---------- Forwarded message ----------
From: Hendra <[EMAIL PROTECTED]>
Date: May 31, 2005 9:21 AM
Subject: [keadilan4all] (TokohIndonesia) Tifatul Sembiring, Si Anak
Panah Ke-3 PKS
To: [email protected]

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/t/tifatul-
sembiring/index.shtml

C (c) updated 29052005-14102004


Tifatul Sembiring

Si Anak Panah Ke-3 PKS

Dia salah seorang `anak panah' (kader) Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) yang siap diluncurkan ke mana saja oleh pemegang busur
(Majelis Surya) selaku lembaga tinggi partai. Dia menjadi anak panah
ketiga yang menerima estafet kepemimpinan PKS. Tifatul Sembiring
dipercaya menjabat Ketua Umum DPP PKS menggantikan dan melanjutkan
kepemimpinan Hidayat Nur Wahid yang mengundurkan diri setelah
terpilih menjadi Ketua MPR.



Tifatul yang sebelumnya menjabat Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I
(Sumatera) dipilih dan dilantik Majelis Surya menjadi Pjs Ketua Umum
DPP PKS, Senin 11 Oktober 2004. Pria Batak Karo kelahiran Bukit
Tinggi 28 September 1961, melanjutkan kepemimpinan PKS periode 2001-
2005.



Kemudian dalam Musyawarah Majelis Syuro I Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) yang berlangsung 26-29 Mei di Jakarta, Tifatul terpilih
sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2005-2010.

Selain memilih Presiden Partai, Majelis Syuro juga memilih ketua
lembaga- lembaga tinggi partai. KH Hilmi Aminuddin menjadi orang
nomor satu di PKS sebagai Ketua Majelis Syuro, Surahman Hidayat
dipilih sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Suharna Surapranata
sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Tifatul Sembiring sebagai
Presiden Partai, Muhammad Anis Matta sebagai Sekretaris Jenderal,
dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum.

Dalam pidato pertamanya setelah terpilih secara definitif sebagai
Presiden PKS,  Tifatul mengatakan, proses suksesi kepemimpinan di
PKS bisa memberikan contoh bagi pembelajaran politik tentang cara
berdemokrasi yang damai. Selain itu, proses suksesi kepemimpinan
sebagai peristiwa penting di PKS ternyata bisa dilakukan dalam biaya
yang lebih murah dibandingkan dengan pelaksanaan suksesi partai
politik pada umumnya.

"Di PKS selalu seru sorong- sorongannya, saling menyilakan maju dan
tidak ada kampanye untuk maju memimpin apalagi memakai politik
uang," kata Tifatul menjelaskan.

Jabatan, bagi Tifatul, merupakan amanah yang pada akhirnya nanti
harus dipertanggungjawabkan di padang mashar. "Dengan diamanahkannya
beban jabatan ini, saya sendiri mengucapkan inna lillahi wa inna
ilaihi rajiun," ujarnya.

Tifatul yakin PKS ke depan akan kembali melakukan lompatan besar.
Untuk itu butuh kerja keras semua kader partai. Meskipun, tak akan
membuat target khusus, tetapi PKS akan berusaha membuat peningkatan
perolehan suara.


***

Partai kader yang digandrungi anak muda pencinta hati dan moral
bersih ini memberi teladan bahwa para kader partai tidak pantas
merangkap jabatan di partai manakala telah dipercaya menjabat di
lembaga kenegaraan dan pemerintah (publik).

Partai terbuka yang membawa misi moral dan dakwah dalam waktu
singkat berhasil melesatkan "anak panah" pertama Nur Mahmudi menjadi
Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbun) di era Presiden
Abdurrahman Wahid, dan "anak panah" kedua Nur Wahid terpilih menjadi
Ketua MPR RI periode tahun 2004-2009.

PKS adalah partai yang mempunyai disiplin kuat membedakan mana hak-
hak publik dan mana hak-hak partai. Konflik kepentingan dan
perangkapan antara jabatan publik dan jabatan partai adalah tabu.
Sikap itu pernah segera dibuktikan oleh Nur Mahmudi yang ketika
ditunjuk menteri mundur sebagai Presiden PKS, demikian pula Nur
Wahid usai terpilih 5 Oktober resmi mundur per 11 Oktober 2004.
Untuk sementara Tifatul masih merupakan "anak panah" yang sedang
disiapkan oleh sang pemegang "tali busur" untuk suatu ketika
dilesatkan kemana saja sesuai kebutuhan partai dan demi kemaslahatan
umat.

Dianggap berhasil
Kemunculan Tifatul menjadi pengganti Nur Wahid mengejutkan banyak
pihak. Namun bagi Majelis Surya PKS mengetahui track record Tifatul,
hal ini bukan mengejutkan. Dia kader yang berhasil menggelontorkan
380 kursi parlemen se-Sumatera ke pada Pemilu Legislatif 5 April
2004 menjadi milik PKS. Dia pula kader yang dipercaya tampil dalam
lobi politik sebelum partai ini menjatuhkan pilihan mendukung
pasangan SBY-MJK dalam Pilpres putaran kedua, setelah pada Pilpres
pertama 5 Juli 2004 mendukung pasangan Amin Rais-Siswono Yudohusodo.

Sebagai Ketua DPP Wilayah Dakwah (Wilda) I Sumatera membawahi 10
propinsi di Pulau Sumatera, dengan mengusung 52.000 kader PKS se-
Sumatera Tifatul Sembiring dianggap berhasil meraih total 380 kursi
parlemen. Diantaranya, sebanyak 17 kursi di DPR RI Senayan, 57 kursi
di DPRD I seluruh propinsi Sumatera, dan sisanya di DPRD II
Kabupaten/Kotamadya seluruh Sumatera. Jumlah ini adalah sepertiga
dari total 1.112 kursi parlemen di semua tingkatan yang berhasil
diraih PKS di seluruh Indonesia.

Perihal lobi politiknya kepada pasangan SBY-MJK, Tifatul mengakui
awalnya ia yang didampingi Sekjen PKS Anis Matta berhasil mengadakan
komunikasi politik agar pada Pilpres pertama 5 Juli 2004 PKS ada di
barisan SBY-MJK. Sayangnya, lobi itu belum bisa diterima segenap
pimpinan partai. Sebab terbukti, berdasarkan mekanisme internal
organisasi partai, di hari terakhir sebelum masa tenang PKS baru
bisa memutuskan sikap politik untuk mendukung Amin Rais-Siswono
Yudohusodo. Pasangan ini ternyata tak didukung efektif oleh rakyat
kebanyakan sebab hanya menempati urutan keempat perolehan suara di
bawah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla,
Megawati Soekarnoputri-KH Hasyim Muzadi, dan pasangan Wiranto-
Salahuddin Wahid.

Komunikasi politik kepada SBY-MJK kembali diteruskan Tifatul. Kali
ini, menjelang Pilpres kedua 20 September 2004 yang hanya menyisakan
dua pilihan pasangan ia disertai Irwan Prayitno. Hasil lobi lanjutan
bisa diterima oleh Majelis Syuro dan pimpinan PKS. Sehingga jauh-
jauh hari PKS sudah angkat bendera penuh mendukung pasangan SBY-MJK.
Kendati sebagai "penumpang" terakhir kontrak politik yang dibuat
Tifatul efektif menguntungkan sekali bagi kedua belah pihak. Dalam
kontrak PKS memperoleh beberapa jatah kursi strategis di kabinet.

Pasangan SBY-MJK berhasil meraih suara terbanyak sebagai pemenang
Pemilu. Sebagai the ruling party "anak-anak panah" PKS siap
dilesatkan ke mana saja dan kapan saja. Salah satu bukti awalnya
adalah Hidayat Nur Wahid. Atas restu dan dukungan SBY-MJK bersama
Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Kebangsaan (PPP), Partai
Bulan Bintang (PBB), dan partai-partai lain yang tergabung dalam
koalisi kerakyatan ditambah sejumlah anggota DPD, Hidayat Nur Wahid
pada pemilihan 6 Oktober 2004 berhasil meraih kursi pimpinan MPR
berbeda tipis dua suara saja dari Sutjipto dari Koalisi Kebangsaan.

Walau partai baru dalam waktu singkat PKS sudah tergolongkan ke
dalam kelompok elit, atau sebagai the ruling party partai penguasa.
Karena sebagai partai penguasa Tifatul berjanji dan menjamin tak
akan melengserkan Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono di
tengah jalan, seperti pernah dialami Gus Dur. Kendati "hanya"
sebagai pimpinan sementara Tifatul pasti akan memberi banyak warna
kepada partai dan peta perjalanan politik nasional, paling tidak
hingga berlangsung Mukhtamar April 2005 untuk memilih pimpinan baru
PKS yang definitif.

Politik sebagai ibadah
Tifatul Sembiring adalah ayah dari tujuh orang anak hasil
pernikahannya dengan Sri Rahayu, wanita asal Karanganyar. Tifatul
bersama Nur Mahmudi Ismail dan Hidayat Nur Wahid adalah tiga dari
antara 50 orang pendiri Partai Keadilan (PK), partai yang menjadi
cikal bakal PKS. PK pada Pemilu 1999 tidak lolos electoral threshold
batas dua persen sehingga untuk bisa maju kembali pada Pemilu 2004
PK harus bermetamorfosa menjadi partai baru. Lahirlah Partai
Keadilan Sejahtera (PKS).

Tifatul mengaku menerima mandat memimpin PKS secara mendadak. Hanya
tiga hari sebelum diserahterimakan, dilantik, dan diumumkan resmi ke
masyarakat luas 11 Oktober, persisnya pada Jumat 8 Oktober 2004
malam hari. "Anak panah" Tifatul dilesatkan menjadi presiden partai
oleh "tali busur" yang terdiri Majelis Pertimbangan Partai, Majelis
Syura, Dewan Syariah Pusat, dan Presiden PKS Hidayat Nur
Wahid. "Saya dan istri saya baru tahu malam Sabtu. Keputusan itu
sudah diambil dan dimandatkan kepada saya setelah shalat magrib,"
kata Tifatul, kepada Azhar Azis dari Indo Pos.

Tifatul menanggapi pemberian mandat sebagai biasa-biasa saja sebab
tidak ada yang istimewa dalam setiap proses peralihan kepemimpinan
di PKS. Namun karena yang menerima mandat adalah dirinya sendiri
maka disertai pula rasa takut. "Kalau di PKS, kita justru takut
menerima jabatan. Karena itu, tidak ada kader yang mau melakukan
kampanye positif untuk pencalonannya. Tetapi, kita seperti anak
panah yang siap diluncurkan ke mana saja oleh sang pemegang tali
busur, yaitu Majelis Syura dan lembaga tinggi partai," jelas Tifatul.

Rasa takut muncul pada diri Tifatul sebab ia tidak dilibatkan dalam
proses pengambilan keputusan. Dirinya kaget saat mengetahui telah
ditunjuk sebab sepanjang memegang jabatan sementara hingga enam
bulan ke depan ia menjadi harus berhati-hati dalam mengambil setiap
tindakan dan kebijakan partai.

Di sisi lain ia merasakan biasa-biasa saja sebab demikianlah halnya
iklim demokrasi di PKS. Tidak ada yang istimewa dalam setiap proses
peralihan pimpinan PKS. Bahkan, istri dan anak-anaknya sudah maklum
akan pola kerja PKS yang sedemikian tangkas. Sejak pertama kali
aktif, saat masih bernama PK Tifatul sudah sering berada di luar
rumah.



Sebagai Humas PK ia selalu harus berada disamping Sang Presiden Nur
Mahmudi Ismail, diminta untuk mendampingi. Berada di luar rumah
hingga 17 hari lamanya mudah dipahami alasannya oleh seluruh anggota
keluarga, yang menganggap pekerjaan politik di PKS sebagai ibadah
dan pengabdian kepada umat.

Tifatul beribadah dan mengabdi kepada umat melalui karir politik PKS
berjalan secara mulus. Urusan kebutuhan keluarga sudah ditopang oleh
kelancaran usaha penerbitan milik Tifatul. Dia adalah direktur
merangkap penulis pada perusahaan penerbitan Asahuddin Press,
Jakarta, miliknya.

Demikian pula istrinya, Sri Rahayu tergolong aktif menulis tentang
kewanitaan. Dua buah bukunya, "Bila Muslimah Berpolitik" dan "Ketika
Aku Mencintaimu", sudah diterbitkan oleh Gema Insani Press. Tifatul
pertamakali mengenal Sri Rahayu, istrinya, itu di arena dakwah
kampus. Tifatul awalnya adalah aktivis dakwah kampus yang menebarkan
syiar Islam. Di forum mulia itulah untuk pertama kali Tifatul, pria
Batak Karo kelahiran Bukittinggi dipertemukan sekaligus berkenalan
dengan gadis asal Karanganyar, Sri Rahayu.

Ketujuh putra-putri buah cinta pernikahan Tifatul-Sri Rahayu adalah
si sulung Sabriana pelajar kelas 2 SMU, dan Fathan kelas 1 SMU.
Selanjutnya adalah Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad, dan si bungsu
Abdurrahman yang masih berusia 2 tahun 8 bulan.



Sesibuk apapun perjalanan karir politik berupa ibadah dan dakwah,
Tifatul selalu berusaha menyediakan waktu khusus kepada seluruh
anggota keluarga. Rapat keluarga seringkali digelar untuk
mendengarkan masukan dan kritikan dari anak-anak. Hasilnya, kendati
sering berada di luar rumah keseluruhan anaknya tak merasa terasing
atau teralienasi dari kegiatan Tifatul yang rajin berdakwah.

Tifatul adalah insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta, yang sejak tahun
1982 bekerja di PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, dan
Madura. Tugasnya menggarap bidang telekomunikadi dan data
processing. Tahun 1989 ia mengundurkan diri dari pekerjaan mapan itu
hanya untuk berdakwah. Sejak aktif berdakwah di kampus jiwa mubaligh
sudah tertanam dalam diri Tifatul.

Pekerjaan di PLN begitu menyita waktu Tifatul sehingga tidak sempat
berinteraksi dengan sesama untuk berdakwah. Berangkat kerja jam enam
pagi lalu pulang jam enam sore sudah dalam kondisi kelelahan.
Interaksi dengan masyarakat sekitar menjadi minim sekali, padahal,
dalam Islam sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan
manfaat kepada orang lain.

Sejak tahun 1990 aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini bergabung
dengan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, serta dengan Korps Mubaligh
Khairu Ummah, hingga sekarang. Tifatul juga menyempatkan diri
berkunjung ke Pakistan selama enam bulan untuk mengasah wawasan
berpikir politik di International Politic Center for Asian Studies
Strategic Islamabad, Pakistan.

Tifatul terus saja merangkai jaringan dakwah kampus. Begitu tiba era
multi partai, bersama Nur Mahmudi dan Nur Wahid ia berada bersama 50
kader pendiri Partai Keadilan (PK), di tahun 1998. Sejak itu
resmilah Tifatul menggeluti politik praktis sebagai salah satu model
ibadah dan dakwah yang baru. Awalnya ia menjabat Humas partai yang
mengharuskannya selalu mendampingi Presiden Nur Mahmudi.



Menjelang Mukhtamar, Tifatul ditugaskan sebagai Wakil Sekjen PKS,
dan pasca mukhtamar diangkat mendapat mandat sebagai Ketua DPP
Wilayah Dakwah I Sumatera. Jabatan, mandat, dan amanah itu berhasil
dipertanggungjawabkan Tifatul dengan menggelontorkan sepertiga total
kursi palemen milik PKS berasal dari wilayah dakwah pimpinannya.  &#9658;ht

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


Nama: Tifatul Sembiring
Lahir: Bukittinggi, 28 September 1961
Istri: Sri Rahayu
Anak:
1. Sabriana Sembiring
2. Fathan Sembiring
3. Ibrahim Sembiring
4. Yusuf Sembiring
5. Fatimah Sembiring
6. Muhammad Sembiring
7. Abdurrahman Sembiring

Pengalaman Organisasi:
&#61550; Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),periode 2005-2010
&#61550; Pejabat Sementara Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
Oktober 2004-April 2005
&#61550; Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I Sumatera
&#61550; Humas Partai Keadilan
&#61550; Pendiri PartaiKeadlan (PK)
&#61550; Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII)
&#61550; Aktivis Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, 1990
&#61550; Aktivis Korps Mubaligh Khairu Ummah

Pekerjaan:
&#61550; Direktur Asaduddin Press, Jakarta
&#61550; PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jwa, Bali, Madura 1982-1989

Pendidikan:
&#61550; Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K)
Jakarta
&#61550; International Politic Center for Asian Studies Strategic
Islamabad, Pakistan

Alamat Rumah:
Kompleks Pondok Mandala II Blok N-1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

Alamat Kantor:
Kantor Pusat DPP Partai Keadilan Sejahtera
Gedung Dakwah Keadilan
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F
Jakarta Selatan, Indonesia
Telp +62-21-7995425
Fax +62-21-7995433




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/_OLuKD/8WnJAA/cUmLAA/XgSolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

___________________)|(_______________________
Bencana silih berganti melanda negeri ini....
Mari bantu ringankan penderitaan mereka......
Salurkan dana kepedulian Anda melalui P2B PKS
[P2B PKS = Pos Penanggulangan Bencana PKS]
di BCA No. Rek: 7600321166 a/n PKS, atau
di BSM No. Rek: 003.007.1601 a/n PKS

Info lebih lanjut:
Sekretariat P2B PKS - di DPP PKS
021-7995425 (hunting) ext. 27
HP. 0818 957579 - Sdr. Faqih

---------------------------------------------
Mailing List Keadilan4all
Milis PK Sejahtera (UnOfficial)
http://groups.yahoo.com/group/keadilan4all

Situs resmi DPP Partai Keadilan Sejahtera di
http://www.pk-sejahtera.org
---------------------------------------------
Menuju Indonesia Bersih dan Lebih Peduli
��������������������������������������������
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
   http://groups.yahoo.com/group/keadilan4all/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
   [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
   http://docs.yahoo.com/info/terms/

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke