http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=687

Memelihara Alam, Mandat Illahiah
Oleh Gamawan Fauzi
Oleh admin padek 1
Jumat, 03-Juni-2005, 11:58:30 1 klik


Memelihara alam sekitarnya dalam berbagai bentuk dan cara yang telah dilakukan oleh umat manusia. Mulai dari yang paling sederhana, seperti membuat lobang sampah di belakang rumah, sampai kepada pemeliharaan alam berteknologi tinggi seperti perekayasaan genetika tumbuhan untuk mempertahankan spisies yang sudah langka, sebenaranya, adalah merupakan mandat langsung dari Allah SWT untuk manusia di muka bumi.




Sastrosupeno (1984) dengan sangat baik telah menguraikan proses penyerahan mandat oleh Tuhan kepada manusia untuk memelihara alam. Supeno melukiskan, �Ketika Tuhan selesai menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, dipandangNya-lah ketinggian langit nan biru dan bumi yang terhampar luas. Lalu Tuhan puas dan berkenan. Semuanya tampak baik dan sempurna adanya. Sungguh karya agungNya tiada terperikan. Ke mana saja pandangan dijatuhkan, segalanya keindahan belaka.

Dalam pada itu, sedang melihat-lihat kesempurnaan ciptaanNya itu, Tuhan pun berkehendak pula, pada saatnya nanti keindahan dan kekayaan alam maya pada ini akan Tuhan percayakan pula mengurusnya kepada si hamba, dan di dalam Alkisah disebutkan, ketika itu Allah SWT sudah pula menciptakan si hamba yang disebut Malaikat dan Iblis.

Yang keduanya, kalau diminta mengurus Alam maya pada oleh Sang Khalik, tiada pula berdaya untuk menolaknya. Tetapi dalam pandangan Allah, keduanya bukan hamba terbaik untuk mengurus Alam. Maka diciptakanlah manusia oleh Tuhan untuk mengurus dan memelihara karya agungNya berupa bentangan alam dengan segala kekayaan yang berlimpah itu.

Dari sepenggal kisah di atas dan jika kita coba sedikit merenungkan, tampaklah dengan nyata oleh kita, bahwa, eksistensi kita selaku manusia, pada hakikatnya, menyatu dengan eksistensi alam sekitarnya. Bukankah Allah SWT berkehendak mewujudkan eksistensi kita selaku manusia ketika eksistensi alam yang telah diciptakan, tetapi belum ada yang akan mengurusnya? Maka diciptakanlah kita, manusia, lalu diberi mandat untuk mengurus dan memelihara alam. Sederhananya begini, penjadian kita selaku manusia merupakan kelengkapan yang tak terceraikan dari penjadian alam semesta secara keseluruhan. Dan inilah mandat Illahiah untuk memelihara alam dan lingkungan sekitarnya yang wajib kita emban dengan penuh rasa tanggungjawab.

Konsepsi mandat Illahiah untuk memelihara alam ini, menjadi keharusan bagi kita untuk selalu memantapkannya dalam hati kita masing-masing, supaya dalam diri kita senantiasa bersemi suatu keyakinan, di mana bersahabat dengan alam sekitarnya adalah sebuah manifestasi unjuk cinta kita Kepada Tuhan. Menjadikan cinta kepada alam sebagai bagian dari mencintai Tuhan, akan membebaskan kita dari keserakahan mengekploitasi alam secara membabi buta. Bahkan lebih dari itu, mencintai alam berarti juga, sebuah upaya kita untuk menghilangkan energi �buruk� alam yang kalau tidak kita hilangkan, dapat memunculkan kemurkaan alam yang luar biasa dasyatnya.

Sungguh telah teramat banyak pesan alam kepada umat manusia melalui mala petaka dan kemurkaan alam di mana-mana. Di mana-mana di dunia telah terjadi bencana-bencana yang menimpa, seperti kasus hujan asam yang mengsengsarakan, malapetaka limbah radio aktif, menipisnya lapisan ozon, penggunaan lahan di perkotaan secara habis-habisan, punahnya berbagai spisies tumbuhan dan binatang, banjir bandang yang melanda pemukiman, tanah longsor dan terakhir yang paling mengenaskan, alam memberi pesan dengan kerasnya melalui hantaman gelombang tsunami yang menewaskan ratusan ribu orang dan ratusan ribu yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Karenanya, sudah saatnya kita kembali kepada sebuah pemahaman yang utuh, tentang konsepsi mandat Illahiah sebagai diurai di atas. Kita, di suruh oleh Allah SWT untuk memelihara dan mengurus alam, tidak lain, semata-mata oleh Allah SWT untuk kepentingan kita juga. Ambillah segala potensi yang ada dilautan, tambanglah segala sumber daya yang ada di perut bumi, pergunakanlah segala jenis tumbuhan dan binatang, semua Kuciptakan hanyalah untuk kemudahanmu, demikianlah Allah telah menyampaikan kepada kita. Tetapi kita sering lupa dan terperangkap oleh keserakahan, sehingga semua potensi sumber daya alam kita gerus, kita jarah, kita tangkapi untuk sekedar memuaskan nafsu kita.

Kita seolah-olah hanya hidup untuk hari ini, kita semakin kehilangan kearifan bahwa di belakang hari kelak, ada anak cucu kita yang hanya, oleh ulah kita, akan mewarisi tanah-tanah tandus, sungai-sungai yang mengering dan sederetan kisah-kisah sebuah negeri yang pernah subur makmur, hutan lebat dengan kicauan burung di tengah orkestra alam nan damai. Wassalam.

Penulis Calon Gubernur Sumatera Barat
================================






Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke