Ini tambahan aja yang saya membacanya jadi lucu juga. Anehnya baru sore ini pula saya membacanya secara detail, semoga semua ada hikmahnya.
Wassalam. Rahima. Buat Pak Malin kami ucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga mendapatkan hidayah dan bertobat mohon ampun sebelum kematian anda yang sesungguhnya. Hidup anda hanya sekali saja. Semoga amal shalih anda yang dulu sebelum berubah seperti ini dapat menyelamatkan anda dari kesombongan anda terhadap apa-apa yang datangnya dari Allah Azza Wa Jalla ajaran yang diterima oleh Muhammad Rosululloh sholallahu ’alaihi wa salam yang dilanjutkan oleh tiga generasi terbaiknya sampai pengikutnya yang shalih hingga akhir zaman. Walhamdulillah sampai detik ini telah nyata dan nampak perbedaan antara kita semua dengan diri anda yang lemah sekali. Sementara waktu berharga saya pribadi akan mengistirahatkan hati dan jari ini untuk sesuatu yang bermanfaat daripada terpancing fikrah anda yang selalu berbeda tidak menghargai kaidah-kaidah dan disiplin keilmuan kita Ummat Islam. Insya Allah saya dan saudara-saudara saya di milis ini tetap bahu membahu menjadi alarm yang mengingatkan saudara-saudara kita yang lain atas pemikiran-pemikiran anda tersebut di kemudian hari sesuai kemampuan kami. Seolah-oleh postingan anda membuka mata kita dan membangunkan kita dari tidur ternyata masih tetap ada yang berani (sekali) mengusik serta ingin merubah akidah dan orisinalitas agama yang mulia ini sekaligus menyeru kita untuk mengikutinya. Yakinlah saudara-saudaraku sesungguhnya tipu daya setan itu amat lemah dan makar Allah lebih baik dari makar setan dari kalangan jin dan manusia. Kita hanya bisa melihat tipu daya itu dengan meningkatkan keilmuan kita sebagaimana kaidah dan disiplin ilmu kita (ISLAM) yang mulia. Semoga Allah mengembalikan fithrah anda pak Malin, hingga dapat kembali seperti semula. Semoga akal anda juga kembali tunduk kepada Allah dan Rosul-nya bukan dipergunakan untuk mendahului (melampau) tugas dan wewenang Rosululloh dan salafush shalih dalam menafsirkan ayat-ayat-Nya, amiin. Tapi sebelum berpisah saya penasaran dan ingin tahu jika memang benar dan tidak keberatan menjawabnya berapa tarif anda untuk satu kali postingan yang ditunjukkan kepada ”BOSS” anda disetiap milis dan media? Dengar-dengar dari intel kita seorang Ulil Abshar Dholalah diberi upah US$8,000? Kamu berapa yah kayaknya bisa lebih banyak dapat bonus karena anda mengirimkannya berseri. Mungkin Wisdom dan Stupidity sampai 1000 seri ditambah yang tidak berseri. Kalo dihitung-hitung anda sudah dapat surga dunia. Tapi surga Allah sungguh indah nan luas tidak terbayangkan akal kita yang terbatas. Alhamdulillah untunglah saya pernah ngerti tentang dalil shahih yang menceritakan surga Allah dan nerakanya. Mana dalilnya? Ya kalo bisa sih saudara-saudara harus berusaha mencarinya sendiri karena setiap insan Muslim diwajibkan mencari ilmu din yang shahih dan benar. Pilihlah guru yang sesuai standar mutlak Al Qur’an dan Sunnah shahih yang anda pahami sedikit banyaknya. Tapi insya Allah yang namanya komunitas muslim itu taat jika diperintah untuk ta’awun saling bantu membantu, nasehat menasehati sehingga akan tetap ada yang menyumbangkan waktunya mengirimkan materi-materi ilmu yang bermanfaat (shahih dan benar) dan lapang dada juga jika ada yang menasehati dengan dalil shahih dan benar juga untuk meralat setiap materi yang terkirim. Insya Allah tetap bersambung dan tak lupa daku berharap kepada bapak TaufikMalin alias Abdul Latif dan CS-nya (kalo ada) semoga mendapat hidayah. Saran saya jadilah pemersatu ummat yang sudah dipecahbelah oleh koalisi Yahudi, Nashrani dan Musyrik dari masa ke masa sampai khilafah terakhir dapat kita tegakkan dengan persatuan tersebut. Naudzubillahi mindzalik jika harus memilih sebaliknya. Wallahul musta’an Aboo Fahmee Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hallo bapak Malin, Daku hanya hanya meneruskan pertanyaan Akhi (saudaraku) Yasrul (kalo lupa lihat bagian bawah atau email dari saudaraku Yasrul). Mudah-mudahan akh Yasrul sempat baca tulisan ana juga soalnya dia mau keluar dari milis ini. Pak Malin jawab dulu pertanyaan akhi Yasrul. Kesannya anda tidak sanggup menjawabnya. Pak Yasrul bilang anda Pendusta alias pembohong kalo ndak bisa jawab. Tidak pernah baca kitab shahih ya? Wajar karena baca buku yang bertentangan dengan agama. Walhasil sumir (isu miring) saja yang ada di otak anda. Seharusnya anda baca dulu kitab-kitab shahih ulama shalih kita jangan terbalik. Kalo belum tahu daku kasih tahu nih coba yang kecil-kecil dulu dan sudah diterjemahkan seperti: 1. Minhajul Qashidin 2. Riadush Shalihin 3. Bulughul Maraam 4. Fiqhussunnah 5. Hadits Qudsi 6. Tafsir Ibnu Katsiir 7. Aqidah dan Manhaj Ahlussnnah wal Jamaah menurut pemahaman salafush shalih 8. Sifat sholat Nabi 9. Sifat puasa Nabi 10. Al Bidayah Wa An-Nihayah masa Khulafaur Rasidhin (kalo aslinya tebal dan penerjemah baru sanggup bab ini dulu) 11. Aqidah wasithiyyah 12. Di bawah naungan surat at-Taubah 13. Iman, Hijrah dan I'dad 14. Runtuhnya Khilafah Islam 15. dlllllllsb banyak deh. Kalo yang kecil-kecil udah lancar insya Allah kitab-kitab beratpun ndak masalah. Biar wawasan anda terbuka jangan tertutup dengan buku-buku karya penentang syariat atau orientalis. Kalo ngakunya muslim baca kitab-kitab kita dong supaya otak anda juga tidak korsleting karena anda kaget belum pernah mendengar yang kita semua sampaikan. Baru disentil sedikit akh Yasrul aja jawabnya kurang memuaskan keilmuan kita. Disiplin keilmuan kita bukan seperti jawaban anda tuh. Tidak ilmiyyah. Disiplin keilmuan anda seperti di barat modelnya debat kusir yang penting bisa tampil beda sehingga menjadi terkenal seperti artis murahan. Biar laris dipesan orang ceramah kesana kemari walhasil kaya raya tambah durhaka. Semoga dapat hidayah Aboo Fahmee -----Original Message----- From: taufikmalin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, March 06, 2005 8:54 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Hidayatullah.com] MESTIKAH WANITA MENUTUPI MUKANYA? Assalamu'alaikum wr wb Bismilahirrhamanirrahiim. Begini kawan, kalau anda melihat kesalahan2 saya mohon dikoreksi, saya hargai sekali, kita2 ini tidak luput dari kelemahan dan kesalahan2, hanya Allah lah yang benar selalu. Al quran adalah peraturan2 agama Islam, tauhid, yang di berikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad saw yang terakhir dan melengkapi semua peraturan2 Allah yang terdahulu. Hadist2 yang sahih adalah keterangan2 rasulullah saw yang meneerangkan wahyu2 Allah yang kurang jelas oleh umat. Itulah peraturan2 agama islam yang m esti dan wajib kita ikuti dengan sempurna, dan dinamakan orang yang bertaqwa, taat mengikuti peraturan2 Allah swt. kan begitu? Saya tidak atau belum menemukan peraturan2 agama dari Allah tentang daftar2 issue yang dibawah ini. Yang haram dan yang halal jelas2 ditulis dalam Al Quran. Misalnya makan babi, berzina adalah haram. Sedangkan memegang anjing tidak ada larangan dari Allah swt, kenapa diharamkan? kan begitu? jadi itu adalah peraturan setempat, bangsa arab. demikian juga hal2 lainnya seperti makan dengan jari, berjenggot dll saya tidak menemukan peraturan2 itu dalam al quran( Mohon di carikan kalau ada dalam al quran ) mungkin saja saya belum lihat atau tanyakan kepada guru2 anda, mungkin beliau2 tahu. Mungkin anda mengikuti guru2 mengatakan apa apa yang dikerjakan oleh rasululah saw wajib dikerjakan, wajib mengikuti sunnah rasul, siapa yang tidak mengikuti berarti mengingkari rasul, mengingkarai rasul berarti mengingkari Allah, mengingkari Allah artinya khafir. Tidak semua apa yang dikerjakan oleh Nabi wajib dikuti, yang wajib diikuti adalah apa apa yang dilakukan oleh Nabi sesuai dengan al quran. Seorang tamu datang bertanya kepada istri Nabi, "Bagimanakah akhlaq baginda yaa Aisyiah?" istri Nabi menjawab," Kalau kamu ingin tahu akhlaq dan perbuatan Baginda, maka bacalah al Quran" Jadi Istri nabi tidak menyebut nyebut Hadist2, karena Hadist2 ditulis setelah 200 tahun nabi wafat. Nabi Muhammad saw mempunyai istri 9 orang, Ini tidak boleh dikuti oleh umat Islam walaupun itu sunnah. Yang wajib dikuti adalah peraturan2 Allah yang mengatakan laki laki boleh menikah sampai 4 orang kalau bisa berlaku adil. jelas contoh ini bukan? sesuai apa yang dikatakan oleh Istri Nabi bukan? Demikianlah seterusnya. Kalau ada umat islam ingin mengikuti sunnah Rasulullah saw secara sempurna, boleh2 saja, tidak ada larangan. malah mengikuti budaya berpakai Barat malah juga dilakukan oleh2 orang2 Arab. Mudah2an anda sudah bisa membedakan mana yang peraturan2 agama dari Allah, dan mana peraturan2 manusia setempat. Saya yakin banyak pemuda2 yang kaget membaca artikel2 saya, karena mereka apa yang saya sampaikan mereka tidak pernah mendengar dari guru2nya. jadi komputer otak mereka tersentah atau kosliting. Mudah2an kalau sudah terbiasa menerima berita2 yang berbeda nati akan menjadi biasa,ilmu akan mejadi luas, hati akanmejadi lapang, dan akhirnya tolerensi dan penuh kedamaian. Demikian semoga anda manfaatnya amin. Wassalamu'alaikum wr wb Yasrul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ok, sederhana saja tolong berikan nash atau dalil atau hadist ( yg menurut anda tidak shohih itu ?) dari pernyataan anda di bawah ini. Jika anda tidak sanggup, cukuplah anda saya katakan orang pendusta. > yang menerangkan adat istiadat orang Arab. walaupun Nabi memakainya, > tapi bukanlah peraturan2 Agama. Tidak semua apa yang di lakukan Nabi > harus diikuti. Misalnya; > Nabi makan dengan jari, tidak pakai garpu dan sendok. > Nabi beristri 9 orang, tidak perlu dikuti > Nabi berpakaian longgar panjang, tidak perlu dikuti > Nabi berjenggot dan berjabah, tidak perlu dikuti > Nabi berdakwah dgn unta atau jalan kaki, tidak perlu dikuti > Nabi tidak mempunyai anjing, tidak perlu dikuti > Kalau saya sebut satu persatu terlalu panjang, saya harapkan anda > membaca dengan seksama Al Qura! n sebagi filter untuk mengetahui apakah > Hadist2 itu sahih atau adat Istiadat orang Arab.Kalau anda tidak > mengetahui Al Quran dengan baik, maka anda akan terbaya bawa oleh guru2 > dan teman2 yang juga tidak memahami Al Quran dengan sempurna. Hmm, apakah anda sudah merasa telah memahami Al Qur'an dng sempurna, sehingga berani membuat komentar2 seperti ini ? Luas Biasa ! > > Jadi kita harus dapat membedakan mana perintah2 agama dan mana adat > istiadat Saudi Arabia.Kebanyakan hadist2 yang ada di toko2 buku > menerangkan adat istiadat orang2 Arab. Kalau mau mengikuti adat Istiada > Arab boleh boleh saja...tiada yang melarang anggap saja sebagai fashion > wanita.Kalau tidak mau yaa tidak berdosa. > > Demikianlah sedikit tambahan saya. > wassalamu'alaikum wr wb > > "L.Meilany" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Cuma mau nambahin : > Di Turki pasien yang ber'jilbab' ti! dak dilayani dengan baik. Oh, jadi saudara mengharapkan pemerintah kita seperti turki, yang sekuler ? Wah, makin nyata saja, siapa sebenarnya anda ini. Emangnya gue pikirin (kata orang betawi), kalo kamu ndak jawab pertanyaan-pertanyaan saya berarti kamu emang ndak pikirin tanggapan saya dan diskusi ini berjalan dengan ilmiyyah. Diskusi ini memang seperti diskusi di tempat tongkrongan di jembatan yang penting ASBUN (ASAL BUNYI) bahkan cenderung menjadi debat kusir berkepanjangan yang dari awalnya tidak ada punya kesepakatan dalam berpegang pada landasan berpikir yang shahih. Kamu keluarkan bunyi PRET dan harus diterima oleh audiens nanti ada yang berusaha menanggapinya lalu kamu tetap memaksa berbunyi PRET. Landasan berpikir saya Al Qur’an dan Al Hadits ash shahihah dengan pemahaman para SALAFUL UMMAH atau SALAFUSH SHALIH (yaitu para Shahabat r.a., Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para Ulama yang masih istiqomah mengikuti ketiga generasi awal Islam itu hingga para Imam Ahlul hadits yang mashur dan diakui keshalihannya dikalangan ummat Islam) sampai kepada ulama masa kini yang juga istiqomah memegang tali Allah tersebut dengan kuat dan mudah-mudahan tetap ada sampai hari kiamat nanti. Dan landasan berpikir anda terhadap agama ini kurang begitu dipercaya dari lontaran perkataan anda dalam postingan-postingan. Pernah terkesan anda berlandasan Al Qur’an saja seperti Inkarussunnah sehingga hadits-hadits itu keshahihannya ditest melalui Al Qur’an dan hadits-hadits shahih yang banyak itu terkesan tidak berharga. Terkadang kalo anda merusak terjemahan Al Qur’an yang ada minimal terjemahan dari Departemen Agama saja udah ditambah-tambahi dengan mudahnya anda menambah kata-kata dalam kurung pada beberapa ayat Allah. Ini salah satu buktinya Dari kamu : "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam, dan mengikuti peratura2 Allah ); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. .(QS.2;256 ) Dari DEPAG: 256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Enak saja anda menafsirkan Al Qur’an dengan akal anda langsung memangnya kamu ini Nabi. Jika begitu berarti anda sudah menampilkan diri anda menjadi Nabi baru. Mudah-mudahan aja tidak lah yaa sebab di jaman Nabi masih hidup saja ada nabi palsu yang diperintahkan untuk dibunuh. Jangankan mengaku nabi menghina nabi saja di bunuh atas perintah dari Nabi. Maka begitulah saya menanggapi postingan anda selanjutnya sebagaimana porsinya saja santai karena saya tahu anda tidak pernah berubah dan memaksakan kehendaknya. Dan dakwah kepada orang sejenis anda tidaklah saya samakan sebagaimana dakwah lemah lembut kepada ikhwah di milis ini. Karena postinganmu itu dah nyentil berbagai masalah paling pokok dalam Islam. Ndak sama lah menghadapinya. Jangan diharap diperlakukan sama karena saya cemburu melihat syariat Allah yang udah baku diutak-atik secara sembarangan. Sekian semoga mendapat hidayah. __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new Resources site http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

