--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> Assalamualaikum Wr. Wb.,
> 
> Iko yang indak lamaknyo jo Mrs. Rahima ko, tur hanyo
> jo konco sajo, tapi
> Ok Pak Datuk Mulyadi dan Palanta akan approved tapi
> please kindly share
> the some of tour fund to Sonia as article below, he
> he tapi iko bukan
> pemaksaan siapo tahu ado rasaki Sonia dan iko
> mudah2an bukan pengemisan
> via Palanta.
> Pak Mul dan urang lapau ambo caliak manggut2
> tandonyo satuju, he he.
> 
> Wass, syb.
> 
> 
 hehehe..da Syahril, saya lihat dulu, karena ini
duitnya organisasi, jd  rapat pengurus yang menentukan
mana yang lebih didahulukan dibantu.

Klu beginian biasanya saya lebih suka duit pribadi
saya aja, saya ngak berani mempergunakan wewenang saya
untuk hal duit organisasi.

Saya pribadi, alhamdulillah tiap bulan sudah
memberikan dana buat orang-orang yang kurang dalam
sekolahnya, yah..jumlahnya, bukan hanya sekedar buat
biaya sekolah, bahkan untuk makan dllnya saya
tanggung, jd sudah teratur untuk itu, paling-paling
kelak zakat profesi saya, mgkn sekitar lebih dua juta
lebih akan diberikan, 2,5 % dr gaji selama berapa
bulan terkumpul, hanya saja saya belum pastikan pada
siapa zakat itu saya berikan.

Lagian ngak ada yang bisa ambil duit saya di Bank,
selain saya sendiri. Kalau tahun kemaren bisa saya
minta sekolah mengurus zakat profesi tersebut,
sekarang belum saya tetapkan, saya lihat betul deh,
siapa yang benar-benar membutuhkan zakat tersebut. 


 Perlu diketahui( sekali lagi Allah berfirman, mereka
yang menafkahkan hartanya dijalan Allah baik secara
terang-terangan ataupun sembunyi2) , asal niat benar2
ikhlas, pasti diterima oleh Allah, mau orang lain tahu
atau tidak tergantung si penyumbang deh, saya ngak mau
 pula sibuk memikirkan urusan yang ghaib semacam itu,
karena itu diluar kekuasaan kita melihatnya.Serahkan
saja sama Allah. Hanya Allah yang maha mengetahui
segala isi hati manusia.

Manusia tidak punya ilmu dalam urusan ghaib semacam
itu.Kecuali kalau sudah terang-terangan seseorang
mengatakan, saya mau lakukan ini karena itu, dsbgnya,
baru bisa kita berpendapat lain.

apaan itu dana taktis? maklum orang bego, ngak faham
istileh keren(hehehe), 

lha..kan sdh dijelasin dalam cerita saya, kalau itu
dana hasil usaha keras dr bazaar, kantin dan bisnis
lain oleh kita-kita pengurus juga. 

Jd kita yg usaha, kita bagi-bagi hasil usaha itu.
Hanya saja, sebahagiaannya kita berikan buat seluruh
anggota yang tdk aktif juga, dan juga buat keperluan
acara organisasi, nyumbang buat Tsunami, orang
kesusahan ketimpa musibah dr hasil itu juga, sekaligus
dari hasil bazaar( jualan barang-barang Indo untuk
negara asing dan mesir, juga memanage kantin makanan
setiap minggu buat kantor, dan banyak lagi deh, saya
banyak belajar bisnis secara langsung di organisasi
ini, biasa berdagang juga kita). 

Misalkan kita menawarkan bagi mahasiswa/ anggota, bagi
siapa yang mau masak atau buat kue, ntar kita yang
memanagenya, kita dapat persenan berapa dr hasil itu,
yah..sekitar 10 %. Atau ada pedagang dr Indo yang
menawarkan gagangan apa saja(asal barang Indonesia
yang halal tentunya, spt bajuan, batik, artisana,
dllnya, yang akan diperkenalkan pada bangsa asing,
kita beli dr pedagang Indo, trus kita gantian ngadakan
bazaar, banyak lakunya lho..barang itu sering habis
dan kekurangan stok kita malah, banyak peminat barang
Indo koq.

Pengurus berjumlah 23 orang semuanya, hanya 5 orang
yang lokal staff, termasuk saya, selebihnya home
staff(mereka ini wajib jd pengurus), klu kita lokal
staff, siapa yang mau dulunya, tp sekarang semenjak
anggota pd tahu ada untungnya, banyak yang mau jd
pengurus,..hehehe..


hmmm..manusia..manusia,.ketika tahu ngak ada untung,
cuman capenya doank, kagak mau kerja, eh..tahu ada
untung materil buat pribadi pd ngebet mau jd
pengurus,.hmmm..apa sdh jd kebiasaan manusia begitu
yah,.jarang sekali didunia ini ada orang yang mau
ikhlash dan kerja buat orang lain, tanpa pamrih, dan
tak mengharapkan apa-apa, kecuali hanya pada Allah
saja,..jarang..jarang sekali.

Sekali lagi dana itu asli murni hasil usaha dagangan
kita, juga bisnis memanage usaha orang lain itu,
bahkan inipun masih banyak lebihnya, kita tidak
habiskan semuanya. Sama saja dengan pedagangkan, cuman
disini pedagang yang diorganisir oleh beberapa
orang/organisasi, kalau pribadi pedagang tulen kali
yah..?

 Kita hanya menjualkan barang orang saja, atau
memanage cathering anggota. Kita juga keluarkan zakat
untuk itu, kemaren saja(bukan maksud nyebut2), untuk
Tsunami Aceh, banyak sekali disumbangkan, tetapi
anehnya setelah kita banyak menyumbang baik untuk
mahasiswa ataupun Aceh, ternyata usaha kita itu
semakin maju saja, hasil masyaAllah deh, bayangkan
saja sampai sebanyak itu pengurus bisa jalan-jalan ke
LN dengan fasilitas yang mewah, hotel,.wow..ada dua
kali setahun kita tour untuk itu, bisa dibayangkan
betapa besar keuntungan berdagang itu, kita bisa
banyak berinfak dan kita bisa tour melihat sejarah
Islam, pada umumnya tour tersebut.

Dan kondisi semacam ini juga belum tentu akan
berlangsung begini seterusnya, tergantung rezeki yang
Allah berikan juga. Alhamdulillah sekali lagi, pas
disaya dan teman-teman lainnya, untungnya boleh
dikatakan luar biasa. Bisa jd pas saya sudah ngak jadi
pengurus, atau teman-teman seangkatan saya jd
pengurus, tidak seperti ini. Jd semua itu Allah yang
ngaturnya. 

Namun untuk dua tahun kedepan lagi, ternyata saya
dipilih lagi( karena sekarang sdh pakai pilihan orang,
sebab pada mau semua jd pengurus,.hehehe..benar-benar
aneh deh dunia kahe ini, saya sering geleng-geleng
kepala aja, klu dulu benar2 yang ikhlas dan mau saja),
sekarang disharing yang jadi pengurus itu oleh ketua,
bukan sekedar ikhlas, tapi yang benar-benar mampu dan
punya keahlian dalam bidang tertentu, sementara home
staff tetap wajib, krn mereka hanya 3-4 thn saja di
Mesir.


 Yah..ini hanya sekedar bayangan organisasi ibu-ibu di
cairo, juga bisnis yang kta jalankan. Silahkan siapa
mau datang ke Kairo berbisnis, serahkan saja barangnya
ke pengurus, kita yang akan jualkannya, dengan
catatan, ada dua hal, kalau barang itu mau dibeli
langsung, maka hak pengurus menetapkan harganya bila
dijual kelak, dan tawar menawar akan terjadi, kalau
mau pengurus memanage saja, maka keuntungan buat kita
10% atau 20%(tergantung barangnya), namun kerusakan
barang, kerugian apapun kita tidak mau tanggung.

 Mau pilih mana,.hehehe...sulit lagi,.ongkos ke Kairo
saja berapa dr Indo-Cairo kan,.? makanya
dagangannyapun sekaliber pedagang besar. Dan pengurus
tidak mau tahu urusan apapun, kita hanya mau terima
barang beres, ada didepan mata kita, kalau kita yang
urusan, wah..ibu2 mana mau urusan kayak begituan.

Wassalam. Rahima 

--- Yulmizar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pake dana taktis ndak ???
>   ----- Original Message ----- 
>   


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke