Wisata Sumbar - Mandi di Anai
Wisata di Sumbar tetap menarik untuk tak habis-habisnya dibahas, karena begitu cantik begitu potensial untuk dijual. Dalam sebuah kesempatan berbincang-bicang dengan pak Siswono Yudohusodo, beliau bercerita tentang usaha pariwisatanya yang sukses di Sumbar. Selain lapangan golf di Anai, beliau rupanya membuat usaha "ecotourism" - jalan-jalan dihutan Anai dan mandi diair sungai yang jernih. Mungkin sedikit diantara kita pernah mendengar atau mengunjungi turis resot ini. Beliau bercerita, pengunjung diajak masuk dari lokasi golf di Anai, terus naik keatas menikmati pemandangan dan udara segar hutan perawan di pegunungan. Dijalan yang terawat dengan asri, diberi suguhan jagung rebus yang manis dan segar, diiringi nyanyian burung hutan berkicau, pengunjung dipandu disuguhi pengalaman tak terlupakan dengan penjelasan menarik tentang kehidupan dan budaya Minang yang kesohor oleh guide yang telah terlatih. Setelah cukup puas berjalan, badan sedikit berkeringat, tidak terlalu letih karena hanya berjalan tidak jauh diudara sejuk dan segar, pengunjung sampai ketujuan untuk menyaksikan sungai dengan air jernih yang mengalir tenang diatas bebatuan - lebih jernih dari air aqua katanya. Disana pengunjung dipersilahkan untuk bebas duduk-duduk di pondok yang tersedia, atau membuka sepatu dan sandal merendamkan kaki keair yang sejuk, kalau berkenan untuk sekalian mandi berendam diudara bebas. Ketika pertama sekali pak Sis menyatakan minatnya untuk membuka tempat ini, komentar rekannya, "Gila, ngapain ngabisin duit buka usaha dihutan disini?" Dengan tenang, beliau jawab, "Lihat saja nanti hasilnya" Dan sekarang katanya dengan bangga, sudah 16.000 pengunjung datang kesana pertahun. Jadi kalau mereka belanja Rp 100 ribu perorang saja, sudah diperoleh hasil penjualan Rp 1,6 milyar. Saya tidak tahu dan tidak berusaha menanyakan apakah hasil tersebut sudah memberikan keuntungan atau belum. Tetapi yang jelas hasil ini sudah memberikan kepuasan bagi beliau dengan menghasilkan dana yang cukup besar untuk banyak orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Apabila pengunjung hanya datang pada hari Sabtu dan Minggu, maka rata-rata setiap hari tersebut tempat ini dikunjungi oleh 160 pengunjung. Apabila mereka berada selama 2,5 jam, diantara jam 11 pagi dan jam 4 sore, maka akan ada sekitar 80 orang setiap saat berjalan mondar-mandir, makan-minum. Meskipun tampaknya belum terlalu banyak, tetapi sudah mulai tampak banyak orang yang terlibat dan berusaha disana mulai dari tukang parkir, tukang kebun, penjual makanan kecil, pegawai restoran, sampai kemanajer resot. Apabila mereka adalah turis dari luar kota, maka akan bertambah pemasukan bagi pengusaha lainnya, seperti taxi, hotel dan restoran di Padang dan Bukittinggi. Kemudian tentunya masuknya uang ke pajak Daerah. Wisata Sumbar akan selalu menarik dan potensial untuk digarap, tidak saja bagi pengusaha Daerah, tapi bagi pengusaha Jakarta maupun bagi pengusaha luar negeri. Wassalam, R Sampono Sutan (56) _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

