita harus
patuh pada apa yang telah diturunkan Allah swt kepada
kita.
... Kemudian kaum korporat, atau konglomerat�
 "Waminhum man khasafnaa bihil ardh "
Ada pula yang Kami tenggelamkan ke dalam bumi,
..siapa dia ?...
.. Bandoro Raden Mas Qarun... lambang dari
konglomerat-konglemerat..korporat-korporat...
orang-orang kaya� orang-orang berduit. 
Zakat tidak mau bayar,.. bersedekah tidakpernah, ..
membantu korban tsunami hanya untuk mencari nama .. 
Tunggulah...
Kamu duit banyak, kamu tak mau membantu orang miskin
?� Orang mencari nafkah untuk mendapat makan sehari
pun susah. Mengapa tak kamu bantu rakyat banyak yang
melarat.. kamu durhaka... betul tidak tuan-tuan ?.
Aaa.. Qarun.. akhirnya dibenamkan ke dalam bumi, 
dengan seluruh hartanya.
Makanya sekarang populer.. ooo mencari harta karun�
Anehnya yang dilihatnya hartanya .. harta karun...
tidak tahu mereka kejadiannya mengapa harta itu
tersimpan dalam bumi... 
Inilah tuan-tuan kalau tidak mengaji,�
Makanya serahkan anak-anak mengaji.. jangan hanya
sampai khatam Qur-an, sebab SMP nanti mereka lupa,..
harus kontinyu.. sampai SMA bahkan bila perlu sampai
perguruan tinggi.
   "Wa minhum man aghraqnaa".
Ada yang kemudian ditelan oleh .. Tsunami... Ini dia
tuan-tuan,.. Fir�aun�. Terkena gelombang besar akibat
pertautan kembali laut.
Kita tidak percaya air laut di zaman nabi Musa bisa
kering (terbelah tongkat nabi Musa), tapi kawan saya
seorang Nelayan bercerita. 
Ketika itu saya berada 1.6 km dari pantai dengan
perahu bermotor,.. tiba-tiba air laut kering, perahu
saya kandas,.. tak bisa berjalan dan mesinnya mati.  
Apa yang bisa dibuat ?, semua panik,.. air kering,..
setelah tak berapa lama, terdengar suara yang kuat,
ombak setinggi pohon kelapa laksana seperti ular kobra
putih mendekati kami. Saya berkata,.. habislah� lalu
menadahkan tangan dan berdo�a...
 Wahai Tuhan Ku, ampunilah segala dosa-dosaku, aku
menyerahkan segala-galanya kepada-Mu.
Sekedip mata,... kawan itu dan orang-orang suruhannya
sudah berada di tepi pantai... less than ten seconds..
jarak 1.6 km tsunami menolak dalam waktu 10 detik...
Kencang atau tidak tuan-tuan ?..
Tapi kawan ini, memang ta�at, sembayang tak tinggal,
puasa tak tinggal.... Selamat..
Makanya tuan-tuan,.. jangan pernah tinggal
sembahyang,� walau sekalipun.
  Inilah tuan-tuan.. yang ada dimasa fir�aun dan Nabi
Musa,.. laut kering.. kemudian datang kembali
menghancurkan fir�aun dan tentaranya. Allah menyatakan
bahwa Allah tidak melakukan kezhaliman kepada mereka,
tapi mereka sendiri yang menzhalimi dirinya.
  Inilah empat contoh malapetaka yang dapat saja 
terjadi pada diri kita, selama kita tidak pernah awas
dan tak pernah memikirkan perkara-perkara yang telah
kita sebutkan tadi. Kemewahan, Kemaksiatan, kezhaliman
dan kedurhakaan. 
   Yang terakhir seperti kita sudah sebut sebelum ini,
bahwa tsunami adalah bala atau ujian dari Allah swt. 

   Kemudian mari kita kembali pada bagian yang
tertinggal sebelum kita habiskan pelajaran ini.
Pembicaraan kita mengenai nikmat.
Yang pertama nikmatul jaza�

... lah panjang pula... beresok kita sambuang...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wasssalam

St. Sinaro


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke