Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamu'alaikum wr wb.

(Saya katakan) Saya belum jawab dulu salam anda Mohon
ma�af saya belum yakin jika anda itu Muslim, kalo
boleh kita ketemu dan berbincang-bincang langsung baru
saya yakin apakah anda itu Muslim, Non Muslim atau
orang Murtad atau mungkin juga provokator pemecah
belah. Sebab dari tulisan dan hasil karya anda masih
syubhat alias belum jelas.

 

Bismilahirrahmanirrahiim.

(Saya katakan) Alhamdulillah basmalahnya udah benar.

 

Sdr Teguh yang disayangi Allah dan saya hormati.Jemaah
yang budiman.

(Saya katakan) Yang benar SEMOGA disayangi Allah tahu
dari mana anda tahu jika Allah menyayangi saya anda
bukan Tuhan saya. Yang benar JAMA�AH bukan JEMA�AH
kayak di kebaktian aja. Ah jangan campur aduklah kayak
orang lulusan teologi aja.

 

Semoga Allah melimpahkn rahmat dan ilmuNya kepada
kita, semoga mendapat ilmu yang benar dan bermanfaat,
yaa Allah jauhilah kami dari tipu daya setan dan dari
pemimpin2 yang salah kaprah amin.

(Saya katakan) Sama dengan Assalamu�alaikum. Belum
bisa amiin dulu.

 

Terimakasih atas perhatian tulisan anda, saya banyak
belajar dari tulisan2 anda, dari tidak tahu menjadi
tahu. Walaupun demikian pendapat anda saya hormati,
tetapi pendapat anda ada yang berbeda dgn saya, semoga
perbedaan ini dapat menjadi hikmah bagi kita dan
pembaca.

(Saya katakan) Alhamdulillah belajar lagi yang benar
yah dan harus dilandasi sikap yang jujur terhadap
kebenaran. Dan sepertinya anda akan tetap terus
berbeda karena landasan dan kerangka berpikir anda
DARI DULU IKUTAN MILIS HIDAYATULLAH tidak sama dengan
kebanyakan Ummat Islam. Terkesan Materialis dan senang
menonjolkan perbedaan di antara kaum Muslimin bukannya
menjadi PEMERSATU Ummat yang sedang terpecah-belah
oleh pujaan hati anda (AMERIKIKIK dan ISRAILILILI dan
yang sejenisnya, Laknatullah �alaihi). JELASNYA saya
katakan JADILAH PEMERSATU dan BUKAN PROVOKATOR. Itulah
yang dibutuhkan ummat saat ini.

 

(Saya katakan) Taufik atau Abdul Latif paling rajin
menampilkan perbedaan dan terkesan berusaha
mengarahkan ummat kepada missinya kepada -minimal yang
sudah diketahui adalah menjadi- PAHAM MATERIALIS,
LIBERALIS, DAN ADA KEMUNGKINAN SYIAH. (lihat penemuan
saya dari tulisan anda di bawah) tapi yang terakhir
ini tidak terlalu menonjol. Palng tidak kita jadi
minder dengan Agama yang mulia ini karena agama ini
udah banyak perbedaannya sehingga jadilah ummat
mengikuti paham MATERIALIS DAN LIBERALIS.

 

Masalah Hadits dan Sunnah.

Seperti anda sudah ketahui bahwa para ulama2 sudah
berbeda pendapat tentang kebenaran2 Hadist2 dan sunnah
yang jumlahnya puluhan ribu, karena tidak dijamin oleh
Allah swt. di kumpulkan oleh perawi2 150-200 setelah
Nabi wafat. 

(Saya katakan) Saya ingin tahu yang anda ketahui,
tolong sebutkan saja ulama-ulama yang berbeda pendapat
dengan Hadits dan Sunnah yang kamu maksud. Hadits dan
Sunnah aja kamu pisah. Dan missi kamu mulai kelihatan
ingin membuat ummat ragu dengan mengatakan apa yang:
(kamu katakan) karena tidak dijamin oleh Allah swt. di
kumpulkan oleh perawi2 150-200 setelah Nabi wafat.
Hadits-hadits kita sudah dipelihara oleh ulama-ulama
kita yang pernah saya sebutkan, bahkan tetap
dipelihara sampai sekarang karena masih ada aja
SETAN-SETAN DARI KALANGAN MANUSIA dimanapun mereka
berada yang membuat ribuan hadits palsu dengan
menerbitkan kitab-kitab yang membongkar hadits palsu
tersebut.

 

Semenjak itu para ulama2 terpecah belah. Gol. Ali as
dan Gol. Sahabat2 Nabi. Gol..Syiah dan Sunni.
Disamping itu masih ada lagi gol. kecil2. Saya kira
anda tahu sejarahnya ini bukan? Jadi kalau kebenaran
hadits ini sudah dipertentangkan oleh ulama2, kemana
kita berpegang lagi? Allah mengatakan pegangan umat
Islam adalah Al Quran. Kemudian di kuatkan lagi oleh
istri Nabi Aisyiah, seorang bertanya,"bagaimana akhla
Baginda? Aisyah menjawab,"Kalau kamu tahu akhlaq
Baginda bacalah Al Quran" Jadi jelaslah pegangan umat
islam yang utama adalah Al Quran.

(Saya katakan) Kamu tahu darimana kalo Shahabat yang
mulia Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu bergelar as.
Ada kemungkinan kamu ini orang Syiah. Sebab dikalangan
syi�ii, gelar-gelar Fatimah, Ali bin Abi Thalib, Hasan
bin Ali dan Husen bin Ali dan Imam-Imamnya baik yang
12 maupun yang ada sekarang ini digelari as (alaihis
salam). Sudah bau provokator nih. Golongan kecil-kecil
mah ndak usah diurus.

Dari dulu pegangan kita emang Al Qur�an tapi kamu
menyebutkannya kurang satu, tambah lagi dong As Sunnah
atau Al Hadits yang lengkaplah kalo menulis.

Kemudian kau tulis hadits riwayat Aisyah, coba tolong
disebutkan perawinya. Jangan-jangan hadits palsu. Kau
yang lempar harus tanggung jawab yah. Kau kan mau
capai-capai nulis panjang-panjang kalo merespon
teman-teman di milis ini jadi tambahkan saja
kecapaianmu itu untuk menuliskan darimana hadits ini
kau ambil. Yang ini kita tunda dulu.

 

Apa yang diucapkan dan yang dilakukan Nabi haruslah
sesuai dgn ayat2 Allah bukan? Nabi tidak berani
menambah dan mengurangi peraturan2 Allah yang
diterimanya bukan?

Kalau Al Quran kita jadikan pegangan utama dan alat
filter dari ribuan2 Hadist dan sunnah yang dikumpulkan
oleh Perawi2 maka akan tedapatlah hadist2 dan sunnah2
yang bertentangan dgn ayat2 Allah.

(Saya katakan) ah kau ini salah lagi, tak ajari lagi
nih gampangnya Hadits itu berfungsi sebagai penjelasan
dari Al Qur�an. Contoh gampangnya perintah sholat.
Coba kau cari ayat yang menjelasan cara-cara sholat
dalam Al Qur�an jangan cari perbedaan aja kayak orang
lulusan Teologi aja. Maka hadits-hadits Rosululloh
sholallahu �alaihi wa salam yang melengkapi bukan
menambahi. Jika perbuatan nabi ini dianggap menambahi
aturan Allah niscaya akan kau dapatkan ayat teguran
terhadap nabi tentang penambahan ini. Jangan sok tahu
ah.

Dan kita ummat Islam juga diperintahkan oleh Allah
untuk menjadikan Hadits sebagai hukum kedua yang
dipegang teguh setelah Al Qur�an. Tanya sama ustadzmu
itu jangan tanya pendeta ndak ada yang tahu itu
pendeta pastur.

Disini kamu sudah berusaha membuat orang ragu dengan
berusaha menjelaskan agama ini kurang terpelihara
literatur shahihnya. Semoga Allah meridhoi dan
merahmati para perawi dan pemelihara hadits-hadits
tersebut sehingga tetap shahih sehingga dapat terlihat
mana yang asli dan yang palsu. Yaa Allah engkau memang
benar-benar menjaga agamamu nih tetap valid dengan
adanya manusia-manusia shalih pilihan sepanjang masa.

 

Kalau bertentangan dgn peraturan2 Allah berarti
hadist2 dan sunnah itu disisikan oleh ulama2 zaman
dulunya atau orang musryik yang tdk senang Islam maju.
Seperti kita ketahui sistem pemerintahan zaman dulu
adalah sistem diktator. Siapa yang berkuasa,
hukumnyalah yang benar. Ajaran2 yang bertentangan dgn
penguasa, akan dihapus dan di Banned.Jadi Hadist2 dan
sunnah2 ditulis menurut penguasa untuk mempertahankan
kedudukannya. Tidak salah lagi kalau ada hadist2 dan
sunnah2 yang bertentangan dgn perintah2 Allah swt,
saya kira anda mengerti akan sejarahnya secara umum.

(Saya katakan) Saya ingin tahu yang anda ketahui,
supaya saya tidak mengira kamu sedang membual. Coba
sebutkan pemerintahan zaman siapa yang kau sebut
diktator itu tidak usah takut-takut. dan sebutkan juga
siapa saja penguasa diktator yang pilih-plih hadits
untuk meneguhkan kekuasaannya jangan malu-malu. Sebab
kau sudah menyimpulkan dengan mengatakan apa yang
(anda katakan) Tidak salah lagi kalau ada hadist2 dan
sunnah2 yang bertentangan dgn perintah2 Allah swt .
Sebutkan saja jangan malu-malu.    

 

Mari kita difinisikan mana yang Hadist, mana yang
peraturan Allah swt.

Dikatakan, bahwa al Quran adalah ayat2 Allah yang
disampaikan oleh Nabi. Dan Hadist2 adalah ucapan Nabi
untuk menjelaskan ayat2 Allah swt. Sedangkan sunnah
adalah apa yang dikerjakan oleh Nabi.

(Saya katakan) engkau pintar tentang Al Qur�an tapi
tentang hadits dan sunnah sebaiknya kau satukan karena
keduanya adalah sama.

 

Setelah saya pelajari dengan seksama maka ucapan2 Nabi
itu terbagi 3 katagori:

1. Ucapan Nabi yang menyampaikan wahyu2 atau
peraturan2 Allah yang diterima dari Malaikat Jibril
kepada umat. Semua wahyu2 ini tertulis dalam Al Quran,
Dan Allah mengatakan bahwa peraturan2 itu sudah
lengkap dan dijamin kebenaranya sampai akhirat. Kan
begitu? ulama2 semua setuju bukan?.

(Saya katakan) Betul, ndak salah. 

 

2. Ucapan Nabi yang menjelaskan wahyu2 Allah, karena
tidak semua wahyu2 Allah bisa dimengerti oleh umat.Dan
memberikan  contoh bagaimana peraturan2 Allah itu
dilaksanakan?

Misalnya rakaat Shalat tidak ada dijelaskan dlm Al
Quran, maka Nabi mencontohkan cara shalat. Dan tidak
semua yang dilaksanakan Nabi(sunnah) harus diikuti,
misalnya Nabi mempunyai istri 9 orang, umat dianjurkan
4 orang kalau bisa berlaku adil. Perintah ini tertulis
dalam Al Quran.

(Saya katakan) Betul dan anda pintar juga yah. Tapi
masalah istri kalo dijumlahkan memang ada 9 tapi nabi
tidaklah menikahinya sekaligus 9 tapi tetap 4 ketika
ada yang meninggal Rosululloh menikah lagi dan
jumlahnya 4 lagi demikian seterusnya sampai berjumlah
9.

 

3. Ucapan2 Nabi yang menjelaskan adat istiadat orang
Arab dan sunnah2 yang dikerjakan Nabi sebagai adat
Arab, bukan peraturan agama yang datang dari Allah.
Kalau saya amati Hadist2 dan sunnah2 yang berhubungan
dgn adat istiadat Arab sangat banyak sekali.Puluhan
ribu dari bermacam sumber atau perawinya. Saya
memperhatikan kebanyakan umat Islam terkecoh dalam
Hadist2 dan sunnah2 semacam ini. Mereka menganggap
adalah peraturan agama, walaupun itu tertulis dalam
buku2 Hadist2 Sahih, Muslin dan Bukhari.

 

Apa contoh2nya? Saya berikan beberapa conto saja,
sesungguhnya ribuan banyaknya.

1. Rasulullah saw kalau makan dgn jari tanpa sendok.
Kalau makan dgn sendok dan garpu adalah haram, karena
mengikuti budaya Barat, Bid'aah.

2. Rasulullah saw berpakain dan berjubah, kalau pakai
celana adalah budahaya Barat, haram

3. Rasulullah saw berjenggot lebat adalah sunnah

4. Rasulullah saw kalau berdakwah dgn unta atau jalan
kaki, tidak boleh pakai TV, Internet, Radio karena
semua adalah budaya Barat, Bidaah mengikuti budhaya
Barat.

5. Rasulullah saw tidak bernyanyi dan memakai alat2
musik, tidak boleh bernyanyi.

6. Rasulullah tidak bercicin emas, laki laki dilarang
bercicin emas dan kain sutra.

7. Tidak boleh memegang anjing atau menarok gambar
anjing didinding, karena Rasulullah saw tidak
mempunyai anjing.

8. Wanita tidak boleh keluar rumah tanpa mahram, tidak
boleh meniru2 orang2 Barat 

9. wanita2 tidak boleh bekerja di kantor bersama sama
laki laki, tidakboleh meniru Barat.

10.Wanita2 harus menutup semua tubuhnya kecuali lobang
mata untuk melihat.

dan ribuan lainnya.

(Saya katakan) ma�af sebelum nulis saya udah ketawa
duluan baca penjelasan yang di atas ini. Oleh karena
itu saya katakan Hadits dan sunnah jangan dipisah ya.
Dan semua hadits itu seyogyanya sebagai ummat Muhammad
sholallahu �alaihi wa salam kita membacanya,
memahaminya dan mengikutinya sebisa mungkin. Dan tidak
ada pembagian kategori ucapan nabi yang menjelaskan
adat istiadat orang Arab. Itulah sempurna dan
lengkapnya dienul Islam itu karena membahas semuanya
dari bagaimana seharusnya orang Muslim itu  beradat
istiadat, beribadah, bertata negara, berpolitik,
bergaul, berloyalitas, berlepas diri, berkata-kata,
berperang melawan musuh-musuhnya, sampai bagaimana
cara mengetahui musuh dalam selimut atau musuh seperti
bunglon yang pura-pura masuk Islam dan memecah belah
kesatuan ummat Islam semua LENGKAP TIADA DUANYA DI
ALAM SEMESTA INI. 

Maka adat istiadat yang kau katakan itu adalah bagian
dari hukum Islam kita. 

Wah kamu koq diskusinya kayak orang lulusan teologia
aja. Mudah-mudahan tidaklah, amiin.

 

Dari sepuluh macam Hadist dan sunnah diatas ternyata
bukanlah peraturan2 dari Allah. Dan tidak mungkin Nabi
menambah2 peraturan2 Allah bukan? Tidak mungkin Nabi
mempertentangkan peraturan Allah dgn hadist2 atau
sunnah2.

(Saya katakan) Bravo! betul dan pintar, tapi alangkah
baiknya hadits dan sunnah disatukan saja. Sebut aja
salah satunya.

 

Jadi setelah saya periksa seksama, banyak terdapat
penyimpangan peraturan agama oleh Hadist2 dan Sunnah
yang diciptakan oleh ulama2 zaman dulunya. Kita
sekarang hanya mengikut2 saja, bagaimana kita
memeriksa dan mengetahui orang2 lama yang sudah
meninggal. Kita hanya percaya kepada guru2 kita
disekolah atau dari buku2 yang kita baca. Siapa yang
membikin buku2 kita tidak pernah tahu orangnya,
katanya orang saleh, Mujadid dan ulama2
tersohor...lagi katanya...katanya...katanya.. kan
begitu sistem kita belajar bukan?

(Saya katakan) Saya ingin mengetahui apa yang kamu
ketahui, coba sebutkanlah ulama-ulama zaman dulu yang
engkau tuduh telah menyimpangkan hadits. Jangan lempar
batu sembunyi tangan. Kalo kita benjol kita ndak tahu
siapa yang lempar batunya.

 

Kesimpulan saya, kalau ingin tahu Hadist2 dan sunnah
yang benar sahih, maka periksalah dan saringlah dgn
peraturan2 Allah yang tertulis dalam Al Quran, tali
Allah yang kuat dan tidak akan terputus sampai hari
kiamat. Untuk itu palajarilah lebih dahulu ayat2 Allah
dgn seksama agar bisa mengetahui apa Hadist2 dan
sunnah itu peratuan Allah atau budaya Arab yang di
export ke Indonesia atau negara2 lainnya.

(Saya katakan) Lah kau ini bagaimana sih, yang
mengetahui dari memeriksa dan menyaring Al Qur�an itu
adalah orang-orang shalih tersebut yang sebagian
kecilnya dah saya sebutkan sebelumnya. Jangan-jangan
kamu ndak kenal mereka yah? Budaya arab itu kalo punya
istri itu 20 orang bahkan lebih dari itu plus
gundik-gundiknya dan Islam melalui Nabi merubahnya,
budaya arab itu senang minum khamr, berjudi, membunuh
anak perempuan dan lagi-lagi Islam melalui Nabi
menghapusnya.

Jadi yang kau maksud itu jika ingin memutuskan suatu
hadits itu shahih atau palsu itu kita harus tanya Al
Qur�an atau Al Qur�an jadi pemutusnya????? Wah kau ini
belajar hadits dari ahli hadits mana yah? Derajat
Hadits itu shahih atau ndak itu kamu harus cari
perawinya sampai ke ujung dunia kalo perlu lalu kau
pelajari dahulu kehidupan perawi tersebut sebelum
mengambil hadits darinya, apakah perawi seorang yang
shalih, bagaimana sholatnya, kejujurannya, ketajaman
hapalannya, dan beberapa ketentuan lain untuk
menguatkan bahwa hadits itu menjadi SHAHIH.    

 

(Kita sering mendengar bahwa Injil dan Taurat sudah
tidak asli lagi, karena peraturan2 agamanya sudah
dirobah oleh pastornya zaman dulu, zaman diktator.
Masa Tuhan beranak bukan? Inilah korupsi ayat2 Tuhan.
Begitu pula mereka juga menuduh ajar2n Islam sudah
tidak asli lagi, karena lebih mempercayai Hadist2 dan
Sunnah yang bukan peraturan2 agama dari Allah swt. Ini
suatu peringatan saja bagi kita sebagi umat Islam.Hati
hatilah kawan )

(Saya katakan) Mereka atau kamu yang menuduh? Kalo
mereka biar sajalah Allah sudah katakan dalam Al
Fatihah bahwa mereka itu sesat karena kebodohan dan
kemalasannya dalam beribadah. Kenapa engkau angkat
tuduhan mereka kesini? Anda harusnya rajin memasuki
milis mereka dan tampilkan kepintaran anda menulis dan
dan memecah belah kepada mereka dan giring mereka ke
dalam Islam itu baru pintar. 

 

 Apakah kita boleh meniru niru2 budaya Arab. Boleh
boleh saja, tidak ada larangan, malah orang Arab
sangat senang melihatnya bukan. Saya anjurkan
janganlah semua diikuti. Keadaan iklimnya berbeda.
Arab panas dan berdebu, kalau ada angin maka debu2
bertebaran masuk kedalam tubuh kita, makanya wanita2
Arab menutup semua tubuhnya kecuali lobang mata,
begitu pula laki laki kita lihat di padang pasir,
tidak aneh bukan? Kalau di Indonesia pasti di
permalukan. Laki laki Arab kebanyakan kasar2 dan
tanahnya memang panas dan suka makan kambing, kalau
ada wanita mereka ganggu. Jadi ini juga adat Arab.

(Saya katakan) wah ini topik yang sering diangkat
Islam liberal, orientalis, missionaris dan lulusan
Teologi. Insya Allah moderator dan teman-teman di
milis ini dah tahu. Yang belum tahu insya Allah diberi
kelapangan ilmu yang luas dengan belajar dan bayak
bertanya.

 

Bersama ini saya sampaikan pula beberapa peraturan2
Alah yang perlu dipegang atau dilaksanakan oleh
Muslim.

1."Maka apakah mereka tidak mem perhatikan Al Quran ?
Kalau kiranya Al Quran itu bukan  dari sisi Allah,
tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya QS.4;82

( karena kebanyakan ulama2 atau Islamisc schlars
mempercayai Hadist2 palsu dan riwayat karangan dari
syaikh2, maka agama Islam menjadi salah kaprah dan
terjadi perpecahan ada yang setuju dan ada yang kontra
bukan?) Mereka saling benar sendiri, seprti anda
dengan saya, lansung menuduh saya bahwa saya salah
bukan? Yang menggembirakan kita ada beberapa antara
lain; shalatnya sama, Al Qurannya sama, Nabinya sama,
Allhanya sama, percaya harikemudian, membayar zakat,
naik haji.


2."Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah
dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah" (Al-Hasyr : 7)

3."Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman
selain kepada Al Quran? QS.7;185

4."Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al quran dan
sesungguhnya Kamilah benar benar memeliharanya
(QS.15;9)

5.Apa yang diberikan oleh Rasul kepada mu maka
terimalah dia, Dan apa yang dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah QS 59;7

 

6."Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah
(Al-Qur'an) dan Rasul ". (An-Nisa' : 59).

(Kalau Nabi masih hidup tanyakan kepada Nabi, kalau
Nabi sudah wafat, istri Nabi mengatakan diatas lihat
dan bacalah Al Quran.titik, bukan diartikan kepada
Hadist2 dan sunnah.Kebanyakan ulama2 mengartikan
lihatlah Hadist2 dan sunnah2, yaa tidak mungkin,
diartikan  begitu. Hadist baru dikumpulkan  lima
generasi sesudah Nabi wafat. Coba bayangkan itu apakah
mungin semua Hadist2 itu benar? )

(Saya katakan) Alhamdulillah dalil-dalil di atas
semakin menguatkan argumentasi saya insya Allah
mudah-mudahan pembaca juga jeli.

Mudah2an dengan berdiskusi ini kita akan menerima
hikmahnya dri Allah swt, terutama jemaah yang
membacanya. Yang benar adalah milik Allah swt dan dan
kalau ada kesalahan karena kelemahan kita jua mohon
dimaafkan .Terimakasih kita sambung lagi.

(Saya katakan) saya ma�afkan kesalahanmu karena kau
adalah seorang manusia.

