Musuh Islam Berlabel Islam
Counter Liberalisme Oleh : Redaksi 16 May 2005 - 1:30 pm
http://swaramuslim.net/more.php?id=1038_0_1_0_M
Inilah daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang “meminta-minta”
(istilah Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajukan proposal dana,
lalu dalam bahasa pergaulan dipakai ungkapan “partner dalam kerjasama”)
kepada The Asia Foundation
Ghirah dan kecemburuan kaum Muslimin terhadap ajaran Islam yang agung,
dewasa ini betul-betul menghadapi ujian berat. Serbuan propaganda
kekafiran, kemaksiatan dan hujatan bahkan pelecehan terhadap Islam mengalir
deras tak terbendung. Secara historis, memanglah wajar, mengingat
perseteruan antara haq dan batil memang tidak pernah berakhir, hingga
akhir zaman.
Namun, yang amat menggelisahkan adalah realitas bahwa banyak kalangan Muslim
yang dengan setia menjadi penonton dari pertunjukan kafir di depan kelopak
matanya. Tidak sedikit pula kaum Muslimin yang secara tegas membantu
menghina dan melecehkan ajaran Islam di hadapan orang-orang kafir! Hinaan
dan pelecehan itu terkadang diaplikasikan dalam bentuk tindakan yang
bertentangan dengan ajaran Islam, seperti melakukan sebuah kekafiran,
terkadang juga berupa ucapan yang secara sadar atau tidak sadar sebenarnya
adalah hujatan terhadap Islam!
Yang paling parah lagi, bila itu dilakukan oleh orang yang memakai label
Islam. Salah satunya adalah majalah Syir’ah yang didanai oleh The Asia
Foundation (TAF). Mendengar nama TAF, tentu tidak heran lagi telinga kita,
pastilah lembaga yang didanai bersenyawa dengan kelompok Liberalis berkedok
Islam lainnya. Sebab, hampir semua LSM yang didanai oleh TAF, produknya
sama, yaitu menggerogoti akidah Islam. Kekacauan yang terbesar adalah
penyebaran racun-racun pluralisme, liberalisme dan inklusivisme yang diusung
oleh JIL dengan Komunitas Utan Kayunya, Paramadina dengan Fiqih Lintas
Agamanya dan Musdah Mulia dengan Kompilasi Hukum Islamnya.
Majalah “Syir’ah,” namanya sangat bagus, berarti jalan yang terang, diambil
dari Al-Qur`an surat Al-Ma`idah 48: “Wa likullin ja’alna minkum syir’atan wa
minhajan” terjemah Indonesianya: “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami
berikan aturan dan jalan yang terang.”
Motonya pun cukup bagus, “Mengurai Fakta Menenggang Beda: Berangkat dari
kesadaran akan perbedaan. Perbedaan sebagai ciptaan Allah yang abadi. Bukan
untuk bertikai, melainkan untuk berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan.”
Tapi akhlaknya buruk tidak seindah motonya. Misinya kotor tak seterang
namanya. Setiap edisi yang diterbitkan tiap bulan, selalu ada racun yang
ditebarkan kepada pembaca di negara Muslim terbesar di dunia ini. Topik
racunnya pun monoton, yakni mencitranegatifkan umat Islam,
mencitrapositifkan Yahudi dan Nasrani, serta melegalisasi pemurtadan umat
Islam.
Ternyata Syir’ah tidak mengurai fakta menenggang beda, tapi mengurai fitnah
menenggang pemurtadan. MAG, MAI
MEREKA ADALAH SAUDARA SEPERSUSUAN Yang didanai The Asia Foundation (TAF)
Inilah daftar lembaga beserta nama tokoh dan alamatnya yang “meminta-minta”
(istilah Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL: mengajukan proposal dana,
lalu dalam bahasa pergaulan dipakai ungkapan “partner dalam kerjasama”)
kepada The Asia Foundation:
1. Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI),
Ulil Abshar Abdalla dan Nong Mahmada, Jl. Utan Kayu 68-H Jakarta Timur.
2. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Dr Djohan Effendi dan
Ulil Abshar Abdalla, Jl. Percetakan Negara No. C-553, Jakarta Pusat.
3. Paramadina (Penggencaran Pluralisme Agama/Menyamakan Semua Agama),
Kautsar Azhari Noer, Jl TB Simatupang Pondok Indah Plaza III F5/7
Jakarta.
4. Majalah Syir’ah, Alamsyah M Dja’far, Jl Asembaris Raya M Kavling 8 Kebon
Baru Tebet, Jakarta Selatan.
5. Lembaga Buruh, Tani dan Nelayan (LBTN), PP Muhammadiyah, Moeslim
Abdurrahman, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
6. Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP), Pramono U Tantowi dan Rizal, PP
Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
7. Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Munawar, Hendrik dan Denden (Retas),
Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
8. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (LP3-UMY), Said Tuhuleley, Budi dan Asykuri Chamim, Gedung AR
Fachruddin Kampus UMY, Jl. Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan,
Yogyakarta.
9. Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Gustin, Jl.
A Yani, Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah.
10. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh, Afdhal Jihad, Jl KH A Dahlan,
Banda Aceh.
11. Pemuda Muhammadiyah (PM) Aceh, A Malik Musa, Jl. KHA Dahlan, Banda Aceh.
12. Fatayat NU, Dra Maria Ulfah Anshor, Marhamah dan Iin, Gedung PBNU Jl
Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.
13. Lakpesdam NU, Masykur Maskub, Imdadun Rahmat dan Taswan, Jl. H. Ramli No
29A Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
14. PUAN Amal Hayati (Urusan Gender), Sinta Nuriya (istri Gus Dur), Jl.
Warung Silah No. 30 RT 02/05 Kompleks Masjid Al-Munawwarah, Ciganjur,
Jakarta.
15. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Masdar F Mas’
udi, Jl. Cililitan Kecil III/12, Kramat Jati, Jakarta Timur.
16. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, Najib, Tompeyan TR
III/133 Yogyakarta.
17. Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA) Padang, Sudarto, Jl Purus I No. 8A
Padang, Sumatera Barat.
18. Gender Team for Ministry of Religious Affairs (GT-MORA), Dra Siti Musdah
Mulia, Departemen Agama RI, Jl. Lapangan Banteng No 4-6 Jakarta Pusat.
19. Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Dra Siti Musdah Mulia, Jl
Matraman Masjid I.A Jakarta Selatan.
20. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah, Dr Masykuri Abdillah dan Hakim Jamil, Jl Ir
H. Juanda 95 Ciputat.
21. Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah, Rosatria, Jl Ir H Juanda 95 Ciputat.
22. Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah (urusan gender), Dr Amsal Bachtiar, Jl Ir H Juanda
95 Ciputat.
23. Desantara, Drs Bisri Effendi, Jl. Raya Citayam 35 Depok.
24. DPP Korps Perempuan Majelis Dakwah Islam (MDI) (Bidang Garapan tentang
Gender), Hj Juniwati T Maschjun Sofwan dan Nilmayetti, Jl Anggrek
Nelly Murni 11A, Slipi Jakarta Barat.
25. Indonesian Center for Islam and Pluralism (ICIP), Syafii Anwar dan
Syafiq Hasyim, Jl Hang Lekiu I No. 09 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
26. Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin,
Nurcholish Madjid, Jl Gatot Subroto IV/Kemiri NO 102 Banjarmasin
Kalsel.
27. Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS), Amiruddin, M JadulMaula, Fikri
dan Luth, Sorowajan Baru, Jl Pura No 1 Yogyakarta.
28. Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) Makassar,
Azhar Arsyad, Jl Faisal Raya No 22 Blok 22B Makassar.
29. Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI), Anick, Jl Ir H Juanda Gg
Swadaya Rt 01/08 Pisangan, Ciputat.
30. Rahima (Urusan Gender), Syafiq Hasyim, Jl Pancoran Timur IIA No 10 Pasar
Minggu Jakarta Selatan, dan masih banyak lagi.
(Sumber: Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Hartono Ahmad Jaiz, Darul
Falah Jakarta, Cet. I, Juli 2004, hlm.158-164).
Sumber : Majalah Tabligh
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________