Gerbang Utama Indonesia Kini Ditata Apik ( Balipost )
Mungkin sudah suratan tangannya, setiap bandara tempat I Gusti Made Dhordy
ditugaskan, tak lama kemudian jadi indah cantik --- lebih tertib, nyaman, dan
aman. Kini giliran gerbang utama Indonesia, Bandara Internasional
Soekarno-Hatta yang mendapat sentuhannya selaku direktur Operasi dan Teknik
Angkasa Pura II. Kini interior dan eksteriornya ditata dengan apik.
==========================================================
Sama dengan dua bandar udara sebelumnya yang dikelola Angkasa Pura I, Satar
Tacik dan Selaparang yang tidak pernah digembar-gemborkan sewaktu proses
evolusi menjadi indah, cantik, demikian pula Bandara Soekarno-Hatta yang mulai
berfungsi 1 April 1985.
Diam-diam proses itu kini sedang digulirkan oleh Angkasa Pura II dengan bantuan
magical, hands I Gusti Made Dhordy. Tak pelak lagi, bulan April lalu
Soekarno-Hatta sudah bernampilan lebih apik resik dipandang. Di balik
penampilan yang apik itu, tentunya masih banyak yang harus dibenahi agar
gerbang utama Indonesia itu tambah menarik dan menawan. Misalnya saja kini
sepanjang jalur hijau, tanaman Duranta erecta (teh-tehan) dibentuk rapi dan
pohon iksora (soka) di-pruning serta rumput dipangkas rapi, setiap sudut
bangunan dihiasi tanaman, begitu pula pada counter-counter anggrek dan tanaman
bunga lainnya memperindah nuansa suasana.
Bundaran batu prasasti pada petang dan malam hari tambah indah menawan dengan
pepohonan kelapa yang menyala dan sorotan lampu memperindah batu prasasti
seberat empat ton peringatan peresmian Jakarta International Airport
Soekarno-Hatta. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah keluhan penumpang --
minta bersih dari taksi liar, preman, maupun orang yang menawarkan parfum atau
pena. Setidaknya saat ini hal itu sudah lebih teratur. Taksi argometer parkir
dengan nose-out dan para ojek motor menawarkan jasa mereka. Kesan semrawut
seperti Terminal Bus Pulo Gadung sudah berkurang banyak.
''Sekarang saya lebih nyaman, Pak. Tidak diusir-usir, berebut menarik
penumpang,'' ujar Wawan, seorang tukang ojek. Ojek motor dibutuhkan 40.000
karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan di kawasan Soekarno-Hatta untuk
bepergian jarak pendek mengantar surat sampai keperluan mencari makan di
sekitar bandara. Para pengojek yang jumlahnya sekitar 400 orang kini diberi
tempat mangkal teratur di pelataran parkir kendaraan.
Untuk tertibnya, Dhordy bukan mengusir, tetapi merangkul mereka dengan cara
memberi tempat bagi mereka. Ia tahu benar bagaimana sulitnya mencari rupiah,
demi rupiah agar dapur rumah ngebul untuk istri dan anak-anak mereka. Itu tidak
lain karena latar belakang Dhordy memulai kariernya dari bawah, menjadi anggota
pemadam kebakaran Ngurah Rai (1969) merangkap sopir taksi di bandara untuk
menambah penghasilan dan menabungnya agar bisa kuliah di jurusan Bahasa dan
Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Udayana (1981-1986).
Cara menertibkan pedagang kaki lima di Ngurah Rai diambil dari pengalamannya di
Selaparang. Asal mulanya ia melihat seorang pedagang tua, Pak Haji
panggilannya, yang menjual nasi bungkus dan belut goreng diusir, tidak boleh
berjualan di kawasan bandara. Melihat ini Dhordy terusik, kemudian memberi
tempat khusus bagi pak tua tersebut (dan pedagang lain) agar bisa berdagang
nyaman dan tertib.
Pak Haji ini suatu waktu datang ke Denpasar bertemu dengan Kepala Bandara
Ngurah Rai Dhordy untuk menyampaikan berita bahwa tiga anaknya sudah selesai
sekolahnya. Pak tua ini memberikan satu kardus kangkung dan satu kaki lidi --
adat Lombok untuk mengucapkan terima kasih.
Demikian juga kini di Bandara Soekarno-Hatta, anggota Komisi V DPR minta agar
gerbang utama Indonesia bersih dari ojek (motor), cara khas ''membersihkannya''
adalah memberikan tempat kepada mereka agar tertib. ''Bayangkan kalau satu
pengojek punya tiga tanggungan. Itu kan berarti 1.200 mulut yang mereka harus
beri makan setiap hari,'' ujar Dhordy memberi penjelasan kenapa mereka diberi
tempat di kawasan Soekarno-Hatta untuk mencari nafkah secara nyaman dan tertib.
(sut, berbagai sumber)
---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________