Sjamsir Sjarif wrote:
Aa tu aratinyo " berjual beli dengan sistem `inah, mengikuti ekor-ekor
sapi, puas terhadap bercocok tanam..."?
Agak gonjie tadanganyo. Tolong jolehkan, iyo indak obeh dek ambo doh.
'Inah adalah salah satu bentuk jual beli riba yaitu:
"yaitu menjual sebuah barang kepada seseorang dengan harga kredit,
kemudian dia membelinya lagi dengan harga kontan akan tetapi lebih
rendah dari harga kredit. Misalnya, seseorang menjual barang seharga Rp
20.000 dengan cara kredit. Kemudian (setelah dijual) dia membelinya lagi
dengan harga Rp 15.000 kontan. Adapun harga Rp 20.000 tetap dalam
hitungan hutang si pembeli sampai batas waktu yang ditentukan. Maka ini
adalah perbuatan yang diharamkan karena termasuk bentuk tipu daya yang
bisa mengantarkan kepada riba. Seolah-olah dia menjual dirham-dirham
yang dikreditkan dengan dirham-dirham yang kontan bersamaan dengan
adanya perbedaan (selisih). Sedangkan harga barang itu hanya sekedar
tipu daya saja (hilah), padahal intinya adalah riba."
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=66
Sedangkan "mengikuti ekor-ekor sapi" maksudnya umat Islam telah ridha
dan sibuk dengan urusan dunia saja.
Jika kita lihat masa sekarang ini, umat Islam justru merasa dirinya
lemah karena masalah ekonomi. Akhirnya ditempuhlah berbagai cara untuk
mencapai 'kemajuan' tersebut. Padahal kemenangan datangnya dari Allah.
Jika kita lihat perjuangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
yang utama adalah dakwah tauhid yang mengokohkan pondasi umat.
Kemenangan mereka capai karena kekuatan pondasi tersebut yang terbukti
di Perang Badar. Ketika Perang Uhud, kekalahan menimpa umat Islam karena
ternodainya kekuatan tadi oleh orang-orang yang menyelisihi perintah
Rasulullah. Kekokohan aqidah generasi terbaik membuahkan dibukakannya
kemenangan dunia.
Dengan kata lain, sesuai dengan pesan Rasulullah tadi kita harus
membenahi yang ada dalam diri-diri kita dan berusaha kembali ke Islam
sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala (yang artinya):
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. ar-Ra'd 13:11)
Jika kita ingin menang maka tidak ada cara lain kecuali kembali meniti
jalan yang ditempuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para
shahabat beliau radhiallahu 'anhum ajma'in.
Sekian dulu dari saya, Mak. Semoga bermanfaat. Waallahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________