Mari kita perlihatkan kepada jemaah diskusi kita yang
menarik dan cantik.

(Saya katakan) Insya Allah.

Wasalamu'alaikum wr wb.

(Saya katakan) Ndak dijawab dulu deh, masih syubhat.


"Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Taufik,

Menulis basmalahnya yang benar yah nanti artinya dah
berbeda lagi. Sama saja anda melecehkan nama Allah
Robb saya.

 

Perbedaan bukan buat dibanggakan. Seharusnya terus
mencari ilmu yang BENAR untuk mencari kesamaannya
terutama masalah Aqidah sehingga mengikuti pemahaman
yang menyimpang.

Perbedaan para shahabat Nabi Sholallahu alaihi wa
salam (selama Nabi masih hidup diantara mereka) itu di
awasi secara ketat oleh Nabi sendiri. Maka perbedaan
masalah Furuiyyah seperti ubudiyyah ada yang di
setujui nabi. Tapi masalah aqidah tidak ada perbedaan
sama sekali. 

 

PEMIKIRAN anda secara keseluruhan sudah masuk ke
masalah loyalitas, baroah (berlepas diri) atau
keberpihakan yang jelas atas diri seorang muslim yang
merupakan bagian dari Aqidah Islamiyyah. Ini sudah
masuk Tauhid Rubbubiyyah.

 

Saya sarankan cari teman diskusi dan guru yang paham
benar tentang aqidah. Saya amat sangat sarankan jangan
belajar dari pendeta dan pastur yang aqidahnya rusak
yang mengatakan Isa Putra Maryam adalah Anak Allah.
Subhanallah Maha Suci Allah cermati saja surat al
Ikhlash.

Inilah paham pujaan hati anda yang kaya raya (hasil
riba dan rampasan) yang dianut pujan hati anda
Ameriki. Yahudi Israel lebih parah lagi aqidahnya.
Allah saja sampai murka dan melaknat mereka seperti
kera dan babi. Saya sih pikir dulu kalo memuji kedua
kelompok manusia. Pelajari seksama Al Fatihah.

 

Insya Allah tentang hadits tersebut alhamdulillah saya
paham dengan keterangan yang saya dapatkan sbb:

Ada beberapa hadits tentang iftiroqul ummah ini antara
lain:

 

HADITS PERTAMA:

"Dari Abu Hurairah ia berkata : "Telah bersabda
Rasulullah SAW. Kaum Yahudi telah terpecah menjadi 71
(tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua)
golongan dan Kaum Nashrani telah terpecah menjadi 71
(tujuh puluh satu) golongan atau 72 (tujuh puluh dua)
golongan dan ummatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh
puluh tiga) golongan". 

 

Hadits pertama ini diriwayatkan oleh : 

�         Abu Dawud : bisa kita lihat di Kitabus
Sunnah, 1 bab Syarhus Sunnah 4 : 197-198 nomor hadits
4596. Dan hadits di atas adalah lafadz Abu Dawud. 

�         Tirmidzi : Kitabul Iman, 18 bab Maa ja'a fi
'Iftiraaqi Hadzihil Ummah, nomor 2778 dan ia berkata :
Hadits ini HASAN SHAHIH. (lihat Tuhfatul-Ahwadzi VII :
397-398). 

�         Ibnu Majah : 36 Kitabul Fitan, 17 bab
Iftiraaqil Umam, nomor 3991. 

�         Imam Ahmad dalam Musnadnya 2 : 332 tanpa
menyebutkan kata Nashara. 

�         Hakim dalam kitabnya : Al-Mustadrak :
Kitabul Iman 1 : 6 dan ia berkata : Hadits ini banyak
sanadnya dan berbicara masalah pokok-pokok agama. 

�         Ibnu hibban dalam kitab
Mawaariduzh-Zhan'aam: 31 Kitabul Fitan, 4 bab
Iftiraaqil Umam, halaman 454 nomor 1834. 

�         Abu Ya'la Al-Mushiliy dalam kitabnya
Al-Musnad : Musnad Abu Hurairah. 

�         Ibnu Abi 'Ashim dalam kitab "As-Sunnah", bab
19-bab Fima Akhbara Bihin Nabi Anna Ummatahu Sataf
Tariqu juz I hal. 33 nomor 66. 

�         Ibnu Baththah Fil Ibanatil Kubra : bab
Dzikri Iftiraaqil Umma Fiidiiniha, Wa'alakam
Tartaraqul Ummah ?. juz I hal. 228 nomor 252.

�         Al-Aajurriy dalam kitabnya "Asy-Syari'ah"
bab Dzikri Iftiraaqil Umam halaman 15. 

 

Semua ahli hadits tersebut di atas meriwayatkan dari
jalan Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu
Hurairah dari Nabi SAW. 

 

Mengenai profil orang yang meriwayatkan haditsnya atau
RAWI HADITS-nya:

�         Muhammad bin 'Amr bin Alqamah bin Waqqash
Al-Alilitsiy. 

�         Imam Abu Hatim berkata : Ia baik haditsnya,
ditulis haditsnya dan dia adalah seorang Syaikh
(guru). 

�         Imam Nasa'i berkata : Ia tidak apa-apa
(yakni boleh dipakai), dan pernah ia berkata bahwa
Muhammad bin 'Amr adalah orang yang tsiqah. 

�         Imam Dzahabi berkata : Ia seorang Syaikh
yang terkenal dan haditsnya hasan. 

�         Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata :
Ia orang yang benar, hanya ada beberapa kesalahan.
(Lihat : Al-Jarhu wat Ta'dil 8 : 30-31, Mizanul
I'tidal III : 367, Tahdzibut Tahdzib IX : 333-334,
Taqribut Tahdzib II : 196). 

�         Abu Salamah itu Abdur-Rahman bin Auf. Beliau
adalah rawi Tsiqah, Abu Zur'ah berkata : Ia seorang
rawi Tsiqah. (Lihat : Tahdzibut Tahdzib XII : 127.
Taqribut Tahdzib II : 430). 

 

DERAJAT HADITS PERTAMA

Hadits ini derajatnya : HASAN, karena ada Muhammad bin
'Amr, tetapi hadits ini menjadi SHAHIH karena banyak
SYAWAHIDNYA. 

�         Tirmidzi berkata : Hadits ini HASAN SHAHIH.

�         Hakim berkata : Hadits ini SHAHIH menurut
syarat Muslim dan keduanya (yaitu : Bukhari, Muslim)
tidak mengeluarkannya, dan Imam Dzahabi menyetujuinya.
(Mustadrak Hakim : Kitabul 'Ilmi juz I hal. 128). 

�         Ibnu Hibban dan Asy-Syathibi dalam
Al-'Itisham 2 : 189 menshahihkan hadits ini. Syaikh
Muhammad Nashiruddin Al-Albani menshahihkan hadits ini
dalam kitab Silsilah Hadits Shahih No. 203 dan Shahih
Tirmidzi No. 2128.

 

 

HADITS KEDUA

"Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin
Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri
di hadapan kami, lalu ia berkata : Ketahuilah,
sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berdiri di hadapan
kami, kemudian beliau bersabda : Ketahuilah
sesungguhnya orang-orang sebelum kami dari ahli kitab
(Yahudi dan Nashrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh
dua) golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah
menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. Adapun yang
tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan
akan masuk surga, yaitu "Al-Jama'ah". 

 

Hadits kedua ini diriwayatkan oleh : 

�         Abu Dawud : Kitabus Sunnah, bab Syarhus
Sunnah 4 : 198 nomor 4597. Dan hadits di atas adalah
lafadz Abu Dawud. 

�         Darimi 2 : 241 bab Fii Iftiraaqi Hadzihil
Ummah. 

�         Imam Ahmad dalam Musnadnya 4 : 102 

�         Hakim dalam kitab Al-Mustadrak 1: 128. 

�         Al-Aajurriy dalam kitab "Asy-Syari'ah" hal :
18 

�         Ibnu Abi'Ashim dalam kitab As-Sunnah 1 : 7
nomor 1 dan 2. 

�         Ibnu Baththah Fil Ibanati Kubra 1 : 221, 223
nomor 245 dan 247. 

�         Al-Laalikai dalam kitab 'Syarhu Ushuulil
i'tiqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah 1 : 101-102 nomor 150
tahqiq Dr Ahmad Sa'ad Hamdan. 

�         Ashbahaani dalam kitab "Al-Hujjah Fi
Bayaanil Mahajjah" fasal Fidzikril Ahwa' al Madzmumah
al Qismul Awwal hal 177 nomor 107. 

 

Semua Ahli Hadits tersebut di atas meriwayatkan dari
jalan : Shafwah bin 'Amr, ia berkata : Telah
memberitakan kepadaku Azhar bin Abdullah Al-Hauzani
dari Abu 'Amr Abdullah bin Luhai dari Mu'awiyah. 

 

RAWI HADITS KEDUA

�         Shafwah bin 'Amir bin Haram as-Saksakiy : Ia
dikatakan Tsiqah oleh Al-'Ijliy, Abu Hatim, Nasa'i,
Ibnu Sa'ad, ibnul Mubarak dan lain-lain. 

�         Dzahabi berkata : Mereka para ahli hadits
mengatakan ia orang Tsiqah. 

�         Ibnu Hajar berkata : Ia orang Tsiqah. 
(Lihat : Tahdzibut Tahdzib IV : 376. Al-Jarhu wat
Ta'dil IV : 422. Taribut Tahdzib I : 368, Al-Kasyif II
: 27). 

�         Azhar bin Abdullah Al-Haraazi. Ia dikatakan
Tsiqah oleh Al-I'jiliy dan Ibnu Hibban. Imam Dzahabi
berkata : Ia seorang tabi'in dan haditsnya hasan. Ibnu
Hajar berkata : Ia Shaduq (orang yang benar) dan ia
dibicarakan tentang nashb. (Lihat : Mizanul I'tidal
I:173. Taqribut Tahdzib I:52. Ats-Tsiqat oleh
Al-'Ijily hal.59 dan ASt-Tsiqat oleh Ibnu hibban IV :
38). 

�         Abu 'Amir Al-Hauzani ialah Abu Amir Abdullah
bin Luhai. 

�         Abu Zur'ah dan Daraquthni berkata : ia tidak
apa-apa yakni boleh dipakai. 

�         Al'Ijily dan Ibnu Hibban mengatakan dia
orang Tsiqah. 

�         Dzahabi dan Ibnu Hajar berkata : Ia orang
Tsiqah. (Lihat : Al-Jarhu wa Ta'dil V : 145. Tahdzibut
Tahdzib V : 327. Taqribut-Tahdzib 1 : 444 dan
Al-kasyif II : 109). 

 

DERAJAT HADITS KEDUA

Derajat hadits ini : HASAN, karena ada rawi Azhar bin
Abdullah, tetapi hadits ini menjadi SHAHIH dengan
SYAWAHIDNYA. 

�         Hakim berkata : Sanad-sanad hadits (yang
banyak) ini harus dijadikan hujjah untuk menshahihkan
hadits ini. Dan Imam Dzahabi menyetujuinya. (lihat :
Al-Mustadrak I : 128). 

�         Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
Hadits ini Shahih Masyhur (lihat : Silsilah Hadits
Shahih I : 359 oleh Syaikh Al-Albani).

 

 

HADITS KETIGA

"Dari Auf bin Malik ia berkata : Telah bersabda
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 (tujuh
puluh tiga) golongan, satu golongan masuk surga, dan
tujuh puluh dua golongan masuk neraka". Beliau ditanya
: "Ya Rasulullah, Siapakah satu golongan itu ?".
Beliau menjawab ; "Al-Jama'ah". 

 

Hadits ini diriwayatkan oleh : 

�         Ibnu Majjah : Kitabul Fitan, bab Iftiraaqil
Umam II:1322 nomor 3992. 

�         Ibnu Abi 'Ashim 1:32 nomor 63 

�         Al-Laaikaaiy Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis
Sunnah Wal Jama'ah 1:101. 

�         Semuanya meriwayatkan dari jalan 'Amr bin
'Utsman, telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin
Yusuf, telah menceritakan kepadaku Sahfwan bin 'Amr
dari Rasyid bin Sa'ad dari 'Auf bin Malik. 

 

RAWI HADITS 

�         'Amr bin 'Utsman bin Sa'id bin Katsir Dinar
Al-Himshi. Nasa'i dan Ibnu Hibban mengatakan : Ia
orang Tsiqah (lihat : Tahdzibut Tahdzib VIII:66-67). 

�         'Abbad bin Yusuf Al-Kindi Al-Himshi. Ibnu
'Adiy berkata : Ia meriwayatkan dari Shafwan dan
lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam
meriwayatkannya. Ibnu Hajar berkata : Ia maqbul (yakni
bisa diterima haditsnya bila ada mutabi'nya). (Lihat
Mizanul I'tidal II:380. tahdzibut Tahdzib V:96-97.
Taqribut Tahdzib I:395). 

�         Shafwan bin 'Amr : Tsiqah (Taqribut Tahdzib
I:368). 

�         Rasyid bin Sa'ad : Tsiqah (Tahdzib III:225.
Taqribut tahdzib I:240). 

 

DERAJAT HADITS 

Derajat hadits ini : HASAN karena ada 'Abbad bin
Yusuf, tetapi harus mejadi SHAHIH dengan beberapa
SYAWAHIDNYA. 

�         Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
mengatakan hadits ini SHAHIH dalam Shahih Ibnu Majah
II:36 nomor 3226 cetakan Maktabul Tarbiyah Al'Arabiy
Liduwalil Khalij cet: III tahun 1408H. 

�         Hadits tentang terpecahnya umat menjadi 73
golongan diriwayatkan juga oleh Anas bin Malik dengan
mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari
jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah No. 3993.
Imam Bushiriy berkata : Isnadnya Shahih dan
rawi-rawinya tsiqah. Hadits ini dishahihkan oleh
Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah No. 3227. (Lihat : 7
sanad yang lain dalam Silsilah Hadits Shahih
1:360-361. 

�         Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabul
Iman, bab Maaja' Fiftiraaqi Hadzihi Ummah No. 2779
dari shahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash dan Imam
Al-Lalikaiy juga meriwayatkan dalam kitabnya Syarah
Ushulil I'tiqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah I:99 No. 147
dari shahabat dan dari jalan yang sama, dengan ada
tambahan pertanyaan, yaitu : Siapakah golongan yang
selamat itu ?. Beliau SAW menjawab : "MAA ANAA
'ALAIYHI WA-ASH-HAABII" artinya �Ialah golongan yang
mengikuti jejak-Ku dan jejak para shahabat-Ku". 

 

RAWI HADITS KEDUA

�         Dalam sanad hadits ini ada rawi yang lemah
yaitu : Abdur Rahman bin Ziyad bin An'um Al-ifriqy. Ia
dilemahkan oleh Yahya bin Ma'in, Imam Ahmad, Nasa'i
dan selain mereka. Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : Ia
lemah hapalannya.(Tahdzib VI:157-160. Taqribut Tahdzib
I:480). 

 

DERAJAT HADITS

�         Imam Tirmidzi mengatakan hadist ini HASAN,
karena banyak syawahidnya. Bukan beliau menguatkan
rawi ini, karena dalam bab Adzan beliau melemahkan
rawi ini. (Lihat : Silsilah Al-Hadits Shahihah No.
1348 dan Shahih Tirmidzi No. 2129).

------------------------------------selesai sampai
disini entang hadits iftiroqul ummah.

 

(Saya katakan) semua Ulama-ulama ini sudah memelihara
hadits ini dengan baik sehingga agama ini terjaga pula
dengan baik.

Ya memang tidak kita elakkan perpecahan ini tapi Cuma
satu yang benar dan balasan surga bagi yang memegang
pemikiran yang selamat itu.

Di hadits yang kedua dah dijelaskan ciri-ciri
pemikiran kelompok yang selamat yaitu Al-Jama�ah
dkuatkan lagi di hadits yang ketiga yaitu pemikiran
kelompok yang mengikuti jejakku dan jejak para
shahabatku.

 

Jelas bukan jangan sampai memahami agama ini tanpa
harus melewati pemahaman orang-orang shalih tersebut.
Ingat siapa orang shalih tersebut yaitu Para Shahabat,
Tabiin, Tabiut tabiin, terus sampai Ibnu Taimiyyah,
Ibnul Qayyim, Ibnul Mubarrok, Fudhail bin Iyadh, Imam
Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan seterusnya
yang sudah diakui keshalihan dan keberpihakannnya pada
agama yang hanif ini. Jangan di potong kompas jangan
langsung pakai akal dan hawa nafsu anda langsung.

Kalo agama ini langsung dipahami dengan kepala kita
sendiri akan semakin banyaklah perpecahan agama ini.

Ibaratnya begini nih: satu contoh saja anda bacakan
Aliif Laam Mim, lalu tanpa baca literature orang-orang
shalih tersebut tentang apa itu apakah ada artinya
apakah bisa dan boleh diterjemahkan semaunya. Eh
banyak yang potong kompas, Alif itu Allah kemudian
Lam-nya itu apalah Mim-nya Muhammad. 

 

Pemikiran anda itu dah jelas-jelas matre coba baca
tulisan sendiri dengan seksama. Dan merusak Islam di
saat kondisi Umat sedang bangkit berani melawan
penjajanya. Materialisme itu paham mengekor pada orang
kafir yang menjajah kita yang jika ditampar tidak usah
melawan. MATRE itu bagaimana menjadi pengecut yang
selamat dari pihak penjajah dari keuntungan financial
yang sedikit.

Radikal yang kamu maksud itu adalah berani melawan
penjajah yang menguras harta kekayaan kaum muslimin
dimana saja berada (RADIKAL=BERANI).

Pada masa kejayaan Islam dalam artian Khilafah telah
berdiri Islam kaya raya. Maka kaya raya akan didapat
jika dunia ini milik Allah seluruhnya dengan
penegakkan syariat Allah tanpa kecuali.

Tahukah anda kondisi sekarang khilafahnya umat Islam
dah runtuh maka prinsip kaya raya yang seharusnya kita
dapatkan masih dalam ganjalan pujaan hatimu itu yang
nenek moyangnya keturunan kera dan babi itulah yang
menjatuhkan khilafah Islam tersebut.

 

Buku sejarah apa yang kamu baca?

 

Wallahu �alam

 

-----Original Message-----
From: taufikmalin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, January 10, 2005 10:20 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Hidayatullah.com] RESPOND UNTUK SDR TEGUH.

 

Assalamu'alaikum wr wb

Bismilahirrhamnirrahiim

 

Sdr Teguh yang disayangi Allah dan saya hormati.

 

Lain kepala lain pehamannya, sumbernya satu al Quran
dan sunnah.

Sudah di peringatkan oleh Rasulullah saw bahwa nanti
islam akan terpecah belah menjadi 73,mungkin anda tahu
ini kan?. Kemudia Allah mengingatkan kita saling
mengingatkan dan saling berlomba lomba berbuat
kebaikan. Perbedaan tidak bisa dielakan karena sudah
sunnatulllah bukan.

 

Saya akui sekali pemahaman saya berbeda dgn kawan2
setelah saya mempelajari Al Quran dan Sunnah dari
beberapa sumber dan guru2. Yang mengembirakan kita
walaupun kita dalam strategi perjuangan berbeda beda,
tapi kita tetap; percayaka kepada Allah yang Maha Esa
tidak syirik atau menduakan Tuhan, percaya kepada
Rasulullah saw Al Quran sebagai buku pedoman hidup
kita, dan rukun iman yang sama. Saya setuju sekali dgn
strategi perjuangan AA Gym.

 

Saya pribadi suka berdiskusi kepada kawan2 yang
berbeda pendapat dengan saya. untungnya bagi
saya:pertama saya tahu apa kelemahan saya, kedua saya
tahu sampai mana kebenaran saya dan sampai kemana
orang bisa saya yakini. Kitiga kalau dakwah saya
dimengerti dan diikuti, mudah2an Allah memberikan saya
pahala. Kalau saya salah Allah saya tidak mendapat
pahala, karena saya sendiri sudah berusaha mempelajari
Al Quran.kan begitu.

Saya tidak suka berdiskusi dengan kawan kawan yang
sepaham dengan saya, bosan, dan pendapatnya sama, buat
apa berdiskusi kan begitu?

 

Sekarang saya menemukan anda dan teman lainnya di
Milist ini berbeda dgn saya. Saya gembira. Sekarang
terserah kepada kawan2 apakah saya teruskan tulisan2
saya, apakah saya berhenti. Moderator merdeka
memilihnya. Saya kira moderator adalah orang yang
berjiwa luas, berpikir dalam, dgn ada nya perbedaan
dari anggota jemaah, akan  dapat mengairahkan para
pembaca. Dan dapat pengetahuan yang baru dan berbeda.

 

Kalau di Saudi Arabia, yang sistem satu partai, satu
jemaah seperti negara Komunis, kalau ada dalam
masarakat yang berbeda pemahamannya dgn Mejelis ulama,
pasti di Banned. di blok. Tidak boleh berdakwah di
tanah Saudi Arabia. Makanya jemaah2 selain jemaah
Wahhabi tidak dibolehkan berdakwah di sana. Akibatnya
apa? 

 

Kalau sekiranya Pengikut2 Wahhabi salah strategi dalam
perjuangan atau salah memahami ajaran2 Islam maka
rakyatlah yang menderita. Seperti sekarang ini,
lapangan kerja tidak ada untuk pemuda2 Arab, karena
tidak ada fabrik2. Mereka benci akan materi terutama
masarakat Baduwi. Semua di import dari luar negeri. 
Sebahagian besar pemuda2 yang belajar di luar negeri
pindah ke Eropah dan Amerika. Inilah kesalah besar
yang saya lihat, benci kepada Material, benci kepada
kemajuan2 akhirnya umat tidak produktif, mudah
dikalahkan oleh Yahudi dan Amerika. Raja Sauud dan
pemerintahannya mulai sadar bahwa ajaran2 Wahhabi
selama ini ada kelemahan yang fatal yaitu umatnya
tidak produkti, malas bekerja. Mau subsidi dari
minyak. Pemerintahan Saudi mulai menukar strategi agar
negaranya bisa bethan hidup, kalau tidak akan
menghadapi kehancuran. Sekarang pemerintah sedang
melakukan perobahan2 besar membuka diri untuk bangsa2
lainnya. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama.

Kusus kepada sdr Teguh, saya belum lagi merespond
tulisan anda, sekiranya anda setuju menerima respond
dari saya akan saya persiapkan, saya tunggu jawaban
dari anda.

 

Demikianlah, terimakasih, 

wassalamu'alaikum wr wb

 

Wassalamu'alaikum wr wb.



                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and more. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/mobile.html

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke