Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum wr wb.
(Saya katakan) Saya belum jawab dulu salam anda Mohon ma�af saya belum yakin jika anda itu Muslim, kalo boleh kita ketemu dan berbincang-bincang langsung baru saya yakin apakah anda itu Muslim, Non Muslim atau orang Murtad atau mungkin juga provokator pemecah belah. Sebab dari tulisan dan hasil karya anda masih syubhat alias belum jelas. Bismilahirrahmanirrahiim. (Saya katakan) Alhamdulillah basmalahnya udah benar. Sdr Teguh yang disayangi Allah dan saya hormati.Jemaah yang budiman. (Saya katakan) Yang benar SEMOGA disayangi Allah tahu dari mana anda tahu jika Allah menyayangi saya anda bukan Tuhan saya. Yang benar JAMA�AH bukan JEMA�AH kayak di kebaktian aja. Ah jangan campur aduklah kayak orang lulusan teologi aja. Semoga Allah melimpahkn rahmat dan ilmuNya kepada kita, semoga mendapat ilmu yang benar dan bermanfaat, yaa Allah jauhilah kami dari tipu daya setan dan dari pemimpin2 yang salah kaprah amin. (Saya katakan) Sama dengan Assalamu�alaikum. Belum bisa amiin dulu. Terimakasih atas perhatian tulisan anda, saya banyak belajar dari tulisan2 anda, dari tidak tahu menjadi tahu. Walaupun demikian pendapat anda saya hormati, tetapi pendapat anda ada yang berbeda dgn saya, semoga perbedaan ini dapat menjadi hikmah bagi kita dan pembaca. (Saya katakan) Alhamdulillah belajar lagi yang benar yah dan harus dilandasi sikap yang jujur terhadap kebenaran. Dan sepertinya anda akan tetap terus berbeda karena landasan dan kerangka berpikir anda DARI DULU IKUTAN MILIS HIDAYATULLAH tidak sama dengan kebanyakan Ummat Islam. Terkesan Materialis dan senang menonjolkan perbedaan di antara kaum Muslimin bukannya menjadi PEMERSATU Ummat yang sedang terpecah-belah oleh pujaan hati anda (AMERIKIKIK dan ISRAILILILI dan yang sejenisnya, Laknatullah �alaihi). JELASNYA saya katakan JADILAH PEMERSATU dan BUKAN PROVOKATOR. Itulah yang dibutuhkan ummat saat ini. (Saya katakan) Taufik atau Abdul Latif paling rajin menampilkan perbedaan dan terkesan berusaha mengarahkan ummat kepada missinya kepada -minimal yang sudah diketahui adalah menjadi- PAHAM MATERIALIS, LIBERALIS, DAN ADA KEMUNGKINAN SYIAH. (lihat penemuan saya dari tulisan anda di bawah) tapi yang terakhir ini tidak terlalu menonjol. Palng tidak kita jadi minder dengan Agama yang mulia ini karena agama ini udah banyak perbedaannya sehingga jadilah ummat mengikuti paham MATERIALIS DAN LIBERALIS. Masalah Hadits dan Sunnah. Seperti anda sudah ketahui bahwa para ulama2 sudah berbeda pendapat tentang kebenaran2 Hadist2 dan sunnah yang jumlahnya puluhan ribu, karena tidak dijamin oleh Allah swt. di kumpulkan oleh perawi2 150-200 setelah Nabi wafat. (Saya katakan) Saya ingin tahu yang anda ketahui, tolong sebutkan saja ulama-ulama yang berbeda pendapat dengan Hadits dan Sunnah yang kamu maksud. Hadits dan Sunnah aja kamu pisah. Dan missi kamu mulai kelihatan ingin membuat ummat ragu dengan mengatakan apa yang: (kamu katakan) karena tidak dijamin oleh Allah swt. di kumpulkan oleh perawi2 150-200 setelah Nabi wafat. Hadits-hadits kita sudah dipelihara oleh ulama-ulama kita yang pernah saya sebutkan, bahkan tetap dipelihara sampai sekarang karena masih ada aja SETAN-SETAN DARI KALANGAN MANUSIA dimanapun mereka berada yang membuat ribuan hadits palsu dengan menerbitkan kitab-kitab yang membongkar hadits palsu tersebut. Semenjak itu para ulama2 terpecah belah. Gol. Ali as dan Gol. Sahabat2 Nabi. Gol..Syiah dan Sunni. Disamping itu masih ada lagi gol. kecil2. Saya kira anda tahu sejarahnya ini bukan? Jadi kalau kebenaran hadits ini sudah dipertentangkan oleh ulama2, kemana kita berpegang lagi? Allah mengatakan pegangan umat Islam adalah Al Quran. Kemudian di kuatkan lagi oleh istri Nabi Aisyiah, seorang bertanya,"bagaimana akhla Baginda? Aisyah menjawab,"Kalau kamu tahu akhlaq Baginda bacalah Al Quran" Jadi jelaslah pegangan umat islam yang utama adalah Al Quran. (Saya katakan) Kamu tahu darimana kalo Shahabat yang mulia Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu bergelar as. Ada kemungkinan kamu ini orang Syiah. Sebab dikalangan syi�ii, gelar-gelar Fatimah, Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali dan Husen bin Ali dan Imam-Imamnya baik yang 12 maupun yang ada sekarang ini digelari as (alaihis salam). Sudah bau provokator nih. Golongan kecil-kecil mah ndak usah diurus. Dari dulu pegangan kita emang Al Qur�an tapi kamu menyebutkannya kurang satu, tambah lagi dong As Sunnah atau Al Hadits yang lengkaplah kalo menulis. Kemudian kau tulis hadits riwayat Aisyah, coba tolong disebutkan perawinya. Jangan-jangan hadits palsu. Kau yang lempar harus tanggung jawab yah. Kau kan mau capai-capai nulis panjang-panjang kalo merespon teman-teman di milis ini jadi tambahkan saja kecapaianmu itu untuk menuliskan darimana hadits ini kau ambil. Yang ini kita tunda dulu. Apa yang diucapkan dan yang dilakukan Nabi haruslah sesuai dgn ayat2 Allah bukan? Nabi tidak berani menambah dan mengurangi peraturan2 Allah yang diterimanya bukan? Kalau Al Quran kita jadikan pegangan utama dan alat filter dari ribuan2 Hadist dan sunnah yang dikumpulkan oleh Perawi2 maka akan tedapatlah hadist2 dan sunnah2 yang bertentangan dgn ayat2 Allah. (Saya katakan) ah kau ini salah lagi, tak ajari lagi nih gampangnya Hadits itu berfungsi sebagai penjelasan dari Al Qur�an. Contoh gampangnya perintah sholat. Coba kau cari ayat yang menjelasan cara-cara sholat dalam Al Qur�an jangan cari perbedaan aja kayak orang lulusan Teologi aja. Maka hadits-hadits Rosululloh sholallahu �alaihi wa salam yang melengkapi bukan menambahi. Jika perbuatan nabi ini dianggap menambahi aturan Allah niscaya akan kau dapatkan ayat teguran terhadap nabi tentang penambahan ini. Jangan sok tahu ah. Dan kita ummat Islam juga diperintahkan oleh Allah untuk menjadikan Hadits sebagai hukum kedua yang dipegang teguh setelah Al Qur�an. Tanya sama ustadzmu itu jangan tanya pendeta ndak ada yang tahu itu pendeta pastur. Disini kamu sudah berusaha membuat orang ragu dengan berusaha menjelaskan agama ini kurang terpelihara literatur shahihnya. Semoga Allah meridhoi dan merahmati para perawi dan pemelihara hadits-hadits tersebut sehingga tetap shahih sehingga dapat terlihat mana yang asli dan yang palsu. Yaa Allah engkau memang benar-benar menjaga agamamu nih tetap valid dengan adanya manusia-manusia shalih pilihan sepanjang masa. Kalau bertentangan dgn peraturan2 Allah berarti hadist2 dan sunnah itu disisikan oleh ulama2 zaman dulunya atau orang musryik yang tdk senang Islam maju. Seperti kita ketahui sistem pemerintahan zaman dulu adalah sistem diktator. Siapa yang berkuasa, hukumnyalah yang benar. Ajaran2 yang bertentangan dgn penguasa, akan dihapus dan di Banned.Jadi Hadist2 dan sunnah2 ditulis menurut penguasa untuk mempertahankan kedudukannya. Tidak salah lagi kalau ada hadist2 dan sunnah2 yang bertentangan dgn perintah2 Allah swt, saya kira anda mengerti akan sejarahnya secara umum. (Saya katakan) Saya ingin tahu yang anda ketahui, supaya saya tidak mengira kamu sedang membual. Coba sebutkan pemerintahan zaman siapa yang kau sebut diktator itu tidak usah takut-takut. dan sebutkan juga siapa saja penguasa diktator yang pilih-plih hadits untuk meneguhkan kekuasaannya jangan malu-malu. Sebab kau sudah menyimpulkan dengan mengatakan apa yang (anda katakan) Tidak salah lagi kalau ada hadist2 dan sunnah2 yang bertentangan dgn perintah2 Allah swt . Sebutkan saja jangan malu-malu. Mari kita difinisikan mana yang Hadist, mana yang peraturan Allah swt. Dikatakan, bahwa al Quran adalah ayat2 Allah yang disampaikan oleh Nabi. Dan Hadist2 adalah ucapan Nabi untuk menjelaskan ayat2 Allah swt. Sedangkan sunnah adalah apa yang dikerjakan oleh Nabi. (Saya katakan) engkau pintar tentang Al Qur�an tapi tentang hadits dan sunnah sebaiknya kau satukan karena keduanya adalah sama. Setelah saya pelajari dengan seksama maka ucapan2 Nabi itu terbagi 3 katagori: 1. Ucapan Nabi yang menyampaikan wahyu2 atau peraturan2 Allah yang diterima dari Malaikat Jibril kepada umat. Semua wahyu2 ini tertulis dalam Al Quran, Dan Allah mengatakan bahwa peraturan2 itu sudah lengkap dan dijamin kebenaranya sampai akhirat. Kan begitu? ulama2 semua setuju bukan?. (Saya katakan) Betul, ndak salah. 2. Ucapan Nabi yang menjelaskan wahyu2 Allah, karena tidak semua wahyu2 Allah bisa dimengerti oleh umat.Dan memberikan contoh bagaimana peraturan2 Allah itu dilaksanakan? Misalnya rakaat Shalat tidak ada dijelaskan dlm Al Quran, maka Nabi mencontohkan cara shalat. Dan tidak semua yang dilaksanakan Nabi(sunnah) harus diikuti, misalnya Nabi mempunyai istri 9 orang, umat dianjurkan 4 orang kalau bisa berlaku adil. Perintah ini tertulis dalam Al Quran. (Saya katakan) Betul dan anda pintar juga yah. Tapi masalah istri kalo dijumlahkan memang ada 9 tapi nabi tidaklah menikahinya sekaligus 9 tapi tetap 4 ketika ada yang meninggal Rosululloh menikah lagi dan jumlahnya 4 lagi demikian seterusnya sampai berjumlah 9. 3. Ucapan2 Nabi yang menjelaskan adat istiadat orang Arab dan sunnah2 yang dikerjakan Nabi sebagai adat Arab, bukan peraturan agama yang datang dari Allah. Kalau saya amati Hadist2 dan sunnah2 yang berhubungan dgn adat istiadat Arab sangat banyak sekali.Puluhan ribu dari bermacam sumber atau perawinya. Saya memperhatikan kebanyakan umat Islam terkecoh dalam Hadist2 dan sunnah2 semacam ini. Mereka menganggap adalah peraturan agama, walaupun itu tertulis dalam buku2 Hadist2 Sahih, Muslin dan Bukhari. Apa contoh2nya? Saya berikan beberapa conto saja, sesungguhnya ribuan banyaknya. 1. Rasulullah saw kalau makan dgn jari tanpa sendok. Kalau makan dgn sendok dan garpu adalah haram, karena mengikuti budaya Barat, Bid'aah. 2. Rasulullah saw berpakain dan berjubah, kalau pakai celana adalah budahaya Barat, haram 3. Rasulullah saw berjenggot lebat adalah sunnah 4. Rasulullah saw kalau berdakwah dgn unta atau jalan kaki, tidak boleh pakai TV, Internet, Radio karena semua adalah budaya Barat, Bidaah mengikuti budhaya Barat. 5. Rasulullah saw tidak bernyanyi dan memakai alat2 musik, tidak boleh bernyanyi. 6. Rasulullah tidak bercicin emas, laki laki dilarang bercicin emas dan kain sutra. 7. Tidak boleh memegang anjing atau menarok gambar anjing didinding, karena Rasulullah saw tidak mempunyai anjing. 8. Wanita tidak boleh keluar rumah tanpa mahram, tidak boleh meniru2 orang2 Barat 9. wanita2 tidak boleh bekerja di kantor bersama sama laki laki, tidakboleh meniru Barat. 10.Wanita2 harus menutup semua tubuhnya kecuali lobang mata untuk melihat. dan ribuan lainnya. (Saya katakan) ma�af sebelum nulis saya udah ketawa duluan baca penjelasan yang di atas ini. Oleh karena itu saya katakan Hadits dan sunnah jangan dipisah ya. Dan semua hadits itu seyogyanya sebagai ummat Muhammad sholallahu �alaihi wa salam kita membacanya, memahaminya dan mengikutinya sebisa mungkin. Dan tidak ada pembagian kategori ucapan nabi yang menjelaskan adat istiadat orang Arab. Itulah sempurna dan lengkapnya dienul Islam itu karena membahas semuanya dari bagaimana seharusnya orang Muslim itu beradat istiadat, beribadah, bertata negara, berpolitik, bergaul, berloyalitas, berlepas diri, berkata-kata, berperang melawan musuh-musuhnya, sampai bagaimana cara mengetahui musuh dalam selimut atau musuh seperti bunglon yang pura-pura masuk Islam dan memecah belah kesatuan ummat Islam semua LENGKAP TIADA DUANYA DI ALAM SEMESTA INI. Maka adat istiadat yang kau katakan itu adalah bagian dari hukum Islam kita. Wah kamu koq diskusinya kayak orang lulusan teologia aja. Mudah-mudahan tidaklah, amiin. Dari sepuluh macam Hadist dan sunnah diatas ternyata bukanlah peraturan2 dari Allah. Dan tidak mungkin Nabi menambah2 peraturan2 Allah bukan? Tidak mungkin Nabi mempertentangkan peraturan Allah dgn hadist2 atau sunnah2. (Saya katakan) Bravo! betul dan pintar, tapi alangkah baiknya hadits dan sunnah disatukan saja. Sebut aja salah satunya. Jadi setelah saya periksa seksama, banyak terdapat penyimpangan peraturan agama oleh Hadist2 dan Sunnah yang diciptakan oleh ulama2 zaman dulunya. Kita sekarang hanya mengikut2 saja, bagaimana kita memeriksa dan mengetahui orang2 lama yang sudah meninggal. Kita hanya percaya kepada guru2 kita disekolah atau dari buku2 yang kita baca. Siapa yang membikin buku2 kita tidak pernah tahu orangnya, katanya orang saleh, Mujadid dan ulama2 tersohor...lagi katanya...katanya...katanya.. kan begitu sistem kita belajar bukan? (Saya katakan) Saya ingin mengetahui apa yang kamu ketahui, coba sebutkanlah ulama-ulama zaman dulu yang engkau tuduh telah menyimpangkan hadits. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Kalo kita benjol kita ndak tahu siapa yang lempar batunya. Kesimpulan saya, kalau ingin tahu Hadist2 dan sunnah yang benar sahih, maka periksalah dan saringlah dgn peraturan2 Allah yang tertulis dalam Al Quran, tali Allah yang kuat dan tidak akan terputus sampai hari kiamat. Untuk itu palajarilah lebih dahulu ayat2 Allah dgn seksama agar bisa mengetahui apa Hadist2 dan sunnah itu peratuan Allah atau budaya Arab yang di export ke Indonesia atau negara2 lainnya. (Saya katakan) Lah kau ini bagaimana sih, yang mengetahui dari memeriksa dan menyaring Al Qur�an itu adalah orang-orang shalih tersebut yang sebagian kecilnya dah saya sebutkan sebelumnya. Jangan-jangan kamu ndak kenal mereka yah? Budaya arab itu kalo punya istri itu 20 orang bahkan lebih dari itu plus gundik-gundiknya dan Islam melalui Nabi merubahnya, budaya arab itu senang minum khamr, berjudi, membunuh anak perempuan dan lagi-lagi Islam melalui Nabi menghapusnya. Jadi yang kau maksud itu jika ingin memutuskan suatu hadits itu shahih atau palsu itu kita harus tanya Al Qur�an atau Al Qur�an jadi pemutusnya????? Wah kau ini belajar hadits dari ahli hadits mana yah? Derajat Hadits itu shahih atau ndak itu kamu harus cari perawinya sampai ke ujung dunia kalo perlu lalu kau pelajari dahulu kehidupan perawi tersebut sebelum mengambil hadits darinya, apakah perawi seorang yang shalih, bagaimana sholatnya, kejujurannya, ketajaman hapalannya, dan beberapa ketentuan lain untuk menguatkan bahwa hadits itu menjadi SHAHIH. (Kita sering mendengar bahwa Injil dan Taurat sudah tidak asli lagi, karena peraturan2 agamanya sudah dirobah oleh pastornya zaman dulu, zaman diktator. Masa Tuhan beranak bukan? Inilah korupsi ayat2 Tuhan. Begitu pula mereka juga menuduh ajar2n Islam sudah tidak asli lagi, karena lebih mempercayai Hadist2 dan Sunnah yang bukan peraturan2 agama dari Allah swt. Ini suatu peringatan saja bagi kita sebagi umat Islam.Hati hatilah kawan ) (Saya katakan) Mereka atau kamu yang menuduh? Kalo mereka biar sajalah Allah sudah katakan dalam Al Fatihah bahwa mereka itu sesat karena kebodohan dan kemalasannya dalam beribadah. Kenapa engkau angkat tuduhan mereka kesini? Anda harusnya rajin memasuki milis mereka dan tampilkan kepintaran anda menulis dan dan memecah belah kepada mereka dan giring mereka ke dalam Islam itu baru pintar. Apakah kita boleh meniru niru2 budaya Arab. Boleh boleh saja, tidak ada larangan, malah orang Arab sangat senang melihatnya bukan. Saya anjurkan janganlah semua diikuti. Keadaan iklimnya berbeda. Arab panas dan berdebu, kalau ada angin maka debu2 bertebaran masuk kedalam tubuh kita, makanya wanita2 Arab menutup semua tubuhnya kecuali lobang mata, begitu pula laki laki kita lihat di padang pasir, tidak aneh bukan? Kalau di Indonesia pasti di permalukan. Laki laki Arab kebanyakan kasar2 dan tanahnya memang panas dan suka makan kambing, kalau ada wanita mereka ganggu. Jadi ini juga adat Arab. (Saya katakan) wah ini topik yang sering diangkat Islam liberal, orientalis, missionaris dan lulusan Teologi. Insya Allah moderator dan teman-teman di milis ini dah tahu. Yang belum tahu insya Allah diberi kelapangan ilmu yang luas dengan belajar dan bayak bertanya. Bersama ini saya sampaikan pula beberapa peraturan2 Alah yang perlu dipegang atau dilaksanakan oleh Muslim. 1."Maka apakah mereka tidak mem perhatikan Al Quran ? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya QS.4;82 ( karena kebanyakan ulama2 atau Islamisc schlars mempercayai Hadist2 palsu dan riwayat karangan dari syaikh2, maka agama Islam menjadi salah kaprah dan terjadi perpecahan ada yang setuju dan ada yang kontra bukan?) Mereka saling benar sendiri, seprti anda dengan saya, lansung menuduh saya bahwa saya salah bukan? Yang menggembirakan kita ada beberapa antara lain; shalatnya sama, Al Qurannya sama, Nabinya sama, Allhanya sama, percaya harikemudian, membayar zakat, naik haji. 2."Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" (Al-Hasyr : 7) 3."Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Quran? QS.7;185 4."Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al quran dan sesungguhnya Kamilah benar benar memeliharanya (QS.15;9) 5.Apa yang diberikan oleh Rasul kepada mu maka terimalah dia, Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah QS 59;7 6."Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul ". (An-Nisa' : 59). (Kalau Nabi masih hidup tanyakan kepada Nabi, kalau Nabi sudah wafat, istri Nabi mengatakan diatas lihat dan bacalah Al Quran.titik, bukan diartikan kepada Hadist2 dan sunnah.Kebanyakan ulama2 mengartikan lihatlah Hadist2 dan sunnah2, yaa tidak mungkin, diartikan begitu. Hadist baru dikumpulkan lima generasi sesudah Nabi wafat. Coba bayangkan itu apakah mungin semua Hadist2 itu benar? ) (Saya katakan) Alhamdulillah dalil-dalil di atas semakin menguatkan argumentasi saya insya Allah mudah-mudahan pembaca juga jeli. Mudah2an dengan berdiskusi ini kita akan menerima hikmahnya dri Allah swt, terutama jemaah yang membacanya. Yang benar adalah milik Allah swt dan dan kalau ada kesalahan karena kelemahan kita jua mohon dimaafkan .Terimakasih kita sambung lagi. (Saya katakan) saya ma�afkan kesalahanmu karena kau adalah seorang manusia. Mari kita perlihatkan kepada jemaah diskusi kita yang menarik dan cantik. (Saya katakan) Insya Allah. Wasalamu'alaikum wr wb. (Saya katakan) Ndak dijawab dulu deh, masih syubhat. "Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Taufik, Menulis basmalahnya yang benar yah nanti artinya dah berbeda lagi. Sama saja anda melecehkan nama Allah Robb saya. Perbedaan bukan buat dibanggakan. Seharusnya terus mencari ilmu yang BENAR untuk mencari kesamaannya terutama masalah Aqidah sehingga mengikuti pemahaman yang menyimpang. Perbedaan para shahabat Nabi Sholallahu alaihi wa salam (selama Nabi masih hidup diantara mereka) itu di awasi secara ketat oleh Nabi sendiri. Maka perbedaan masalah Furuiyyah seperti ubudiyyah ada yang di setujui nabi. Tapi masalah aqidah tidak ada perbedaan sama sekali. PEMIKIRAN anda secara keseluruhan sudah masuk ke masalah loyalitas, baroah (berlepas diri) atau keberpihakan yang jelas atas diri seorang muslim yang merupakan bagian dari Aqidah Islamiyyah. Ini sudah masuk Tauhid Rubbubiyyah. Saya sarankan cari teman diskusi dan guru yang paham benar tentang aqidah. Saya amat sangat sarankan jangan belajar dari pendeta dan pastur yang aqidahnya rusak yang mengatakan Isa Putra Maryam adalah Anak Allah. Subhanallah Maha Suci Allah cermati saja surat al Ikhlash. Inilah paham pujaan hati anda yang kaya raya (hasil riba dan rampasan) yang dianut pujan hati anda Ameriki. Yahudi Israel lebih parah lagi aqidahnya. Allah saja sampai murka dan melaknat mereka seperti kera dan babi. Saya sih pikir dulu kalo memuji kedua kelompok manusia. Pelajari seksama Al Fatihah. Insya Allah tentang hadits tersebut alhamdulillah saya paham dengan keterangan yang saya dapatkan sbb: Ada beberapa hadits tentang iftiroqul ummah ini antara lain: HADITS PERTAMA: "Dari Abu Hurairah ia berkata : "Telah bersabda Rasulullah SAW. Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua) golongan dan Kaum Nashrani telah terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua) golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan". Hadits pertama ini diriwayatkan oleh : � Abu Dawud : bisa kita lihat di Kitabus Sunnah, 1 bab Syarhus Sunnah 4 : 197-198 nomor hadits 4596. Dan hadits di atas adalah lafadz Abu Dawud. � Tirmidzi : Kitabul Iman, 18 bab Maa ja'a fi 'Iftiraaqi Hadzihil Ummah, nomor 2778 dan ia berkata : Hadits ini HASAN SHAHIH. (lihat Tuhfatul-Ahwadzi VII : 397-398). � Ibnu Majah : 36 Kitabul Fitan, 17 bab Iftiraaqil Umam, nomor 3991. � Imam Ahmad dalam Musnadnya 2 : 332 tanpa menyebutkan kata Nashara. � Hakim dalam kitabnya : Al-Mustadrak : Kitabul Iman 1 : 6 dan ia berkata : Hadits ini banyak sanadnya dan berbicara masalah pokok-pokok agama. � Ibnu hibban dalam kitab Mawaariduzh-Zhan'aam: 31 Kitabul Fitan, 4 bab Iftiraaqil Umam, halaman 454 nomor 1834. � Abu Ya'la Al-Mushiliy dalam kitabnya Al-Musnad : Musnad Abu Hurairah. � Ibnu Abi 'Ashim dalam kitab "As-Sunnah", bab 19-bab Fima Akhbara Bihin Nabi Anna Ummatahu Sataf Tariqu juz I hal. 33 nomor 66. � Ibnu Baththah Fil Ibanatil Kubra : bab Dzikri Iftiraaqil Umma Fiidiiniha, Wa'alakam Tartaraqul Ummah ?. juz I hal. 228 nomor 252. � Al-Aajurriy dalam kitabnya "Asy-Syari'ah" bab Dzikri Iftiraaqil Umam halaman 15. Semua ahli hadits tersebut di atas meriwayatkan dari jalan Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi SAW. Mengenai profil orang yang meriwayatkan haditsnya atau RAWI HADITS-nya: � Muhammad bin 'Amr bin Alqamah bin Waqqash Al-Alilitsiy. � Imam Abu Hatim berkata : Ia baik haditsnya, ditulis haditsnya dan dia adalah seorang Syaikh (guru). � Imam Nasa'i berkata : Ia tidak apa-apa (yakni boleh dipakai), dan pernah ia berkata bahwa Muhammad bin 'Amr adalah orang yang tsiqah. � Imam Dzahabi berkata : Ia seorang Syaikh yang terkenal dan haditsnya hasan. � Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : Ia orang yang benar, hanya ada beberapa kesalahan. (Lihat : Al-Jarhu wat Ta'dil 8 : 30-31, Mizanul I'tidal III : 367, Tahdzibut Tahdzib IX : 333-334, Taqribut Tahdzib II : 196). � Abu Salamah itu Abdur-Rahman bin Auf. Beliau adalah rawi Tsiqah, Abu Zur'ah berkata : Ia seorang rawi Tsiqah. (Lihat : Tahdzibut Tahdzib XII : 127. Taqribut Tahdzib II : 430). DERAJAT HADITS PERTAMA Hadits ini derajatnya : HASAN, karena ada Muhammad bin 'Amr, tetapi hadits ini menjadi SHAHIH karena banyak SYAWAHIDNYA. � Tirmidzi berkata : Hadits ini HASAN SHAHIH. � Hakim berkata : Hadits ini SHAHIH menurut syarat Muslim dan keduanya (yaitu : Bukhari, Muslim) tidak mengeluarkannya, dan Imam Dzahabi menyetujuinya. (Mustadrak Hakim : Kitabul 'Ilmi juz I hal. 128). � Ibnu Hibban dan Asy-Syathibi dalam Al-'Itisham 2 : 189 menshahihkan hadits ini. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam kitab Silsilah Hadits Shahih No. 203 dan Shahih Tirmidzi No. 2128. HADITS KEDUA "Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata : Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda : Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kami dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. Adapun yang tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu "Al-Jama'ah". Hadits kedua ini diriwayatkan oleh : � Abu Dawud : Kitabus Sunnah, bab Syarhus Sunnah 4 : 198 nomor 4597. Dan hadits di atas adalah lafadz Abu Dawud. � Darimi 2 : 241 bab Fii Iftiraaqi Hadzihil Ummah. � Imam Ahmad dalam Musnadnya 4 : 102 � Hakim dalam kitab Al-Mustadrak 1: 128. � Al-Aajurriy dalam kitab "Asy-Syari'ah" hal : 18 � Ibnu Abi'Ashim dalam kitab As-Sunnah 1 : 7 nomor 1 dan 2. � Ibnu Baththah Fil Ibanati Kubra 1 : 221, 223 nomor 245 dan 247. � Al-Laalikai dalam kitab 'Syarhu Ushuulil i'tiqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah 1 : 101-102 nomor 150 tahqiq Dr Ahmad Sa'ad Hamdan. � Ashbahaani dalam kitab "Al-Hujjah Fi Bayaanil Mahajjah" fasal Fidzikril Ahwa' al Madzmumah al Qismul Awwal hal 177 nomor 107. Semua Ahli Hadits tersebut di atas meriwayatkan dari jalan : Shafwah bin 'Amr, ia berkata : Telah memberitakan kepadaku Azhar bin Abdullah Al-Hauzani dari Abu 'Amr Abdullah bin Luhai dari Mu'awiyah. RAWI HADITS KEDUA � Shafwah bin 'Amir bin Haram as-Saksakiy : Ia dikatakan Tsiqah oleh Al-'Ijliy, Abu Hatim, Nasa'i, Ibnu Sa'ad, ibnul Mubarak dan lain-lain. � Dzahabi berkata : Mereka para ahli hadits mengatakan ia orang Tsiqah. � Ibnu Hajar berkata : Ia orang Tsiqah. (Lihat : Tahdzibut Tahdzib IV : 376. Al-Jarhu wat Ta'dil IV : 422. Taribut Tahdzib I : 368, Al-Kasyif II : 27). � Azhar bin Abdullah Al-Haraazi. Ia dikatakan Tsiqah oleh Al-I'jiliy dan Ibnu Hibban. Imam Dzahabi berkata : Ia seorang tabi'in dan haditsnya hasan. Ibnu Hajar berkata : Ia Shaduq (orang yang benar) dan ia dibicarakan tentang nashb. (Lihat : Mizanul I'tidal I:173. Taqribut Tahdzib I:52. Ats-Tsiqat oleh Al-'Ijily hal.59 dan ASt-Tsiqat oleh Ibnu hibban IV : 38). � Abu 'Amir Al-Hauzani ialah Abu Amir Abdullah bin Luhai. � Abu Zur'ah dan Daraquthni berkata : ia tidak apa-apa yakni boleh dipakai. � Al'Ijily dan Ibnu Hibban mengatakan dia orang Tsiqah. � Dzahabi dan Ibnu Hajar berkata : Ia orang Tsiqah. (Lihat : Al-Jarhu wa Ta'dil V : 145. Tahdzibut Tahdzib V : 327. Taqribut-Tahdzib 1 : 444 dan Al-kasyif II : 109). DERAJAT HADITS KEDUA Derajat hadits ini : HASAN, karena ada rawi Azhar bin Abdullah, tetapi hadits ini menjadi SHAHIH dengan SYAWAHIDNYA. � Hakim berkata : Sanad-sanad hadits (yang banyak) ini harus dijadikan hujjah untuk menshahihkan hadits ini. Dan Imam Dzahabi menyetujuinya. (lihat : Al-Mustadrak I : 128). � Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Hadits ini Shahih Masyhur (lihat : Silsilah Hadits Shahih I : 359 oleh Syaikh Al-Albani). HADITS KETIGA "Dari Auf bin Malik ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, satu golongan masuk surga, dan tujuh puluh dua golongan masuk neraka". Beliau ditanya : "Ya Rasulullah, Siapakah satu golongan itu ?". Beliau menjawab ; "Al-Jama'ah". Hadits ini diriwayatkan oleh : � Ibnu Majjah : Kitabul Fitan, bab Iftiraaqil Umam II:1322 nomor 3992. � Ibnu Abi 'Ashim 1:32 nomor 63 � Al-Laaikaaiy Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis Sunnah Wal Jama'ah 1:101. � Semuanya meriwayatkan dari jalan 'Amr bin 'Utsman, telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Sahfwan bin 'Amr dari Rasyid bin Sa'ad dari 'Auf bin Malik. RAWI HADITS � 'Amr bin 'Utsman bin Sa'id bin Katsir Dinar Al-Himshi. Nasa'i dan Ibnu Hibban mengatakan : Ia orang Tsiqah (lihat : Tahdzibut Tahdzib VIII:66-67). � 'Abbad bin Yusuf Al-Kindi Al-Himshi. Ibnu 'Adiy berkata : Ia meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam meriwayatkannya. Ibnu Hajar berkata : Ia maqbul (yakni bisa diterima haditsnya bila ada mutabi'nya). (Lihat Mizanul I'tidal II:380. tahdzibut Tahdzib V:96-97. Taqribut Tahdzib I:395). � Shafwan bin 'Amr : Tsiqah (Taqribut Tahdzib I:368). � Rasyid bin Sa'ad : Tsiqah (Tahdzib III:225. Taqribut tahdzib I:240). DERAJAT HADITS Derajat hadits ini : HASAN karena ada 'Abbad bin Yusuf, tetapi harus mejadi SHAHIH dengan beberapa SYAWAHIDNYA. � Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan hadits ini SHAHIH dalam Shahih Ibnu Majah II:36 nomor 3226 cetakan Maktabul Tarbiyah Al'Arabiy Liduwalil Khalij cet: III tahun 1408H. � Hadits tentang terpecahnya umat menjadi 73 golongan diriwayatkan juga oleh Anas bin Malik dengan mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah No. 3993. Imam Bushiriy berkata : Isnadnya Shahih dan rawi-rawinya tsiqah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah No. 3227. (Lihat : 7 sanad yang lain dalam Silsilah Hadits Shahih 1:360-361. � Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabul Iman, bab Maaja' Fiftiraaqi Hadzihi Ummah No. 2779 dari shahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash dan Imam Al-Lalikaiy juga meriwayatkan dalam kitabnya Syarah Ushulil I'tiqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah I:99 No. 147 dari shahabat dan dari jalan yang sama, dengan ada tambahan pertanyaan, yaitu : Siapakah golongan yang selamat itu ?. Beliau SAW menjawab : "MAA ANAA 'ALAIYHI WA-ASH-HAABII" artinya �Ialah golongan yang mengikuti jejak-Ku dan jejak para shahabat-Ku". RAWI HADITS KEDUA � Dalam sanad hadits ini ada rawi yang lemah yaitu : Abdur Rahman bin Ziyad bin An'um Al-ifriqy. Ia dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in, Imam Ahmad, Nasa'i dan selain mereka. Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : Ia lemah hapalannya.(Tahdzib VI:157-160. Taqribut Tahdzib I:480). DERAJAT HADITS � Imam Tirmidzi mengatakan hadist ini HASAN, karena banyak syawahidnya. Bukan beliau menguatkan rawi ini, karena dalam bab Adzan beliau melemahkan rawi ini. (Lihat : Silsilah Al-Hadits Shahihah No. 1348 dan Shahih Tirmidzi No. 2129). ------------------------------------selesai sampai disini entang hadits iftiroqul ummah. (Saya katakan) semua Ulama-ulama ini sudah memelihara hadits ini dengan baik sehingga agama ini terjaga pula dengan baik. Ya memang tidak kita elakkan perpecahan ini tapi Cuma satu yang benar dan balasan surga bagi yang memegang pemikiran yang selamat itu. Di hadits yang kedua dah dijelaskan ciri-ciri pemikiran kelompok yang selamat yaitu Al-Jama�ah dkuatkan lagi di hadits yang ketiga yaitu pemikiran kelompok yang mengikuti jejakku dan jejak para shahabatku. Jelas bukan jangan sampai memahami agama ini tanpa harus melewati pemahaman orang-orang shalih tersebut. Ingat siapa orang shalih tersebut yaitu Para Shahabat, Tabiin, Tabiut tabiin, terus sampai Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnul Mubarrok, Fudhail bin Iyadh, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan seterusnya yang sudah diakui keshalihan dan keberpihakannnya pada agama yang hanif ini. Jangan di potong kompas jangan langsung pakai akal dan hawa nafsu anda langsung. Kalo agama ini langsung dipahami dengan kepala kita sendiri akan semakin banyaklah perpecahan agama ini. Ibaratnya begini nih: satu contoh saja anda bacakan Aliif Laam Mim, lalu tanpa baca literature orang-orang shalih tersebut tentang apa itu apakah ada artinya apakah bisa dan boleh diterjemahkan semaunya. Eh banyak yang potong kompas, Alif itu Allah kemudian Lam-nya itu apalah Mim-nya Muhammad. Pemikiran anda itu dah jelas-jelas matre coba baca tulisan sendiri dengan seksama. Dan merusak Islam di saat kondisi Umat sedang bangkit berani melawan penjajanya. Materialisme itu paham mengekor pada orang kafir yang menjajah kita yang jika ditampar tidak usah melawan. MATRE itu bagaimana menjadi pengecut yang selamat dari pihak penjajah dari keuntungan financial yang sedikit. Radikal yang kamu maksud itu adalah berani melawan penjajah yang menguras harta kekayaan kaum muslimin dimana saja berada (RADIKAL=BERANI). Pada masa kejayaan Islam dalam artian Khilafah telah berdiri Islam kaya raya. Maka kaya raya akan didapat jika dunia ini milik Allah seluruhnya dengan penegakkan syariat Allah tanpa kecuali. Tahukah anda kondisi sekarang khilafahnya umat Islam dah runtuh maka prinsip kaya raya yang seharusnya kita dapatkan masih dalam ganjalan pujaan hatimu itu yang nenek moyangnya keturunan kera dan babi itulah yang menjatuhkan khilafah Islam tersebut. Buku sejarah apa yang kamu baca? Wallahu �alam -----Original Message----- From: taufikmalin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, January 10, 2005 10:20 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [Hidayatullah.com] RESPOND UNTUK SDR TEGUH. Assalamu'alaikum wr wb Bismilahirrhamnirrahiim Sdr Teguh yang disayangi Allah dan saya hormati. Lain kepala lain pehamannya, sumbernya satu al Quran dan sunnah. Sudah di peringatkan oleh Rasulullah saw bahwa nanti islam akan terpecah belah menjadi 73,mungkin anda tahu ini kan?. Kemudia Allah mengingatkan kita saling mengingatkan dan saling berlomba lomba berbuat kebaikan. Perbedaan tidak bisa dielakan karena sudah sunnatulllah bukan. Saya akui sekali pemahaman saya berbeda dgn kawan2 setelah saya mempelajari Al Quran dan Sunnah dari beberapa sumber dan guru2. Yang mengembirakan kita walaupun kita dalam strategi perjuangan berbeda beda, tapi kita tetap; percayaka kepada Allah yang Maha Esa tidak syirik atau menduakan Tuhan, percaya kepada Rasulullah saw Al Quran sebagai buku pedoman hidup kita, dan rukun iman yang sama. Saya setuju sekali dgn strategi perjuangan AA Gym. Saya pribadi suka berdiskusi kepada kawan2 yang berbeda pendapat dengan saya. untungnya bagi saya:pertama saya tahu apa kelemahan saya, kedua saya tahu sampai mana kebenaran saya dan sampai kemana orang bisa saya yakini. Kitiga kalau dakwah saya dimengerti dan diikuti, mudah2an Allah memberikan saya pahala. Kalau saya salah Allah saya tidak mendapat pahala, karena saya sendiri sudah berusaha mempelajari Al Quran.kan begitu. Saya tidak suka berdiskusi dengan kawan kawan yang sepaham dengan saya, bosan, dan pendapatnya sama, buat apa berdiskusi kan begitu? Sekarang saya menemukan anda dan teman lainnya di Milist ini berbeda dgn saya. Saya gembira. Sekarang terserah kepada kawan2 apakah saya teruskan tulisan2 saya, apakah saya berhenti. Moderator merdeka memilihnya. Saya kira moderator adalah orang yang berjiwa luas, berpikir dalam, dgn ada nya perbedaan dari anggota jemaah, akan dapat mengairahkan para pembaca. Dan dapat pengetahuan yang baru dan berbeda. Kalau di Saudi Arabia, yang sistem satu partai, satu jemaah seperti negara Komunis, kalau ada dalam masarakat yang berbeda pemahamannya dgn Mejelis ulama, pasti di Banned. di blok. Tidak boleh berdakwah di tanah Saudi Arabia. Makanya jemaah2 selain jemaah Wahhabi tidak dibolehkan berdakwah di sana. Akibatnya apa? Kalau sekiranya Pengikut2 Wahhabi salah strategi dalam perjuangan atau salah memahami ajaran2 Islam maka rakyatlah yang menderita. Seperti sekarang ini, lapangan kerja tidak ada untuk pemuda2 Arab, karena tidak ada fabrik2. Mereka benci akan materi terutama masarakat Baduwi. Semua di import dari luar negeri. Sebahagian besar pemuda2 yang belajar di luar negeri pindah ke Eropah dan Amerika. Inilah kesalah besar yang saya lihat, benci kepada Material, benci kepada kemajuan2 akhirnya umat tidak produktif, mudah dikalahkan oleh Yahudi dan Amerika. Raja Sauud dan pemerintahannya mulai sadar bahwa ajaran2 Wahhabi selama ini ada kelemahan yang fatal yaitu umatnya tidak produkti, malas bekerja. Mau subsidi dari minyak. Pemerintahan Saudi mulai menukar strategi agar negaranya bisa bethan hidup, kalau tidak akan menghadapi kehancuran. Sekarang pemerintah sedang melakukan perobahan2 besar membuka diri untuk bangsa2 lainnya. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama. Kusus kepada sdr Teguh, saya belum lagi merespond tulisan anda, sekiranya anda setuju menerima respond dari saya akan saya persiapkan, saya tunggu jawaban dari anda. Demikianlah, terimakasih, wassalamu'alaikum wr wb Wassalamu'alaikum wr wb. __________________________________ Discover Yahoo! Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and more. Check it out! http://discover.yahoo.com/mobile.html _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

